
Keesokan Harinya...
Setelah Kejadian Malam Tahun Baru Itu, Semua Wartawan Yang Berada Diceko Berbondong-bondong Mendatangi Hotel, Mereka Memaksa Masuk Untuk Menemukan Rebecca, Sang Pelaku Utama Yang Membuat Semua Kehebohan Ini.
Sedangkan Rebecca? Gadis Itu Sedang Asik Menikmati Segelas Coklat Panas Dengan Beberapa Manisan Bersama Dengan Reynard, Silvia, Chef Nicola, Dan Ke-3 DPR Amerika Serikat
Mereka Berada Diteras Atas Hotel Yang Mereka Pesanan Langsung Untuk Menikmati Pagi Hari Yang Dingin
"Pri, Bukankah Kau Harus Mengurus Para Wartawan Kurang Topik Itu?"
Silvia Memiliki Guratan Yang Sangat Besar Dikepalanya, Tanda Bahwa Dia Benar-benar Sangat Kesal Sekarang.
Reynard Dan Yang Lain Juga Begitu, Sejak Subuh Mereka Semua Ribut, Dan Berkeliaran Didalam Hotel Seperti Hewan Buas Mencari Mangsa.
Bahkan Pelayan Wanita Itu Ada Disana Dan Sedang Melayani Mereka Semua.
Karena Apa? Karena Rebecca, Reynard, Dan Pelayan Tidak Bersalah Itu Merupakan Ketiga Pelaku Utama Yang Terlibat Dalam Kejadian Tadi Malam.
Hotel Mereka Mendadak Menjadi Rame, Dan Sempit, Bahkan Sampai Masuk Berita Dunia.
Bagaimana Tidak, Lantai 5 Hotel Bukanlah Sebuah Bangunan Rendah, Mana Ada Manusia Yang Dengan Santainya Melompat Dari Atas Sana Tanpa Parasut Ataupun Alat Pengamanan Lainnya.
Karena Itu, Rebecca Merupakan Orang Pertama Dalam Sejarah Dunia
"Para Meneger Hotel Sampai Kewalahan Menghadapi Mereka" Jelas Sang Pelayan Sedih
"Hah... Aku Mendadak Terkenal"
Rebecca Menghela Nafas Berat, Kalau Tau Akan Menjadi Seperti Ini, Dia Tidak Akan Sok-sokan Melompat Dari Atas Sana
"Lagi Pula Aku Kan Sedang Bahagia..."
Rebecca Bergumam Kesal
"Itu Masalah Mu, Siapa Suruh Bergaya Melompat Dari Atas Balkon, Kau Pikir Untuk Apa Aku Menyuruh Petugas Keamanan Untuk Menaruh Bantal Darurat Disana? Itu Agar Pria Bodoh Disebelahmu Itu Tidak Mati Kalau Dia Nekat Untuk Melompat Sangking Gilanyaaaaa!!!"
Silvia Dengan Kesalnya Melemparkan Bantal Kursi Miliknya Kepada Reynard
Reynard Yang Disalahkan: "…" Yah, Aku Memang Salah😑 (Pasrah)
"Sudah, Sudah, Lebih Baik Kita Memikirkan Bagaimana Cara Untuk Mengusir Para Wartawan Bodoh Itu"
DPR Wanita Itu Meleraikan Mereka.
Lalu Kemudian Keheningan Melanda, Semua Orang Sibuk Memikirkan Bagaimana Cara Untuk Mengusir Para Wartawan Yang Masih Saja Sibuk Berkeliaran Didalam Hotel.
Brakkk...
"AKU TAUUU..."
Rebecca Berseru Dengan Semangat Dan Mengebrak Meja. Namun Kelakuannya Malah Membuat Semua Orang Menjadi Panik Dan Silvia Menutup Mulutnya (Mulutnya Rebecca)
"Dasar Bodohh... Kenapa Kau Malah Berteriak, Sudah Kubilang Jangan Teriak, Nanti Mereka Tau Kita Ada Disini"
Silvia Menatap Kearah Rebecca Dengan Gemes, Yang Dibalas Dengan Anggukkan Kepala Oleh Rebecca.
Setelah Merasa Semuanya Aman, Silvia Melepaskan Rebecca, Dan Semua Orang Menghela Nafas Lega.
"Jadi? Apa Rencana mu?" Tanya Silvia Pada Rebecca.
"Bagaimana Kalau Kau (Silvia) Menghampiri Mereka Dan Mengatakan Kalau Aku (Rebecca), Dan Dia (Reynard) Sudah Pulang Keamerika Terlebih Dahulu, Sedangkan Ia (Sipelayan Wanita) Sedang Cuti Akibat Kejadian Tadi Malam Yang Membuat Dia Terkena Sedikit Masalah"
Rebecca Mengusulkan Dengan Senang
"Apa Buktinya?"
Semua Orang Kembali Mengangguk, Tanpa Adanya Bukti, Bagaimana Mereka Bisa Meyakinkan Para Wartawan Itu.
"CCTV Hotel, Kita Hanya Perlu Menunjukkan Rekaman CCTV Yang Sudah Diedit Agar Wajahnya Serupa Dengan Kami Berdua (Rebecca Dan Reynard)"
"Rekaman Dimana?"
"Dipintu Belakang Hotel"
"Lalu Siapa Yang Akan Mengedit Rekaman Itu?"
Silvia Menatap Kearah Rebecca Dengan Wajah Bertanya-tanya
"Kau Bisa Melakukannya Pri?"
"Tentu Saja Bisa, Aku Merupakan Mahasiswi Dengan Nilai Lulusan Terbaik Di Jurusan Komputer"
Dengan Yakin Rebecca Menjawab Ucapan Silvia
"Baiklah, Kalau Begitu Kita Bagi-bagi Tugas"
Reynard Mulai Bersuara
"Kau (Sipelayan) Pergilah Keruang Kontrol CCTV, Mintakan Sebuah Rekaman Laki-laki Dan Perempuan Yang Keluar Melalui Pintu Belakang Hotel"
Sipelayan Wanita Menganggukkan Kepalanya Lalu Pergi Dengan Cepat.
"Lalu Kita Akan Apa?"
Silvia Bertanya Dengan Bingung
"Pantau Situasi Dibawah, Nanti Jika Rekaman CCTV Itu Sudah Selesai, Kau Baru Bisa Pergi Kesana"
"Tapi Ingat, Kau Harus Bisa Meyakinkan Mereka Semua"
Silvia Mengangguk Mengerti.
Lalu Mereka Kembali Menikmati Coklat Panas Mereka
****************
Disisi Lainnya...
Amerika Serikat, Rumah Mewah Keluarga Waston...
Seorang Wanita Sedang Duduk Menatap Kearah TV Yang Menyala, Menampilkan Berita Heboh Dunia, Yaitu...
Benar, Berita Tentang Menantu Kesayangan nya Yang Melompat Dari Atas Balkon Lantai 5 Hotel Diceko.
"Haiss... Dia Benar-benar Sangat Mirip Dengan Suaminya"
Layla Callista Waston Yang Merupakan Ibu Mertua Dari Rebecca, Sedang Menonton Berita Heboh Tentang Menantu Cantiknya.
Awalnya Dia Hanya Sedang Bosan Dan Mulai Mencari Berita Heboh Yang Sedang Terjadi. Hingga Dia Melihat Tayangan Sebuah Rekaman Video Yang Menampilkan Rebecca Yang Sedang Melompat Dari Atas Balkon Lantai 5 Hotel Dan Mendarat Dengan Aman Dibantal Darurat.
Layla Tercengang Melihatnya, Dan Hampir Mati Karena Jantungan
Lalu Dia Mengambil Handphone Miliknya Dan Mulia Menghubungi Seseorang.
ISI PERCAKAPAN ☎️
^^^"Ada Apa?"^^^
"Apanya Yang Ada Apa? Kenapa Kau Bisa-bisa nya Tidak Khawatir Dengan Istrimu?"
^^^"Aku Akan Segera Menjemputnya"^^^
"Bagus Kalau Kau Sudah Mengerti"
Telepon Dimatikan Sepihak 📴
"Anak Sialan, Berani-Beraninya Dia Mematikan Telpon Tanpa Salam Pada Ibunya Sendiri"
Layla Mulai Memaki-maki Louis Sang Anak, Karena Kesal Dengan Tingkahnya
...****************...
......................
......................
......................