
...Selamat datang dan silahkan menikmati aksara Author....
...Bagaimana kabarnya hari ini? Bagaimanapun hari kalian, seberapa lelah kalian hari ini. Kalian hebat....
...Absen dulu!...
...Di mana kalian menemukan cerita ini?...
...Jam berapa baca cerita ini?...
...🤯🤯🤯...
Seline merebahkan tubuhnya pada kasur. Menatap langit-langit kamar dengan cat yang sudah mulai luntur. Mengistirahatkan tubuh dan otaknya setelah seharian beraktivitas.
Tidak ada yang istimewa dari tempat ini selain aman dari marabahaya sang ratu Ular Lila.
Ya. Alasan utama Seline memiliki untuk hidup sendiri adalah untuk menjaga jarak dari Lila. Dia tidak bisa terus berada di rumah dan masuk ke jebakan gadis ular itu.
Terlalu banyak musuh dan pendukung Lila di rumah. Bahkan, untuk keluar dari rumah itu, Seline harus berusaha keras dan mengeluarkan berbagai trik agar diizinkan.
Yah, meskipun Seline cukup bingung bagaimana bisa Vivian mengijinkannya dengan sangat mudah, sedangkan untuk Adam dan Diana. Seline harus mengeluarkan trik lidah manis yang pernah dia pelajari dari para buaya yang naik ke daratan.
***
Seline melangkahkan kakinya keluar dari sekolah. Hari ini tidak ada Tio yang menjemput ataupun melayaninya. Tidak biasanya anak itu tidak menempel pada Seline sehari saja. Biasanya, kemanapun Seline pergi, Tio akan menemaninya. Namun, sekarang pemuda itu menghilang tanpa kabar. Chat juga tidak dibalas dan telponnya tidak diangkat.
Mungkin Seline tidak akan seresah ini jika saja ia memiliki uang. Sayangnya, syarat yang diberikan oleh Adam membuat Seline harus kehilangan fasilitas-fasilitas pribadi miliknya.
Dan sekarang, gadis desa rambut yang diikat ekor kuda itu sedang tidak memiliki uang. Seline sudah berusaha keras mencari lowongan pekerjaan dan pekerjaan paruh waktu, sayangnya reputasi buruknya menyebar luas dan membuatnya kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan.
Karena itulah, Seline sangat membutuhkan kehadiran isi dompet Tio.
Seline mengeluarkan ponselnya, berniat untuk menelpon Tio dan memintanya untuk segera menjemputnya, akan tetapi belum sempat telponnya tersambung, Seline sudah dihadang oleh 3 orang laki-laki bertubuh besar dan menariknya ke dalam sebuah gang sempit dan sepi.
Ketiga orang itu menatap Seline dengan tatapan yang sangat menggangu. Mereka melihat Seline seolah-olah dia adalah makanan yang siap untuk di santap.
"Hei, manis mau bermain bersama kami?" tanya salah satu pria itu, dia tersenyum menjijikkan saat melihat ke arah dada Seline.
Seline tersenyum dalam hati, jika dia tidak salah. Ini adalah plot di mana Lila membayar orang untuk mencelakai Seline. Masalahnya adalah, kenapa ini terjadi begitu cepat?
Dalam novel, plot di mana Seline dirusak adalah setelah acara pertunangan diadakan. Itu adalah pesta ulang tahun Vivian sekaligus pesta pertunangan Seline dan Bisma diadakan.
Rencana Lila adalah membuat Seline ternoda dalam keluarga Elson sehingga dia dibenci dan pertunangannya dibatalkan. Menjadikan hal itu sebagai hadiah utama dari pesta besar itu.
Sayangnya, itu tidak akan terjadi, karena sekarang yang berada di tubuh ini bukanlah Seline Elson versi novel lagi. Melainkan Seline yang jenius dari dunia lain.
Namun, Seline yakin kalau dia sudah mengubah beberapa plot dalam novel yang akan membuatnya menghindari bendera kehancurannya di akhir cerita, lalu bagaimana ini terjadi?
Apakah dia terus dipaksa untuk kembali ke plot dalam novel asli?
"Sungguh wajah yang cantik, sangat disayangkan jika di rusak." Salah satu preman memegang dagu Seline, memangsanya Seline untuk menatap secara dekat manik hitam yang penuh nafsu itu.
"Bukankah ini seperti berkah untuk kita? Jangankan tubuhnya, wajahnya saja begitu cantik," ucap salah satu preman bertubuh cungkring.
"Bagaimana jika menghabiskan waktu dengan kami untuk beberapa malam? Kami pastikan kau akan mendapatkan pelayanan terbaik," ucap preman yang masih memegang dagu Seline.
Seline menepis tangan preman yang memegang dagu Seline, kemudian tersenyum iblis, "menghabiskan waktu bersama kalian?" tanyanya dengan nada yang dibuat manja.
"Kenapa aku harus menghabiskan waktu dengan sampah seperti kalian?" Seline menyeka dagunya dengan jijik, "itu akan sangat menjijikkan," tambahnya.
Seline menyeringai dengan tatapan merendahkan. Membuat gelak tawa ketiga preman itu pecah seketika.
"Mari kita lihat, sampai kapan sikap sok berani mu ini akan bertahan," ucapnya salah satu preman itu. Mereka kemudian saling menatap satu sama lain, seolah sedang memberi kode untuk bertindak.
Seline masih dengan tenang menunggu pertunjukan yang akan mereka lakukan. Dia sama sekali tidak ketakutan karena, di kehidupannya sebelumnya sangat mudah baginya untuk mengalahkan banyak orang yang menyerangnya sekaligus.
Ya, Seline adalah seorang atlet bela diri yang sudah berkali-kali menjadi juara dalam lomba bela diri.
Melawan 3 orang, sekaligus akan Seline anggap sebagai sebuah pemanasan ringan.
Ketiga preman itu langsung berlari ke arah Seline. Gadis itu dengan tenang langsung menendang salah satu perut preman itu dan menghindari serangan temannya di belakang. Mengunci pergerakan preman bertubuh cungkring.
"Hei, apakah kalian benar-benar serius? Bagaimana bisa mengeroyok seorang gadis kecil yang manis seperti ku?" Seline mencebikkan bibir, memasang ekspresi sedih yang membuat ketiga preman itu semangkin kesal.
Mereka kembali menyerang Seline bersama-sama, Seline yang sedang mengunci pergerakan preman bertubuh cungkring, menendang bokongnya kuat sehingga membuatnya menabrak kedua temannya yang sedang berlari ke arah Seline.
Pertarungan sengit pun terjadi. Ketiga preman itu tumbang dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Bibir cobek dengan wajah yang sudah tidak terbentuk lagi, dan tolong jangan lupakan tentang beberapa tulang yang patah oleh Seline.
Sedangkan gadis itu, dia malah dengan asik menghitung jumlah uang yang dia dapatkan dari ketiga preman itu. Jangankan dompet, bahkan uang di rekening Bank mereka pun sudah kering karena Seline sedot.
"Akan ku tarik kata-kata Ku tadi. Kalian bertiga adalah orang yang sangat baik, kalian tidak segan-segan memberi uang kepada gadis yang sangat membutuhkan ini... Hiks...," Seline menyeka air matanya seolah-olah sedang terharu.
Setelah merasa urusannya sudah selesai, dia lalu pergi seolah-olah tidak terjadi apapun. Meninggalkan korban-korbannya yang hanya bisa menangisi kepergian uang mereka.
***
Seline mematikan alarm, waktu 15 menit telah berlalu. Dia kemudian mulai menikmati cup ramen ditemani dengan ceker ayam pedas yang dia beli diperjalanan pulang.
Makanan sederhana yang menjadi favoritnya ketika moodnya sedang hancur. Seperti hari-hari sebelumnya, Seline terus saja ditolak oleh beberapa tempat yang membuka lowongan pekerjaan paruh waktu.
Bukan karena sudah terisi, melainkan karena mereka takut kalau Seline akan merusak bisnis mereka dan membuatnya menjadi bangkrut.
Yah, siapa yang tidak kenal dengan cucu dari orang terkaya ke 2 di Negara ini. Sejak kecil Seline selalu menjadi pusat perhatian karena dikenal sebagai pewaris utama dari Vivian.
Seline juga adalah gadis yang ramah dan bersahabat sehingga membuatnya sangat disukai sewaktu kecil, akan tetapi sekarang tidak lagi. Seline lebih terkenal karena reputasi buruknya.
...^^^🤯🤯🤯^^^...