Sweet Antagonist

Sweet Antagonist
Bagian 6. Sok Berkuasa



"Apa kau mengerti sekarang?" Seline mendengus mendengar perkataan Bisma yang lebih terdengar seperti perintah mutlak yang harus dia turuti.


"Aku hanya perlu mengambil berkas-berkas yang dibutuhkan untuk acara olahraga, bukan?" ulangnya dengan nada yang menantang.


Bisma mengangguk, dia pikir butuh waktu lama untuk menjelaskan apa yang harus Seline lakukan sebagai anggota OSIS sementara, tapi kenyataannya Seline sudah mengerti hanya dengan satu kali penjelasan saja.


Kemarin malam kedua orangtuanya memberitahukan kepadanya kalau Seline sudah bersedia membatalkan pertunangan mereka. Bisma sedikit lega mendengarnya, karena dia tidak lagi terikat dengan gadis menyebalkan yang selalu membuat masalah.


Namun, ada perasaan menganjal yang membuat Bisma merasa kalau dia sudah melakukan sebuah kesalahan karena telah melepaskan Seline. Dia tidak tahu apa itu, sampai akhirnya dia bertemu langsung dengan Seline.


Gadis itu sudah cukup berubah, tidak seperti dulu lagi yang begitu lengket ketika melihatnya. Tidak semanis dan sepeduli lagi. Bahkan senyuman bodoh yang sering gadis itu tampilan sudah menghilang.


Berganti dengan wajah datar yang masa bodoh dan tampak tidak peduli dengan kehadirannya. Entahlah, Bisma hanya merasa ini tidak biasa.


Suara ketukan pintu terdengar, Bisma berdeham singkat dan mempersilahkan orang tersebut untuk masuk


Seorang gadis dengan rambut panjang terurai muncul dari balik pintu, tersenyum ramah kepada Bisma.


Seline memutar mata jengah, jangan bilang mereka ingin bermesraan di depannya. Bagaimana ini, Seline tidak akan bisa menahan rasa jijiknya jika itu terjadi.


"Bisma apa aku mengganggu waktumu?" tanya Lila pura-pura polos, padahal dia sengaja datang setelah mendengar kalau Seline sedang berada di ruangan ketua OSIS.


"Ada apa?" Bisma tampak tidak peduli dengan kehadiran Lila, dia malah sibuk membaca proposal-proposal kegiatan untuk diperiksa sebelum diserahkan kepada kelapa sekolah.


"Aku ingin bertanya, apakah siang ini kau luang aku ingin mengajakmu untuk makan siang bersama." Lila mengangkat sebelah tangannya menunjukkan kotak bekal yang dia bawa dengan menunjukkan senyuman termanis.


Bisma hanya melirik sekilas, dan kembali memeriksa proposal kegiatan, "aku tidak memiliki waktu untuk itu sekarang."


Lila mencebikkan bibirnya, lalu tanpa malu-malu ia mendekati Bisma dan memeluk Bisma dari belakang. "Aku sudah bangun pagi-pagi untuk menyiapkan bekal ini, bagaimana bisa kau melakukan itu padaku," rengeknya.


Halo!


Apakah mereka melupakan sesuatu di sini, Seline masih berada di sana dan sedang menahan mual. Dia sangat ingin cepat-cepat keluar dari tempat yang sudah tercemar ini segera, sebelum Seline terinfeksi virus juga.


"Jika tidak ada yang ingin kau katakan lagi, aku akan segera keluar." Tanpa menunggu persetujuan dari Bisma, Seline dengan cepat keluar dari sana. Dia sengaja melangkahkan kakinya dengan cepat, dia harus cepat pergi dari sini.


Bisma hanya bisa diam menatap kepergian Seline, dia pikir Seline sedang cemburu dan ingin segera pergi. Sebenarnya Seline mungkin masih memiliki perasaan kepadanya dan terpaksa membatalkan pertunangan mereka karena perintah Vivian. Namun, kenyataannya tidak begitu.


Sejak Seline datang ke dunia ini, semua perasaannya kepada Bisma telah dia buang. Dia tidak ingin berakhir menyedihkan seperti Seline di dalam novel. Seline juga mengetahui alasan Bisma menerima pertunangan ini adalah karena Seline merupakan pewaris satu-satunya seluruh kekayaan Vivian.


Namun, sekarang Lila muncul. Gadis cantik yang sempurna, dengan memanfaatkan semua keburukan dan masalah yang telah Seline perbuat Bisma mengajukan pembatalan pertunangan. Dia pikir, Lila akan langsung menjadi pengganti Seline sebagai tunangannya, akan tetapi yang terjadi tidak seperti itu. Lila tidak menjadi tunangan Bisma dan keluarganya dan keluarga Elson juga hanya sebatas rekan kerja biasa.


Meskipun Lila dan Seline sama-sama calon penerus, Lila satu-satunya orang yang cocok untuk menjadi penerus kekayaan Vivian dan cara untuk Bisma bisa menjadi bagian dari keluarga Elson untuk mendapatkan kekuatan itu adalah dengan menikahi penerus selanjutnya.


Seline mendengus saat melihat begitu banyaknya tumpukan berkas-berkas yang entah berkas apa itu.


Permintaan Bisma adalah menemukan berkas yang memuat proposal kegiatan tahun lalu untuk acara olahraga sekolah.


Oh, lihatlah begitu banyaknya berkas-berkas di tempat ini bagaimana cara dia menemukannya dalam waktu yang singkat?


Seline mulai menyusuri setiap rak demi rak, mencari dengan tenang dan teliti setiap berkas yang dia lewati.


Saat Seline berhasil menemukan sebuah berkas tentang kegiatan olahraga tahun lalu, pintu ruangan terbuka. Lila masuk ke ruangan dengan senyum kesombongan.


Seline hanya melirik sekilas, dan kembali melanjutkan aktivitasnya. Dia tidak punya waktu untuk menyambut gadis bermuka dua itu.


Wajah gadis yang lugu dan polos yang itu telah menunjukkan wajah sesungguhnya. Wajah licik yang penuh dengan kebohongan dan kesombongan itu akhirnya dapat Seline lihat.


"Tidak ku sangka, kau berpura-pura mengurung dirimu di kamar, tapi nyatanya kau malah sedang pergi ke rumah sakit untuk melakukan operasi. Sepertinya, sirkuit otakmu sudah mulai berkerja, Seline. Sayangnya, Bisma sudah menjadi milikku. Kau sudah terlambat." Lila mengibaskan rambutnya ke belakang dengan gaya yang menyebalkan.


"Lalu? Apa kau ke sini hanya untuk mengatakan hal tidak berguna itu?" Seline bertanya dengan sinis, sungguh informasi yang tidak berguna sekali.


Lila cukup terkejut dengan respon Seline yang tenang, dia pikir Seline akan marah dan mengamuk atau menghajarnya saking geramnya. Karena semua orang di seluruh sekolah tahu, bagaimana tergila-gilanya Seline kepada Bisma.


Jadi, saat Seline menunjukkan sikap tenang dan tidak peduli tentang Bisma, itu cukup membuat Lila terkejut. "Huh, apa kau pikir aku mau datang ke sini? Jika Bisma tidak memintaku untuk mengawasi pekerjaan mu, mana mungkin aku dengan senang hati kemari," ujar Lila.


Seline hanya ber-oh ria, dia benar-benar mengabaikan kehadiran Lila di sini. Lila mulai kesal, dia menatap Seline dengan geram.


Tiba-tiba...


"Ahk!!"


Tumpukan berkas-berkas berjatuhan mengenai tubuh Lila, dan saat itu...


"Seline apa yang kau lakukan?!" Bisma yang baru tiba segera berlari ke arah Lila dan membantu gadis itu. Ada memar di lengan Lila, gadis itu bersembunyi di perlukan Bisma sambil menangis.


Beberapa anggota OSIS juga mulai masuk ke gudang, mereka menatap prihatin dengan kejadian yang kenimpa Lila, beberapa dari mereka juga mencemooh Seline.


"Huhu... Bisma ini bukan salah Seline, dia tidak sengaja melakukannya dan membuat berkas-berkas itu berjatuhan ke arah ku." Lila mengusap air matanya, mengambil seluruh hati dari orang-orang di sekitar.


Bisma mengepalkan tangannya dan langsung berdiri, "apakah sesulit itu untuk mu melepaskanku? Kau sangat kekanak-kanakan Seline, mencoba mencelakai Lila hanya karena pertunangan kita dibatalkan. Dengar baik-baik, aku adalah orang yang meminta pertunangan ini dibatalkan."


Bisma menatap Seline dengan tatapan tajam yang seakan-akan dapat membunuh Seline. Lalu, apakah kau tahu, bagaimana dengan respon Seline?