
Hai, ketemu lagi
Ada yang rindu sama Seline gak?
💮💮💮
Untuk kesekian kalinya, helaan napas panjang keluar dari gadis dengan rambut panjang bergelombang itu. Terus mengabaikan ponselnya yang tidak berhenti memanggilnya, yang entah telpon dari siapa.
Sungguh, sudah begitu banyak cara yang Seline lakukan agar tidak berhubungan dengan orang-orang yang memiliki kemungkinan buruk mencelakainya, akan tetapi selalu saja ada scene yang membuatnya secara sengaja atau tidak kembali ke jalan cerita yang seharusnya.
Dalam novel, pesta ultah Vivian menjadi salah satu penyebab utama kematian Seline. Di pesta itu, Vivian mengumumkan tentang pembatalan pertunangan Seline, juga melepaskan status Seline sebagai pewaris utama keluarga Elson.
Orang-orang kemudian menunjukkan wajah asli mereka kepadanya, mereka yang awalnya sangat tidak seorang penjilat, berubah menjadi seekor anjing yang menggonggong seolah-olah mereka adalah seorang serigala.
Perusahaan papanya semangkin jatuh, karena banyaknya investor yang menarik investasi dan membatalkan kontrak kerjasama mereka dengan perusahaan papanya.
Perusahaan papanya Seline, adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang hiburan. Yah, perusahaan hiburan itu masih terlalu besar, akan tetapi artis-artis dan modelnya sudah banyak menuai prestasi di mana-mana.
Namun, karena penerus selanjutnya adalah Seline yang sama sekali tidak pandai dalam berbisnis. Dia malah mengabaikan perusahaan itu, dan menyerahkan semuanya kepada sekretarisnya. Alhasil, sekretaris itu ternyata adalah orang yang berkerja untuk Lila. Perusahaan yang didirikan dengan keringat, darah dan air mata oleh Papanya dengan mudahnya hancur olehnya.
Kris meletakkan ponsel Seline kembali ke atas meja. Sejak kepulangan Tio, sedari tadi yang Seline lakukan adalah melakukan dan menghela napas.
"Apakah pesta itu semenyeramkan itu?" tanya Kris, dia memang sudah tahu apa yang akan terjadi di sana, karena dia telah membaca seluruh isi di buku catatan Seline. Demi menjaga rahasianya, Seline pun menceritakan semuanya kepada Kris. Ya, semudah itu semuanya terungkap.
Sekarang, Kris adalah satu-satunya orang dalam novel yang tahu kalau Seline adalah jiwa dari dunia luar yang tiba-tiba masuk ke dalam novel dan menggantikan tokoh Antagonis wanita.
Awalnya, Kris sama sekali tidak percaya, tapi melihat bahwa Seline sangat berbeda dengan yang pernah dia dengar dulu, membuat Kris sedikit percaya.
Mungkin, Seline adalah orang yang membutuhkan bantuan psikolog, adalah yang selama ini Kris pikiran.
Luka tusuk yang dialaminya sudah hampir sembuh, lukanya juga telah mengering dan Kris sudah bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Namun, tubuh tegap dengan bentuk tubuh yang sangat sempurna itu masih betah berada di rumah kecil Seline.
"Pestanya akan diadakan besok malam. Sebenarnya aku tidak terlalu peduli dengan hal warisan atau apapun itu, tapi kalau sampai nenek moyang ku mengumumkan bahwa aku bukan lagi pewaris utama keluarga, imbasnya akan sangat merugikan keluarga ku," ucapnya.
"Kau hanya perlu datang, selama ada aku, mereka tidak akan berani menyentuh mu." Kris menyeruput teh yang baru saja dibuatnya, berada di rumah Seline sepertinya tidak terlalu buruk. Dia yang hanya tahu menyuruh pembantu sekarang sudah bisa membuat teh sendiri. Meskipun saat pertama kalinya, dia salah memasukkan garam ke tehnya dan membuat teh itu menjadi teh air laut.
"Anak orang kaya memang hebat," balas Seline sarkas, padahal Kris kan tidak diundang untuk apa dia datang. Lagi pula anak itu juga seharusnya tidak muncul secepat ini. Kris harusnya muncul saat ujian kenaikan kelas, saat itu penulis memperkenalkan tokoh antagonis laki-laki, dia adalah putra dari orang terkaya dari negara M. Kris Alexander.
"Kau juga anak orang kaya, kalau kau tidak lupa. Siapapun dirimu dulu, kau yang sekarang adalah dirimu yang sebenarnya. Kalau kau takut, perusahaan papa mu hancur, aku akan berinvestasi di sana." Kris menghentikan kalimatnya, lalu menatap Seline dengan lembut, "Bagaimana? Apakah kau sudah jatuh cinta kepada ku?" tambah Kris, kedua alisnya terangkat menggoda, membuat Seline ingin muntah.
Beruntung ponselnya berbunyi, Seline segera menyambar ponselnya dan membuka pesan dari Diana.
^^^| Ya, dia datang ke sini dan mengatakan tentang itu. |^^^
| Baguslah. Jangan lupa untuk tampil secantik mungkin. Oh, aku harus pergi sekarang, Bibimu sedang memanggilku.|
Setelah membalas pesan dari Diana, wajah Seline kembali berlipat-lipat. Pesan itu berhasil membuat dompet Seline menjerit keras.
***
Sebuah bangunan besar dihadapannya membuat dompet Seline ingin menangis. Harusnya, Seline tidak mengobral semua gaun pesta yang dia miliki. Kalau begini, mau tidak mau dia harus kembali berbelanja.
Seline menoleh ke kanan dan kiri, mencari keberadaan orang yang mengajaknya untuk datang ke mari. Sayangnya, sejak keluar dari taksi, pria itu meminta izin untuk pergi ke toilet dan sampai sekarang Kris sama sekali belum menunjukkan batang hidungnya.
"Apa dia sedang melarikan diri dari ku?" pikir Seline. Wait, hutangnya masih menumpuk pada Seline dan anak itu malah melarikan diri?
Oh, dear, Seline tidak memiliki waktu luang untuk menjadi rentenir sekarang, bisnisnya sangat baik dan dia terlalu sibuk untuk menambah profesi.
***
Di gang kecil yang sempit, terlihat seorang laki-laki dengan hoodie hitam tengah bersandar pada dinding bata merah.
Sebuah motor berhenti di dekat, seorang laki-laki melepas helm full face-nya kemudian menghampiri laki-laki berhoodie hitam yang tidak lain adalah Kris.
"Tuan muda," serunya, menangis dengan kencang sambil memeluk kaki panjang laki-laki itu. "Apakah kau tahu betapa khawatirnya aku saat tidak bisa menghubungi mu? Nyonya besar bahkan membayar ratusan orang untuk mencari keberadaan tuan muda. Mari ke markas, anak-anak yang lain pasti sangat senang mengetahui bahwa Anda baik-baik saja," kata laki-laki itu, dia bahkan tidak memberikan kesempatan untuk Kris untuk bicara.
"Noah, sepertinya kau lupa kenapa aku menyuruhmu kemari." Kris menarik kerah jaket pria yang ternyata bernama Noah itu. Membuat kaki Noah sebelah terangkat ke atas, karena dia memang sedang melangkahkan kakinya.
"Tuan Muda, kau tidak akan melakukan sesuatu yang buruk kepada dompet ku kan?" Noah memasang wajah memelas, laki-laki kurus dengan rambut yang dicat pirang itu menunjukkan wajah menyedihkan, seolah-olah dia sedang dibegal oleh seorang. Meskipun demikian, kenyataannya memang seperti itu.
Kris sengaja menghubungi Noah menggunakan ponsel Seline. Karena selain untuk memberitahukan kalau dia baik-baik saja, Kris juga ingin meminjam uang untuk mentraktir Seline sebuah gaun.
Dengan berat hati, Noah mengeluarkan dompet yang dibawanya kepada Kris. Saat hendak pergi, Kris kembali menarik kerah jaket bagian belakangnya, membuat Noah hampir terjengkang ke belakang.
"Aku belum menyuruhmu untuk pergi, berikan kepada ku kunci motor milik mu. Aku membutuhkannya."
"Tuan muda, kalau aku menyerahkan kunci motor ku, lalu bagaimana caraku untuk pulang?"
"Kau pikirkan sendiri," jawab Kris terlewat santai, laki-laki itu kemudian meninggalkan Noah setelah mengambil kunci motornya.