Sweet Antagonist

Sweet Antagonist
Bagian 28.




Apa kabar semuanya?


Ada yang rindu sama Seline?


💮💮💮


"Tuan Muda, kami sama sekali tidak sengaja melakukannya. Ini semua adalah salah Seline!" seorang gadis merangkul kaki Kris.


"Apakah kau baru saja bilang, bahwa ini semuanya ini adalah salahku?" tanya Kris.


Dia berjongkok di hadapan gadis itu, tersenyum dan menunjukkan gigi putihnya yang tersusun rapi.


"Tidak!"


Sebelum gadis itu mundur menjauhinya, Kris sudah menarik rambut panjangnya. Wajah tampan itu kembali tersenyum saat melihat raut wajah kesakitan gadis itu.


"Noah, kau tahu apa yang harus kau lakukan," ucapnya tanpa menoleh ke lawan bicara.


Noah yang paham maksud Kris, segera memberikan perintah kepada anak buahnya.


Kemudian, setelah ketiga pria itu keluar dari ruangan olahraga. Neraka datang.


Anak buah Noah terus menyiksa orang-orang di sana dengan telur busuk yang mereka kumpulkan.


"Aku merasa sangat kasihan dengan anak-anak itu." ucap Noah prihatin. Sebenarnya, itu sama sekali tidak ada apa-apanya. Di luar sana, ada yang lebih mengerikan dari pada ini.


Kris paling benci ada orang yang mengusik kehidupan, dia tidak segan-segan melenyapkan mereka. Pernah suatu waktu, dia ada seorang preman yang sedang mencoba menantangnya. Namun, karena Kris terlalu mengerikan, dia meminta ampun dan ingin dilepaskan.


Sayangnya, tidak semudah itu untuk mendapatkan pengampunan dari seorang Alexander.


"Kalau begitu tukar lah," ucapnya dingin.


"Kau ingin hidup mu, maka tukarkan dengan satu kaki dan satu bola matamu." Kris melemparkan sebuah belati ke hadapan preman itu.


Dengan ragu, Preman itu mengambil belati.


"Apa yang kau lamunkan, Noah?"


Tepukan pelan di bahunya, menarik kesadaran Noah kembali dari masa lalu.


 💮💮💮


Rumah megah bak istana itu begitu sepi. Sejak meninggalnya Nyonya Merdi, rumah itu telah kehilangan kehangatannya.


Apalagi sejak Dita mengetahui kalau alasan dibalik kematian ibunya adalah perselingkuhan yang dilakukan oleh Merdi, membuat rasa benci di hati Dita tumbuh. Hubungan mereka semangkin renggang dan tanpa sepengetahuan Merdi, Dita sedang berusaha membalaskan dendam Ibunya kepadanya.


"Hubungi, Seline. Kami perlu mendiskusikan tentang produk terbarunya, kerjasama dengan perusahaan Dhamma berjalan dengan sukses. Jika seperti ini terus, keuntungannya akan menjadi sangat besar dan bisa menyaingi Perusahaan Trisha."


Dita menghentikan kegiatannya, kemudian menatap Merdi dengan wajah bahagia penuh kebohongan.


"Sepertinya, beberapa hari ini dia sangat sibuk dan tidak memiliki waktu untuk bertemu."


"Bukankah kau adalah sahabatnya? Cari cara agar dia mau diajak bertemu," balas Merdi tanpa menatap Dita.


Setelah itu keadaan kembali sunyi, hanya ada suara dentingan dari dari sendok dan garpu. Setelah menghabiskan makanannya, Merdi pergi tanpa sepatah kata meninggalkan Dita seorang diri.


"Sebentar lagi, dan aku pasti akan balas dendam untuk Ibuku," ucap Dita.


Dita memasuki kamarnya, dia segera menuju laptopnya. Jari lentiknya mulai menari di atas keyboard laptop.


Dita memang cukup ahli dalam bidang komputer, dia sudah menunjukkan keahliannya sejak kecil tanpa sepengetahuan siapapun.


Dengan keahliannya dia berhasil menjadi seorang hacker yang cukup terkenal di Negara M. L adalah nama inisialnya. Berhasil memasuki top 10 besar hacker terbaik.


Kali ini, dia Dita mencoba membuka website yang dibuatnya. Di website itu, dia memiliki semua data tentang mafia di kota M. Bahkan, data perusahaan-perusahaan besar juga termasuk.


Semua orang di Negara M mengenal L. Seorang hacker misterius yang bersemayam di dalam bayangan, menghancurkan puluhan perusahaan yang sudah menentang kemauannya.


Dita menatap tidak suka layar laptopnya, perusahaan yang sedang dipermainkannya sedang mencoba untuk melawannya. Padahal yang mereka hanya melakukan hal yang sia-sia, mereka tidak akan bisa mengalahkannya dalam komputer


Padahal, Dita hanya meminta hal yang mudah, yakni memecat 100 karyawan yang bekerja di perusahaan itu.


"Baiklah, kalau kalian sangat menginginkan ini."


Dita kemudian mengirim sebuah virus komputer. Virus yang mampu mencuri rahasia perusahaan dan menyebarkannya ke perusahaan lain.


Setelah mengirimkan virus untuk mencuri rahasia perusahaan itu, Dita kemudian beralih ke bagian Mafia.


Dalam dunia bawah, L dikenal sebagai sistem mutlak yang mengatur segalanya di sana. Dia menguasai semua mafia yang berada di kota M, kecuali Asura.


Genk itu terlalu menyeramkan untuk dia sentuh. Asura memiliki seorang hacker hebat yang menyaingi kemampuannya.


Dita sempat kesal saat harus melepaskan Asura dari genggamannya, akan tetapi terlalu beresiko untuknya mempertahankan Genk itu.


Bahkan virus yang dibuatnya berhasil dengan mudah ditaklukkan oleh hacker genk Asura. Dia bahkan memodifikasinya dan mengirimkannya ulang kepada Dita, yang membuat Dita kewalahan menghadapinya.


"Menarik. Bagaimana bisa mereka menghasilkan uang sebanyak ini, dalam waktu 2 hari?" ujarnya, yang sedang memeriksa tentang Wizard.


Sudut bibir Dita tertarik, dia kemudian mengetik sesuatu dan mengirimkannya kepada Wizard.