Sweet Antagonist

Sweet Antagonist
Bagian 23. Kebenaran yang tidak terduga



Malam semuanya, karena waktunya tidak memungkinkan untuk update lebih dari satu bab, jadi hari ini yang harusnya update 2 bab, author kasih satu dulu.


Maaf ya, Author sedang berusaha setidaknya update 1 bab perhari๐Ÿ˜“๐Ÿ™๐Ÿป


๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ


"Kau yakin kau sudah tidak mencintainya?" tanya Kelly histeris.


Setelah pulang dari Belanda, ia dikejutkan dengan berita tentang pertunangan mereka dibatalkan dan yang tadi dia lihat adalah ketidaksengajaan.


"Lalu sekarang kau sedang dekat dengan siapa? Tio?"


Seline menatap datar wajah Kelly, "kau paling tahu dengan hubungan kami."


"Apa masalahnya? Lagi pula kalian tidak memiliki hubungan darah, dan setelah bertahun-tahun lamanya penelitian ku lakukan. Sepertinya kakak angkat mu itu memiliki hubungan darah dengan mu."


Tio memiliki perasaan untuk Seline? Tentu saja Seline tahu, karena Tio adalah satu-satunya orang yang mencintainya dengan tulus, sayangnya mereka tidak mungkin bisa bersama.


"Hei, apakah kau tidak mau mencobanya?"


"Itu mustahil." Seline meletakkan pipinya ke atas meja.


Kelly menghela napas, "padahal kalian berdua sangat cocok."


"Baiklah, mari lupakan tentang itu. Bagaimana kabar paman dan Bibi? Apakah mereka baik-baik saja? Ku dengar, perusahaan paman sedang tidak baik, artis-artis dan model di sana banyak yang memutuskan kontrak dan pergi ke perusahaan Dixie."


Seline yang semula menempelkan sebagian wajahnya ke atas meja, langsung bangkit. Rasa kantuk yang mengganggunya seakan telah sirna tanpa sisa.


"Apa katamu?" tanyanya mencengkeram kuat bahu Kelly, membuat gadis itu sempat merintis kesakitan.


"Hey, lepaskan!" Kelly mengelus bahunya yang terasa remuk, sejak kapan sahabatnya ini memiliki kekuatan sebesar itu?


"Bagaimana bisa kau tidak tahu tentang perusahaan orang tuamu sendiri? Apakah kau kebanyakan menghirup bau ramuan aneh dan membuat mu mengabaikan keluarga mu sendiri?" Kelly mencebikkan bibirnya, "sakit tau, " tambahnya di akhir kalimatnya.


Seline mencengkeram kuat kepalanya, bagaimana bisa terjadi seperti ini? Apakah plot asli bergerak tanpa sepengetahuannya?


Tapi, dia sama sekali tidak menghambur-hamburkan uangnya dan lebih terkesan irit. Sangat irit malahan.


"Siapa yang memberimu tahu tentang ini? Kau dengar dari siapa? Apakah kau sudah mengkonfirmasi bahwa itu adalah berita yang terpercaya? Faktual, no hoak-hoak?" Seline menyerang Kelly dengan pertanyaan bertubi-tubi.


"Hey, apakah kau tahu, pergaulan ku itu semuanya adalah artis dan model-model, dan di setiap perusahaan yang mengontrak mereka, aku bisa mendapatkan berbagai macam informasi. Dan informasi itu ku dengar saat di Belanda, aku sangat mengkhawatirkan mu, tapi karena jadwal ku yang sangat padat aku tidak bisa menelpon mu."


Kelly menunjukkan raut wajah bersalah.


Seline memijit pelipisnya, rupanya dia masih bisa menghindari beberapa plot tapi plot asli cerita tetap akan berjalan seperti biasanya. Kejadian ini seperti di dalam novel, Seline sama sekali tidak diberi tahu tentang masalah yang dihadapi oleh perusahaan papanya, dan kedua orangtuanya juga sama sekali tidak berniat untuk memberitahunya, termasuk Tio.


Seline malah disuruh untuk berkerja di perusahaan Vivian bersama Lila, guna mendapatkan kepercayaan dari Vivian agar Seline dapat mempertahankan statusnya sebagai pewaris utama perusahaan.


Namun, sayang. Dia sama sekali tidak mahir dalam hal seperti itu, dia juga seringkali ditindas oleh rekan-rekan kerjanya.


Di saat kegelisahan menyapa Seline, suara histeris anak-anak perempuan membuat rusuh ruang kelas.


"Apa lagi sekarang?" tanya Seline, yang sudah sangat pusing. Masalah senang sekali datang tanpa diminta.


Seline dan Kelly menatap ke arah pintu masuk dengan penasaran.


Seorang laki-laki dengan tas hitam di bahu berjalan masuk, di ikuti dengan dua orang pria di belakangnya.


"Tumben sekali mereka datang," ujar Kelly, matanya menatap ke mana tujuan ketiga laki-laki itu.


"Tumben? Aku saja tidak tahu bahwa mereka adalah anak dari kelas kita," ucap Seline menimpali.


"Tentu saja, terakhir kali mereka masuk adalah saat pembagian kelas." Kelly berkata berdasarkan gosip yang dia dengar, sepertinya Kelly lebih mirip seorang informan dibandingkan seorang artis muda.


Kris menghentikan langkahnya, di depan meja Seline. Tidak ada sapaan sama sekali, hanya tatapan datar yang terasa hangat.


"Pagi, Kakak Ipar!" Kepala Noah muncul dari belakang Kris.


"Apa ini, setelah Bisma lalu Kris?"


"Tidak, pangeran ku!" Seru seorang gadis yang hati kecilnya telah pecah.


"Apakah Seline adalah pacarnya Kris? Tapi, bukankah pagi ini dia bersama dengan Bisma?"


"Hei, bukankah itu bagus. Sekarang aku memiliki kesempatan untuk mendekati pangeran Tio."


"Apakah rumah mu sudah tidak ada kaca? Apakah kau pikir pangeran Tio mau dengan mu?"


Kelas Seline kembali riuslu, setiap orang saling melemparkan gosip-gosip, sedangkan kaum Adam hanya menjadi penonton sekaligus menangisi nasibnya karena terabaikan.


"Lama tidak bertemu," sapa Liam ramah, dengan senyuman, yang berhasil meluluhkan lantakkan hati gadis, termasuk Seline. Seperti biasa, laki-laki itu selalu penuh pesona.


Wajah Kelly merona, dia dengan gagap menjawab sapaan dari Liam. Membuat Noah tersenyum lebar.


"Yo, siapa ini. Bukankah ini adalah teman kita yang cerewet itu? Apa yang membuatnya tiba-tiba tidak pandai bicara?" Noah menghampiri Kelly, dia merangkul bahu gadis itu, sok akrab.


"Diam, brengsek!" Sebuah tonjokan keras menghantam tulang pipi Liam.


"Lihatlah, Liam. Bukankah yang ku katakan benar?! Dia lebih mirip monster dibandingkan gadis, mana ada gadis yang sikapnya seperti ini," adu Noah kepada Liam.


Liam hanya terkekeh, kemudian menarik Noah untuk ke bangku mereka. Meninggalkan Kris yang masih diam.


Seline pikir, Kris sudah tidak bernyawa, kalau saja anak itu tidak membuka mulut dan mengucapkan sepatah kata.


"Selama pagi, Baby." Kemudian pergi.


Seline merasa seluruh tatapan mata sedang menatapnya dengan niat membunuh yang besar.


APAAN INI?! APAKAH PESONA ANTAGONIS PRIA INI LEBIH BESAR DIBANDINGKAN PROTAGONIS PRIANYA?


Teriak Seline dalam hati. Dia membeku di tempat.


***


Ujian kenaikan kelas untuk hari ini berakhir. Hari ini Seline sudah memutuskan untuk kembali ke rumah utama, atau mungkin ke perusahaan papanya langsung.


"Kau langsung pulang?" tanya Kelly.


Seline mengangguk, "ya, aku harus meminta penjelasan untuk semuanya," ucapnya.


"Seline, apa kita bisa mendiskusikan tentang produk terbaru itu hari ini?" Dita datang dan menghampirinya.


"Maaf, hari ini tidak bisa aku ada urusan mendesak," sesal Seline, dia mengatupkan kedua tangannya ke depan.


"Apakah itu urusan yang sangat penting?" tanya Dita penasaran.


"Ya, sangat penting, hingga tidak bisa digantikan dengan urusan sepele seperti itu," jawab Kelly kemudian langsung menarik Seline pergi.


Tatapan Dita yang awalnya bersahabat, berubah menjadi benci. Kenapa? Kenapa selalu ada yang berusaha mengambil miliknya, batinnya.


"Sejak kapan kau begitu dekat dengan dia?" tanya Kelly.


Seline memandang Kelly tidak mengerti, "apakah salah? Dia adalah gadis baik."


"Baik. Ya, dia adalah gadis baik, tapi tidaklah kau berpikir kalau dia adalah gadis yang bermuka dua?"


"Apakah terlihat seperti itu?"


๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ


Lanjut besok ya๐Ÿ˜˜