Strong Girls

Strong Girls
Keabsurdan Caca



Selepas kepergian sang adik ipar yang harus berusaha membeli kan makanan yang dia ingin kan kini Caca dan Kenan tengah duduk di meja bar area dapur dan di sana sudah tersaji dua piring siomay yang Caca idam idamkan .


Bahkan Kenan yang biasa nya cuek dengan makanan yang biasa jadi jajan kuliner kaki lima tersebut langsung menyatap nya dengan lahap panganan yang koki keluarga nya baut kan untuk sang istri .


"Kok di kiatin aja? mau di foto dulu?". Tanya Kenan yang bingung dengan respon sang istri , karena dia fikir Caca akan begitu excited dengan makanan yang begitu iya idam idamkan itu , Tapi nyatanya Caca hanay menatap piring berisi panganan bersaus kacang itu dengan tatapan kurang berselera.


"Bukan begitu , tapi ___".


Kenan langsung memiliki firasat buruk tetang tatapan jengah sang istri saat menatap makanan yang tunggu tunggu dari tadi pagi.


"Kenapa ?". Tanya Kenan hati hati sambil berdoa agar sang istri tidak memiliki keinginan yang aneh aneh.


"Siomay nyaa gak sama kaya ekspetasi aku ". Wajah nya terlihat kecewa.


"Kamu pengen makan siomay di atas piring emas ?". Sindir Kenan.


"Bukan gitu , tapi siomay itu begitu mewah dan comel bentuk nya , jadi sayang mau di makan . siomay nya gak sama kaya yang biasa Caca makan kak". Caca yang masih menatap piring siomay dengan potongan jeruk limau itu tanpa berniat untuk menyicipi nya .


"Coba dulu deh". Kenan pun menyuapi nya , berharap Caca akan puas dengan rasa siomay yang sengaja dibuat khusus untuk nya.


"Tuh kan gak sama !". Rengek Caca "Ini terlalu enak kak , gak kaya siomay yang biasa aku makan di depan gerbang sekolah ku dulu ".


"Lah koki sini kan bukan kang siomay yang mangkal di depan gerbang sekolah kamu moy".


"Dedek nya gak mau siomay yang ini , dia mau nya siomay yang di depan gerbang sekolah Caca dulu kak!".


Untung nya kesabaran pria keturunan Amerika korea itu melimpah ruah. Jika tidak mungkin Kenan sudah membuka mulut istri nya dan memasukkan sepiring siomay beserta piring nya dan sendok nya kedalam mulut sang istri yang hampir mendekati durjana itu.


"Terus gimana?".


"Em kita cari kang siomay itu biasa nya kalu sore dia mangkal di dekat komplek rumah Dedy". Ucap Caca sambil menatap mata sang suami dengan memelas.


Sebuah kecupan mendarat dari sang ibu hamil itu karena Kenan tak langsung menjawab nya.


"Mau ya.....".


Kecupan kedua pun kembali mendarat bahkan beberapa detik lebih lama dari sebelumnya.


"Ya , mau ya". kali ini Caca menambah kan senyum manis nya "Kata orang kalau gak di turutin nanti dedek nya ileran . Emang kamu mau anak anak kita yang tamapan rupawan dan cantik nya nauzubillah ini ileran ? Kebayang gak sih , Dedek yang imut gemoy muka kebule bulean itu ileran karena kelakuan Deddy nya yang gak mau nurutin permintaan momy nya ? kasian kan dia baju nya basah karena ileran ".


Memang tak mudah menolak permintaan ajaib sang istri , dia memiliki seribu alasan agar permintaan nya di kabul kan .


"Tapi ini udah sore loh Moy".


"Sore juga dia mangkal di komplek perumahan deddy kak ".


"Tapi emang masih ada ? kalau dia udah pindah tempat mangkal nya gimana? atau dia buka otlet 'Siomay mulut mak mak koplek tau , mukut mahasiswa ' , gimana?".


"Kita cari oltet nya lah ". Jawab Caca santai , tak memperdulikan kejengahan di Wajah sang suami.


"Besok aja ea.....". Kenan masih meminta iba dari mahluk yang merasa dirinya tak pernah salah itu.


"Sekarang kamu pilih deh , kamu mau anterin aku jajan siomay yang biasa mangkal di komplek Dedy apa beliin aku sushi?".


Bagia mendapat angin segar di tengah terik nya matahari ucapaan sang istri yang memberi pilihan siomay pangkalan atau Sushi yang jelas kualitas nya higienis menurut Kenan.


"Beliin sushi aja deh , restoran sushi deket sini ada malah enak banget loh ". Tawaran Kenan dengan wajah sumringah nya.


"Bukan beli sushi di sini , tapi di Jepang!".


Kenan pun di baut menganga akan permintaan ajaib sang istri.


...**************...


*Jangan lupa sajen nya ea guys .......


lupyou sekebon sawit buat kelean🖤🤗*