Strong Girls

Strong Girls
suami siaga



Matahari mulai menampak kan sembaut jingga nya . Cahaya pagi yang belum sepenuhnya menyinari bumi membaut susana kota di mana keluarga Wijaya tinggal masih terasa dingin menusuk tulang .


Pagi pagi sekali Caca dan Kenan sudah bagun dan siap menunai kan kewajiban sebagai umat muslim .


......____________......


Setelah selesai melaksanakan kewajiban kini Caca tengah sibuk menyiapa kan keperluan sang suami yang akan memulai rutinitas sehari hari sebagai CEO di wija group dan mengantikan posisi sementara sang istri di WCG sebagi CEO juga.


"Kak bener nih Kaka mau gantiin Caca untuk sementara di perusahaan milik Caca?".


"Iya sayang, Kakak gak tega kalau harus liat istri kakak kerja , apa lagi kamu masih hamil muda , nanti kalu butuh tanda tangan kamu baru kakak kasih kabar kekamu , tapi kamu gak boleh kekantor cukup di rumah aja biar sekertaris kakak yang nagnyerin berkas nya kesini ok".


"Apa gak pa pa kak , Caca gak enak udah ngerepoti semuanya ".


"Gak ngerepotin kok sayang , kakak seneng malahan bisa bantu kamu ".


"Emmmm..... tapi kalau Caca jenuh di rumah boleh Caca kekantor kakak?".


"Boleh tapi harus ngabari dulu , terus kekantor nya harus di anter sama sopir ".


"Hem....... iya udah iya deh......".


"Udah yuk kita turun buat sarapan , udah gak usah mikirin yang berat berat , kamu tuh butuh banyak istirahat, kalau butuh apa apa , bilang bibi kalau gak bilang sama momy ea sayang ".


"Iya kakak , udah yuk turun kasihan Momy sama Dedy pasti udah nungguin kita".


"Yuk......" Kenan pun menggandeng tangan sang istri dengan mesara.


Meraka melangkah menuruni tangga menuju ruang makan .


Aneha hidangan sudah tersaji di meja makan , tapi sang tuan rumah belum ada yang menempati kursi nya.


Saat Caca dan Kenan sampai di ruang makan Caca heran dengan kondisi rumah yang sepi tak seperti biasanya.


"Kak ..... diman Dedy sama Momy?".


"Mungkin masih di dalam kamar , kamu mau makan salad dulu atau apa sayang?".


"Kayak nya makan salad buah dulu deh kak sambil nunggu momy sama Dedy".


Kenan pun dengan sigap mengambil kan satu mangkuk salad buah untuk sang istri.


"Bik ...... momy sama Dedy dimana ea?". Tanya Caca kepada kepala asisten rumah tangga milik keluarga Wijaya.


"Tuan dan Nyonya masih di dalam kamar nona , apa perlua saya panggil?". Tanya sang kepala pelayan tersebut.


"Boleh deh bik , ini juga udah siang". Ucao Caca.


Kepala pelayan tersebut pun melangkah meninggal kan ruang makan dan menuju kamar Sang Tuan besar untuk menyamapai kan pesan sang menatu kesayangan keluarga Wijaya.


Tok...... tok...... tok.......


"Iya bik....". Ucap momy Renata sambil membuka pintu kamar nya .


"Silah kan Nyonya , Nyonya dan Tuan sudah di tunggu oleh nona Caca dan den Kenan".


"Iya bik....". Momy Renata dan Dedy Rangga pun melangkah menuju meja makan.


"Morning...... son ....... morning my princess nya momy". sapa Momy Renata sambil mencium pipi cubi milik sang menanatu.


"Morning mom.....". Sahut Caca dan Kenan serempak.


"Sini Ded...... Dedy mau makan apa biar Caca siapi". Ucap Caca semangat.


"Gak usah sayang..... biar Momy aja , kamu itu duduk manis dan makan yang banyak biar sehat kamu sama calaon cucu Dedy". Seloroh Dedy rangga sambil tersenyum manis kepadanya sang menatu.


"Iya sayang bener apa kata Dedy , kamu makan yang banyak biar tambah semok". sela Kenan sambil mengambil kan nasi dan beberapa lauk untuk sang istri.


"Ih.... apa an sih kakak bikin malu aja". Ucap Caca sambil tersipu malu.


"Udah makan dulu yuk keburu dingin".


Mereka oun menikmati sarapan pagi dengan harmonis.


Setelah selesai makan Kenan pun menyampai kan niat nya untuk menggantikan posisi sang istri untuk sementara.


"Ded.... ada yang mau kenan sampai in".


"Apa itu Ken....?".Tanya Dedy Rangga sambil menyeruput kopi milik nya.


"Jadi gini..... Kenan mau bantu di perusahaan milik istri Kenan Ded , samapi ada sosok yang bisa di percaya buat megang perusahaa. tersebut". Terang Kenan.


"Oh ea bagus dong , sebenernya Dedy juga berniat kek gitu , Dedy gak mau menantu dedy kecapekan, apa lagi Caca masih hamil muda".


"Jadi Dedy setuju kalau Kenan membagi waktu Kenan baut perusahan Wilson group?".


"Iyah lah son.... siap lagi yang bisa batu kalu bukan kamu suami nya".


"Ok terimakasih Ded , masalah kantor nanti separuh Kenan bagi sama sekertaris Kenan ".


"Ya terserah kamu , yang penting kamu harus bisa pinter pinter bagi waktu nya".


"Iya Ded , ya udah kenan pamit mau berangkat dulu" .


Setelah berpamitan dengan sang Dedy , kenan pun berpamitan dengan sang istri dan sang Momy.


..._______&&&_______...


Jangan lupa ritual nya ea guyssss......πŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉβ˜•β˜•β˜•β˜•β˜•πŸ’ΊπŸ’ΊπŸ’ΊπŸ’Ί