Strong Girls

Strong Girls
flashback



maaf typo dimana mana.


"ngapain kamu disini?! anak gak tau di untung!" ucap dila. Dila adalah mamah azel, aqila, aleena dan azka. dila dan keluarganya kecuali azka sangat benci kepada aleena karna alena adalah penyebab kematian ara. ara adalah anak bungsu dari keluarga daniel. ara meniggal setahun yang lalu. sebenarnya ara meninggal bukan sepenuhnya salah aleen.


flashback on


"kak aleen ala mau ikut belenang, tapi ala gak bisa belenang gimana dong?" ucap ara yang begitu ingin berenang bersama aleen.


"tapi nanti kamu tenggelam ara, ini dalem loh" ucap aleen yang khawatir kepada ara.


"ngga mau pokoknya ala mau belenang sama kakak, titik." ara pun menangis sejadi jadinya dan marah kepada aleen karena tidak memperolehkan ia berenang bersamanya.


"udah len kamu turutin aja kemauan ara, nanti kalo dia nangis repot kita gak jadi liburan" ucap aqila yang sedang duduk di bangku lipat dekat kolam renang.


"udah lah len biarin aja berenang kan ada pelampung kecil untuk ara ini" ucap dila agar aleen mau mengajak ara berenang bersamanya.


"tapi ma..." ucapan alen terpotong ketika tangisan ara membludak.


"udah lah len turutin aja" ucap dila karena pusing melihat ara yang menangis terus menerus.


"yaudah iya mah" ucapnya dengan malas.


"yehhhhh... ala belenang" ucapnya yang begitu senang karna kemauannya dipenuhi oleh sang kakak.


"yaudah ni pake dulu pelampungnya" ucap aleen sembari memakaikan pelampung ketubuh ara.





"ayo ka aleen kesanaan lagi sampe pojok sana" pinta ara sembari menunjuk ujung kolam.


"iya sabar ara, kakak cape"


"ihh, kak aleen mah gitu!" ucap ara yang cemberut karena aleen yang tidak mau memenuhi ucapannya. ara memang seperti itu bila iya ingin sesuatu harus segera diberi jika tidak ia akan menangis.


"iya-iya sabar" ucap aleen sabil berenang mendekati ujung kolam renang.


"udah dulu ya kakak cape ra, kita istirahat dulu" ucapnya karena sedari tadi ia terus berenang memutari kolam renang agar ara bahagia.


"hmm... yaudah deh, kita istirahat dulu"


ara dan aleen duduk di tepi kolam dan memakan roti yang disiapkan mamahnya untuk mereka berdua.


"ra bentar ya kakak mau ambil minum dulu kamu mau minum apa?" tanyanya kepada ara.


"ala mau minum jus jeluk aja" pinta ara sembari memakan roti berisi selai coklat.


"yaudah kamu tunggu jangan kekolam, disitu aja tunggu kakak dateng! azka jagain ara kakak mau ke dapur dulu" ucapnya kepada azka karena azka sedang berada di tepi kolam dan sedang memainkan tablet miliknya lalu di sertai anggukan oleh azka.


" ara!!. kak aleen! mah! pah! tolong!!."teriak azka lalu berlari mendekati kolam renang. dia berusaha menarik tangan ara namun tangannya tak sampai.


keluarga yang mendengar teriakan azka lalu berlari menuju kolam renang untuk melihat apa yang terjadi. ketika aleen datang ternyata ia melihat ara tenggelam kemudian aleen segera menyelamat kan ara dan membawa ara ke tepi kolam agar ia bisa bernapas. keluarga yang melihat itu semuanya panik terutama dila. kemudian daniel segera membawa ara kerumah sakit terdekat. mereka semua panik terutama aleen dan azka. aleen yang memeluk azka walau pun baju yang ia kenakan masih setengah basah. azka menangis di pelukan aleen, azka merasa bersalah karena tidak menjaga ara dengan baik. aleen pun menenangkan azka agar ia tidak panik dan menyalahkan dirinya sendiri, dia tahu bahwa ini juga kesalahannya karena ia ceroboh meninggalkan ara sendirian.


"KENAPA ARA BISA TENGGELAM?! KENAPA KAMU GAK JAGAIN DIA ALEEN!" bentak dila kepada aleen karena tidak becus menjaga adiknya.


"maafin aleen mah, aleen gak tau kalau bakal kaya gini" ucap aleen dan menangis kecewa pada dirinya sendri.


"KALAU SAMPAI SESUATU TERJADI PADA ARA KAMU HARUS TANGGUNG JAWAB!" bentak dila karna marah kepada aleen


"KALAU SAMPAI  ARA KENAPA KENAPA PAPAH GAK AKAN MAAFIN KAMU ALEEN!"ucap daniel yang marah kepada aleen.


taklama kemudian dokter keluar dari ruangan ara.


"bagaimana keadaan anak saya dok? hiks" tanya dila sambil menagis dan menatap dokter tersebut.


"bagaimana dok?anak saya baik-baik saja kan?" tanya daniel kepada dokter dan memeluk istri nya.


"jadi begini.. maaf sebelumnya, anak bapak dan ibu tidak bisa tertolong karena ia kehabisan nafas saat  banyak sekali meminum air ketika tenggelam" ucap dokter tersebut menjelaskan kepada keluarga aleen.


kami sekeluarga mematung sejenak mendegar penjelasan dari dokter. kemudian kami semua melemas seketika setelah mendengar penjelasan dokter.


"dokter bercanda kan?! anak saya gak mungkin meninggal!" ucap dila yang belum percaya apa yang di katakan dokter.


"saya mau liat anak saya dok!" ucap papah kepada dokter tersebut


"silahkan"


ketika kami melihat keadaan ara yang begitu pucat dan bibirnya yang membiru,kami seketika langsung  melemas. kaki ini berasa tidak memiliki kekuatan untuk menopang tubuh.


mamah, papah, kak azel, aqila, azka dan aku menangis didepan tubuh ara yang begitu pucat dan tak bernyawa.


"ini semua gara gara kamu! kamu anak pembawa sial!" bentak mamah kepada ku.


"kamu pembunuh! pergi kamu!" papah yang memebentak ku dan mengusirku untuk pergi dari rumah sakit.


aku yang tak sanggup melihat orang tuaku membentak dan memarahiku saat semuanya sepenuhnya bukan salah ku. aku pergi meninggalkan rumah sakit dan menangis sejadi jadinya mengingat bahwa aku adalah kakak paling ceroboh yang ada di dunia ini. aku menangis di taman kota.


flashback off


semenjak hari itu aku selalu dibentak oleh mamah dan papah bahkan aku di jauhi oleh kakak kakak ku kereka menganggap bahwa aku penyebab kematian ara.


aku memahami nya dan aku menerimanya walau hati ku begitu sakit ketika keluarga ku tidak menyayangiku lagi. aku ingin seperti dulu, selalu bersama, tidak pernah dibentak oleh mamah dan papah, bisa bercanda bersama keluarga, bisa bicara bebas bersama kakak dan kembaran ku. aku ingin masa masa itu kembali lagi.


aku hanya bisa bicara dengan azka karena azka tau bahwa itu bukan lah kesalahan ku. hanya azka yang mau menemaniku.


•tbc•


instagram @nsanahh