
saya tertawa setiap waktu
bukan berarti saya senang.
•
•
•
MAAF TYPO DIMANA-MANA
*dug*
seseorang menabrak meja yang aleen duduki. dan makanan yang di bawa orang itu pun tumpah di baju seragam aleen.
aleen mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang melakukan itu kepadanya. dan ternyata itu adalah aqila.
aqila lah yang menumpahkan makanan nya kepada aleen. iya menatap aleen dengan tajam dan smirk yang merendahkan aleen.
banyak pasang mata yang melihatnya, ia bersabar atas perbuatan kembarannya. sebenar nya aleen sangat malu dalam situasi ini, ingin sekali ia menangis karna malu.
"eh maaf gue gak sengaja" ucap aqila dan memasang senyum smirk nya.
aleen tahu bahwa itu disengaja, karna aqila memang sering membully aleen. aleen tetap sabar dan mengontrol emosinya agar ia tidak membalas perbuatan kakaknya.
tiba-tiba mizka datang dan memarahi aqila.
"eh lu **** apa dongo sih?! lu gak punya mata apa?! disitu jalan masih lega ngapain lu lewat sini!" bentak mizka pada aqila yang tidak terima karna baju aleen menjadi kotor.
mizka tahu bahwa aqila sengaja menumpahkan makanannya kepada aleen karna aqila sering membully aleen.
"ya udh sih! kan gue udah minta maaf kok lu yang marah! kan yang kena bukan lu!" ucap aqila yang tidak terima di bentak oleh mizka.
"udah miz, gue gak papa kok" ucap aleen.
"tuh dia aja bilang gak apa apa kok!" ucap aqila.
"gue tau lo sengaja kan! ngelakuin itu ke aleen!" ucap mizka yang kesal atas perlakuan aqila terhadap aleen.
"lu budek ya?! gue bilang gak sengaja ya gk sengaja!"ucap aqila yang terbawa emosi karna mizka.
"udah miz, mending lu anter gue ke toilet. gue mau bersihin baju nih, ayo" ucap aleen dan menarik tangan mizka.
karena aleen tidak ingin keadaan menjadi semakin rumit, ia malas bertengkar dengan kembarannya itu dan tidak ingin juga hubungannya dengan aqila semakin renggang.
•
•
•
sesampai ditoilet siswi, aleen dan mizka memasuki toilet dan membersihkan pakaian aleen.
"yang sabar ya leen gue tau pasti lu kesel sama aqila" ucapnya dan membantu aleen membersihkan pakaian.
"iya gak papa udh biasa kok" ucap aleen dan memasang senyum palsunya dihadapan mizka.
mizka tahu bahwa aleen juga tidak sanggup hidup seperti ini terus, selalu di bully oleh kakak kakaknya, dijauhi oleh orang tuanya, tidak dianggap ada di keluarganya.
jika mizka yang mengalami hal itu mungkin iya tak akan sanggup hidup seperti aleen, aleen adalah wanita yang terlihat kuat dari luar tetapi hatinya begitu rapuh.
aleen selalu memasang senyum dan tawa palsunya didepan semua orang, agar mereka tidak tahu seberapa rapuhnya ia.
"gue tau leen lu cape hidup gini terus kan?semoga dihari hari berikutnya lu bisa bahagia, entah bahagia dengan cara apa pun yang penting lu bahagia. gue selalu doain yang terbaik buat lu. semoga lu bisa jalanin semuanya dan jangan pernah putus asa" batin mizka.
"udah bersih ni balik kekelas yu" ucap aleen kepada mizka.
"oh ya udah ayo" balas mizka.
"leen, kekantin dulu yu. kan kita belum makan siang beli roti sama air aja" ucap mizka mengajak aleen.
"oh ya udh ayo" balas aleen.
setelah membeli roti dan air , aleen dan mizka memakan roti tersebut di dalam kelas.
setelah selesai makan, guru masuk kekelas untuk mengajar di kelas aleen.
•
•
•
bel pulang sekolah berbunyi. kegiatan belajar mengajar pun di akhiri.
"pelajaran hari ini cukup sampai disini, dan jangan lupa tugasnya di kerjakan. kalau begitu ibu permisi dulu, assalamualaikum" ucap guru itu sembari meninggalkan ruang kelas.
aleen dan mizka pergi meninggalkan kelas. dan segera menuju tempat ekskul taekwondo.
mizka dan aleen memang mengikuti ekskul taekwondo dan keduanya adalah atlet terbaik di sekolahnya.
setelah selesai latihan taekwondo mizka pulang terlebih dahulu karna ia sudah di jemput oleh supir keluarganya.
setelah mizka pergi, aleen pun menuju parkiran sekolah dan mengambil motor yang ia gunakan saat pergi sekolah tadi pagi.
•
•
•
sesampainya dirumah aleen memarkirkan motornya digarasi rumahnya. ia pun segera memasuki rumahnya.
"assalamualaikum" ucapnya ketika memasuki rumah.
aleen pun segera menaiki tangga untuk pergi memasuki kamarnya. azka yang melihat aleen tidak bersama dengan keluarganya pun menegur aleen untuk ikut kumpul .
"kak aleen ayo sini kita kumpul" ucap azka sembari melihat kearah aleen yang sedang menaiki tangga.
"hmm iya maaf de kakak mau ngerjain tugas, hari ini banyak benget tugasnya" ucap aleen pada azka.
aleen sadar jika ia berkumpul bersama keluarga nya ia akan di marahi oleh mamahnya. karna mamahnya tidak suka, dan masih marah kepada aleen hingga saat ini.
aleen pun segera memasuki kamarnya dan tak lupa mengunci pintu. aleen merebahkan tubuhnya di kasur milik nya. ia terus berfikir kapan semunya akan kembali seperti dulu.
saat keluarganya selalu bersamanya, kenangan kenangan indah bersama keluarganya. ia menginginkan kenangan kenangan itu kembali kepada kehidupannya yang sekarang.
•
•
•
sore pun berganti malam, sekarang adalah waktu dimana aleen harus bekerja. aleen segera bersiap siap untuk pergi kerestoran milik mizka.
setela selesai, aleen menuruni tangga rumahnya untuk pergi kerestoran milik mizka.
saat ia menuruni tangga ia melihat keluarganya sedang makan malam bersama tanpanya, saat itu aleen sedih mengapa ia tidak pernah diperbolehkan makan dimeja makan itu bersama keluarganya.
aleen pun berpamitan sembari melangkan menuruni tangga.
"mah, pah aleen pergi keluar sebentar" ucapnya lalu meninggalkan rumah.
azka bertanya tanya mengapa aleen tidak pernah makan bersama keluarganya, azka terus melihat aleen hingga ia keluar dari rumah.
"mah, pah kenapa sih kak aleen gak pernah makan bareng kita?" ucap azka bertanya kepada kedua orang tuanya.
"mungkin udah kenyang kali makannya gak mau makan bareng kita" ucap mamahnya(dila)
"oh begitu" balas azka.
•
•
•
sesampai di restoran milik mizka, aleen pun langsung bekerja.
aleen bekerja di restoran milik mizka sebagai pelayan. hari ini aleen sangat sibuk hingga ia sedikit kewalahan.
setelah selesai bekerja aleen pun pamit untuk pulang kerumah.
setelah sampai dirumah aleen memarkirkan motor miliknya digarasi rumahnya.
ia mengucapkan salam ketika memasuki rumahnya. keadaan rumahnya sepi karna ia pulang sekitar jam 10 malam.
aleen pun memasuki kamarnya dan tak lupa mengunci pintu.
aleen merebahkan tubuhnya di kasur miliknya, ketika aleen ingin beranjak mandi ketika tubuhnya terasa begitu lengket sehabis bekerja tadi.
aleen sempat melihat sekilas foto keluarganya 2 tahun lalu di meja belajar miliknya. foto ketika ia dan keluarganya masih dekat sebelum kini sejauh matahari dan bumi,sangat jauh hingga sulit di gapai olehnya.
seketika ingatan bersama keluarganya dulu teringat kembali oleh aleen. dan tanpa di sadari air matanya mulai turun berjatuhan membasahi pipi aleen.
ia ingin sekali masa masa itu terulang kembali. ia ingin merasakan kebersamaan lagi seperti dulu bukan kerenggangan seperti sekarang.
aleen pun mengusap air matanya dan segera memasuki kamar mandi dan mulai menjalankan ritual mandinya.
•
•
•
setelah selesai mandi, aleen pun memakai pakaian tidurnya. ia merebahkan tubuhnya, ia melihat langit langit kamarnya.
setiap malam sebelum tidur, aleen selalu mengingat kenangan kenangan nya dulu bersama keluarganya. air matanya pun turun membasahi pipinya.
" mengapa aku selalu sendiri?
selalu sendiri di antara semua orang?
selalu kesepian?
tidak ada yang peduli?
selalu terasingkan?
apakah mereka semua benci padaku?
haruskah aku pergi dari kehidupan mereka?
apakah mereka bahagia saat tidak ada aku disekeliling mereka?
apakah jika aku mati mereka peduli padaku?
kapan semua ini berakhir?
kapan perderitaan ini berubah menjadi kebahagiaan?
haruskah aku bertahan?
tapi sampai kapan?" batin aleen.
•tbc•
instagram @nsanahh