Strong Girls

Strong Girls
siapa dia?



Kakinya sudah naik ke sisi yang lebih tingggi dari pijakan sebelumnya. ketika ia sudah siap menjatuhkan tubuhnya kebawah. tiba-tiba seseorang menariknya.


"WOI LU GILA YA!!! MASA MAU MATI DI TEMPAT UMUM GINI!!" ucap seseorang tersebut.


aleen menatap mata orang itu, dan ternyata seseorang yang menyelamatkan nya adalah laki-laki bertubuh tinggi, dan tampan. tapi ia baru melihat seseorang itu hari ini. entah apakah ia anak baru atau seseorang yang berbeda jurusan dengannya.


"lu klo ada masalah gak usah sampe bunuh diri juga kali, itu juga gak bakal menyelesaikan masalah lu dan mungkin malah mempersulit" ucap laki-laki itu. kemudian ia melepas pegangannya pada aleen.


aleen hanya menundukan wajahnya. tiba-tiba handphone miliknya bergetar ringan. kemudian ia mengambil handphone yang berada di saku bajunya. ia melihat pop up notifikasi chat di layar handphone milik nya, ternyata chat tersebut adalah chat dari mizka.


kemudian aleen memasukan handphone kedalam saku bajunya kembali, kemudian ia menghapus air matanya dan pergi meninggalkan laki-laki itu sendiri di atas rooftop.


laki-laki itu bingung melihat aleen yang pergi begitu saja tanpa berbicara sedikit pun padanya dan seakan-akan ia tidak melakukan apapun yang berbahaya untuk dirinya.


.


.


.


bel istirahat selesai semua siswa dan siswi sudah berada dikelas.


saat dikelas mizka bingung dan panik karna aleen tidak ada dikelas saat ini. padahal harusnya ia sudah berada dikelas sebelum mizka datang. mizka sudah beberapa kali mengirim chat pada aleen tapi tidak kunjung di baca dan di balas.


tak lama kemudian aleen masuk kekelas. mizka yang melihat kedatangan aleen pun akhirnya bertanya kepada aleen. mizka takut jika tadi sebelum masuk kelas aleen dibully oleh aqila atau azel kakaknya.


"leen lu abis dari mana?! kok gue duluan yang sampe dikelas? lu abis di bully lagi sama mereka?!" ucap mizka.


"engga ko tadi gue abis dari toilet doang bentar" ucap aleen berbohong.


"serius lu?" ucap mizka.


"iya" balas aleen. 'maafin gua ya miz' batinnya.


setelah itu guru pun masuk dan memberikan pelajaran di kelas aleen.


.


.


.


bel pulang sekolah berbunyi, aleen dan mizka pergi meninggalkan kelas. setelah itu mizka pulang terlebih dahulu karna ia sudah dijemput oleh supirnya.


"leen gue duluan ya" ucap mizka lalu memasuki mobilnya.


"iya hati hati" ucap aleen.


setelah itu mobil mizka pergi meninggalkan sekolah. aleen berjalan menuju parkiran sekolah untuk mengambil motornya. aleen tak sadar bahwa ada yang memperhatikan nya saat di parkiraan sekolah.


seseorang yang memperhatikan aleen itu sedang duduk diatas motor sport nya dan menggunakan helm full face miliknya. bisa dilihat bahwa itu adalah seorang laki-laki.


setelah aleen menaiki motornya lalu ia pergi meninggalkan sekolah. seorang laki-laki itu pun penasaran dan akhirnya ia mengikuti aleen dari belakang.


.


.


.


ketika lampu merah menyala, aleen dan semua pengendara motor pun berhenti dan mengikuti peraturan lalu lintas. setelah lampu merah berganti hijau aleen pun segera menancapkan gas. saat melewati jalan untuk menuju rumahnya aleen sempat melihat seorang ibu ibu yang di jambret saat sedang berjalan di trotoar.


aleen yang melihat itu langsung mengejar jambret tersebut. setelah ia berhasil menghadang jambret tersebut aleen pun turun dari motornya dan langsung meminta tas ibu ibu tadi yang dijambret oleh jambret tersebut.


tetapi jambret tersebut tidak mau memberikan tas itu kepada aleen. dan akhirnya perkelahian terjadi antara aleen dengan para jambret tersebut.


serangan pertama aleen berhasil menjatuhkan satu jambret di hadapannya. tetapi, teman si jambret tersebut maju dan berhasil menojok aleen sampai terhempas kebelakang dan hampir terjatuh, tetapi seseorang dengan sigap menangkap tubuh aleen.


"lo gak papa?" ucap seseorang yang menolong aleen. tetapi aleen tidak tahu siapa dia karna mukanya tertutup oleh helm full face yang di gunakan orang tersebut.


"iya gak papa" ucap aleen. lalu aleen langsung berdiri tegap dengan sikap kuda kudanya lagi. ketika aleen hendak menyerang kembali jambret itu. tiba tiba orang yang menolongnya tadi berbicara kepada aleen.


lalu mereka berdua langsung menyerang jambret tersebut. akhirnya kedua jambret tersebut kalah dan langsung lari pergi meninggalkan aleen dan seseorang yang memebantu aleen.


aleen pun mengambil tas itu dan langsung memeberikan kepada ibu ibu pemilik tas tersebut.


"makasi ya nak, kalo gak ada kalian berdua mungkin tas ibu gak bakal bisa kembali" ucap ibu ibu tersebut.


"iya bu sama sama" ucap aleen dan seseorang tersebut.


"kalau begitu ibu permisi dulu ya nak" ucap ibu ibu tersebut lalu pergi.


setelah itu aleen mengucapkan terima kasih kepada seseorang yang sudah membantunya.


"hmm.. makasih udah nolongin gue tadi" ucap aleen kepada seseorang itu.


"iya sama-sama" ucap seseorang itu. lalu ia membuka helm yang ia gunakannya saat ia menolong aleen. lalu ia tersenyum kepada aleen, dan aleen pun membalas senyumannya.


aleen tidak sadar bahwa orang yang menolongnya tadi adalah orang yang sama yang telah mencegahnya ketika ia ingin mencoba bunuh diri di rooftop sekolah.


"kalo gitu gua duluan ya" ucap aleen lalu membalikan tubuhnya dan melangkah meninggalkan seorang laki laki yang telah menolongnya tadi.


saat aleen hendak melangkah pergi tiba-tiba lengannya di tarik pelan oleh laki laki yang menolongnya.


"eh sebentar gue mau nanya" ucap laki laki tersebut. lalu aleen membalikan badannya dan menghadap laki laki yang memegang tangannya.


"nanya apa?" ucap aleen. lalu laki laki itu melepas tangannya yang memegang tangan aleen.


"hmm.. tadi lu orang yang mau coba bunuh diri di rooftop sekolah kan?" ucapnya bertanya kepada aleen.


aleen sempat berfikir dan mengingat ngingat kejadian di sekolah tadi.


"oh lu orang yang tadi narik tubuh gue ya?" ucap aleen.


"iya" ucap laki-laki itu. "kenalin gue alex kelas 11 ips 2" ucap laki-laki itu sambil mengulurkan tangannya.


"gue aleen adek kelas lu" ucap aleen lalu menjabat tangan alex.


aleen sadar bahwa alex adalah teman sekelas azel. tapi ia tidak pernah menyadari keberadaan alex yang selalu bersama azel saat di sekolah.


"oh ternyata lu aleen anak taekwondo yang di bilang selalu ikut kejuaraan dan selalu menang?" ucap alex pada aleen. lalu di balas anggukan oleh aleen.


"kok gue baru tau ya kalo lu itu aleen" ucap alex.


"emng kenapa?" ucap aleen singkat.


"gak papa sih. hehehe" ucap alex sambil tertawa. 'cantik si tapi sayang cuek' batin alex. alex tak tahu jika aleen adalah adik dari azel sahabatnya.


"oke" balas aleen.


"boleh minta nomer wa lu?" ucap alex.


"buat?" balas aleen.


"nambahin kontak aja, siapa tau kita bisa temenan" ucap alex.


"oh oke" balas aleen.


"berapa nomernya?" ucap alex. lalu mengeluarkan handphone milik nya dan siap untuk mengetik nomer aleen.


"0859-......"ucap aleen menyebutkan nomernya.


"oke makasih nanti gua chat jangan lupa save" ucap alex."kalo gitu gua duluan ya" sambungnya.


"iya" ucap aleen. lalu mereka sama sama menaiki motornya dan pergi menuju rumah masing-masing.


•tbc•


follow instagram aku@nsanahh