
Setelah sepakat untuk memeriksa kan kondisi Caca kini mereka melaju menuju rumah sakit milik keluarga Wijaya.
Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit kini keluarga besar Wijaya pun sampai di rumah sakit dan menuju antrian dokter umum.
Walau pun rumah sakit tersebut milik keluarga Wijaya tapi mereka tetap mengikuti prosedur yang tersedia di rumah sakit tersebut.
Sedang kan Kenan kini tengah mendaftar kan nama sang istri dan mengambil kartu antrian .
Sedang kan Caca yang semakin pucat dan lemas kini tengah bersandar di bahu sang ibu mertua.
"Sayang.... kamu kok tambah pucat sih ? apa yang kamu rasain?". Tanaya Momy Renata kepada sang menantu.
"Caca cuma lemes aja Mom sama pusing, paling Caca tu jetlek aja loh Mom ,kita pulang aja ea Mom". Rengek Caca
"Loh kok gitu , gak dong sayang kamu tetap harus periksa dulu baru kita pulang kerumah ok". Ucap sang momy.
"Iya Caca ..... bener apa kata Momy mu itu , lihat kamu semakin pucat aja , Dedy juga khawatir kalau kondisi kamu kaya begini". Sahut Dedy Rangga sambil mengelus pucuk kepala sang menantu .
"Iya deh Mom , Ded..... Caca ngikut aja , tapi masih lama gak ea Mom , Caca Pusing banget". Keluh Caca.
"Sebentar lagi sayang".
Kenan yang melangkah mendekati sang istri pun merasa khawatir karena sang istri semakin pucat dan terlihat semakin lemas .
" Bee ..... kamu gak pa pa ? kamu mau makan apa gitu biar gak lemes?". Tawa Kenan yang merasa kasihan dengan sang istri.
"Nanti aja deh kak makan nya , masih lama gak kak ?".
Sebelum Kenan menjawab lebih dulu suara suster yang memngg nama Caca.
"Nyonya Caca Wijaya......". Ucap sang suster memanggil nama pasien.
"Itu sayang udah giliran kamu ayo kita masuk". Ucap Momy Renata.
"Iya Mom....". Caca pun masuk kedalam ruanagn tersebut sambil di papah oleh Momy Renata , sedang kan Kenan dan sang Dedy hanya bisa menunggu di luar.
Setelah masuk Caca di bantu suster untuk berbaring di ranjang pasien .
"Selmat siang Nyonya Wijaya..... apa keluhan nya?". Tanya sang dokter wanita yang bernama tek Naumi yang menjabat sebagai dokter umum di rumah sakit Wijaya hospital.
"Begini dok.... menatu saya ini baru pulang dari bulan madu eh kondisi nya malah drop seperti ini". Terang Momy Renata sambil memandang sang menantu yang terbaring lemah di berangkar pasien.
"Oh begitu ea nyoya ..... baik lah mari saya periksa dulu". Ucap dokter tersebut.
Setelah lima menit melakukan berbagai pemeriksaan kini Caca masih terbaring lemah di berangkar pasien .
"Maaf Nona .... kapan terakhir anda datang bulan?". Tanya sang dokter.
"Kalau gak salah bulan lalu dok selebum saya menikah dengan kak Kenan ". Sahut Caca lemah.
"Hahhhh.... apa dok ?! menantu saya hamil ?!".
"Iya Nyonya .... keterangan lebih akurat nya silah kan periksa di dokter OBGY dan ini surat nya Nyonya ". Terang dokter tersebut.
"Oh ok dok terimakasih ". Mony Renata pun membantu Caca turun dari berangkar dan melangkah keluar dari ruangan dokter tersebut.
"Bagai mana Mom?!". Tanya Kenan khawatir.
"Kita ke dokter OBGY dulu". Ucap sang momy sambil tersenyum manis.
Dan mereka pun melangkah menuju keruangan dokter sepesialis kandungan yang tersedia di rumah sakit Wijaya.
Setelah sampai kini mereka berempat pun masuk kedalam ruangan tersebut.
"Ada yang bisa saya batu Tuan Wijaya?". Tanya Dokter muda dan cantik yang bernama teg Sifa.
"Ini dok menatu saya mau periksa ". Ucap Dedy Rangga yang mewakili sang anak.
"Oh begitu ....... mari Nona saya perksa dulu". Sang dokter pun menyingkap baju Caca dan mulai memberi jel di atas permukaan perut Caca dan muali mengerak kan alat yang tersambung di layar sebelah kiri yang hapir seperti tivi jaman dahulu.
"Nah ini bisa di lihat ea Tuan Nyonya ini calon anak kalian usia nya masih eman minggu ". Ucap sang dokter sambil mengerak kan alat tersebut.
Sedang kan Caca hanya bisa diam dan menetes kan air mata nya karena saking bahagia .
"Sayang .... itu anak kita terima kasih ea sayang". Ucap Kenan sambil menciumi seluruh wajah sang istri.
Sedang kan kedua orang tua Kenan hanya bisa mengisi haru atas kebahagiaan yang telah Alloh berikan kepada keluarga mereka.
"Tuan ini ada dua janin yang tumbuh di rahim istri anda , jadi wajar jika Nyonya terlihat lemas dan pucat , karena Nyonya kurang asupan gizi dan protein". Terang sang dokter sambil meletak kan alat yang tadi iya gunakan.
"Hahhhh..... apa dok menantu saya hamil anak kembar?". Tanya Momy Renata yang syok karen saking bahagia nya.
"Iya Nyonya , menatu anda hamil kembar tapi belum bisa di lihat jenis kelamin nya ea". Terang sang dokter.
"Alhamdulillah ya Allah..... atas semua nikmat yang begitu indah untuk keluarga kami". Ucap Momy Renata sambil memeluk Dedy Rangga sambil menangis haru.
"Ini saya resep kan vitamin nya ea Nyonya , dan jangan lupa minum susu ibu hamil". Terang sang dokter.
"Baik dok ....". Sahut Kenan.
Setelah selesai melakukan atministrasi kini Caca pun di bawa pulang oleh keluarga nya.
πππ
Jangan lupa like , vote dan comen nya ea guys......