
Caca melangkah mendekati sang suami, dan memeluk nya dari belakang.
"Kak, kok gak turun buat sarapan? ".Tanya Caca sambil membelai pipi mulus sang suami.
" Tadi udah turun , trus liat kamu lagi asik masak sama Momy, jadi aku balik ke kamar lagi sayang".Ucap Kenan sambil menarik lembut tanggan sang istri dan Caca pun duduk di pangkuan Kenan.
"Em... ea udah yuk kita turun, kasihan Momy sama Dedy lama nungguin kita".Ucap Caca sambil tersenyum manis dan membuat Kenan tergoda.
Kenan pun tak menyia nyia kan kesempatan. Kenan langsung ******* dan meny*s*p bibir sexsoy sang istri.
Setelah merasa kehabisan oksigen Kenan melepas kan ciuman nya dan membenar kan rambut Caca dan mencium kening Caca dengan sayang.
" Ih Kak Kenan kan baju Caca jadi berantakan lagi nih ".Gerutu Caca sambil membenar kan pakanian nya yang sudah amburadul karena ulah sang suami.
" Tapi kamu suka kan sayang? "Goda Kenan sambil mengdip kan sebelah matanya, dan Caca pun tersipu malu dengan ucapan sang suami.
" Ish... udah deh kak, nanti gak jadi turun loh".Ucap Caca sambil memonyong kan bibir nya.
"Iya iya sayang , itu bibir minta di cium lagi? ".Ucap Kenan sambil mencubit manja hidung Caca.
" Udah deh ayo turun, kasihan Momy sama Dedy tau kak, jugaan tadi Caca udah masakin banyak loh buat kita semua, kakak gak mau nyicipin masakan Caca sama Momy? ".Ucap Caca sambil menggandeng tangan sang suami untuk di ajak sarapan pagi.
" Ea mau dong sayang, emang Momy udah mandi? kaya nya tadi masih belum mandi loh sayang".Ucap Kenan sambil tersenyum.
Kenan merasa bahagia melihat keakraban sang istri dan Momy nya.
"Tadi sih bilang nya mau mandi sebentar sama manggil Dedy gitu kak".Ucap' Caca sambil melangkah mensejajari langkah sang suami.
Caca dan Kenan melangkah menuju ruang makan, dan disana kedua orang tua Kenan dan adik Kenan sudah stedbay di kursi masing masing.
Kenan pun menarik satu kursi untuk sang istri. lalu iya duduk di kursi sebelah sang istri .
Suasana sarapan pagi ini terasa lebih ramai dan hangat karena bertambah nya anggota baru di keluarga Wijaya .
" Maaf ea mom, gara gara Caca Momy sama Dedy nungguin lama".Ucap Caca merasa bersalah.
"Gak pa pa sayang, jugaan Momy sama Dedy baru turun kok, Zakin juga baru bangun tuh belum mandi cuma cuci muka doang".Ucap Momy Renata sambil tersenyum manis.
" Ea Ca kamu gak usah merasa sendiri atau merasa sungkan sama Dedy , Momy atau Zaki. Kita sekarang keluarga okay".Ucap Dedy Rangga kepada sang menantu.
"Ayo makan dulu , nanti aja ngobrol nya keburu dingin kan gak enak lagi ".Ucap Momy Renata sambil mengisi piring sang suami dengan nasi dan lauk pauk dengan lengkap.
Caca pun mengikut sang Momy mulai belajar melayani sang suami dari hal paling kecil sekali pun.
"Wah kayak nya pagi ini sarapan nya banyak dan enak enak ea Mom".Ucap Zaki bersemangat mengambil lauk yang sudah tersaji di meja makan.
" Ea tadi Momy masak di bantuin sama kakak ipar mu itu, dia ternyata jago masa juga loh Ki".Puji Momy Renata.
"Wah Kak Caca hebah ea, harus nya kan Kenan bersyukur tuh bisa ngedapetin cewek sempurna kaya Kak Caca".Ucap Zaki
" Udah deh lo bocil tau apa, makan yang banyak biar tambah besar terus batuin Dedy sama Kakak ngurus perusahaan ok".Ucap Kenan sambil mengambil kan satu potong ayam goreng untuk sang adik.
"Kak udah lohh , Kakak mau bikin aku gemuk lagi? Ih aku tu udah olah raga tiap pagi biar tetep sispex, ini sarapan malah di kasih makan banyak kalik bah".Sungut Zaki.
" Udah udah makan dulu, debat nya nanti lagi".Ucap Dedy Rangga.
Lalu mereka makan dalam diam, itu sudah menjadi kebiasaan di keluarga Wijaya, tak ada acara ngobrol sewaktu makan.
Waktu terlihat kaku , tapi itulah aturan ketat yang harus di patuhi seluruh anggota keluarga.
Karena sudah terbiasa , semua tetap menikmat nikmati setiap momen makan bersama.
Sedangkan Kenan dan Dedy Rangga melangkah menuju ruang keluarga dan meminun kopi sambil membahas masalah kantor, sedangkan Zaki sudah berangkat menuju sekolah nya.
Setelah selesan members kan dapur Caca san Momy Renata pun menyusul suami nya di ruang keluarga.
Setelah sampai Caca duruk di samping sang suami sedang kan Momy Renata duduk di kursi yang terpisah di sebelah Dedy Rangga .
"Sayang Momy sama Dedy kan belum kasih kalian hadiah pernikahan nih".Ucap Momy Renata
" Caca gak butuh hadiah Mom, buat Caca bisa kumpul sama keluarga aja udah hadiah terindah buat Caca ".Ucap Caca sambil tersenyum manis kepada sang mertua.
" Loh kok gitu?".Ucap Dedy Rangga heran kepada sang menantu, di saat semua wanita di kasih hadih akan merasa senang , tapi tidak dengan sang menantu , dia sudah cukup bahagia dengan menikah dan mendapat kan keluarga baru.
Momy Renata melangkah memasuki kamar nya yang terletak di lantai bawah yang tak jauh dari ruang keluarga , dan tak lama kemudian Momy Renata keluar dengan membawa satu kotak beludru warna biru muda dan satu amplop entah apa isi nya.
Momy Renata pun memberikan kotak beludru warna biru itu kepada Caca.
"Sayang ini hadiah dari Momy, dan yan ini dari Dedy semoga kamu suka ea".Ucap Momy Renata sambil mengulurkan kotak tersebut dan amplop nya.
Caca pun menerima dan membuka hadiah dari kedua mertua nya.
Saat Caca membuka kotak tersebut Caca di buat shock oleh hadiah yang di beri kan sang mertua.
" Mom ini serius buat Caca? Setau Caca ini mahal dan hanya ada dua di dunia loh Mom?".Ucap Caca sambil mengeluarkan isi yang ada di dalam kotak tersebut.
Kenan pun tersenyum saat melihat reaksi sang istri, Kenan merasa bangga kepada sang istri, di saat semua wanita ingin di manja dengan perhiasan mewah dan uang berlimpah.
Tapi beda dengan Caca walau pun iya dari golongan orang kaya dan bisa membeli apa pun yang dia mau , dia di didik oleh orang tua nya untuk tidak menghabur hambur kan uang.
Dan itu salah satu faktor yang membuat seorang Kenan Adi Wijaya bucin akut dengan Caca.
"Ini perhiasan turun temurun dari keluarga Wijaya sayang, jadi kamu harus menerima nya, dan ini cincin harus kamu pakai".Ucap Momy Renata sambil mengabil cincin permata berlian dan memasangkan di jari tengah Caca.
Caca pun tersenyum bahagia, dia merasa tersanjung dengan keluarga baru nya.
" Terimakasih ea Mom, Ded ".Ucap Caca sambil menghapus air mata yang membasahi pipi nya.
" Ea sayang, kamu gak mau buka itu hadiah dari Dedy? "Ucap Momy Renata.
Kenan pun mengambil amplop yang terletak di meja sebelah kotak perhiasan lalu membuka nya.
Saat akan membuka kenan merasa sedikit gugup dan penasaran.
Lalu kenan membuka amplop tersebut dengan perlahan.
Dan....
*****
Dan janagan lupa vote dan like nya ea guys....
Komen juga boleh,,,,
Autor mau minta maaf kalu lama up nya karena di sini lagi susah sitnal ea guys....
Terimakasih yang masih setia mantengi novel abal abal autor....
saranghe buat kalian reders tercinta❤❤❤💞