Strong Girls

Strong Girls
aku yang sendirian



maaf typo dimana mana


malam berganti pagi, sekarang tepat pukul 04.00 .


aleen terbangun dari tidurnya ketika alarm nya berbunyi. dan segera mematikan nya. ia pun bergegas memasuki kamar mandi dan melakukan ritual mandinya.


setelah selesai mandi tepat pukul 04.30 aleen pun mengerjakan shalat subuh dan memanjakan doa kepada penciptanya.


"ya allah maaf kan aku  yang tidak pernah bisa membahagiakan kedua orang tua, dan keluarga ku" 


"ya allah apakah aku salah?"


"apakan aku bisa kembali bersama sama dengam  keluarga ku? bisakah?"


"bolehkan aku menerima kasih sayang kembali?"


"apakah ini ujian untuk ku? jika begitu aku menerimanya dengan ikhlas" tiba-tiba cairan bening keluar dan turun membasahi pipi aleen.


"kapan ini berakhir? apakah aku sanggup menjalani ini sampai akhir? kuatkan aku ya allah" ucap nya lirih sambil tersegug segug.


"berilah aku kekuatan untuk menghadapi semua ini"


"aku akan mengikuti alur cerita yang telah kau tetapkan padaku"


"sampai di hari ketika semuanya selesai, entah selesai dengan kebersamaan atau perpisahan?"


"aku berharap itu kebahagiaan yang tiada tara, dan semoga saja begitu, amin" ucap aleen di akhir doanya, dan menghapus air matanya.





setelah selesai,tiba-tiba dari balik pintu kamar terdengar ketukan. akhirnya aleen membuka pintu kamarnya dan ia melihat sosok bi minah.


bi minah adalah pembantu yang bekerja di  rumah aleen ia selalu berbuat baik pada aleen ketika keluarganya tidak peduli dengannya. bi minah sudah menganggap aleen sebagai anaknya sendiri, jadi tak heran jika ia berbuat baik pada aleen.


bi minah pun selalu melihat kekerasan dari kedua orang tua aleen kepada aleen. bahkan bi minah pun tahu jika aleen sering menangis di balik pintu kamarnya ketika mendapat kekerasan dari kedua orangtua nya.


bi minah khawatir jika aleen akan melakukan sesuatu yang berbahaya pada dirinya sendiri. sering kali bi minah memberi semangat pada aleen dan memberi motivasi kepadanya.


"ada apa bi minah?" tanya aleen pada bi minah yang berdiri didepan kamarnya.


"oh ini non sarapannya jangan lupa di makan ya" ucap bi minah dan memberi nampan yang ia bawa.


"oh iya bi makasih ya" ucap aleen dan mengambil alih nampan yang di bawa bi minah.


"iya sama-sama non jangn lupa dimakan, dan semangat sekolahnya" ucap bi minah pada aleen.


aleen pun tersenyum mendengar ucapan bi minah barusan ia merasa masih ada yang peduli dengannya di rumah ini.


"iya, siap bi" ucap aleen.


akhirnya bi minah pun turun kembali ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk keluarga aleen.


aleen pun kembali menutup pintu kamarnya dan menaruh makanan yang di bawa bi minah di atas nakas miliknya.


setelah itu ia memakan makanan yang sudah di siapkan untuknya.





aleen pun turun, ia berniat untuk pergi sekolah. saat menuruni beberapa anak tangga ia sempat melihat keluarga nya yang sedang berbincang dengan harmonis di meja makan tanpa dirinya.


ia berhenti melangkah ketika ia baru menuruni 4 anak tangga, seketika cairan berwarna bening seperti kristal setetes turun perlahan dari matanya.


"semuannya aleen pergi sekolah dulu assalamualaikum" ucapnya dan pergi meninggalkan rumah.


.


.


.


bel istirahat berbunyi, semua siswa dan siswi termasuk aleen dan mizka. mereka berdua sekarang sudah berada di kantin dan sedang melahap makanan mereka.


setelah mereka selesai makan, mereka berniat untuk pergi keperpustakaan sekolah. karna aleen ingin membaca suatu buku yang menarik untuk nya.


ketika aleen dan mizka sedang membaca buku tiba-tiba datang lah seseorng.


"permisi ini mizka ya?" ucap seseorang itu.


"iya, kenapa ya?" ucap mizka kepada seseorang yang mencari nya.


"di panggil bu nina di ruang guru" ucap seseorang itu.


"oh iya makasih ya" ucap mizka. kemudian seseorng itu pun langsung pergi meninggalkan perpustakaan.


"leen gue keruang guru dulu ya mau nemuin bu nina" ucap mizka berbisik kepada aleen.


"hmm yaudah nnti gue nyusul ke ruang guru" ucap aleen pada mizka.


"gak usah nanti lu langsung kekelas aja, gua juga langsung kekelas kok" ucap mizka kemudian ia pergi meninggalkan perpustakaan.


setelah selesai membaca, aleen menaruh kembali buku yang ia pinjam. kemudian aleen pergi ke toilet sebelum ia pergi kekelas.


ketika sudah sampai di toilet aleen pun masuk. setelah selesai ia berniat untuk mencuci tangannya di wastafel. saat ia sedang mengeringkan tangannya tiba-tiba masuk segerombol geng anak kelas 10 ips 2 yang tak lain diantaranya adalah aqila.


ketika aqila dan teman-teman nya memasuki toilet siswi aqila melihat aleen tang sedang berada di wastafel, tiba-tiba ia berbisik kepada teman-teman nya untuk membully aleen.


seketika tubuh aleen di pegan olen teman-teman nya aqila dan aqila langsung menarik rambut aleen dengan keras. aleen pun meringis kesakitan.


"eh pembunuh, gak malu lo nampakin muka lo di sekolah ini?!" ucap aqila pada aleen.


"lepasin qil sa.. sakit" ucapa aleen sambil meringin kesakitan.


"lo tau gak?! gara gara lo mamah selalu sedih!" ucap aqila.


"lo mending mati aja deh, nyusahin tau gak di keluarga gue!"ucap aqila.


"pergi lo muak gue liat muka lo!" ucap mizka dan menghempaskan tubu aleen.


aleen pun keluar dari toilet ia berlari sambil menangis dan pergi menuju rooftop sekolah.


setelah sampai di rooftop ia tidak menyadari bahwa ada seseorang juga di rooftop tersebut.


aleen menangis sejadi jadinya, ia tak tahan bila harus selalu disalahkan oleh kelurganya, ia tak tahan jika harus di bully terus menerus oleh kakak dan kembaran nya.


aleen memikirkan semua permasalahan hingga kepalanya terasa sangat pusing. tetapi ia tidak bisa berhenti memikirkan semua ini. semua kesalahan yang selalu di timpahkan kepada nya. ia terus menangis hingga tersegug segug.


seorang laki-laki yang sedang tertidur di atas rooftop sekolah pun terganggu oleh tangisan aleen dan akhirnya ia terbangun dari tidurnya. sempat ia ingin memarahi aleen karna berisik dan mengganggu tidur nya saat itu tetapi tidak jadi ketika ia mendengar ucapan yang keluar dari mulut aleen.


"ya allah apa salah ku? apakah aku penyebab meninggalnya ara? apakan semuanya salahku? mengapa tidak ada yang mau mendengar penjelasan ku? mengapa semuanya benci pada ku? mengapa keluarga ku menjauhi ku?mengapa mereka tak menggap ku ada? kapan semuanya berakhir? mengapa semenyakitkan ini? bolehkah aku mengakhiri hidup ku sekarang?" ucap aleen lalu berdiri mendekati sisi sisi rooftop.


kakinya sudah naik ke sisi yang lebih tingggi dari pijakannya sebelunnya. ketika ia sudah siap menjatuhkan tubuhnya kebawah. tiba-tiba seseorang menariknya.


" WOI LU GILA YA!!! MASA MAU MATI DI TEMPAT UMUM GINI!!"


•tbc•


follow instagram aku@nsanahh