
Ketika manik mata aleen bertemu dengan seseorang tersebut mereka berdua pun terkejut, pasalnya yang menarik tangan rai adalah alex. laki-laki yang membantu nya tadi siang sewaktu menolong ibu ibu di trotoar jalan.
"aleen?". "alex? " ucap mereka berdua bersamaan.
"ngapain lo sama adek gue?" ucap alex bertanya tetapi terdengar seperti mengintrogasi aleen. alex bingung mengapa adik nya bisa bersama dengan aleen.
"dia adek lo?" tanya aleen kepada alex.
"iya dia adek gua, rai" ucap alex.
"oh jadi tadi gini, ceritanya gua lagi duduk disini sambil makan es krim trus tiba-tiba adek lu dateng, dia minta eskrim ke gua ya gua kasih trus dia makan trus niatnya mau ngelap mulutnya yang belepotan trus lu dateng" ucap aleen menjelaskan kepada alex.
"oh begitu" balas alex.
"iya kak alex, orang kak aleen baik kok sama rai, kak alex jangan marah marah sama kak aleen!" ucap rai membela aleen.
"iya iya" ucap alex. "btw kita baru aja chat tadi eh bisa ketemu lagi sekarang, jangan jangan jodoh. ups..." ucap alex sambil tertawa kemudian menutup mulut.
"oh jadi tadi lo langsung akhiri chat buat cari adek lo?" ucap aleen bertanya.
"oh iya, jadi pas gua chat an sama lo gua baru sadar kalo rai udh gak ada di sekitar gua, padahal sebelum gua chat lo, dia masih ada da di deket gua" ucap alex menjelaskan.
"lo kesini sendiri, leen?" ucap alex bertanya.
"iya" balas aleen singkat.
"naik apa kesininya? rumah lo jauh dari sini?" tanya laex kembali.
"naik sepedah, gak kok deket" ucap aleen. "eh udah sore banget ni gua balik dulua ya?" ucap aleen kepada alex dan rai.
"oh iya hati hati" ucap alex.
"rai kak aleen pulang dulu ya nanti kapan kapan kita ketemu lagi" ucap aleen kepada rai.
"janji ya kak aleen nanti kita ketemu lagi?" ucap rai dan mengangkat jari kelingkingnya ke atas, lalu di sambut ole kelingking aleen.
"iya janji" ucap aleen dan tersenyum kepada rai, rai pun ikut tersenyum.
aleen melangkah pergi meninggalkan mereka berdua, sebelum itu ia sempat memberi sekantung plastik yang ia beli di minimarket tadi kepada rai. "ini buat rai, dimakan ya" ucap aleen sambil tersenyum lalu pergi meninggalkan rai dan alex.
"iya, makasih kak aleen" ucap rai sambil melambai lambaikan tangannya kepada aleen. dan aleen pun menengok ke arah rai lalu membalas lambaian tangan dan tersenyum. setelah itu aleen pun pergi menggunakan sepeda miliknya.
"rai kalau menurut rai, kak aleen cantik gak?" ucap alex bertanya kepada rai.
"iya cantik banget, trus baik lagi" ucap rai sambil tersenyum.
"kalau kakak pacaran sama kak aleen rai setuju gak?" ucap alex bercanda.
"pacaran itu apa?" tanya rai dengan polos.
alex bingung menjelaskan tentang pacaran kepada rai, ia berfikir terlebih dahulu agar ucapannya bisa di mengerti oleh rai.
"jadi gini,........" alex berbisik tentang pacaran di telinga rai, entah dia berbicara apa semoga itu bukan hal hal negatif.
"udah ngerti?" ucap alex sambil tertawa yang memperlihatkan barisan gigi giginya.
"oh begitu ka? iya iya rai ngerti" balas rai dan tertawa seperti alex.
"udah ngerti kan, yaudah ayo balik udah mau malem ni" ucap alex lalu di balas anggukan oleh rai. dan mereka pun pergi meninggalkan taman tersebut.
.
.
.
ia menatap dirinya dipantulan cermin itu. entah apa yang sekarang ia sedang pikirkan. ia hanya melihat dirinya sendiri dipantulan cermin dengan tatapan yang sendu.
kebetulan hari ini adalah hari libur kerja, aleen berniat pergi kerumah sahabatnya, mizka. sudah lama sekali ia tidak kerumah mizka karna ia sibuk dengan kerja di restoran milik mizka. sebenarnya ia selalu bertemu dengan mizka di restoran milik mizka tetapi tetap saja ia ingin pergi kerumah mizka karna jika ia berada dirumah mizka ia dianggap ada tidak seperti dirumahnya.
aleen pergi kerumah mizka menggunakan motor miliknya. ia keluar dari kamarnya jalan menuju tangga dan menuruni satu persatu anak tangga itu, ketika beberapa langkah lagi sampai di depan pintu masuk rumahnya tiba-tiba pintu rumah terbuka lebih dulu sebelum aleen membukanya. dan ternyata itu mamah, papah dan saudara kandung aleen. entah mereka habis melakukan apa di luar sana yang tentunya tanpa aleen.
"mah aleen izin mau kerumah mizka temen aleen" ucap aleen sambil menundukan kepala. "jangan pernah sebut saya dengan sebutan mamah, saya gak sudi punya anak macam kamu, dasar pembunuh!" ucap dila dengan nada tinggi.
"pergi kamu dari sini! saya gak sudi liat wajah kamu! PERGI!" ucap dila dengan nada yang begitu tinggi. anggota keluarga aleen langsung menatap aleen dengan tatapan sinis,terkecuali azka.
aleen langsung mempercepat langkah kakinya ia pergi meninggalkan rumah, air matanya sudah tidak bisa dibendung lagi. ia menangis tanpa suara ia pergi menggunakan motor miliknya. ia tidak langsung pergi ke rumah mizka, ia pergi kesuatu tempat yang ia pun tidak tahu dimana itu, ia pergi tanpa arah. hingga ia tiba disuatu danau.
aleen turun dari motornya, berjalan mendekati danau itu, ia duduk di atas rerumputan hijau di tepi danau. ia menangis tanpa suara, ia melihat pantulan dirinya di atas air danau itu. ia bertanya tanya kepada dirinya sendiri, apa yang ia perbuat dulu adalah kesalahannya atau memang sudah kehendak tuhan.
aleen terus menangis hingga hujan turun, hujan nya tidak begitu deras, entah mengapa mungkin tuhan tidak mau orang lain tahu bahwa aleen saat ini sedang menangis, tuhan menurunkan hujan supaya air matanya tidak terlihat oleh orang lain.
"terimakasih tuhan telah menurunkan hujan disaat aku sedang menangis hari ini" ucap aleen sambil melihat arah turunnya hujan, ia melihat langit malam itu begitu gelap,tidak ada bintang yang menghiasi langit malam. hanya ada rintik air hujan yang turun dan tertiup angin malam. yang membasahi seluruh tubuhnya dari ujung kepala hingga ujung kakinya.
sudah beberapa menit ia duduk ditepi danau itu, hingga hujan sudah tidak begitu deras seperti tadi lagi. ia pergi meninggalkan danau dan menuju rumah mizka. bajunya kini benar-benar basah tubuhnya menggigil, bibirnya mulai berubah warna menjadi keungu unguan.
.
.
.
aleen kini sudah berada di depan rumah mizka, ia memanggil manggil mizka dan disambut oleh satpam keluarga nya.
"eh ada non aleen, lah kok non basah kuyup gini?!" ucap pak aman satpam mizka.
"i... iya ta.. tadi ke.. kehujanan" ucap alen sambil tersenyum.
"ya udah ayo masuk dulu, mau ketemu non mizka kan?" ucap pak aman.
"iya makasih pak" ucap aleen sambil tersenyum lagi kearah pak aman.
aleen diantar sampai depan pintu masuk rumah mizka, pak aman memanggil mizka dan akhirnya mizka pun keluarga menemui aleen di depan pintu rumahnya. dan pak aman pun pergi untuk kembali bekerja.
"buset leen! lu ngapain ampe basah basahan kaya gini si?!" ucap mizka panik. "gimana kalo lu sakit!" ucap mizka. "iya iya ibunda ratu" ucap aleen sambil tertawa. "ya udah ayo masuk, mandi terus ganti baju!" ucap mizka seperti ibu ibu yang sedang memarahi anaknya.
aleen dan mizka pergi memasuki kamar mizka, aleen mandi dan berganti pakaian. pakaian yang aleen gunakan sekarang adalah pakaian mizka. aleen sudah sangat dekat dengan keluarga mizka, sampai sampai ia dianggap seperti anak dikeluarga mizka. aleen merasa senang akan hal itu, tapi di sisi lain ia merasa sedih karna bukan keluarga asli nya yang menggap dia ada.
aleen keluar kamar mandi dan duduk di atas kasur mizka, tak lama mizka pun datang membawa teh hangat dan beberapa makanan.
"nih makan dulu" ucap mizka sambil memberikan nampan yang ia bawa untuk aleen.
"teqyuu" (thank you) ucap aleen sambil tertawa memperlihatkan gigi depannya.
mereka berdua menghabiskan makanan dan minuman mereka, setelah itu aleen mengajak mizka menonton salah satu drama korea yang sedang populer saat ini seperti chocolate. saat menonton drama tersebut tiba-tiba mizka bertanya kepada aleen.
"leen lu ada masalah lagi?" ucap mizka. aleen terdiam sejenak ia ingin berbicara tetapi ia masih belum begitu siap.
"kalo belum siap ga papa gua tunggu sampe lo siap cerita semuanya, jadi semangat terus" ucap mizka dan menepuk nepuk pelan bahu aleen sambil tersenyum.
"miz.. apa ini semua salah gua ya?" ucap aleen tiba-tiba, dan raut wajahnya kini berubah menjadi sendu.
•tbc•
follow instagram aku @nsanahh