
Sepanjang perjalanan pulang, Gita enggan menampakkan senyum nya. Biasanya, ia akan menyapa orang terlebih dahulu karena kepribadiannya yang ekstrovert. Tapi kali ini tidak, bila ada yang menyapa, ya ia jawab. Jika tidak, ya sudah ia diam saja.
Ia pulang menaiki angkot. Ketika sudah 3/4 jalan, ternyata kondisi sedang macet parah. Hal ini dikarenakan ada perbaikan jalan dijalur yang dapat disebut jalur utama untuk angkot.
Ia diturunkan disana, supir angkot memilih untuk berbalik saja daripada menunggu macet ini berakhir dengan waktu yang tak pasti.
Hatinya sedang gundah. Jadi, ia memutuskan untuk berjalan kaki dari tempatnya berdiri sampai rumahnya. Lumayan lah jaraknya, sekitar 1 kilometer.
Langkah demi langkah kakinya mengayun maju. Suasana hatinya yang buruk disertai rasa lelah yang menggebu, membuat air matanya menetes tanpa disadari.
Ia berhenti, membelokkan kaki nya kearah minimarket yang berada di kiri jalan. Mungkin sebuah eskrim dapat membangkitkan suasana hatinya.
Begitu masuk, ia dengan segera mengambil makanan dingin itu dan membayarnya dikasir. Setelahnya, ia kembali melanjutkan langkah yang tertunda seraya memakan apa yang sudah ia beli.
Rasa dingin dari eskrim rupanya mampu mengurangi sedikit dari sedikit beban dihatinya. Faktor utama nya ya karena eskrim merupakan salah satu makanan favorit nya. Hey, lagi pula siapa yang tidak suka eskrim di dunia ini? Hanya orang aneh.
......................
Di sebuah taman yang cukup sepi, berdirilah seorang laki-laki dengan kaos hitam dan celana selutut nya. Laki-laki itu telah menarik perhatian dengan penampilannya, ditambah dengan gerakan mondar-mandir yang ia lakukan sedari tadi.
Beberapa orang yang lewat dibuat penasaran. Sebab daru gesturnya, ia nampak sedang kebingungan mencari sebuah solusi atas suatu permasalahan.
Sirius Dalawangsa, laki-laki itu bergumam tak jelas disela-sela kegiatannya. Sepulang sekolah ia mencoba untuk belajar, tetapi yang dilakukannya justru hanya membolak-balikkan buku tanpa memahami apa yang tertulis disana.
Bahkan, tangan nya mencoret-coret buku kosong dengan huruf-huruf tak jelas. Ada juga dimana sebuah kata bermakna kasar mengotori buku yang putih nan suci itu. Misalnya, hewan berkaki empat yang suka menggonggong dan sering disebut untuk mengumpat.
Ia harus bagaimana kalau bertemu Gita besok? Pura-pura tidak terjadi apa-apa? Minta maaf dan menjelaskan perasaan nya yang sejujurnya? Atau justru menjauh agar cewek itu tak lagi berharap padanya seperti apa yang Deon bilang?
Oh, berbicara soal Deon. Entah mengapa, Rius merasa Deon juga menyimpan rasa yang sama sepertinya untuk Gita. Terlihat dari kepedulian dan kejahilan yang dilakukannya untuk mendapat perhatian gadis itu. Kepedulian yang bukan terlihat seperti kakak-adik, layaknya Abian.
Sekali lagi, Rius merasa dilema. Hatinya ingin menyangkal bahwa ia tertarik dengan gadis mungil itu, tetapi ia tidak rela kalau Deon yang akhirnya memiliki gadis itu. Egois memang, tapi ia berpikir terlalu cepat untuk menyimpulkan perasaannya dalam waktu dekat ini.
Tapi, jika tidak buru-buru, sahabatnya itu bisa mencuri start terlebih dahulu. Mana sekarang hubungannya dengan Gita sedang renggang. Bagaimana kalau rasa yang dimiliki gadis itu menghilang dan berpaling kepada Deon? Ia tak bisa membayangkan.
"Oke, Sirius. Lo nggak pernah kan berjuang buat cewek? Ini giliran lo. Jangan sampai lo nyesal karena nggak sempat ngutarain apa yang lo rasa sama sekali. Dekatin dia pelan-pelan, kaya yang dia lakuin ke lo dulu. Sekarang udah bukan dia lagi yang harus bergerak, tapi lo! Jangan mau kalah sama gengsi lo dan biarin sahabat lo menang. Dia cuma untuk lo, oke?" ia terus meyakinkan dirinya sendiri bahwa apa yang menjadi keputusannya sudah tepat.
Langit sore yang berwarna kejinggaan menjadi saksi tindakan laki-laki itu selanjutnya. Ia yang menyukai senja pun mengeluarkan ponsel untuk mengabadikan momen tersebut.
"Cantik." ungkapnya puas dengan hasil jepretan sendiri.
Kata yang barusan diucapkannya mengingatkan nya pada sebuah lesung pipi dan gigi kelinci yang dimiliki gadis bernama Sagita. Ia pun tidak langsung memasukkan ponselnya kedalam kantung jaket, melainkan mengirim sebuah pesan untuk seseorang yang tengah dipikirkannya.
...----------------...
^^^Git, besok jadi? |^^^