
"Penghalang apa itu?"
"Lily apa kau tidak apa apa?"
"Hm.."
"Tapi,tuan Riko dia sepertinya terjebak di dalam penghalang itu"
"Begitu rupanya..."
Ting!
Ting!
Ting!
Duarrr...
"Pertarungan yang sangat sengit!.."
"Rasakan ini,..."
"Serangan seribu bintang..."
Dengan jurus serangan seribu bintang,Julian mampu melakukan serangan beruntun yang sangat cepat dan kuat, walaupun begitu Dyris mampu menghindari beberapa serangan beruntun itu.
Set...
"Hm.."
Wajah Dyris pun tergores sedikit akibat serangan beruntun yang dilakukan oleh Julian barusan.
"Lumayan..."
"Dasar sampah sialan..."
Pedang Dyris pun mengeluarkan aura kegelapan yang begitu pekat, sepertinya dia akan melakukan serangan yang kuat.
"Apa itu?..."
"Hei bocah, berlindung lah.."
"Jurus Pembelah dimensi..."
Dengan cepat serangan itu mendekati Julian,akan tetapi sepertinya Julian menggunakan teleportasi ke arah Riko,dan akibatnya serangan Dyris pun meleset dan malah membelah ruang yang kosong,menjadi lubang masuk ke dimensi lain.
"Di-dia.."
"Hampir saja!..,"
"Dia telah membelah dimensi,ini sangat gawat.."
"Meleset rupanya..."
"Baiklah kalau begitu,kali ini tidak akan meleset..."
Dyris pun membuat banyak sekali lingkaran sihir,dan sepertinya dia ingin melakukan serangan beruntun yang akan menghasilkan ledakan yang luar biasa,dan mungkin itu bisa membuat Julian dan Riko terbunuh.
"Apa apan itu..."
"Hei bocah, sepertinya kita akan mati disini..."
"Tapi..."
"Tenanglah aku hanya bercanda..."
"Perisai sihir!"
Julian pun membuat perisai yang terbuat dari sihir yang kuat.
"Bertahanlah..."
"Tunggu,kenapa hanya aku yang didalam perisai ini?.."
"Aku akan melakukan serangan dengan seluruh kekuatan ku..."
"Mungkin aku juga akan mati"
Riko memasang wajah bingung serta frustasi, karena dia tidak bisa melakukan apa pun untuk membantu Julian.
"Tunggu lah disini.."
"Kumohon,keluarlah!.."
Seluruh tubuh Julian pun di penuhi dengan kobaran aura energi mana yang sangat kuat,dari yang sebelumnya.
"Aku sudah siap..."
"Matilah kalian dasar sampah!.."
Satu persatu lingkaran sihir itu mengeluarkan serangan mereka masing masing.
"Majulah..!!"
Dengan cepat bahkan lebih cepat dari yang sebelumnya,Julian menghindari seluruh serangan yang di lontarkan oleh Dyris,dan dia mengakhiri Dyris dari titik buta nya.
"Apa tidak mungkin,hah?!.."
"Matilah..."
Duarrr!!!!....
Duarr!!!!....
Duarrr!!!....
Ledakan yang begitu besarpun terjadi dan membuat penghalang yang kuat itu pun,ikut hancur oleh ledakan itu dan membuat daerah sekeliling kediaman keluarga Ken hancur tanpa sisa.
"Lily!.."
"Hah!..."
Duarrr!!....
"Ledakan apa itu?..."
Beberapa selang waktu kemudian....
Sebuah dimensi yang tidak memiliki ikatan waktu dengan dunia manusia,itulah dimensi yang saat ini Riko berada didalam nya.
"Apa?..,apa yang terjadi?"
"Hei bocah..."
"Kau!..."
"Apa yang terjadi?.."
Dyris pun mendekati Riko dan memegang tangan nya.
"Apa yang kau lakukan?.."
"Ternyata kau adalah orang yang bereinkarnasi nya..."
"Apa yang kau inginkan dariku?..."
"Tubuhmu memiliki energi mana yang berlimpah,..."
"?.."
"Aku akan membuatmu menjadi wadah ku..."
"Wadah mu?..,apa maksudnya?..."
"Aku tidak ada waktu menjelaskan nya.."
"Bersiaplah, takdirmu mulai sekarang akan sangat keras bagimu..."
"Tunggu!.."
Dyris pun menghilang menjadi butiran debu,setelah membicarakan itu.
"Hah!..."
"Dimana ini?..."
"Pegunungan?.."
Tanpa di sadari percakapan Riko dan Dyris saat di dalam dimensi tadi,membuat Riko berpindah tempat saat keluar dan juga waktu yang terjadi sekarang adalah waktu dimana lima bulan,setelah terjadinya serangan iblis menyerang kediaman keluarga Ken.
"Aku tidak tau apa yang terjadi..."
"Kupikir aku sudah mati tadi"
Riko teringat perkataan Dyris saat di dimensi tadi.
"Takdir yang keras?.."
"Apa maksudnya?..."
Dalam kebingungannya,Riko pun berdiri dan mulai berpikir dari mana dia akan memulai sesuatu yang harus dia lakukan.
"Sepertinya lebih baik aku berjalan dan mencari desa,atau sebagainya..."
Riko pun mulai berjalan kearah hutan yang ada di depannya.
"Di dalam hutan ini, sepertinya aku bisa mendapatkan makanan untuk bertahan hidup..."
"Dan juga dalam situasi seperti ini,aku harus bisa mencari cara untuk terus bertahan hidup..."
Kresek!!...
Kresek!!...
Suara yang berasal dari semak semak,yang membuat Riko bingung dan bergerak untuk mencari tau nya.
"Apa itu?.."
Riko pun berjalan menuju semak semak itu.
Tuing!...
Sebuah kelinci kecil pun loncat dan membuat Riko kaget.
"Wa...!"
"Huh...,kukira apa tadi.."
"Ternyata hanya kelinci kecil..."
Kelinci itupun terus menatap wajah Riko.
"Apa yang terjadi,dia melihatku terlalu berlebih-lebihan..."
Tuing!..
Tuing!...
Kelinci itupun pergi meninggalkan Riko.
"Tunggu,aku akan menangkap mu..."
"Dan akan ku jadikan kau makanan ku hari ini!.."
Riko pun lari dan mengejar kelinci itu.
"Bagaimana,apa kau telah menemukannya?"
"Masih belum,tuan..."
"Dasar sampah sialan,hanya mencarinya saja kau tidak bisa?!!"
"Tenanglah..."
"Ma-maafkan aku tuan..."
"Ogiro!!..."
"Biarkan aku yang mencarinya..."
"Tenang lah..."
"Kau!..."
Rigo pun dengan amarahnya,dia mengeluarkan aura kegelapan yang mengerikan.
"Rigo,jika kau memang ingin mencarinya..."
"Maka berarti kau harus bisa membuat dirimu tidak diketahui oleh manusia..."
"Itu hal mudah bagiku..."
"Baiklah jika itu mau mu.."
"Pergilah..."
"Heh...."
Rigo pun pergi dan mulai mencari keberadaan Riko,yang telah menjadi wadah bagi Dyris dan juga setelah kekacauan itu Dyris membuat Riko berpindah tempat entah dimana.
"Apa kau yakin?.."
"Kau juga pergilah..."
"Aku tidak bisa menjamin nya..."
"Baiklah..."
"Berhati-hatilah..."
Luci pun pergi mengikuti Rigo yang pergi seorang diri.
"Anak itu,dia sekarang adalah wadah dari Dyris.."
"Jika aku berhasil menumbalkan nya maka,aku bisa memulai semuanya..."