
"Semuanya menyebar!..."
Saat ini pasukan kerajaan yang dipimpin oleh Edwin,sedang mencari keberadaan Riko.
"Bagaimana?."
Tanya Edwin ke salah satu pasukan.
"Sepertinya tuan,disini telah terjadi pertarungan besar sampai-sampai seluruh bangunan yang ada di sini hancur tak tersisa."
"Sepertinya begitu,dan juga apa kalian menemukan sesuatu?."
"Masih belum."
"Begitu rupanya."
Ucap Edwin.
"Tuan!,ada yang datang."
"Siapa?."
Serentak pasukan pun langsung sergap mendekati Edwin untuk melindunginya.
Dari arah debu di depan Edwin yang begitu tebal,terlihat seseorang yang sedang menuju kearah mereka.
"Semuanya bersiap!."
"Tunggu, sebentar."
Edwin pun melihat kembali kearah debu itu dengan jeli.
"Tunggu,kami bukan musuh!."
Dan sesaat orang itu pun keluar dari tempat itu sambil dia menggendong seseorang di pundaknya.
"Robert?."
Tanya Edwin.
Duarrrr...
Buummm...
Wush...
Pertarungan yang begitu sengit antara Riko melawan orang asing yang telah membunuh Roy.
"Bajingan!!."
Teriak Riko sambil dia menyerang orang itu.
"Hmp."
Bag...
Big...
Bug..
Crying...
"....."
Duarrr....
Riko pun terpental setelah terkena ledakan dari Dark Ball itu.
"C-cih!."
Riko pun berusaha bangkit kembali.
"Lebih baik kau menyerah saja."
Setelah mendengar itu Riko pun perlahan bangkit.
"Aku,...tidak akan menyerah begitu saja..."
Ucap Riko dengan nafas tergesa-gesa akibat kelelahan.
"Hmp,ku akui tekad mu itu."
"Tetapi,kau tidak akan bisa mengalahkan ku."
Wush..
Dengan cepat orang itu langsung melesat dan mencekik leher Riko.
"Argh...."
"C-c-cih..."
"Hmp,matilah."
"......."
Ting!.
Tiba-tiba saja waktu yang berjalan pun berhenti begitu saja.
"Apa yang terjadi?."
Tanya Riko.
"Oi,apa kau mengingat ku?."
"Siapa?."
Tiba-tiba saja sesosok mahluk pun muncul di samping Riko.
"Jadi hanya segini saja kau bisa mengendalikan sihir mu?."
Tanya mahluk itu.
"Siapa kau?."
"Hmp,tidak ku sangka..."
"Kau..."
Ucap Riko yang kaget karena dia mengetahui suara mahkluk itu.
"Kau bisa melupakan ku dengan cepat begitu saja."
"Dyris..."
Dyris dia adalah salah satu dari tiga iblis Kara yang saat ini,dia menggunakan tubuh Riko sebagai wadah baginya.
"Apa yang ingin kau lakukan?."
"Hmp, sepertinya kau akan mati nya?."
Tanya Dyris sambil dia berjalan perlahan ke arah orang asing itu.
"Orang ini,dia adalah keturunan kesatria yang memiliki kekuatan kegelapan."
"Apa kau mengenalnya?."
Tanya Riko sambil dia melihat kearah Dyris yang sedang menatap orang asing itu.
"Tidak,aku tidak mengenalnya."
"......"
Riko pun hanya bisa terdiam.
"Apa maksud mu?."
"Kau akan tau nanti."
"......"
Ting!...
"Matilah!..."
"Argh....."
"......."
"Hmp..."
Brug...
Orang itu pun langsung menjatuhkan tubuh Riko yang sudah lemas akibat di cekik olehnya.
"Baiklah tugas ku di sini sudah selesai."
"Riko?."
Tanya Naila sambil dia melihat kearah Riko yang terbaring lemas di tanah.
"Hmp?,apa kau adalah kenalannya?."
Tanya orang itu sambil dia menatap mata Naila yang ketakutan.
"!!!!...."
Naila begitu ketakutan melihat orang itu sampai dia terdiam dan tidak berbicara sepatah kata pun.
Disisi lain Alice yang masih mengawasi mereka dari kejauhan menggunakan mata iblis nya.
"Sepertinya,tadi waktu telah di hentikan."
Ucap Alice dalam hati yang merasakan sesaat tadi waktu telah berhenti.
"Sepertinya ini ulah nya."
Alice pun langsung menyimpulkan bahwa akibat terhentinya waktu di sebabkan oleh Dyris.
"Hmp?..."
"..….."
Tiba-tiba saja aura yang begitu kuat menyelimuti tubuh Riko yang terbaring lemas itu.
"Apa yang sedang kau lakukan dasar bocah."
"Riko,... jangan-jangan!..."
Naila pun kaget melihat Riko yang terbaring lemas di tanah, tiba-tiba saja mulai kembali bangkit dengan aura yang begitu kuat.
"....."
Riko pun bangkit kembali dengan kesadaran yang seperti orang bangkit dari mati.
"Kau...."
"?."
Riko pun membuka matanya dan perlahan menatap orang asing itu.
"He,jadi sekarang kau berganti tempat dengannya ya?."
"Kalau begitu,aku akan benar-benar melenyapkan mu sekarang."
Wush....
Orang itu pun langsung melesat mengarahkan pukulannya ke arah wajah Riko.
Bug...
"Hmp?..."
Riko pun berhasil menahannya.
"Lumayan..."
Set..
Orang itu pun langsung menjauh.
"Sekarang giliran ku."
Wush....
Riko pun langsung melesat sambil dia mengeluarkan sihir api di tangannya,dan mengarahkan api itu ke orang itu.
"Hmp...."
Set...
Duarrrr
Orang itu pun berhasil menghindar,dan Riko malah membuat lubang besar di tanah.
"Kekuatan yang luar biasa."
Ucap nya sambil melihat tanah yang hancur dan berlubang akibat serangan Riko.
"Diamlah,supaya aku bisa membunuhmu dengan cepat."
Ucap Riko dengan tatapan yang dingin kearah orang itu.
"Coba saja kalau bisa."
Pertempuran pun terjadi.
Dan disaat Riko sedang bertarung, disisi lain Edwin yang sedang bertemu Robert yang sedang membawa tubuh Roy yang terluka parah.
Tubuh Roy pun langsung di baringkan di atas tandu.
"Apa yang sebenarnya terjadi Robert?."
Tanya Edwin.
"Edwin,aku tidak mau membuat mu menjadi gila akibat peryataan ku ini."
"Apa maksud mu?."
Robert pun langsung menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
"Jadi begitulah awal mula semuanya terjadi."
"Riko....,"
"Maafkan aku,tapi sepertinya kau memang harus menerima fakta ini."
"Kalau begitu biarkan aku melihat sendiri fakta itu."
Edwin pun langsung menaiki kudanya dan bergegas pergi ke tempat Riko berada.
"......"
Dan Robert hanya bisa terdiam dan tidak menghentikan Edwin.
"Riko....."