Reincarnated Into Another World

Reincarnated Into Another World
Tidak Terkendali



Pertarungan yang begitu sengit pun masih berlanjut, pertarungan antara orang terkuat memang selalu membuat kehancuran yang begitu besar,dan itulah yang terjadi saat ini yang dimana setiap bangunan hancur dan runtuh akibat pertarungan itu.


"Dark ball."


Wush...


Duarrr...


"Rasakan ini."


Ting!....


Grarrr...


"Sial,dia tidak mau berhenti."


Disini lain Riko yang saat ini sedang terpojok dan berusaha untuk bertahan dari serangan Marcel yang hendak membunuhnya.


"Keluarlah kau,dasar iblis!!."


Teriak Marcel sambil dia terus melakukan serangan, untuk menghancurkan dinding batu yang dibuat oleh Riko untuk melindungi dirinya.


"Kak Marcel apa kau bisa tenang sedikit,aku bisa membicarakan semuanya ini jadi hentikanlah."


"Aku tidak akan percaya dengan perkataan mu itu."


Ting!


Ting!


Ting!


"Riko dimana kau!."


Tiba-tiba saja dari arah belakang Riko,terdengar suara teriakan dari Sarah yang sedang memanggilnya.


"Sarah?."


Riko pun langsung memalingkan wajahnya ke belakang,dan melihat Sarah yang sedang mencari-cari nya.


"Riko,dimana kau-"


Sarah pun tanpa sengaja melihat kearah kirinya dan melihat Riko yang sedang terjebak didalam penghalang itu.


"Riko?!."


Setelah mengetahui itu,Sarah pun langsung lari menuju Riko.


"Sarah."


Ucap Riko sambil kedua tangannya,menempel di penghalang itu.


"Riko."


Ucap Sarah sambil kedua tangannya, menempel di penghalang itu.


"Syukurlah kau tidak apa-apa."


Ucap Riko sambil merasa lega dengan apa yang terjadi.


"Riko?,apa yang sedang terjadi disana? apa kau tidak apa-apa?."


Tanya Sarah sambil dia memasang wajah khawatir dan takut sesuatu terjadi pada Riko.


"Tenanglah,aku tidak apa-apa."


"Syukurlah,tapi Riko dibelakang mu itu-"


"Sial!."


Ting!


Ting!


"Bukankah,itu suara kak Marcel?."


"Ya,kau benar itu suara kak Marcel."


"Apa yang sedang terjadi dengannya?, sepertinya dia sangat marah."


"E....,aku tidak tau harus menjelaskannya seperti apa."


"Hm?..."


"Kita sudah sampai tuan."


"Turunkan semua pasukan,dan suruh mereka mengelilingi penghalang ini."


"Baik tuan"


Edwin pun sampai di tempat penghalang itu berada.


"Riko dima kau?."


Ucap Edwin dalam hati sambil melihat kanan dan kirinya.


Untuk saat ini posisi dari Edwin adalah, berada di selatan sedangkan Riko,Marcel,Naila dan Sarah berada di timur,dari penghalang itu.


"Sudah cukup bermain mainnya,aku akan benar-benar serius kali ini."


"Jadi begitu,selain ingin membunuh orang tidak bersalah kau juga berniat membunuh seorang keturunan kesatria."


"Kita ini sama,tapi hanya sedikit perbedaan di antara kita."


"Bersiaplah."


Orang asing itu pun membuat sebuah Dark ball yang sangat besar.


"Kau,apa kau ingin menghancurkan seisi penghalang ini!?."


Tanya Roy sambil dia memasang wajah kaget karena melihat Dark Ball yang begi besar.


"Mungkin,tetapi aku hanya ingin membunuh mu."


Orang asing itu pun setelah membuat Dark Ball sebesar itu,dia langsung menyusutkan nya walaupun begitu kekuatan nya masih sama seperti ukuran sebelumnya.


"Rasakan ini."


"Cih!, penghalang!."


Dark Ball itu melesat sangat cepat ke arah Roy.


Shthsthst....


Roy dengan seluruh kekuatannya, berusaha menahan serangan itu akan tetapi Roy tidak bisa menahannya terlalu lama.


"Sial!."


Duarrr...


"Hmp,masih hidup rupanya."


"Kalau begitu."


Wush....


"S-sial,hampir saja."


"Hah!."


"Selamat tinggal."


"Argh..."


"K-kau,dasar bajingan!."


"Maafkan aku."


Sing!.


Suara benda tajam yang keluar dari perut Roy.


Bug


Tubuh Roy pun terjatuh ke tanah dengan berlumuran darah.


"Baiklah sekarang giliran aku membunuhnya."


"Penghalangnya, menghilang!."


"Semua pasukan maju kedepan,dan liat situasi disana."


"Baik!."


Pasukan Edwin pun mulai maju ketika penghalang yang dibuat Roy menghilang seketika.


"Ada apa ini?, penghalangnya menghilang!."


"Hiya!!"


Brug...


Diding batu yang dibuat oleh Riko pun hancur,karena terus menerima serangan dari Marcel.


"Riko di belakang mu!."


"Hah!."


"Hiya!"


Marcel pun mengayunkan pedangnya dan hendak menebas kepala Riko.


"Matilah!."


Wush...


"Hah!."


Brug


"Aaargh!..."


Tiba-tiba saja Marcel terpental secara tiba-tiba.


"Yang boleh membunuhnya hanya aku saja."


"K-kau."


"Sekarang waktunya untuk mu ke neraka."


"Tunggu!."


Sarah pun secara tiba-tiba berada di depan Riko,dan menghadang orang asing itu membunuh Riko.


"Hmp?."


"Aku tidak akan membiarkan mu melakukan itu!."


"He...,hahahaha!!..."


"Dasar,kau membuatku tertawa."


"Kalau begitu aku akan membunuh kalian berdua."


"Tunggu!."


Orang asing itu pun melakukannya,dia menembak Sarah yang di depannya menggunakan sihir Dark Ball miliknya.


"....."


Duarrr....


Karena Riko memiliki fisik yang kuat,dia tidak mati begitu saja akan tetapi Sarah yang menjadi tamengnya harus mati dan menjadi butiran debu.


"......"


Riko pun berusaha bangkit dan melihat apa yang terjadi.


"Sarah..."


Ucap Riko sambil dia melihat kearah depan.


"Sayang sekali tapi dia telah mati begitu saja."


"A-apa katamu?."


"Yang ku katakan bahwa dia telah mati akibat melindungi mu."


Riko pun begitu kaget dan amarahnya pun bergejolak dalam tubuhnya.


"Kau,... dasar iblis..."


"Yang iblis adalah kau."


"Kalau saja dia tidak dekat dengan mu,mungkin dia masih bisa selamat dan menjalani hidupnya lebih lanjut."


Riko pun yang tidak bisa mengendalikan amarahnya,dia langsung mengeluarkan aura yang begitu kuat dan mengerikan.


"Aura apa ini!?"


"Tuan, sepertinya di depan sana ada iblis"


"Cepat kesana!."


"Baik!."


"He,apa kau marah?."


"Diamlah,aku kan membunuh mu."


"Kalau begitu coba lah."


Wush....


Mereka berdua pun bertarung dengan kecepatan pergerakan yang tidak bisa dilihat oleh mata.


Bummm.


Bag


Big


Bug


crying...


Suara Dark Ball sesat sebelum di tembakan.


Wush...


Duarrr


Bumm


Bumm