
Wush......
Pagi yang cerah dengan udara yang segar.
Arena latihan,kediaman keluarga Ken
"Baiklah sekarang ini,kau telah menguasai 3 elemen dasar di tingkat sihir tahap satu"
"Hm.."
"Sekarang kau harus menguasai 2 elemen,di sihir tahap dua ini"
"Bagaimana caranya?"
"Kau seharusnya sudah tahu,kalau cara menggunakan sihir adalah,dengan membayangkan konsep dari sihir itu"
"Dan setelahnya,kau hanya perlu mengalir kan energi mana mu ke tangan mu,dan terakhir..."
Tiba - tiba sebuah bola api seukuran sedang,muncul di telapak tangan milik ayahnya Riko.
"Wow!...,hebat"
"Sekarang giliran mu Riko"
"Baiklah"
Riko pun mencobanya
"Pertama tama adalah,membayangkan konsep sihir yang ingin di pakai"
Riko pun memfokuskan pikirannya, untuk memikirkan konsep sihir elemen api yang ia ingin gunakan.
"Konsep elemen api..,awal mula terbentuknya api adalah dengan adanya unsur bereaksi yaitu oksigen,bahan bakar dan sumber panas"
"Hmm....,dia sangat serius rupanya"
"Baiklah aku sudah paham,sekarang saatnya mengalirkan mana dan..."
"Bola api!!"
Tiba - tiba sebuah bola api muncul di telapak tangan riko.
"Akhirnya,ayah lihatlah"
"Bagaimana mungkin,bola api yang kau keluarkan berwarna biru,dan itu adalah elemen api tahap kedua"
Edwin pun kaget melihat,Riko mengeluarkan elemen api biru tingkat tinggi.
"Eh...."
"Sial kenapa bisa begini!"
Riko pun bingung apa yang ia lakukan, padahal dia saat ini adalah seorang penyihir tingkat satu.
"Riko ke marilah,ayah akan melihat seberapa besar energi mana mu"
"Baik....ayah"
Edwin pun melihat energi mana milik Riko, menggunakan mata pendeteksi.
Mata pendeteksi atau yang disebut mata Idra,mata yang mampu melihat seberapa besar energi mana seseorang dengan mudah,tetapi di dunia ini tidak semua mahkluk memiliki mata ini,tetapi ada kristal yang bisa mendeteksi energi mana yang di sebut kristal pors.
"Apa ini!?....,energi mana miliknya sangat besar,bahkan energi mana nya begitu tenang"
"Ada apa ayah?"
"Riko!..apa yang terjadi dengan mu?"
"E....apa yang ayah maksud?
"Riko!.....tidak tapi siapa!?"
Edwin mencurigai keberadaan Riko anaknya,bahwa dia sebenarnya bukan Riko yang ia besarkan sejak kecil.
"Apa maksud ayah?"
"Aku sama sekali tidak mengerti?"
"Siapa kau sebenarnya?"
"Dimana Riko!....,dimana dia!?"
"Sial,apa yang harus aku lakukan sekarang...."
Ada seorang pelayan tiba - tiba berlari ke arah Edwin dan Riko.
"Tuan besar gawat!!"
"Ada apa Rachel"
Rachel adalah seorang pelayan lelaki tinggi,dan memiliki tubuh yang ideal dan juga dia adalah pengawal Edwin Ken,yang memilki seni beladiri yang hebat.
"Para iblis dan monster,mereka mulai bergerak!"
Keluarga Ken,adalah keluarga bangsawan yang memiliki tugas untuk mengawasi gerak gerik,para iblis dan juga monster yang ada di selatan.
Dan juga dengan tingkat ilmu strategi berperang yang baik, keluarga Ken di beri wewenang atas pasukan kerajaan yang ada di ibukota Yurius.
"Apa!...tidak mungkin..."
"Dan juga yang mulia raja, memanggil anda untuk segera pergi ke kerajaan"
"Cih!..."
"Baiklah,kita bersiap untuk berangkat"
"Riko..."
"Beritahu ayah, semuanya saat ayah pulang nanti"
"Ba - baiklah ayah..."
Edwin pun pergi bersama Rachel ke kerajaan.
"Sial,hampir saja"
"Dan juga sepertinya Ayah sudah mencurigai aku"
"Tu - tuan Riko"
"Ada apa?"
"A - aku membawakan minum"
"Baik,ke marilah"
Lily adalah seorang pelayan wanita,yang seumuran dengan Riko,dia sudah sangat dekat dengan Riko saat usia mereka berdua 6 tahun.
Lily pun berjalan kearah Riko sambil membawakan minum.
"Ini tuan"
"Terimakasih Lily"
"Hei Lily menurut mu, apakah ada yang berbeda dengan ku?"
"Berbeda?..."
"Tidak lupakan saja"
Lily pun terus melihat Riko yang sedang minum.
"Ada apa?
"Eh..."
"Eng - engga"
"?..."
Kerajaan Rigel Ibukota Yurius
"Yang mulia,tuan Edwin sudah datang"
"Suruh dia masuk"
"Baik yang mulia"
Pintu ruangan raja pun di buka,di sana Edwin dan pelayanannya berjalan menghadap sang raja.
"Yang mulia,saya kemari atas panggilan anda jadi saya siap melaksanakan apa yang mulia perintahkan"
"Baiklah, sekarang ini para monster dan iblis mulai bergerak di selatan jadi aku ingin kau dan pasukan mu untuk pergi ke sana dan melihatnya"
"Baik yang mulia"
"Sebisa mungkin jangan biarkan,mereka bergerak menuju desa yang ada di dekat sana"
"Saya akan usahakan itu"
Setalah itu Edwin keluar dari ruangan raja,dan bersiap untuk berangkat ke selatan.
"Seluruh pasukan sudah siap tuan"
"Baiklah, saatnya berangkat"
Edwin dan pasukannya pun berangkat dari kerajaan ke arah selatan.
"Apa tuan baik - baik saja?"
"ya"
"Hei Rachel"
"Ada apa tuan"
"Kau sudah tau bukan,bahwa jika seseorang memiliki energi mana yang melebihi batas maksimal dari yang seharusnya,akan terjadi apa?"
"Ya,energi mana miliknya tidak akan stabil dan juga dia akan mati karena memiliki energi mana yang berlebihan,dari batas wajar"
"Yang kau bicarakan memang benar,tetapi..."
"?..."