
Kediaman keluarga Ken, ruangan perpustakaan.
"Tidak ku sangka, ternyata rumah ini memiliki perpustakaan yang begitu besar.."
"Baiklah sekarang waktunya aku untuk mempelajari tentang dunia ini..."
Riko pun mulai mengambil buku tentang awal mula terjadinya perang yang terjadi lima ratus tahun yang lalu,yang dimana pada saat itu manusia berperang melawan pasukan iblis dan monster.
"Ternyata di dunia ini ada iblis nya"
"Manusia berhasil memukul mundur para iblis dan monster dari peperangan"
"Akan tetapi,setelah itu manusia mulai memasuki era perubahan"
Era perubahan, yaitu pada tahun enam ratus bulan okgus kalender kerajaan Yurius pada Era itu manusia memulai perubahan yang dimana, mereka mulai membunuh ras ras yang bersangkut paut terhadap para iblis dan monster.
Tidak hanya itu pada era perubahan,manusia pun ada beberapa dari mereka yang di asing kan bahkan di bunuh, karena di curigai mereka memiliki hubungan dengan iblis dan monster.
"Di curigai?"
"Permisi"
Tiba tiba ada seorang yang datang dan menghampiri Riko.
"Sepertinya saya bisa menjawabnya tuan..."
"Kalau tidak salah namanya...."
"Iya,celis"
Celis dia adalah seorang lelaki penjaga perpustakaan.
"Jadi,apa tuan ingin mendengar jawabannya?"
"Tentu saja"
Celis pun menjelaskan kenapa mereka bisa di curigai,dan dibunuh begitu saja.
"Begitu rupanya"
"Jadi pada saat peperangan berlangsung, ternyata ada juga manusia yang bersekutu dengan para iblis nya"
"Anda benar,maka dari itu mereka yang bersangkutan dengan iblis akan di asing kan bahkan di bunuh"
"Oh iya.."
"Ada apa tuan?"
"Apa kau tau sesuatu tentang Lily?"
"Lily?.."
"Ya"
Ting! ting! ting!...
Bum...
wush....
Peperangan yang begitu sengit,membuat para pasukan dan Edwin harus mengeluarkan seluruh kekuatan mereka.
"Cih...!!"
"Mereka begitu banyak.."
"Rasakan ini"
"Membentuk lingkaran sihir.."
"Kalian semua mundur lah"
Edwin pun melakukan lingkaran sihir,dan hendak melakukan serangan ledakan penghancur.
"Rasakan ini!!!.."
Duar.....!!
Suara ledakan yang begitu besar,membuat tempat disekitarnya menjadi hancur.
"Apakah berhasil?.."
Rarr....
"Sial!!.."
"Huh...hah.....huh...."
"Energi mana ku terkuras lumayan banyak"
"Tuan!.."
"Apa kita akan mati di sini ?"
Rarr....
"Tuan lihatlah!"
Tiba tiba para monster pun berhenti menyerang dan mereka,malah berjalan pergi dari arah desa.
"Apa yang terjadi"
"Tuan sepertinya mereka semua mulai pergi dari desa"
Rarr....
"Kakek,kenapa dengan para monster itu?.."
"Sepertinya akan ada sesuatu yang terjadi"
"Jika tuan ingin mengetahui identitas dan informasi dari setiap pelayan yang ada di kediaman ini"
"Silahkan baca buku ini"
Celis pun mengambil buku informasi para pelayan yang bekerja di kediaman keluarga Ken,dan memberikannya ke Riko.
"Terimakasih celis.."
"Sama - sama, kalau begitu saya permisi dulu"
"Baiklah"
Riko pun membuka buku itu,dan mencari halaman tentang identitas dan informasi Lily.
"Ketemu..."
Riko pun membacanya.
"Begitu rupanya..."
"Sekarang aku tau apa yang harus aku lakukan.."
"Akhirnya ketemu"
"Lily!"
Lily yang saat itu sedang menyiram tanaman bunga yang ada di taman,pun mendengar suara Riko yang memanggilnya dan membalikan badannya kearah Riko.
"Akhirnya.."
"A - ada apa tuan?"
"Maafkan aku,tentang yang sebelumnya..."
"Ti - tidak itu adalah salah ku..."
"Baiklah..."
"Lily,apa kau percaya dengan ku?"
"Apa maksud tuan?"
"Aku akan membantumu supaya bisa menggunakan sihir"
"Tapi..."
"Percayalah pada ku..."
"Aku tidak akan membohongi mu aku berjanji,atas nama keluarga ku"
"Tuan,jika kau berjanji atas nama keluarga mu"
"Berarti..."
"Ya,jika aku berbohong maka aku akan menerima hukuman berat dari keluarga ku"
"Tuan...., terimakasih"
Lily pun menangis akan hal itu.
"Lily...."
"Hm..."
"Aku tidak tau apa yang terjadi"
Kakek Shog berjalan menghampiri Edwin.
"Sepertinya akan ada sesuatu yang terjadi.."
"Sesuatu?"
"Benar,para monster tidak mungkin pergi begitu saja saat dalam peperangan"
"Jadi apa yang akan terjadi"
"Kembalilah.."
"Kenapa?"
"Keluarga mu sedang dalam bahaya..."
"Apakah!?.."
"Semuanya kita kembali ke kediaman ku sekarang"
"Baik!"
"Tuan Shog,saya pergi dulu"
"Tunggu..."
"Ada apa?"
"Mereka ke sana pasti mengincar sesuatu"
"Cih!..,saya pergi dulu..."
Edwin dan pasukannya pun menaiki kuda dan bergegas kembali ke kediaman miliknya.
"Baiklah sekarang aku ingin kau untuk fokus merasakan energi mana mu"
"Ba - baiklah..."
"Baiklah sekarang giliran ku.."
Riko pun dengan diam diam memberikan sedikit energi mana nya ke Lily.
"Bagaimana apa kau merasakannya?"
"Ya,aku merasakannya..."
"Dia begitu senang..."
"Ada sesuatu..."
Wush...
"Tuan,ada apa?"
"Sepertinya aku merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi..."
Tiba-tiba angin berhembus kencang disertai awan hitam.
"Sepertinya akan ada badai tuan..."
"Semoga saja hanya badai biasa"
"Maksud tuan?"
Duarrr.....
"Tuan apa yang terjadi!?"
"Lily,tetap di belakang ku!"
"Ba - baiklah!"
"Dinding batu!"
Duarrr.....
"Ha..ha..ha...ha....!!"
"Apa itu!"
"Mata Idra"
"Apa apan ini, energi mana miliknya bergejolak dan begitu banyak!"
"Tuan Riko!"
"Pergi dari sana!"
"He.., rasakan ini bola api!"
Dalam sekejap bola api itu mengenai penjaga yang memanggil Riko tadi.
Bumm...
"Hah...!"
"Api hitam?.."
"Tuan, apakah itu iblis?.."
"Hei Lily,aku akan memancingnya"
"Setelah itu kau bergegas pergi lah.."
"Tapi tuan..."
"Tidak ada tapi!.."
"Baiklah"
"Rasakan ini,Sambaran petir!!"
Sebuah petir merah pun menyambar iblis itu.
"Sekarang lari lah!!"
Lily pun lari dan pergi.
"Berani sekali kau rupanya.."
"He...."