
Dua hari kemudian, setelah keberangkatan Edwin dan pasukannya dari kerajaan Yurius ke selatan, untuk memantau gerak gerik para iblis dan monster.
"Tuan kita sudah sampai di desa Cadiz"
Edwin dan pasukannya pun sampai di desa Cadiz,sebuah desa yang ada di selatan,dan setiap warganya adalah ras Elf dan Manusia setengah hewan.
Dua ras tersebut adalah penghuni asli desa Cadiz,yang sudah ada sejak kepemimpinan raja kerajaan Yurius ke 109,yaitu raja Rone Yun.
Edwin dan Rachel pun turun dari kereta kudanya,dan berjalan ke arah desa.
"Kita harus mengevakuasi warga yang ada di sini"
"Baik tuan"
"Ada apa?"
"Ya,ada apa?"
"Bukan kah itu pasukan kerajaan?"
Warga desa pun bingung atas kehadiran pasukan kerajaan,yang tiba tiba datang ke desa mereka.
"Apa yang terjadi disini?"
Seorang kakek tua datang menghampiri Edwin.
"Hm?.."
"Apa kau yang memimpin pasukan ini?"
"Tentu,..salam kenal saya adalah Edwin Ken"
"Saya datang kemari,karena para iblis dan monster,mulia bergerak dari wilayah pengawasan"
"Begitu rupanya"
"Kalau begitu perkenalkan nama saya,adalah Shog,Shog Cen"
Shog Cen adalah,seorang tetua dari ras Elf yang ada di desa tersebut sekaligus kepala desa, umur Shog Cen saat ini adalah 232 tahun,yang dimana dia telah hidup saat zaman peperangan,antara iblis dan monster melawan manusia.
"Salam kenal"
"Jadi datangnya kalian kesini,adalah untuk mengevakuasi kaminya?"
"Tentu,dengan begitu kalian para warga akan selamat"
"Hehehe.....,terimakasih"
"Kalian memang selalu membantu kami dari sejak lama"
"Sama - sama"
"Hehehe.....,aku jadi teringat saat raja kalian yang bernama Rone Yun"
"Mereka mambantu kami dari kepunahan,dan juga dia lah yang memberikan desa ini sebagai tempat tinggal kami"
Rone Yun,dia adalah seorang raja ke 109 yang merajai kerajaan Yurius,saat memasuki era perubahan dimana para iblis dan monster sudah berhasil di pukul mundur oleh manusia.
Ras yang memiliki hubungan dengan iblis dan monster,mereka di bunuh dan musnahkan dan saat itu hanya tersisa ras dari kalangan Engloid.
Engloid sendiri adalah ras gabungan,atau bisa dibilang mereka adalah persatuan ras dari ras Elf, Manusia setengah hewan dan ras Cylis.
"Kakek....!!"
Seorang anak kecil yang berlari sambil berteriak sepertinya,dia adalah ras manusia setengah hewan,dan dia tidak jauh dari tempat Edwin dan Shog sedang bicara.
"Siapa itu?"
"Dia adalah murid ku"
"Murid anda?"
"Hm...,namanya adalah Sely"
"Hah...huh...hah...huh...."
"Kakek.....kenapa ada banyak pasukan kerajaan disini?"
Sely dia adalah seorang anak perempuan dari ras manusia setengah hewan, umur dia saat ini memiliki perbedaan umur 1 tahun lebih muda dari Riko yaitu 11 tahun.
"Tenanglah kami kemari hanya untuk,mengevakuasi kalian"
"Karena para iblis dan monster,kemungkinan mereka akan menyerang desa ini"
"Tuan kami sudah mengevakuasi sebagian warga desa"
"Bagus.."
"Tuan Edwin!"
"Ada apa?"
"Para monster, mereka menuju kemari!!"
"Bersiap untuk bertempur"
"Tuan Shog, sebaiknya anda segera mengevakuasi kan diri anda"
"Baik..baik"
"Ayo Sely...kita mengungsi"
"Baiklah...."
Seluruh pasukan kerajaan pun memulai posisi siap tempur,dengan jumlah pasukan sekitar 112,termasuk pasukan pribadi milik Edwin yang berjumlah 5.
"Berapa jumlah monster yang kemari?"
"Menurut laporan, mereka berjumlah tiga ratus monster"
"Termasuk dari monster tingkat kelinci dan tingkat beruang"
"Baiklah sepertinya jumlah mereka mendominasi peperangan"
"Kakek,kenapa kita tidak bantu mereka saja?"
"Hehehe.....,tenang lah bukankah kita sedang membantu mereka sekarang?"
"E....,emang apa yang sedang kita lakukan?"
"Lihatlah"
Para warga desa Cadiz membuat sebuah penghalang,untuk melindungi desa mereka dan juga para ras elf mereka membuat sihir penguat untuk para pasukan yang siap tempur.
"Apa ini?"
"Penghalang?"
"Tubuhku sepertinya lebih kuat dari sebelumnya"
"Tuan.."
"Ya ini adalah sihir penguat tingkat menengah"
"Sepertinya mereka ingin membantu kita,tetapi mereka tidak memiliki skill bertarung"
"Jadi mereka melakukan ini semua"
"Mereka datang!!"
Rrrr....
"Semua bersiap!!"
Rarrr...
Para monster pun mula melakukan serangan,dengan adanya penghalang buatan warga desa para monster tidak bisa menyerang begitu saja,akan tetapi para monster mencoba membobol penghalang tersebut dengan melakukan serangan beruntun.
Duar.....
Wush.....
"Sepertinya mereka dengan jumlah yang besar,mungkin bisa menembus penghalang ini"
"Para monster mereka serentak menyerang langsung ke arah depan"
"Sepertinya kita harus membuat strategi yang baru"
"Semua pasukan kemari lah!"
Edwin memanggil para pasukan untuk berdiskusi,dan membuat strategi untuk menyerang dan bertahan.
Semuanya pun berkumpul...
"Baiklah,saat ini kita masih memilki waktu untuk membuat strategi"
"Penghalang itu,tidak bisa terlalu lama menahan serangan para monster"
"Jadi apa strategi yang akan kita lakukan?"
"Berapa jumlah pasukan yang bisa menggunakan sihir tingkat dua?"
"Hanya ada dua puluh pasukan yang bisa melakukannya"
"Baiklah kita akan melakukan serangan,tetapi tidak secara langsung"
"Karena jumlah kita lebih sedikit dibanding para monster"
"Jadi apa yang harus kita lakukan?"
"Kita akan bagi tiga kelompok"
"Membagi?"
"Ya..."