
"Apa yang ingin kau lakukan dengan ku?..."
"Kau adalah anak dari keluarga Ken bukan?..."
"Dan nama mu adalah Riko Ken..."
"Benar..."
"Kalau begitu perkenalkan namaku adalah Marcel Lext.."
"Dan aku adalah seorang petualang kelas C..."
"Tujuanku disini adalah untuk membawa mu ke guild,yang ada di ibukota kerajaan..."
"Kenapa begitu?..."
"Setelah kehancuran kediaman keluarga milikmu,mereka-..."
"Tunggu,apa katamu?..."
"Kediaman keluarga milikmu telah hancur, akibat ledakan yang besar...."
"Ku kira hanya di dalam penghalang saja yang hancur, ternyata sepertinya-...."
Riko pun tiba tiba berpikir apakah seluruh orang yang saat itu ada di dekat penghalang itu selamat atau tidak.
"Hei, apakah ada yang selamat?..."
"E...."
"Semuanya telah mati...."
Riko pun kaget serta tidak percaya akan perkataan itu.
"Siapa kau,kenapa kau bisa bicara seperti itu?..."
"Namaku adalah Naila Cely,aku juga adalah seorang petualang yang berasal sama seperti nya...."
"Apakah benar begitu?..."
"Ya,dia adalah teman ku..."
"Lima bulan yang lalu,beberapa hari setelah ledakan terjadi ayah mu sampai ke rumah dan saat itu juga banyak sekali pasukan kerajaan yang sedang menyelidiki apa yang terjadi..."
"Lalu bagaimana, apakah ada yang selamat?..."
"Jika kau ingin tau, ikut lah dengan kami ke kerajaan...."
Sarah yang masih duduk seorang diri di dalam,sambil memakan makanannya.
"Mereka!..."
Sakin kesalnya Sarah sampai memotong garpu yang ia pegang.
Akhirnya setelah lama menunggu Sarah pun melihat Riko yang keluar,masuk kembali ke dalam dan berjalan ke Sarah yang sedang menunggu.
"Akhirnya...."
Ucap Sarah dalam hati sambil mengeluarkan perasaan gembira.
"Sarah,bisa kita bicara sebentar..."
Riko pun membicarakan apa yang terjadi barusan di luar.
"Aku harus pergi..."
"Begitu rupanya..."
Sarah pun yang tadinya senang karena Riko kembali,karena penjelasan dari Riko tadi dia jadi merasa sedih.
"......"
Sarah pun terdiam dan membiarkan Riko perlahan pergi.
"Bagaimana apa kau sudah berpamitan?..."
"Kita berangkat sekarang..."
Sesaat mereka ingin berangkat Sarah secara tiba-tiba dia memanggil Riko.
"Tunggu!..."
"Aku akan ikut dengan mu...."
Dengan keseriusannya dia bicara seperti itu dengan sangat yakin,kalau dia tidak akan menghambat mereka.
"Bagaimana?..."
"Walaupun aku bukan siapa-siapa..."
"Akan tetapi aku,adalah teman mu!..."
Sarah mengatakan itu sambil menunjuk ke arah Riko.
"Baiklah,aku akan mengajakmu..."
"K-kalau begitu kita akan berangkat kapan?..."
"Sekarang...."
Dengan demikian mereka pun mulai melakukan perjalanan menuju ibukota kerajaan menggunakan kereta kuda,dan tentunya di luar sana ada organisasi Luguel yang mengincar Riko,jadi apakah mereka akan selamat sampai tujuan.
"Mereka akan pergi ke kerajaan..."
"Kita juga harus bergerak..."
"Baik!..."
"Roy, apakah kau sudah menentukan nya?..."
"Masih belum,untuk saat ini mari kita lihat apakah dia benar-benar seorang wadah dari iblis itu..."
"Baiklah..."
Roy Hadsen dia adalah seorang keturunan kesatria,dan dia adalah anak dari keluarga bangsawan Yang bernama Hadsen,sebuah keluarga bangsawan yang memiliki status Count.
"Luci,untuk saat ini kau lah yang akan mengawasi wadah itu..."
"Baik..."
"Kalau begitu aku pergi dulu..."
Luci pun pergi meninggalkan markasnya,dan menuju ke kerajaan untuk mengawasi Riko yang hendak pergi kesana.
"Ogiro,..."
"Ada apa?..."
"Apa yang akan terjadi jika semua rencana mu berhasil?..."
"Sebelumnya kau sudah tau bukan,kita sebagai bangsa iblis telah mengalami kekalahan saat perang beberapa ratus tahun yang lalu...."
"Dan setelah perang itu kita hanya mengandalkan jiwa jiwa dari mahkluk yang telah mati untuk mengembalikan kekuatan kita"
"Dan saat yang bersamaan, mereka para manusia malah membunuh beberapa ras yang ada dan itu menguntungkan kita..."
"Makanya dari itu,saat ini aku ingin mereka merasakan kesengsaraan dan kesedihan karena aku akan membantai para manusia dan juga ras yang lainnya..."
"Dengan kau membangkitkan nya begitu?...."
"Kau benar,sang raja dari segala raja kegelapan dia adalah Diablo..."
Diablo sang raja kegelapan yang menguasai alam para iblis,dan bahkan dia lah yang memberikan kekuatan ke para iblis dengan kebangkitan Diablo,maka dunia akan mengalami ketidak seimbangan,akibat kekuatan yang besar keluar secara tiba tiba.
"Tapi,kenapa harus anak itu dan juga kenapa harus wadah dari Dyris?..."
"Dyris,dia adalah seorang iblis yang terkuat diantara kalian berdua..."
"Aku tidak tau,mengapa dia bisa kalah dan mati..."
"Tetapi dia sudah sangat berguna,dengan adanya wadah Dyris apalagi wadah itu memiliki kekuatan yang luar biasa,maka itu sudah lebih dari cukup..."
"Ogiro,kau seharusnya tau kami iblis kara tidak akan tunduk kepadamu..."
"Tentu,tetapi setelah kebangkitannya kalian akan tunduk di hadapannya..."
"Cih!..."
Rigo pun pergi dan meninggalkan Ogiro sendiri.
"Sebentar lagi, tunggu lah...."
Ucap Ogiro sambil melihat patung dari Diablo.
"Jadi namamu adalah Sarah Loid nya?..."
"Kalau begitu namaku adalah Naila Cely dan dia, Marcel Lext..."
"S-salam kenal..."
"Perkiraan ku sepertinya kita akan sampai empat hari..."
"Bukanya seharusnya hanya tiga hari sudah cukup?..."
"Untuk saat ini, dikarenakan banyaknya jalan yang menuju ke kerajaan ditutup akibat adanya monster yang berkeliaran..."
"Monster?..."
Ucap Sarah sambil berfikir, seberapa menyeramkan nya monster itu.
"Jika kau ingin melihat monster maka di depan mu lah monster itu..."
Ucap Marcel sembari dia membawa kuda.
"Hahahaha...."
Tung!..
Naila pun kesal dan memukul kepala Marcel hingga benjol.
"Hihi..."
Sarah pun tertawa kecil dan tersenyum,melihat tingkah laku Naila dan Marcel tadi.
"Kenapa?..,sepertinya ada sesuatu yang mengganjal di kepala ku..."
Ucap Riko sambil melihat kearah Sarah yang tersenyum.
Mereka pun terus berjalan tanpa adanya hambatan yang menghalangi mereka,dan sesekali mereka beristirahat dan melanjutkan perjalanan.
Dan akhirnya mereka pun sampai di ibukota kerajaan Yurius.