Reincarnated Into Another World

Reincarnated Into Another World
Pertarungan Antar kedua Keturunan Kesatria



Bumm!...


Duarrr!....


Ting!...


Wush!...


Pertarungan yang begitu sengit antara Roy dan orang asing itu.


"Kau lumayan juga rupanya..."


"Seharusnya kita tidak melakukan ini,tetapi aku tidak ada pilihan lain..."


Ting!...


Roy yang menyerang orang asing itu menggunakan sebuah sihir berbentuk seperti tombak kecil, yang bisa di kendalikan olehnya.


Ting!...


"Aku ingin bertanya sesuatu,kenapa kau melindungi anak itu?..."


Wush...


Bumm...


"Aku tidak melindunginya,aku hanya ingin memastikan apakah dia seorang wadah atau bukan..."


Wush...


Roy yang terus mengindari serangan yang di lontarkan oleh orang asing itu,dan juga orang asing itu terus menghindar serangan yang di lontarkan oleh Roy.


"Dasar naif,kau itu adalah seorang keturunan kesatria sudah wajib bagimu untuk membunuhnya..."


Duarrr....


Mereka berdua pun berhenti saling melontarkan serangan mereka.


"Apa kau bisa merasakan hawa keberadaan yang berbeda, selain hawa keberadaan iblis?..."


"Ya,..aku merasakan hawa yang lain dari dalam tubuhnya..."


"Maka dari itulah aku tidak langsung akan membunuhnya..."


"Kalau begitu bagaimana, apakah kau sudah mengerti?..."


"Tetapi aku tidak peduli soal itu,aku akan tetap membunuhnya..."


Dengan secepat kilat,dia langsung menyerang Roy secara serentak dan membuat Roy kaget dan terpental.


"Sial!.."


Bug!...


Orang itu pun meninju perut Roy,yang membuat Roy terpental jauh.


"Sekarang giliran mu..."


"Hei nak,kau pergilah biar aku yang mengurusnya..."


"Baik..."


Riko,Naila dan Marcel pun lari dan menjauh.


"Aku tidak akan membiarkan mu-..."


Wush...


Tiba-tiba saja sebuah bola api mengenainya.


"Cih!..."


Dengan cepat Robert langsung melakukan serangan beruntun miliknya.


"Inferno!.."


"Menggangu saja..."


Orang itu pun bergerak dengan cepat dan menghindari seluruh serangan yang di lontarkan oleh Robert.


Bumm...


"Hiya!..."


Dengan sihir miliknya dia terus melakukan serangan beruntun.


"Percuma!..."


Tiba-tiba sebuah bola hitam terbentuk di telapak tangan milik orang itu,dan dia mengarahkannya ke Robert.


"Dark ball!..."


"Sial!.."


Duarrr....


"Apa yang terjadi di sana?..."


"Lebih baik kita tidak pergi kesana...."


"Robert pun setelah terkena serangan itu,dia terpental jauh dan tubuhnya mengalami luka yang cukup parah akibat serangan yang ia terima,dan juga akibat tertimbun reruntuhan bangunan.


"S-sial...."


Ucap Robert sambil dia berusaha untuk bangkit kembali.


"Matilah..."


Orang itu pun melakukan hal yang sama seperti sebelumnya.


Wush...


"Hmp?.."


Tombak sihir milik Roy pun menyerang ke arah orang itu.


Ting!....


Dia pun berhasil menangkis nya dengan menggunakan penghalang.


"Seorang keturunan kesatria,tidak mungkin membunuh manusia yang tidak bersalah..."


Ucap Roy sambil dia melayang dia atas langit.


"Kau sudah berbuat sesuatu yang menjelekkan nama seorang kesatria..."


"Maka dari itu,aku akan membunuhmu..."


"Coba saja kalau bisa..."


"Kuil Sakuna..."


Tiba-tiba saja sebuah lingkaran sihir yang besar muncul dan mengeluarkan kuil yang besar.


"Apa kau akan melawanku menggunakan monster itu?..."


"Kau adalah ancaman,maka dari itu aku akan memusnahkan mu hingga inti jiwa milikmu..."


"Hmp.."


Orang itu pun juga melakukan sesuatu untuk bersedia melawan Roy.


"Keluarlah,...Grok.."


Tiba-tiba saja lingkaran sihir pun muncul, dan dalam lingkaran sihir itu ada sesosok monster berkaki dua,sambil membawa sebuah tongkat besar dan dengan tubuh besar muncul.


Roy pun melakukan hal yang sama,dia pun mengeluarkan sesosok monster yang ada di dalam kuil itu.


"Keluarlah,Zamus!..."


Seekor monster besar pun muncul, tubuhnya yang diselimuti oleh api dan dia membawa sebuah pedang di tangannya.


"Dengan pedang itu,aku akan menghilangkan mu dari dunia ini selamanya..."


"Hmp, buktikanlah..."


Grarrr...


Monster yang mereka panggil pun mulai saling menyerang satu sama lain,dan juga Roy pun mulai bertarung dengan orang asing itu.


"Sepertinya kita sudah lumayan jauh...."


Ucap Naila yang napasnya tergesa-gesa akibat kelelahan berlari.


"Kita sudah ada di ujung penghalang ini rupanya..."


Riko pun mengatakan itu,sambil memegang penghalang itu.


"Penghalang ini sangat kuat..."


Ucap Riko sambil meraba penghalang itu.


"Oi!..."


"Hmp?..."


Riko pun berpaling dan melihat Marcel yang mengeluarkan pedangnya,dan hendak membunuh Riko.


"Marcel apa yang ingin kau lakukan?..."


Tanya Naila sambil melihat kearah Marcel yang ada di sampingnya.


"Aku akan membunuhnya,dia adalah dalang dari semua ini jika dia tidak ada disini maka semua ini tidak akan terjadi..."


Gertak Marcel sambil memasang raut wajah yang sedang kebingungan dan ketakutan.


"Tunggu,aku bisa menjelaskan semuanya..."


"Matilah!..."


Marcel pun dengan serentak maju dan mengarahkan pedangnya ke arah kepala Riko.


"Cih!..."


Riko pun langsung dengan cepat membuat dinding batu gros untuk melindunginya dari serangan Marcel.


"Dasar sialan!..."


Dengan segala cara Marcel terus melakukan serangkaian serangan untuk menghancurkan dinding batu itu.


"Hiya!.."


Ting!


Ting!


Ting!


"Sial,apa yang harus aku lakukan sekarang..."


Riko pun bingung karena posisi dia saat ini sedang terpojok dan tak ada jalan untuk keluar.


Ting!


Pertarungan yang begitu sengit, hingga bangunan bangunan yang ada di sekitarnya hancur dan tanah pun menjadi retak dan ambles kebawah.


"Dark ball..."


Wush...


Orang asing itu terus mendesak Roy dengan dark ball miliknya.


Duarrr....


Roy berhasil menghindarinya.


Kerajaan


"Yang mulia gawat!..."


Seorang penjaga kerajaan pun masuk keruangan tahta raja,sambil membukukan kepalnya.


"Apa apa penjaga?..."


Ucap sang raja sambil dia duduk di singgasana miliknya.


"Saat ini di ibukota sedang terjadi pertarungan dahsyat!..."


"Pertarungan apa yang kau maksud?..."


"Menurut para pengintai,Riko Ken anak dari Edwin Ken saat ini dia sedang ada di ibukota,akan tetapi secara tiba-tiba saja muncul aura kebenaran iblis yang memancing kegaduhan di ibukota...."


"Apa katamu,Riko Ken..."


"Dia sudah ditemukan?..."


Tanya raja sambil memasang raut wajah kaget dan bingung, ternyata Riko Ken masih hidup hingga saat ini dan kenapa dia bisa hidup.


"Benar yang mulia..."


"Dan siap yang kau maksud kegaduhan yang terjadi di ibukota saat ini?..."


"Roy Madsen, beliau juga ada di ibukota saat ini saya tidak tau pasti tujuan beliau apa,akan tetapi beliau saat ini sedang bertarung dengan orang asing yang saya tidak kenal yang mulia...."


"Roy Hadsen,kenapa dia disini?..."


Tanya raja dalam hati.


"Bagaimana situasi saat ini?.."


"Sebuah penghalang besar muncul di tengah ibukota,dan penghalang itu sepertinya dibuat oleh Roy dan sat ini dia sedang bertarung di dalam penghalang itu...."


"Apa para warga selamat?...."


"Menurut para pengintai,hanya ada Roy Hadsen,orang asing,Riko Ken dan ketua guild dan dua petualang kelas C...."


"Jadi dimana para warga yang di dekatnya saat ini?..."


"Menurut para pengintai,mereka di teleportasi kan oleh Roy Hadsen keluar dari penghalang itu...."


"Begitu rupanya,kalau begitu siapkan para pasukan untuk berjaga di sekitar penghalang itu..."


"Baik!..."


Ruangan Edwin Ken saat ini


Tok!


Tok!


Tok!


"Siapa?..."


"Saya penjaga kerajaan ingin memberi tahu informasi tentang anak anda tuan..."


"Anak ku?!.."


Ucap Edwin sambil dia berdiri dan menepuk meja miliknya.


"Masuklah...."


"Baik!.."


Penjaga itupun membuka pintu dan mendekati meja Edwin.


"Jadi bagaimana?..."


"Anak anda saat ini sedang berada di ibukota..."


"Apa katamu?!.."


Ucap Edwin sambil terkaget dengan perkataan penjaga itu.


"Saat ini anak tuan Riko Ken,sedang berada di dalam penghalang yang muncul di tengah ibukota..."


"Penghalang?,kenapa bisa ada penghalang di ibukota?..."


"Menurut para pengintai,hawa keberadaan iblis tiba-tiba saja muncul dan memancing keributan yang terjadi,dan penghalang itu di buat oleh Roy Hadsen yang sedang bertarung melawan orang asing disana..."


"Apa kita ada perintah dari yang mulia?..."


"Ya,kita di suruh untuk pergi ke ibukota untuk berjaga di sekitar penghalang itu..."


"Pas sekali,kalau begitu mari kita bersiap dan berangkat...."