
".....Apa yang terjadi?...."
Tanya Riko sambil dia perlahan membuka matanya.
"Dengar lah ini..."
"Suara itu..."
"Sampai waktunya tiba,kau akan terus menjadi ancaman dunia ini,jadi aku ingin kau berhati-hati."
"Apa maksud mu?..."
"Waktuku sudah habis, sekarang untuk sementara aku tidak bisa mengambil alih tubuhmu."
Dyris pun setelah mengatakan itu,dia pun mengembalikan kesadaran Riko dan pergi begitu saja.
".......Apa, dimana ini?..."
Tanya Riko yang saat ini dia berada di tempat yang dia tidak ketahui.
Riko pun berusaha bangun.
"Adah...adah....adah,kepala ku terasa sakit sekali."
Ucapnya sambil memegang kepalanya.
"Ha?..."
Riko pun kaget melihat sekelilingnya hanya ada pepohonan.
"Dimana ini?."
Tanya ya dengan rasa bingung.
"......"
Riko pun berusaha mengingat apa yang sudah terjadi sebelumnya.
"...... Sepertinya saat ini,aku tidak bisa kembali lagi ke kerajaan maupun ke desa."
"Tidak ku sangka, ternyata diriku ini telah menjadi wadahnya...."
"Cih!,dasar iblis sialan!."
Ucap Riko dengan rasa kesal.
".....Untuk sekarang lebih baik aku mencari tempat untuk berteduh."
Riko pun mulai berjalan dan mengelilingi tempati itu,dan mencari sebuah tempat untuk berteduh.
Riko pun terus berjalan dan berjalan,hingga dia berhenti akibat melihat sesuatu.
"Hm?."
"Apa itu?."
Tanya nya dengan rasa penasaran.
"Tunggu,lebih baik aku membiarkannya karena saat ini aku tidak bisa bertarung untuk sementara waktu."
Riko pun mengabaikannya dan pergi begitu saja, hingga akhirnya mahluk itu pun menyadari keberadaan Riko.
"Rrrr..."
"Ha?."
Mahluk itu pun secara tiba-tiba berada tepat di belakang Riko.
"A-apa yang-.."
"Rarrr!!...."
Monster itu pun langsung melakukan serangan dan membuat Riko terpental.
"Aaargh..."
Brug....
"Graarrr!!..."
"C-cih."
Riko pun berusaha bangkit kembali.
"Baiklah, sepertinya tidak ada pilihan lain."
Wush....
Dengan kecepatan yang luar biasa,Riko melesat dan menyerang monster itu dengan sekali pukulan di dadanya.
"Raaarrrrr!!!....."
Monster itu pun langsung terpental jauh hingga menubruk beberapa pohon dan tebing.
Brug...
"Hah....heh...huh...."
"Tidak ku sangka akan membuat ku kelelahan seperti ini."
Ucapnya dengan nafas tergesa-gesa akibat kekurangan energi mana.
"Entah kenapa, sepertinya aku merasakan tubuh ku seperti lebih kuat dari sebelumnya."
Ucapnya dalam hati.
"Rrrr..."
Monster itu berusaha bangkit.
"Baiklah,aku tidak akan membiarkan mu bangkit."
Riko pun dengan segera langsung membuat sihir api di tangannya.
"Matilah!.."
Wush...
Riko pun langsung melemparkan bola api itu kearah monster.
Duarrrr...
"Akhirnya...-"
Brug...
Riko pun terjatuh ketanah.
"......"
Riko pun merasakan kesakitan di tubuhnya akibat dia memaksakan dirinya untuk bertarung.
"S-sial....."
Riko pun akhirnya pingsan.
"Orang ini,dia sebelumnya pernah berada di sini kan?."
"Benar nona."
Annie Mact seorang penguasa di desa Mizar,yang saat ini dia sedang melihat poster dengan wajah Riko di dalamnya.
"Dan ku dengar juga,dia membawa salah satu warga kita."
"Benar nona,dan dia telah tewas akibat melindungi orang itu."
"Cih!,aku tidak bisa memaafkan nya."
Ucapnya dengan perasaan kesal.
"Sekarang bagaimana,apa ada informasi lebih lanjut tentang orang ini?."
"Terus cari tau, jangan sampai orang seperti dia bisa hidup di dunia ini."
"Baik nona, kalau begitu saya permisi."
Pelayan itu pun pergi keluar meninggalkan Annie.
"Riko Ken...."
Ucapnya sambil dia melihat poster tersebut.
"Hm.....hm....."
"Ha!, akhirnya ketemu."
Orang itu pun mengambil tanaman yang ada di depannya.
"Hm..."
"Ha!...,apa ini?....."
Dia pun kaget dan merasakan sesuatu yang membuat bulu kuduknya berdiri.
"Apakah....."
Orang itu mengira bahwa aura keberadaan yang dia rasakan, berasal dari iblis.
"Aku harus mengeceknya."
Orang itu pun bergegas lari dan mencari aura keberadaan itu.
"Hah......huh.....hah...."
Dia pun terus berlari di dalam hutan itu,sambil dia melihat kanan kiri nya.
"......."
"Ha!,di depan sana!."
Ucapnya sambil berlari.
Dan seketika dia pun berhasil menemukan aura keberadaan yang begitu mengerikan,dan membuat dia ketakutan.
"Tunggu..."
Dia pun melihat ada seseorang yang tergeletak di tanah dengan tubuh yang begitu lemas.
"Aku harus memastikannya terlebih dahulu."
Dia pun mulai memeriksa tubuh orang itu.
.......
"Ini sungguh mengejutkan,dia bukan iblis maupun monster..."
"Tapi mengapa dia memiliki aura yang begitu kuat..."
Ucapnya dalam hati setelah dia memeriksa tubuh orang yang tergeletak itu.
"Pantas saja para monster di sekitar desa menjadi mengamuk,jadi ini penyebabnya."
"....."
"Dia mulai sadar,lebih baik aku berjaga-jaga..."
ucapnya dalam hati sambil dia mengeluarkan sebuah pisau di kantung nya.
"S-siapa....di sana?...."
Riko pun perlahan mulai sadar.
"Ada....dah...."
Dengan rasa sakit di seluruh tubuhnya,Riko berusaha bangun.
Sing...
"Ha!?..."
Tiba-tiba saja orang itu pun langsung menodongkan pisaunya ke arah Riko.
"T-tunggu,ada apa?..."
Tanya nya.
"Tetaplah diam,dan jangan bergerak..."
Ucapnya sambil dia mengancam Riko menggunakan pisau miliknya.
"Siapa perempuan ini,dan juga apa yang telah terjadi?..."
Tanya Riko dalam hati sambil dia mengingat-ingat kembali kejadian-kejadian sebelumnya.
"Aku rasa,aku tidak berurusan dengan perempuan di hutan ini."
Ucapnya dalam hati.
"Sekarang beritahu aku identitas mu."
"B-baik..."
Singkat cerita Riko pun memberi tau identitas dirinya.
"Ha!!..."
Sing.
"....."
Perempuan itu pun semakin mendekat kan pisaunya ke arah leher Riko.
"Jadi,....kau adalah wadah iblis...."
Ucapnya dengan rasa takut dan khawatir.
"Hah!..., tangannya bergetar..."
Ucap Riko yang memperhatikan tangan perempuan itu.
"Sepertinya dia ketakutan,dan berpikir kalau aku akan membunuhnya."
"T-tenang lah,aku tidak akan melukai mu...."
Ucap Riko dengan nada bicara yang menyakinkan.
"Aku tidak percaya itu....,dan juga aku akan membunuhmu mu di sini,jadi-..."
"Rarrrrr...."
"......"
Tiba-tiba saja ada seekor monster yang mengaum.
"Aku akan mengatasi mu terlebih dahulu,dan setelah itu aku akan meladeni monster itu..."
Tegasnya dengan tangan yang bergetar dan rasa takut yang luar biasa.
"Tidak sempat."
Ucap Riko yang sudah melihat monster itu tepat berada di belakang perempuan itu.
"Rasakan ini..."
"Cih!, awas..."
"Rarrrrr...."
Riko pun dengan sergap langsung menyelamatkan perempuan itu dari serangan monster.