
Lima bulan setelah serangan iblis yang menyerang kediaman keluarga Ken,dan saat ini Riko yang selamat dari serangan itu berada di sebuah desa yang bernama desa Mariz.
10 Novis tahun 721
Penginapan
"Sudah tujuh hari lamanya setelah kejadian itu..."
Ucap Riko sambil dia berbaring di kasurnya.
"Aku masih tidak tau apa yang sebenarnya terjadi..."
Riko pun mulai mengingat kembali kejadian yang ia alami selama ini,dari mulai dia bereinkarnasi dari Mariko Rai menjadi Riko hingga saat tiba tiba dia ada di suatu tempat yang tidak ia ketahui.
"Tunggu, sepertinya ada yang hilang dari ingatan ku..."
"Tapi apa?..."
Tok!
Tok!
Tok!
"Riko,apa kau di dalam?..."
"Sarah?..."
"Tunggu sebentar!..."
Riko pun bangun dari kasurnya dan berjalan kearah pintu kamar dan membuka pintu itu.
"Sudah kuduga..."
Ucap Riko dalam hati.
"Ada apa Sarah?..."
"Karena sekarang hari libur..."
"B-bagaimana kalau kita jalan - jalan?..."
Saat mengatakan itu kedua pipi Sarah pun memerah.
"Ya,karena kita tidak sempat berjalan jalan saat berkerja..."
"Mungkin bagus,aku akan menerimanya..."
"Benarkah?..."
"T-Tentu...."
Riko pun heran kenapa Sarah tersenyum saat dia menerima ajakannya.
"Baiklah,apa kau bisa tunggu sebentar..."
"Aku akan siap siap dulu..."
"Baik,aku akan menunggumu di luar..."
Sarah pun berjalan pergi keluar penginapan.
"Entah apa yang ada dipikirannya...."
"Tapi kalau jalan jalan,mungkin bisa membuat ku merasa lebih rileks..."
Beberapa saat kemudian.
"Maaf membuat mu harus menunggu..."
"Tida apa apa..."
Sarah tersenyum ke arah Riko saat mengatakan itu.
"Ya, sekarang kita akan kemana?..."
"Bagaimana kalau kita makan terlebih dahulu?..."
"Boleh..."
"Baik, sekarang ikuti aku..."
"Aku akan menunjukan kepadamu tempat makan ter enak di desa ini..."
Riko dan Sarah pun pergi meninggalkan penginapan, dan menuju kesebuah tempat makan yang ada di desa ini.
Saat mereka berdua berjalan,Sarah dia terus melakukan pembicaraan pertama dan Riko yang terus menjawabnya dan mereka berdua seakan akan adalah seorang sahabat dekat.
"Mungkin dia jadi seperti ini karena kejadian itu.."
Ucap Riko dalam hati,dia mengingat sesuatu saat beberapa hari dia ada di desa ini saat hari itu, Riko dan Sarah melakukan pengecekan barang barang milik orang asing yang hendak masuk ke desa itu.
Dan di salah satu orang yang hendak masuk dia membawa sebuah batu sihir yang bisa meledakan dan menghancurkan desa itu,dan saat itu Sarah lah yang berbicara langsung dengan orang asing itu,saat hendak di tangkap orang asing itu melakukan dorongan kepada Sarah yang membuatnya terjatuh ketanah.
Dan orang itu pun mengarahkan sihir yang dikeluarkan oleh nya kearah Sarah,dan dalam sekejap Riko pun membuat dinding batu untuk melindungi Sarah,dan setelahnya orang itu pun berlaga sok kuat dan menantang Riko saat itu juga Riko pun menerimanya dan menghantam orang asing itu dengan gerakan yang cepat.
"Kita sudah sampai..."
Dan ternyata setelah beberapa saat mereka mengobrol dalam perjalanan, mereka pun sampai di sebuah tempat makan yang terletak lumayan jauh dari penginapan.
"Permisi..."
"Silahkan..."
Pelayan yang menyambut mereka pun menyapa mereka dan,menyuruh mereka untuk memilih tempat duduk.
"Bagaimana kalau disini?..."
"Boleh..."
Mereka pun duduk dan memesan makanan.
"Silahkan...."
Makanan pun tiba,dan makanan yang dipesan oleh mereka adalah sebuah sup dan daging kelinci.
"Tunggu, apakah ini daging kelinci?..."
"Apa kau tidak suka Riko?..."
Riko pun secara tidak sengaja meneteskan air mata,karena dia bahagia sekarang ini dia bisa memakan daging kelinci yang ia impikan.
"?..."
"M-maaf,aku sedikit terharu..."
"Apa ini pertama kalinya kau makan daging?..."
"Bisa dibilang begitu...."
Tiba tiba ada seorang yang masuk ke dalam tempat makan yang saat ini Riko dan Sarah ada di dalamnya.
"Permisi..."
"Silahkan..."
Pelayan itupun menyapa orang itu.
"Apa kau melihat orang yang seperti ini?..."
Orang itupun memperlihatkan sebuah poster dengan wajah orang di didalamnya.
"Maaf,mungkin yang anda maksud orang itu?..."
Pelayan itupun menunjukkan jarinya ke arah Riko yang sedang makan.
"Baik terimakasih..."
"Sama - sama..."
"Setelah ini kita akan-..."
"Permisi...."
Orang itupun datang dan menepuk pundak Riko.
"Siapa kau?..."
"Ikut lah dengan kami..."
"Kami?..."
"Tunggu,kau mengganggu waktu istirahat kami..."
Sarah yang merasa terganggu pun mengatakan itu dengan nada marah,dan dia pun memasang wajah yang seakan dia akan membunuh orang yang menggangu mereka itu.
"T-tunggu...."
"Aku kesini hanya untuk melakukan tugas ku..."
Orang itupun mengeluarkan keringat ketakutan,saat mengatakan itu.
"Tugas mu?..."
Ucap Riko sambil memakan daging yang di depannya.
"Ya,aku berasal dari guild yang ada di kerajaan Yurius...."
"Kerajaan?..."
Riko pun terkejut dan berhenti memakan daging kelinci itu.
"Riko?..."
"Bisa kita berbicara berdua saja?..."
Riko pun berdiri dan pergi keluar bersama orang asing itu.
"?...."
Sarah pun mengambil dan melihat poster yang ada di lantai,yang terjatuh dari saku orang asing itu.
"Ngomong ngomong poster apa ini?..."
Setelah mengambil dan melihat poster itu,Sarah pun terkejut karena gambar yang ada di poster itu adalah wajah Riko.