Reincarnated Into Another World

Reincarnated Into Another World
Munculnya Dua Keturunan Kesatria



Ketegangan pun terjadi di ruangan tersebut.


"Apa,apa yang telah terjadi?.."


Ucap Riko dalam hati,sambil berfikir apa yang telah ia lakukan.


"Kau..."


Marcel pun dengan segenap keyakinannya,dia mengayunkan pedangnya dan hendak memenggal kepala Riko.


"Riko!!..."


Teriak Sarah.


"Berhenti..."


"Huh!?.."


Wush...


"Aaa...."


Marcel pun berhasil di hentikan oleh Robert, yang menggunakan sihir angin untuk mendorong Marcel menjauh dari Riko.


"Hei nak,kau ini siapa kau sebenarnya?..."


"Huh?.."


Tiba tiba ruangan Robert yang berada di lantai dua,di serang oleh seseorang.


"Duarrr..."


"Cih!..."


Riko pun dengan refleks nya langsung membuat pelindung yang terbuat dari batu gros.


"Apa yang terjadi?..."


"Apakah ini dinding batu?..."


"Siapa yang membuatnya?..."


Tanya Marcel dan Naila, sedang Robert dia masih tenang dalam situasi ini.


"Sarah kau tidak apa apa?..."


Riko yang memeluk Sarah agar tidak tertimpa reruntuhan atap ruangan,membuat Sarah yang saat itu menjadi salah tingkah.


"A-a-a..."


Wajahnya pun memerah.


"Siapa yang berani melakukan ini?..."


"Tuan Robert kita di serang!!..."


Seseorang dari luar pun meneriaki Robert,dan memberitahu bahwa sekarang mereka sedang di serang.


"Sarah,kau tetap disini..."


"B-baik!..."


"Tuan Robert,dan kalian juga mungkin kalian bertanya tanya apa yang sedang terjadi sekarang..."


"Apa ini ulah mu?.."


"Aku tidak tau siapa yang menyerang kita,tetapi untung saja aku sempat membuat dinding batu gros ini...."


"Apa katamu?,batu gros!?..."


Naila dan Marcel pun kaget dengan ucapan Riko.


"Hiya!.."


Dengan mudahnya Robert menghancurkan dinding batu itu,dan membuat jalan untuk keluar.


"D-dia menghancurkannya dengan sekali pukul?..."


Riko pun kaget melihat dinding batu yang dibuatnya langsung hancur hanya dengan satu pukulan.


Wush...


Sebuah bola hitam pun mengarah ke arah Robert.


"Rasakan ini..."


Wush....


Robert pun melakukan serangan balik, yaitu melempar bola api buatannya ke arah orang yang menyerangnya barusan.


Duarr...


"Kalian pergilah,aku akan mengurus ini..."


Robert pun lompat dari lantai dua ke bawah.


Dug!..


Robert pun berhasil mendarat.


"Siapa kau?,berani sekali menyerang kediaman ku..."


"Aku merasakan hawa keberadaan iblis disini,maka dari itu aku langsung mengarahkan serangan ku ketempat mu..."


"Iblis?..,apa yang kau maksud..."


"Disini tidak ada iblis,dan juga kau seharusnya tau ini adalah ibukota kerajaan..."


Riko dan yang lainnya pun tiba-tiba turun dan menghampiri Robert.


"Tuan Robert,siapa dia?..."


Marcel pun mengeluarkan pedangnya dan bersiap untuk melawan orang itu.


"Tunggu Marcel,dia bukan lawan yang seimbang bagimu..."


"Ternyata kau bisa menilai seseorang juga rupanya..."


"Apa apaan ini, energi mana yang berlimpah dan juga dia sepertinya sangat kuat..."


Ucap Riko dalam hati,sambil terkejut melihat orang yang memilki energi mana yang banyak dan kuat.


"Kalian mundur lah,aku yang akan mengurus nya..."


"Tunggu,aku merasakan hawa keberadaan iblis di dalam tubuh anak itu..."


Orang asing itupun menunjuk Riko sambil berkata seperti itu.


"Aku?..."


Yang lainnya pun serentak melihat kearah Riko secara bersamaan.


"Berikan anak itu kepada ku, biarkan aku yang memusnahkan anak itu dari dunia ini..."


Semuanya pun merasa bahwa memang benar di dalam tubuh Riko terdapat hawa keberadaan iblis.


"Jika memang betul maka-..."


"Biar aku yang mengurusnya..."


Roy yang tiba-tiba datang dan menghampiri mereka yang sedang berdebat.


"Bukankah,kau adalah Roy Madsen?.."


Ucap Robert sambil melihat ke arah Roy,yang sedang berjalan kearah nya.


"Apa kabar tuan Robert,sudah lama kita tidak bertemu..."


Roy dan Robert mereka sudah sangat akrab dari dulu hingga sekarang.


"Siap kau?..."


"Hmp,apa kau yang membuat keributan ini?..."


Tanya Roy sambil menatap orang asing itu.


"Kalau memang benar,apa yang akan kau lakukan?..."


"Karena ini adalah wilayah kerajaan,maka sudah sepantasnya kau mendapatkan hukuman..."


"Hei, bukankah kita memiliki tujuan yang sama?..."


"Jadi kau juga mengincarnya nya?..."


"Bagaimana kalau kita bekerjasama?..."


"Tunggu,apa kalian berdua mengincar ku?.."


Tanya Riko,sambil merasa waspada terhadap mereka berdua.


"Maaf,tapi aku hanya ingin melakukannya jika memang benar anak ini adalah wadah iblis itu..."


"Wadah?.."


Ucap Riko dalam hati,sambil mengingat perkataan Dyris saat mereka berada di dimensi yang tidak diketahui.


"Kenapa,apa kau masih meragukannya?..."


"Sedangkan kau juga kesini, pasti karena merasakan hawa keberadaan iblis bukan?..."


"Kau memang benar,akan tetapi..."


"Dasar naif,kalau begitu biar aku yang melakukannya..."


Orang asing itupun mengeluarkan aura yang begitu kuat,sampai Riko dan yang lainnya merasa kaget dan terheran.


"Apa apaan dia ini?..."


"Jadi kau ingin memberontak nya,kalau begitu aku akan melawan mu..."


Tik!..


"Penghalang..."


Sebuah penghalang pun tiba-tiba muncul dan mengurung Riko dan yang lainnya di dalamnya.


Serta hanya mereka saja lah yang ada di dalam penghalang itu, sedangkan orang yang di dekatnya secara tiba-tiba telah berpindah ketempat yang tidak di jangkau oleh penghalang itu.


"Kalian mundur lah,biar aku yang menanganinya..."


Riko dan yang lainnya pun mundur dan menjauh.


"Dimana Sarah?..."


Ucap Riko sambil melihat kanan dan kirinya.


"Mungkin dia telah di pindahkan oleh Roy,keluar penghalang..."


"Dipindahkan?..."


Tanya Riko,sambil merasa bingung dengan ucapan Robert.


"Roy,dia adalah seorang keturunan kesatria dari kalangan bangsawan,dan tentu kekuatan dia jauh lebih kuat daripada kita..."


"Tunggu, kukira hanya ada satu keturunan kesatria di dunia ini..."


Ucap Riko dalam hati,karena dia hanya bertemu dengan keturunan kesatria sekali saat dia sedang di serang oleh Dyris waktu itu.


"Bersiaplah..."



"Dua keturunan kesatria telah muncul" "Bagus,terus awasi mereka..."


"Lakukan tugas mu..."


"Baik..."


Luci yang saat ini sedang melihat Riko dan yang lainnya sedang berada di dalam penghalang, Luci melihat mereka dari jarak jauh menggunakan mata iblis miliknya,yang mampu melihat sesuatu dari jarak yang sangat jauh bahkan hingga seribu kilometer jauhnya.


"Rasakan ini..."


Mereka pun memulai pertarungan mereka.