
"Hei Luci,apa kau merasakannya juga?.."
"Tentu,..."
"Sepertinya di sekitar sini,ada seorang keturunan kesatria..."
"Kalau begitu..."
"Lebih baik kita mundur...."
"Luci...."
Saat Rigo dan Luci sedang mencari keberadaan Riko,mereka ternyata malah menemukan keberadaan dari seorang keturunan kesatria.
Lantas Luci pun menghentikan Rigo agar tidak gegabah.
"Sekarang ini, kita masih tidak bisa mengeluarkan kekuatan kita yang sebenarnya..."
"Kau benar,akan tetapi..."
Wush...
Sebuah bola api biru tiba tiba menghampiri Rigo dan Luci yang sedang berbincang di atas langit,mereka berdua pun menghindari bola api itu.
"Kita ketahuan..."
"Oi,kenapa kalian hanya diam saja?..."
Dan ternyata serangan yang barusan adalah ulah dari orang yang tiba tiba muncul itu.
"Rigo,kita harus mundur..."
"Aku akan bermain main sebentar..."
Rigo pun mulai melakukan serangan yang cepat mengarah ke orang itu.
"Hee..."
"Matilah!..."
Duarr...
Serangan yang dilakukan oleh Rigo mengakibatkan benturan yang luar biasa,dan membuat sebuah getaran dan ledakan yang bisa menghancurkan satu desa sekaligus.
Tapi sayang nya serangan Rigo barusan di tahan oleh orang itu.
"Ternyata kau tidak bisa di ajak santai rupanya..."
"Diamlah..."
Bug!..
Bag!...
Bug!..
Bug!...
Pukulan mereka pun saling menghantam satu sama lain,dan membuat tanah yang di pijak oleh mereka pun retak.
"Kau!.."
Bug!...
Bag!..
Boommm...
Wush...
"Kalian berdua mundur lah..."
Saat pertarungan yang sengit sedang terjadi,Ogiro secara tiba tiba memerintahkan Rigo dan Luci untuk kembali.
"Sial!.."
"Ada apa?.."
"Kita akan ketemu lagi,dan saat itu juga aku akan membunuhmu..."
"Baiklah,aku akan meladeni mu..."
Rigo dan Luci pun pergi dengan kecepatan yang luar biasa.
"Para iblis Kara,.."
"Jika mereka ada disini,berarti mereka sedang mencari sesuatu..."
"Sial kenapa aku malah melakukan ini?.."
"Tentu saja, karena kau saat ini adalah orang yang masuk dalam daftar pengawasan"
"Tapi..."
"Ssstt...,jangan banyak mengeluh.."
"Baiklah..."
Saat ini Riko sedang berada di sebuah desa yang bertepatan di daerah pegunungan yang ada di timur,dan nama desa itu adalah desa Mizar.
Sebuah desa yang memiliki penduduk mayoritas manusia, walaupun ada sebagian yang setengah hewan desa ini di pimpin oleh seorang keturunan bangsawan Baron,yang bernama Annie Mact.
Annie Mact adalah anak dari keluarga bangsawan Baron,dia adalah seorang anak yatim piatu saat ini dia hanya di urus oleh neneknya saja dan neneknya pun sudah sangat tua.
"Baik,karena ini adalah hari pertama mu maka ambil ini..."
"Apa ini?..."
"Itu adalah daftar tugas,dan cara untuk menyelesaikannya..."
"Apa ini tidak terlalu banyak?.."
"Hei,kau harus tau diri dasar orang asing..."
Sarah mengatakan hal itu seakan-akan dia adalah orang yang sangat membenci kaum rendahan.
"Hehehe,... tenanglah aku hanya bercanda..."
"He..he..he..."
"Baik,aku pergi dulu"
Sarah pun pergi dan meninggalkan Riko dengan daftar tugas yang dipegang oleh nya.
"Baik, sekarang aku akan mulai darimana?..."
"Hm?.."
"Siapa dia?..."
"Hei,ada apa?.."
Orang itu pun ternyata menyadari bahwa,dia sedang diperhatikan oleh Riko.
"T-tidak,hehe..."
Riko pun merasa kaget dan heran kenapa orang itu bisa menyadarinya,kalau dia sedang di perhatikan.
"Tunggu dulu..."
"E..."
"Sial!.."
Riko pun mengeluarkan keringat gugup, karena apa yang harus dia lakukan saat ini.
"Kau..."
"?.."
"Begitu rupanya...."
"Lebih baik sekarang kau berhati-hati..."
"K-kenapa begitu?.."
"Kau akan tau nanti..."
Orang itu pun menepuk pundak Riko,dan berjalan meninggalkan Riko.
"Aku tidak tau apa maksudnya..."
"Tapi lebih baik aku berhati-hati..."
Riko pun melanjutkan pekerjaannya sebagai penjaga gerbang desa.
Markas Luguel
"Sudah kubilang untuk tidak berlebihan kan?..."
"Cih!..."
"Ogiro, sekarang ini apa yang sedang kau kerjakan?..."
"Pertanyaan yang bagus..."
"Saat ini rencana ku adalah, untuk menghancurkan seluruh keluarga bangsawan yang memiliki status Exons..."
"Kenapa begitu?..."
"Di negeri ini ada lima keluarga bangsawan dengan status itu...."
"Jika mereka semua lenyap maka saat yang bersamaan, kita bisa langsung melakukan serangan..."
"Jadi rencana mu adalah untuk menghancurkan pion pion kerajaan...."
"Dan setelah itu kita akan langsung menghancurkan kerajaan?..."
"Brilian..."
"Makanya dari itu,kalian harus menjaga energi mana kalian..."
"Selain para Exons,kita juga harus memusnahkan para keturunan kesatria yang tersisa..."
"Kalau begitu kenapa kau tidak memusnahkan keturunan kesatria terlebih dahulu?..."
"Rigo, walaupun Exons tidak berpengaruh dengan kita..."
"Akan tetapi mereka memiliki senjata anti iblis..."
"Apa kau mengerti?..."
"Baiklah...."
"Kalian berdua kemari lah...."
"Ada apa?...."
"Ambil ini..."
"Apa ini?..."
"Ini adalah pil,yang bisa membuat energi mana milik kalian menjadi lebih kuat..."
Setelah perbincangan yang lama,Ogiro pun memberikan sebuah pil kepada Rigo dan Luci dan pil itu berfungsi untuk memperkuat energi mana milik mereka berdua.
"Kenapa kami harus menggunakan ini?..."
"Anak itu,saat ini dia adalah wadah bagi Dyris..."
"Yang otomatis, kekuatan Dyris dan anak itu bergabung menjadi satu..."
"Jadi apakah kita akan benar-benar membunuhnya?.."
"Tentu tidak,sebisa mungkin bawa dia kemari hidup - hidup..."
"Apa yang ingin kau lakukan?..."
"Tentu saja,aku akan melakukan pembangkitan..."
"Begitu rupanya...."
"Cih!..."
Rigo pun pergi dengan wajah marah,karena dia tidak bisa membunuh Riko.
"Apakah aku harus membunuhnya?..."
"Jika dia memang adalah wadah dari iblis...."
"Maka kau harus melakukannya..."