Reincarnated Into Another World

Reincarnated Into Another World
Sampai Jumpa Ayah



Duarrr...


Buummm...


Crying....


Pertarungan yang begitu sengit antara Riko melawan orang asing itu.


"Dark ball.."


Crying....


Wush....


Set...


Duarrrr...


"Cih!."


Orang itu terus melontarkan dark ball miliknya ke arah Riko,akan tetapi dengan pergerakan Riko yang begitu cepat dia dengan mudah menghindari serangan itu.


"Bola api."


Riko pun melesat dan membuat sebuah bola api di tangannya, dan mengarahkan bola api itu kearah orang itu.


"Dark ball."


Orang itu malah menembakkan dark ball nya ke arah bola api yang ada di tangan Riko,dan mengakibatkan bentrokan antara bola api dan dark ball yang mengakibatkan ledakan besar terjadi.


"......"


Duarrrr....


"Riko!."


Ucap Edwin yang melihat sebuah ledakan di depannya dan mengira Riko ada di sana.


"Hmp."


"......"


Wush....


"?...."


Tanpa di sadari olehnya Riko pun langsung melesat, dan menghantam orang itu dengan pukulannya yang mendarat di wajahnya.


"Aaargh....."


Orang itu pun terpental jauh.


Brug...


"S-sial!."


"Sekarang matilah."


Ucap Riko dengan tatapan dingin.


"Hah!."


"......."


Riko pun mengumpulkan sebuah energi sihir miliknya di telapak tangannya,dan mengarahkan energi itu ke arah orang itu.


"Matilah,....."


Crying.....


Wush...


Sebuah energi besar pun terlepaskan dan terlontar kearah orang itu.


"Cih!, penghalang."


Orang itu pun membuat sebuah penghalang.


Serangan Riko pun tertahan oleh penghalang itu,akan tetapi penghalang itu tidak bisa menahan serangan Riko dalam waktu lama.


"Kuat sekali!...."


Ucapnya sambil mengeluarkan keringat banyak,akibat dia menahan serangan Riko.


"......."


"Akan ku perkuat serangan ku....."


"Apa!?."


........


Kretek....


Penghalang itu pun sepertinya mulai retak dan akan hancur.


"S-sial."


.......


"Riko!..."


Tiba-tiba saja dari arah kanannya terdengar seseorang memanggil Riko,dan dia adalah Edwin.


"Akhirnya."


Ucap Edwin sambil dia berjalan menaiki kudanya menuju Riko.


"Hah?."


Pandangan Edwin pun teralihkan dan melihat Riko yang sedang memojokkan seseorang,dan juga Edwin pun merasa aneh dengan aura keberadaan Riko.


Set...


Edwin pun berhenti dan terus melihat kearah Riko, dengan wajah penuh kebingungan.


"Riko,apa itu kau?."


Ucapnya dalam hati.


"Hmp?."


Riko pun seketika menoleh ke arah Edwin berada.


"Aaaaa......"


Duarrrrr......


Sebuah ledakan besar pun terjadi.


"Hah!."


.......


Ledakan itu pun mengakibatkan tempat di sekitarnya menjadi hancur.


Edwin yang berada tidak jauh dari ledakan itu harus mengalami luka,akan tetapi dengan kekuatan fisik miliknya dia masih selamat.


"Uhuk.....uhuk...."


"Apa yang terjadi?."


"Riko,dima kau!?...."


Teriaknya.


Wush....


Tiba-tiba saja ada seseorang yang terbang dari arah debu-debu yang ada di depan Edwin.


"Apa itu?."


Tanya Edwin sambil dia melihat kearah atas.


"......"


"Riko?.."


Riko pun mendengar seseorang yang memanggilnya,dan dia pun langsung melihat kearah bawahnya.


Dan setelah itu Riko pun menggunakan sihir angin untuk menghilangkan debu-debu di sekitarnya.


"Oi,...."


"Hah?..."


Mereka berdua pun saling bertatapan.


"Apa kau adalah ayah dari anak ini?."


Tanya Riko dengan tatapan dingin kearah Edwin.


"Apa maksud mu-...,hah!.."


Edwin pun sadar dan melihat kembali mata milik Riko,dan ternyata mata itu adalah mata iblis.


"Kau,....apa yang telah kau lakukan kepada anak ku!?."


"Anak mu sekarang adalah wadah ku,dan dia adalah tempat untuk kebangkitan ku suatu saat nanti."


Brug...


Edwin pun tidak percaya dan dia jatuh terduduk di tanah.


"Dengar ini...."


"Apa yang ingin kau bicarakan?."


"Anak ini,dia sekarang akan menjadi buronan dunia."


"Apa katamu?."


"Sekarang aku akan berganti tempat dengannya,dan kau lakukanlah apa yang harus kau lakukan."


"....."


Brug...


Tubuh Riko pun terjatuh ketanah.


"Riko!."


Edwin pun langsung secepatnya mendekati Riko yang terjatuh di depannya.


"Riko!?..."


Edwin pun langsung menaruh kepalan Riko di pangkuannya.


"......"


Perlahan mata Riko pun terbuka.


"Riko!,Riko...."


Edwin yang terus memanggil anaknya yang pingsan di pangkuannya, dengan air mata yang terjatuh.


"A-ayah?...."


Tanya Riko dengan suara pelan.


"Riko....."


"Ayah,apa yang terjadi...."


"......."


Edwin pun hanya terdiam dan menangis melihat anaknya masih hidup.


"Ayah?..."


"Riko, maafkan ayah.....ayah tidak bisa melindungi mu...."


Ucapnya sambil meneteskan air mata.


"........"


"Riko, dengar kan perkataan ayah ini...."


"?..."


"Maafkan ayah jika selama ini ayah tidak bisa dekat dengan mu,dan ayah minta maaf atas kesalahan yang pernah ayah buat...."


"Apa yang ayah bicarakan?..."


".....,Riko kau harus bisa tumbuh menjadi orang kuat dan lindungi lah orang-orang yang kau cintai..."


"Ayah..."


"Aaargh...."


Tiba-tiba saja Riko pun menjerit kesakitan.


"Sepertinya tidak ada waktu lagi..."


"A-ayah..."


"Ambillah ini,dan.....tumbuhlah menjadi lelaki sejati...."


.....


Setelah perkataan itu Riko pun melihat senyum terakhir dari ayahnya,dan tubuh Riko pun di ambil alih kembali oleh Dyris.



"Sepertinya ini akan semakin menarik..."


"Ogiro..."


"Aaargh..."


"A-apa yang kau lakukan...."


Rigo pun menusuk Ogiro yang sedang lengah.


"Sudah saatnya lah aku untuk melakukan nya


..."


"Kau,...dasar penghianat...."


"......"