
Satu tahun berlalu
Kini aku berumur 5 tahun, sama seperti Rio-chan
Dan aku mulai memperlajari kehidupan manusia walau aku masih berumur 5 tahun
Karena pada dasarnya aku sudah dewasa, jadi secara teknis aku sudah pintar dari awal
Dan sekarang aku tidak ingin menerima kenyataan lagi
Mulai setelah kejadian pembunuhan kedua orang tuaku, aku sudah tidak menerima kenyataan bahwasanya aku anak kecil
Aku tidak mau hidup dengan menjadi anak kecil lagi, aku sudah dewasa secara harfiah, aku juga sudah kuat sejak awal hanya saja aku belum bisa mengeluarkan kekuatan itu
Aku adalah...
Raja iblis Rex
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
Sekarang aku duduk di bangku TK
Iya, TK
Tapi ini bukan TK biasa karena ayah dan ibu bilang TK ini bergabung dengan kelas lain seperti SD, SMP, DAN SMA
Diseluruh sekolah itu berisi anak-anak yg menerima kekuatan Yami dan beberapa sudah menjadi Hikari
Aku duduk bersama Rio-chan
'Sreeet'
Pintu masuk terbuka dan masuk sensei kami yg kami kenal
"Ohayo, minaa" sapa sensei
"Ohayo, sensei" jawab satu kelas
Dia adalah ibu
Iya, ibu, sensei sekaligus ibu aku dan Rio-chan
"Ne, Rio-chan. Kamu tau kalau ibu menjadi guru disini?" Tanyaku
"Tentu saja tau, memangnya siapa yg membuat sekolah ini kalau bukan Mama" jawab Rio-chan
"Ibu yg membuatnya? Bukannya itu ayah yg menyuruh?"
"Ya bisa dibilang begitu. Papa yg menyuruh Mama membuat sekolah khusus ini"
"Rio-chan, Akira-chan, kalian sudah dulu ya ngobrolnya" kata sensei maksudnya ibu dengan suara yg lemah lembut dan senyuman yg lebih indah dari bunga matahari sekalipun
"Haik, sensei!" Jawab kami berdua
"Psst, Akira-chan. Nanti ketemuan di taman sepulang sekolah , ya" bisik Rio-chan
Aku membulatkan jariku menandakan "oke"
...🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹...
Sepulang sekolah
Aku ke taman pada waktu itu menunggu Rio-chan
Satu menit, dua menit, lima menit, dia tak kunjung datang
"Haah... kemana sih dia?!" Kataku sendiri
"Ne, Arny, menurutmu kemana Rio-chan, ya?" Tanyaku ke Arny yg kubawa ke sekolah
"Apa? Dia tidak akan datang? Ya ampun kemana dia perginya..." jawabku sendiri
"Kau gadis yg aneh ya" terdengar suara anak kecil entah dari mana
"Arny itu suaramu? Hah? Bukan? Lalu siapa?" Tanyaku
"Apa? Di atas?" Aku menengok ke arah pohon di dekat tempat duduk
Aku melihat ke atas dan melihat anak kecil laki-laki berambut merah sedang makan apel sambil duduk di ranting pohon
"Kau berbicara dengan tikus itu dan menjawab pembicaraanmu sendiri? Kau memang aneh" kata anak itu
"Si-siapa kau?" Tanyaku
"Siapa aku? Tidak perlu kenalan, lagipula aku juga tidak mau kenalan dengan gadis aneh yg sedang berbicara dengan tikus sepertimu" jawabnya yg membuatku geram
"Arny bukan tikus! Arny itu hamster!" Balasku
"Hamster, tikus, sama saja. Intinya kau berbicara dengan hewan"
"Lalu apa tujuanmu kesini? Bertemu denganku?" Godaku
"Huh! Siapa yg mau bertemu dengan gadis aneh sepertimu" jawabnya
"D-dia imut banget, d-dia seperti Tsundere tapi itu yg membuatnya imut" pikirku yg terpukau dengan wajah manisnya
"Tunggu dulu aku ini laki-laki. Tidak aku ini sudah menjadi perempuan... AKH BINGUNG AKU!!!" Pikirku yg terus terpikirkan
"Apa yg kau tunggu?" Tanyanya
"Ti-tidak. Sesuatu yg bagus, mungkin" jawabku dengan wajah memerah
"Oi oi, kenapa wajahmu lebih merah dari rambutku? Kau sakit?"
"Dia mengkhawatirkanku! Ini golden tiketnya!" Pikirku
"Ti-tidak apa-apa kok" aku mulai berpura-pura ingin pingsan
"Oiiiii!!!" anak itu turun dari pohon dan menahanku agar tidak jatuh
"Kayak... jackpot!" Teriakku dalam hati
"Oi oi oi. Kau ini kenapa sih? Tadi sehat sekarang sakit, sebenarnya kau kenapa?" Tanyanya yg nampak takut dan khawatir
"Sebenarnya aku..."
"Kenapa? Cepat jawab!"
"Sebenarnya aku... aku... mengerjaimu! Kyahahahaha" tawaku yg membuat wajahnya memerah juga
"Kenapa wajahmu lebih merah dari rambutmu? Kyahahahaha" ejekku
Pipinya menggembung dan mulai memalingkan wajahnya
"Se-sebenarnya ini bukan karena aku mengkhawatirkan atau apa. Aku hanya terkejut" jawabnya
"Apa-apaan dia ini, Tsundere, kah? Kyahahaha" pikirku
Dan aku masih terus tertawa terbahak-bahak
"BERISIK! Berhenti tertawa! Sudah tidak ada yg lucu tau!"
Setelah berhenti tertawa dia berbalik sambil tersenyum dan memberikan tangannya
"Salam kenal. Namaku Sakura Remy, kau bisa memanggilku Remy" katanya
Aku menjabat tangannya
"Akira, Akira Vince. Salam kenal" jawabku
Soal nama, ya memang benar aku berganti marga dari Kawasaki menjadi Vince
"Vince? Kau keluarga bangsawan, ya?" Tanyanya
"Ya bisa dibilang seperti itu"
"Sebenarnya aku bukan keluarga bangsawan asli. Akan kututupi fakta bahwa aku anak adopsi" pikirku
"Ngomong-ngomong, Sakura-chan, kau sedang apa disini?" Tanyaku
"Oi oi. Kau memanggilku Sakura-chan? Itu kan nama perempuan tau!"
"Habisnya namamu yg pantas cuman Sakura-chan. Mana ada orang Jepang dipanggil Remy"
"Remy itu nama dari Prancis dan aku setengah keturunan Prancis. Ayahku Prancis sedangkan ibuku Jepang"
"Ooh, naruhodo. Oh iya, kau belum menjawab pertanyaan tadi"
"Oh, soal itu... aku hanya menyendiri"
"Dia anti-sosial. Sama seperti diriku yg dulu"
"Kau tidak punya teman?" Tanyaku
"Tidak. Temanku yg baru kukenal hanya kau seorang. Orang lain akan menjauh dariku" jawabnya
"Itu tandanya kau harus berhenti menjadi bajingan"
"Oi, kau anak TK tapi mulutmu tidak sopan, ya. Apa orang tuamu tidak mengajarimu tentang sopan santun?" Tanyanya
"Apa orang tuamu tidak pernah mengajarimu tentang menjadi anak baik dan punya banyak teman?" Tanyaku balik yg membuat dia berpikir keras
"Lagipula, kenapa kau disini? Kau tidak pulang? Apa orang tuamu tidak mencarimu?" Tanya Sakura-chan
Dia berusaha menghindari kenyataan karena dia seorang Tsundere dan anti-sosial yg brengsek
"Hmph. Memangnya aku tidak punya pengalaman soal menjadi anti-sosial? Tentu saja aku punya! Orang sepertimu berada di zona pengalamanku" pikirku sambil menatapnya dengan senyuman meledek
"Sebenarnya aku sedang menunggu saudaraku. Kau sendiri kenapa tidak pulang?" Tanyaku balik
Kemudian dia mulai manjat pohon dan duduk di rantingnya lagi
"Kalau seorang Tsundere biasanya dia akan bilang 'itu bukan urusanmu' dalam tiga... dua... satu..." pikirku
"Hmph! Itu bukan urusanmu" jawabnya sesuai prediksi
"Dan biasanya kalau anak kecil brengsek seperti dia biasanya berandal dan kabur dari rumah" pikirku
"Keluargaku tidak ada yg peduli denganku. Ayahku berada bekerja di Prancis, sedangkan ibuku membenciku. Memang keluarga sampah" jawabnya sesuai dugaanku lagi
"Kau itu sesungguhnya bodoh dan naif" kataku
"APA KATAMU?!!" Dia ngegas
"Ibumu itu bukan membencimu, dasar bodoh. Dia itu sebenarnya sayang padamu, hanya saja kau itu anak bajingan yg tidak tau terima kasih" lanjutku yg membuatnya tambah kesal
"Ya, keparat sepertimu memang cocok dihindari. Ayah memang benar, Tsundere selalu menyebalkan, untungnya keluargaku tidak ada yg sepertimu"
Makin kelamaan anak itu mulai mengeluarkan hawa panas
"Ini aku, apa memang terasa panas disini?"
"Oi, Akira. Kau tau kartun Spongebob, kan?" Tanya Sakura-chan
"Maksudmu kartun yg bisa menyalakan api di bawah air? Tau kok" jawabku
"Api memang bisa menyala loh di bawah air" energi panas semakin terpancar di dalam tubuhnya
"Dia juga memiliki Yami di dalam tubuhnya! Oh iya, ini kan sekolah khusus pengguna Yami"
"Orang bodoh mana yg menyatakan api di bisa menyala di bawah air?"
"ORANG BODOH YG AKAN MENENDANG BOKONG KECILMU!" Dia mulai menyemburkan api dari mulutnya sambil tersenyum
"Sudah kuduga. Arny!" Aku merubah Arny menjadi bentuk naga
Dan Arny mulai menyemburkan api yg tidak kalah besarnya
Sakura-chan melompat menggunakan tekanan api di kakinya
"Serangan seperti ini! Biasanya dia mendaratkan serangan jarak dekat atau menendang! Tapi kemungkinan kedua dia akan menyerang dari atas menggunakan apinya dari jarak jauh!" Pikirku
Dia mulai turun sambil menendang ke arahku
"D-dia serius ingin membunuhku?"
"Arny, lindungi aku!" Arny menutupi diriku dengan sayapnya
Sayangnya tendangan api itu tidak berhenti dan malah membuat Arny terbakar
"ARNY!!"
Sakura-chan melompat ke belakang
"Kenapa ini? Kenapa anak-anak yg mendapatkan kekuatan punya pengalaman bertarung? Apa yg terjadi sebenarnya pada dunia ini? Kukira bereinkarnasi menjadi gadis kecil di dunia manusia membuatku hidup dengan tenang, nyatanya ini sama seperti di duniaku sebelumnya" pikirku
Aku mengembalikan Arny menjadi bentuk hamster dan mengelusnya dengan lembut
"Sakit, sakit, hilang!" Kataku yg menggunakan mantra anak TK
"Anak nakal sepetrimu memang sepatutnya di hukum" kata Sakura-chan
"Sebenarnya apa maumu?! Kau telah melukai Arny! Satu-satunya hadiah terakhir Papa dan Mamaku..." aku mulai bersedih
"Hmph! Peduli amat dengan tikus itu. Sekarang kau akan kujadikan abu karena sudah menghinaku!" Sakura-chan mulai melompat dan meluncurkan tendangan tadi lagi
"Sudah kubilang kau masuk dalam zona pengalamanku"
'DUMMMM'
Aku menahan tendangannya hanya dengan satu tangan, sedangkan tangan lain sedang memegang Arny
"NA-NANI?!! Mustahil! Tadi kau hanya gadis menyebalkan! Kenapa bisa jadi begini?!" Dia terkejut mendengar suaraku yg berubah menjadi suara laki-laki berat
"Sepertinya raja iblis Rex telah kembali" kataku
Perlahan rambutku berubah warna menjadi biru aqua
"Yg akan di hukum adalah kau seorang" kataku dengan aura mengintimidasi
...To Be Continued......