
Rex's POV
Hari demi hari berlalu
Kurang lebih sudah memasuki bulan November
Jack dan Carla masih terus berlatih selama beberapa bulan itu
"Hei, bagaimana kalau kita ke Rexodium?" Kata Jack yg mencairkan kesunyian
"Percuma. Hanya ayah yg bisa membuka portal antara dunia ini dan sana" jawab Akira
"Kenapa kita tidak minta Papa melakukannya saja?" Kata Rio
"Entahlah, itu nampaknya tidak sopan buatku" balas Carla
"Tidak apa. Aku akan memintanya" kata Rio dengan sombong di lain sisiย terlihat imut
Dan kami berempat mulai berjalan keluar kamar untuk bertemu ayah
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
"Hah? Ke Rexodium? Mau ngapain?" Tanya ayah
Sekarang kami berempat sedang di kamar ayah dan ibu
Ayah sendiri sedang duduk-duduk
"Kami ingin jalan-jalan" jawab Rio
"Bukannya aku melarang, tapi disana itu berbahaya" peringat ayah
"Tenang saja, master..." kata Jack
"Kan ada kami. Anggap saja ini sebagai latihan" lanjut Carla
"Iya, ayah! Kalau mau, ayah ikut kami" kata Akira
"Begini, ya, nak. Bukannya aku melarang atau tidak mau ikut, tapi disana itu berbahaya, aku juga tidak bisa ikut karena sibuk, dan kalian berdua belum cukup untuk menjaga 'party' kalian" jawab ayah
"Akira-chan, Carla-chan, Jack-chan. Gunakan teknik rahasia" bisik Rio
"Itukah, Rio-chan!" Bisik Akira balik
"Teknik itu? Begitu ya" lanjut Carla
"Huh? Kita sampai harus memakai teknik itu, ya" lanjut Jack
"Ano... Akira, kita mau ngapain?" Tanyaku
"Kita pake teknik itu, Rex!" Jawab Akira
"Hah! Jangan-jangan!" Aku mulai paham
Lalu mereka berempat memelaskan wajah mereka
"Kumohon..." kata mereka berempat dengan ekspresi melas penuh harapan
"JYAAA! Teknik memalukan itu!" Kataku dengan malu sendiri
"Ada yg pernah bilang begini: 'aku telah menjalani kepahitan hidup, dan yg paling pahit adalah berharap kepada manusia' kalian pasti tau maksudnya, kan?" Kata ayah
"Cih! Misi gagal!" Gumam Rio
"Padahal sedikit lagi" lanjut Akira
"Haruskah kita bikin dia mabok trus dia ngasih izin tanpa sadar?" Tanya Jack
"Hmm! Otakmu kadang boleh juga, Jacky" jawab Carla
"Benar tuh. Kita racun dia sekalian" lanjut Rio
"Biarkan aku dan Rex gali kuburannya" kata Akira
"Oi, oi! Aku tidak mau ikut-ikutan!" Kataku
Entah apa yg merasuki mereka, tiba-tiba jadi psikopat
"Kalian. Aku denger apa yg kalian rencanakan loh" kata ayah
"Rio, pake rencana B!" Pinta Akira
"Dimengerti!" Jawab Rio
Lalu Rio memeluk ayah
"Papa! Aku mohon! Biarkan aku ke Rexodium sekali!" Pinta Rio sambil menggoyang-goyangkan kakinya
"Rio... disana itu berbahaya dan tidak ada yg menjaga kalian" jawab ayah dengan sabarnya sambil mengelus lembut kepalanya
Yah, memang mau bagaimana lagi dia itu kayak gak punya perasaan
"Kenapa Papa tidak ikut?" Tanya Rio dengan memelas
"Bukannya aku tidak mau, tapi aku juga punya kerjaan. Bakalan beda cerita lagi jadinya kalau aku ikut. Aku soalnya sudah pernah ke sana bareng Rex-Akira" jawab ayah
"Duh! Papa pelit!" Rio mulai kesal
"Bukan begitu, Rio. Aku..." omongan ayah terhentiย
"Tenang saja, tuan!" Kata Angelo
"Masih ada kami" lanjut Angela
"Wah! Paman Angelo, Angela-neechan, kalian berdua penyelamat!" Seru Rio yg merasa menang
Dan Akira, Jack, Carla, juga merasakan hal yg sama
"Kalian...? Kalian yakin ingin menjaga mereka?" Tanya ayah
"Menjaga anak-anak tuan juga termasuk tugas kami" jawab Angelo sambil menunduk ala butler
"Dan tugas keluarga Swan sekarang adalah mengabdi kepada raja iblis" lanjut Angela sambil menunduk ala maid
"O-ouh, iya" kata Akira yg takut dan gugup
"Baiklah! Kalau begitu akan kubukakan portal untuk kesana" kata ayah
"Hoooray!" Sorak kami berempat
Lalu ayah men-summon pedang katana miliknya dan membelah sesuatu
Muncul portal dengan ukuran lumayan besar
"Silahkan, masuk!" Tawar ayah
"Umm... Akira, kenapa cerita ini yg tadinya fantasi-isekai menjadi fantasi dunia nyata?" Tanyaku
"Entahlah. Kalau masuknya fantasi biasa bakalan aneh, mungkin?" Jawab Akira
"Akira!" Panggil ayah
"Ada apa, ayah?" Sahut Akira
"Kau suruh Rex menjagamu, ya?" Pinta ayah
Uhh... mungkin ucapannya tertuju padaku
"Dengarkan itu, Rex! Ayah menyuruhmu!" Kata Akira
"Iya, iya. Aku paham!" Jawabku
"Hihihi" tawa Akira
Kami berenam mulai memasuki portal itu
Dan kami keluar di pemanangan yg tidak asing buatku
Yap, pemandangan pagi hari yg cerah, rumput hijau, satwa-satwa yg tidak ada di bumi, dan siapa yg melupakan Rexodium
"Yosh! Sekarang apa yg akan kita lakukan?" Tanya Angelo
"Akira, bilang kita ke dungeon!" Pintaku
"Ke dungeon!" Seru Akira
"Pergi ke Arefodium!" Seru Jack
"Mancing ikan Piranhark!" Seru Carla
"Aku ikut-ikutan aja, deh. Hehehe" kata Rio sambil nyengir
Setelah mendengar itu semua, Angelo agak pusing
Angela membisikkan sesuatu ke ayahnya
"Baiklah! Karena disini rajanya Rex, kita akan dengarkan perintah Akira dulu. Apa mau anda, maou-sama cilik?" Tanya Angelo
"Yosha! Kesempatan! Akira ke dungeon!" Suruhku
"Ke dungeon!" Seru Akiraย
"Benar, nih, ke dungeon? Apa kalian sudah siap semua?" Tanya Angelo ke semuanya
Dan semuanya tiba-tiba membawa senjata mereka
"Cepet banget!" Kata Angelo yg terkejut
"Ayo kita ke dungeon level satu triliun!" Kata Angelo
"Ayo!" Jawab mereka semua termasuk aku
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
Di tengah perjalanan kami
"Rex, tadi Piranhark itu apa? Kata Carla-chan tadi" Tanya Akira
"Piranhark adalah ikan kecil yg menjadi persilangan antara piranha dan hiu. Mereka hidup di perairan emas di dekat Arefodium. Tapi jangan salah mereka bisa berenang di darat layaknya sedang di laut, loh!" Jawabku
"Begitu, ya" kata Akira
Dan beberapa saat kemudian, kita pun sampai
"Ini dia, dungeon level satu triliun" kata Angelo seperti sedang menyambut tamu
"Disini hampir semua Party dari berbagai negara tidak pernah menyelesaikannya. Karena disini masik termasuk tanah Rexodium, jadi dungeon ini masih masuk ke milik Rexodium" kata Angela menjelaskan tentang dungeon ini
"Di dalamnya bakalan ada Mob-Mob yg berbahaya. Apa kalian siap?" Tanya Angelo
"Siap dari orok!" Jawab kami berempat
"Akira, serahkan ini padaku!" Kataku
"Ah, tolong, ya, Rex" jawab Akira
Lalu kami bertukar tempat dan mulai memasuki dungeon
Belom sampai beberapa langkah, sudah ada pasukan tengkorak yg menunggu
Mereka semua adalah Arc Undead
"Semuanya bersiap!" Perintah Angelo
"Mereka itu Arc Undead. Mereka beda dari Undead yg biasanya" jelas Angela
"Serahkan saja padaku!" Seru Rio dengan penuh semangat berlari ke arah Undead itu
Lalu dia meluncurkan tendangan yg berapi layaknya meteor
Para Arc Undead mulai menyusun formasi bertahan
Tendangan Rio mengenai mereka semua, tapi tidak ada Damage sedikit pun
"Rio! Apa yg kau lakukan?! Mereka tidak mempan terhadap serangan seperti itu!" Kata Angelo
Mendengar itu Rio langsung mundur
"Jadi apa yg dapat melukai mereka?" Tanya Rio
"Sihir" jawabku
"Sihir?" Rio bingung
"Carla, Angela, gunakan sihir kalian!" Perintahku
Mereka berdua mulai berdiri di barisan depan
"Attack Burst: Magic!" Aku memberi mereka buff
Dan mereka berdua mulai berdiri di barisan depan
"Burst: Attack!" Jack juga memberikan buff kepada mereka
Para Arc Undead mulai memasang formasi menyerang
Mereka mulai menyerbu
"Sekarang!" Perintah Angelo
"Infinite Magic: Holy Shoot!" Seru Angela dan Carla bersamaan dengan tembakan cahaya yg sangat menyilaukan
Dan setelah cahaya berhenti, Arc Undead lenyap
"Fiuh... kita lanjutkan, yuk!" Kata Rio
Dan kami mulai berjalan lagi
Perjalanan kami terhenti lagi karena ada yg menggangu
Skull Minotaurus menghadang dalam jumlah yg cukup banyak
"Inilah alasan kenapa dungeon ini disebut level satu triliun" kataku
Angelo mulai berdiri di barisan depan
"Skull Minos, ya? Mereka selalu menjadi sarapanku waktu dulu" kata Angelo sambil bersiap
Ketika dia hendak menyerang, dia malah terpental ke belakang
"Kenapa, Angelo? Apa mereka terlalu kuat?" Tanyaku
"Tidak. Bukan mereka... tapi..." omongan Angelo terhenti
Dan di depan ada seseorang yg menghadang jalan
"Itu kan..." dia nampak tidak asing
"Ayah?!" Kataku terkejut
"Papa?!" Rio juga terkejut
"Master?!" Jack dan Carla juga
"Tuan, apa yg anda lakukan?" Tanya Angela
"Aku berubah pikirkan. Meninggalkan anak-anak sama saja tidakย bertanggung jawab. Sekarang..." jawab ayah yg kemudian mulai memasang kuda-kuda sambil bersiap memegang pedang katana yg masih tertutup
ย
"Gawat! Semuanya lari! Keluar dari sini!" Perintah Rio sambil berlari panik keluar dungeon
"Eh?! Ada apa ini?!" Aku yg panik pun ikut lari
Semuanya juga ikut lari keluar dungeon
"Ada apa sebenarnya, Rio?" Tanya kita semua
"Itu serangan terakhir Papa yg sangat berbahaya!" Jawab Rio
Dari kejauhan terdengar suara menggema
"Kekuatanku akan menjadi yg terhebat" kata suara itu
Dan kami berhasil keluar dungeon
Tiba-tiba di luar sudah ada ayah yg akan menutup pedangnya
Pedang tertutup dan dungeon bergetar layaknya gempa
Muncul kilatan-kilatan seperti tebasan pedang dari dalam dungeon dan dungeon pintu masuk dungeon runtuh
Dari arah belakang ayah membuka portal
"Masuk, kalian semua" pinta ayah
"Eh...? Tapi kenapa?" Tanyaku
"Sudah kubilang, disini berbahaya dan kalian masih anak-anak" jawab ayah
"Tapi kan kita semua aslinya sudah dewasa" lanjut Rio
"Betul. Lagipula kita juga punya Angelo dan Angela untuk menjaga kami" kata Jack
"Sudah dewasa pun kalian tubuhnya masih kecil. Ada Angelo, Angela pun tidak membantu. Sekarang masuk" jawab ayah
"Tuan, maafkan saya dan anak saya karena sudah lancang" kata Angelo
"Tak apa. Ini sebenarnya juga salahku" jawab ayah
Lalu Angelo dan Angela masuk ke portal itu
"Master, mohon maaf kalau kami belum ada perkembangan" kata Jack
"Tidak. Kalian sudah kuat kok" jawab ayah yg membuat Jack dan Carla senang
Dan mereka berdua memasuki portal itu
Giliran aku dan Rio untuk memasuki portal itu
Ketika aku hendak masuk bersamanya, Rio berhenti berjalan
"Ada apa, Rio? Tidak mau pulang?" Tanya ayah
Rio hanya cemberut
"Uh-oh! Sepertinya ada yg marah disini" kata ayah menggoda Rio meskipun dengan nada suara yg datar
"Hmph! Papa pelit! Padahal tadi sedikit lagi!" Kata Rio sambil cemberut di lain sisi nampak imut
"Bukan begitu, Rio! Ayah tidak ingin kita terluka" kataku
"Rex benar. Aku tidak mau terjadi apa-apa pada kalian" lanjut ayah
"Kau diamlah, bukan Akira!" Kata Rio sambil mencubit pipiku
Aku juga mencubit pipinya
"Bukan Akira pun aku tetap Akira, bodoh!" Kataku
"Gara-gara kau aku jadi ingin kesini, tau!"
"Kenapa salahkan aku? Itu Akira yg ngomong"
"Tadi katanya Akira juga kau"
Dan kami terus cubit-cubitan
"Sudah! Ayo kita pulang!" Perintah ayah
"Tidak mau!" Tolak Rio
"Rio...! Ayo kita pulang. Aku dengarkan ocehanmu nanti" kata ayah
Lalu ayah menggendong aku dan Rio, lalu mencium pipi kami berdua
Kami berdua tersipu malu di lainnya sisi merasa senang
"Ayah, senyumlah!" Pintaku
"Apa saja yg penting jangan permintaan itu" kata ayah
Lalu aku memegang mulut bagian kiri ayah dan Rio memegang yg kanan
Kami berdua menarik mulutnya dan mulai melihat ayah tersenyum
"Kita berhasil, Rio!" Kataku
"Iya!" Jawab Rio
"Ahahahaha~" tawa kami berdua kecuali ayah
"Kalian ada-ada saja" kata ayah
Ayah mulai memasuki portal sambil menggendong kami berdua
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
Akira's POV
Sebulan setelah itu, waktunya Jack dan Carla untuk pulang
Di belakang halaman rumah, ayah membuka portal
Aku, Rio, ibu, Angelo, dan Angela sudah siap mengucapkan selamat tinggal
"Jadi, sampai sini saja, ya?" Kata Jack
"Iya. Padahal aku ingin bermain lebih lama lagi" lanjut Carla
"Tak apa. Kita sudah banyak bermain selama ini" kataku
"Benar. Tapi kapan-kapan kita main lagi kalau ketemu" lanjut Rio
"Kalian hati-hati, ya" kata ibu
"Kau lumayan juga ternyata, anak Diablo" kata Angelo
"Titipkan salamku untuk ayahmu, Carla" kata Angela
"Dan Rex titip salam untuk ayahmu, Jack-chan" kataku
"Kalian semua... terima kasih" kata mereka berdua
Mereka melambaikan tangannya sebelum memasuki portal bersama ayah
"Aku harap Diablo dan Jack bisa berbaikan dan hidup seperti keluarga lagi" kata Rex
...To Be Continued......