
Aku mulai berjalan melewati komplek di dekat rumahku
Soal baju, aku sekarang memakai dress berwarna putih dan hitam
Di kepalaku ada ribbon berwarna pink
Ketika aku berjalan ada banyak orang yg bilang aku imut dan manis
Memang sih Mama dan Papa itu populer di sekitar komplek tapi tetap saja AKU SEBENARNYA COWOK TULEN
SANG RAJA IBLIS YG DITAKUTI KINI MENJADI GADIS KECIL YG DISUKAI BANYAK ORANG!!!
"Ugh! Mereka semua... untung saja mereka tidak mengenaliku ketika aku menjadi raja iblis Rex" pikirku sambil menatapi mereka dengan jijik
"Akira-chan kenapa? Gak enak badan?" Tanya Mama
"Hm? Ah, enggak kok, cuman kurang nyaman aja" jawabku
Meskipun kehidupanku sangat ngenes menjadi gadis kecil, aku harus menerima kenyataan
Aku sudah bukan raja iblis lagi!
Aku adalah Akira!
Kawasaki Akira, gadis kecil, manis, imut, berumur 4 tahun yg ceria dan disukai banyak orang
"Kurang nyaman kenapa? Gak mau capek?" Tanya Mama lagi
"Bu-bukan seperti itu, aku gak nyaman dengan orang-orang sini memanggilku imut, manis, malaikat. Agh! Pokoknya aku gak suka dibilang begitu" jawabku
"Fuhuhu~ habisnya kamu itu memang seperti malaikat kecil sih" Mama hanya menertawakanku
"Mama juga?! Hadeuh.... mau bagaimana lagi" dan seperti biasa aku harus menerima kenyataan
Kami memutuskan untuk main di taman pada akhirnya
Mama duduk di bangku, sedangkan aku memilih untuk main
"Manusia. Dimana hidupnya sangatlah damai dan tenteram. Berbeda ketika aku menjadi raja Rex, mereka semua hanyalah riak yg rakus akan kekayaan dan kekuasaan" pikirku sambil duduk di ayunan
Dari kejauhan aku melihat gadis kecil yg nampaknya seumuran denganku sedang diganggu dua anak SD yg tidak tau diri
"Aku menarik kata-kataku yg tadi" pikirku sambil mendekati mereka
Berhubung Mama tidak melihatku, aku akan menyelamatkannya
"Kalian berdua kembalikan bonekaku!" Kata gadis itu
"Ambil saja kalau bisa!" Kata anak pertama
"Rio-chan pendek sih, jadi gak bisa mengambil. Bahahaha!" Lanjut anak kedua
"Kalian berdua..." aku mendekati mereka
"Bolehkah kalian mengembalikannya?" Kataku dengan santainya
"Kau siapa? HAH?! Temannya?" Tanya anak kedua
"Iya, bisa dibilang begitu sih. Sekarang kembalikan bonekanya, tolong!" Aku masih terus meminta
"Gaki, pergilah sebelum kami memakai kekerasan!" Kata anak pertama yg mulai kesal
Note: Gaki dalam bahasa Jepang berarti bocah
"Gaki?! Aku sudah tua ribuan tahun darimu tau!" Pikirku
"Kembalikan bonekanya dulu! Baru aku pergi"
Si anak pertama mendekatiku dan menempelkan tangannya di bahuku
"Kau tau ini apa?" Tanya dia sambil menujukkan tinjunya
"Itu namanya tangan. Ketika kau mau memakainya kau akan meleset, dan tinjukulah yg akan mengenaimu" jawabku
"BACOT!!!" Anak itu meluncurkan pukulannya
Aku yg menyadari serangan itu langsung menunduk
Serangannya melesat sesuai prediksi
Aku lalu meluncurkan tinjuku ke dagunya
Seranganku terkena telak yg membuatnya terhempas
"TEME!!!" Anak kedua tidak tinggal diam langsung meluncurkan tinjunya
Aku yg menyadarinya langsung memiringkan kepalaku yg membuat serangan itu meleset
Aku memegang lengannya dan membantingnya
Belum selesai, aku menginjak kepala anak kedua itu dan menggeser kakiku layaknya keset
"Beraninya kau menyerang seseorang yg sudah mempunyai pengalaman bertarung selama ribuan tahun" kataku dengan tatapan kosong yg membuat mereka takut
Dan akhirnya mereka lari terbirit-birit ketakutan
"Dasar MONSTER!!!" Teriak kedua anak itu dari jauh
"Haah..." aku menghela nafas
Aku menoleh ke samping dan melihat gadis itu sudah membawa bonekanya yg sudah kotor
Gadis itu memakai dress berwarna putih hitam yg hampir mirip dengan punyaku
"Kamu gak apa-apa?" Tanyaku
"G-gak apa-apa kok. Terima kasih atas bantuannya" jawab gadis berambut putih itu
"Sama-sama. Lain kali hati-hati ya. Memangnya Papa kamu mana?" Tanyaku dengan senyuman ramah
"Namaku Akira, Kawasaki Akira. Salam kenal Rio-chan. Hihi~" aku memberikan tanganku
"Ouh. Namaku Rio, Mario Vince. Salam kenal juga" jawabnya sambil berjabat tangan
Dari arah lain terdengar seseorang memanggil namanya
"Rio! Disini kamu rupanya" orang itu memiliki warna rambut yg sama dengan Rio
Orang itu adalah Papanya Rio-chan
"Papa!"
"Rio, dia ini siapa?" Tanya Papanya Rio sambil menunjukku
"Dia temanku, Pa. Namanya Kawasaki Akira" jawab Rio-chan
"Ka-wa-saki Akira?" Eja Papanya Rio
"Salam kenal saya teman barunya Rio-chan" aku membungkukkan badanku
"Souka. Kalau tidak salah nama ayahmu Kawasaki Agio" kata Papanya Rio-chan yg wajahnya sama sekali tidak berubah dari saat pertama aku bertemu
Dia memiliki wajah yg datar dan tanpa emosi
Umurnya sulit ditebak karena dia nampak seperti remaja berumur 15 tahun
"Heh?! Paman kenal Papaku?" Tanyaku yg terheran-heran
"Kenal lah. Papamu juga lumayan terkenal"
"Papa kita pulang yuk!" Kata Rio-chan
"Ayuk" Papanya Rio-chan mulai menggendongnya
"Akira-chan!" Mama juga memanggilku
"Mama?"
"Ayo kita pulang! Sudah lumayan lama kita disini"
Mama kemudian menyadari keberadaan Papanya Rio-chan
"Ah? Maaf! Apa anak saya menggangu?" Kata Mama yg minta maaf tanpa sebab
"Tidak, aku berterima kasih malahan. Dia anak yg baik dan manis ya" jawab Papanya Rio-chan
"Lagiii. Aku dipanggil manis lagiii!! Ya ampun" pikirku
"Akira-chan, nanti kita main lagi, ya" kata Rio-chan dengan lembutnya
Suaranya yg lemah lembut menusuk dihatiku
"I-iya" jawabku gugup
"Permisi" mereka berdua akhirnya meninggalkan aku dan Mama
Dari kejauhan Rio-chan melambaikan tangannya yg kubalas dengan hal yg sama
"Ayo, Ma! Kita juga pulang"
"Ah, ayo!" Aku dan Mama pun juga ikutan pulang
Menurutku Papanya Rio-chan itu orangnya aneh
Ekspresinya datar tanpa emosi, bahkan nada bicaranya juga datar, tapi wajahnya nampak seperti remaja
"Mama!"
"Hm?"
"Mama kenal paman yg tadi?"
"Papanya anak yg tadi kamu temui? Tidak kok, memang kenapa?"
"Tadi paman yg tadi bilang dia kenal dengan Papa"
"Hmm... mungkin Papa kamu memang terkenal"
"Mungkin"
Dan aku masih memikirkan paman yg tadi sampai pulang
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
Sekarang aku, Mama, dan Papa sedang duduk di meja makan
Kami sedang makan malam
"Papa, Papa kenal ayahnya Mario Vince, gak?" Tanyaku
"Mario Vince? Hmm... Vince... kalau tidak salah keluarga bangsawan yg terkenal itu" jawab Papa sambil mikir-mikir
"Berarti Papa gak kenal, ya?"
"Papa tahunya kalau keluarga Vince itu keluarga bangsawan. Memang tadi kamu bertemu anak keluarga bangsawan itu?"
"Iya, nama panggilannya Rio-chan, tapi ayahnya seperti anak remaja. Tadi kata ayahnya Rio-chan, dia kenal Papa"
"Hmm... mungkin Papa memang terkenal. Huehehehe" Papa ketawa layaknya maniak
"Mario Vince... hmm..." dan aku pun masih terus berpikir dan terus berpikir dan berharap bisa bertemu lagi suatu saat
...To Be Continued......