Reincarnated As A Human?

Reincarnated As A Human?
Chapter 12: saudara dan pelayan baru? (bagian 2)



"Apakah Angela-san baik-baik saja?" Tanyaku sambil menatapi tubuh Angela yg tertidur di kasur


Angelo mengelus rambutku sambil tersenyum


"Tenang saja, maou-sama cilik. Dia itu gadis yg kuat, seperti ibunya" kata Angelo dengan tatapan sedih


Entah kenapa aku merasa bersalah, meskipun aku tidak melakukan apa-apa


Lalu dari arah pintu datang ibu sambil membawa nampan yg berisi bubur dan teh hangat


"Silahkan, untuk Angela-chan" kata ibu


"Aduh, nyonya, jadi kurang enak nih. Harusnya kan Angela yg mengantar makanan" kata Angelo dengan sungkan


"Tidak apa-apa, kok. Lagi pula Angela-chan sedang sakit" jawab ibu dengan senyuman indahnya


"Oh, nyonya. Anda memang sangatlah baik hati" puji Angelo dengan menahan tangis


Angela mulai bangun dari tempat tidurnya


"Angela! Syukurlah kau baik-baik saja!" Seru Angelo sambil memeluk anaknya


"Angela-san, maaf soal tadi" kataku dengan malu


"Maaf? Soal apa? Akira-sama tidak bersalah, kok" jawab Angela


"Eh? Beneran?" Tanyaku


Angela mengangguk sambil tersenyum


"Aku saja terlalu berlebihan" jawabnya


"Baiklah, Angela-chan, istirahat dulu, ya?" Tawar ibu


"Tidak usah, nyonya. Aku bis-" Angela berusaha berdiri, tapi terduduk lagi


"Kalaupun kau sudah sehat, kau masih perlu istirahat" kata ayah yg berdiri di pintu sambil ditemani Rio-chan


"Sudah, Angela. Kau istirahat dulu" pinta Angelo


Angela pun mulai berbaring di tempat tidur lagi


Aku dan Angelo mulai berjalan keluar


Ibu tetap tinggal untuk menjaga Angela


"Apa Angela-neechan baik-baik saja, paman Angelo?" Tanya Rio-chan ke Angelo


"Tenang saja. Dia ada pada ahli merawat" jawab Angelo sebelum pergi bersama ayah berdua


"Akira-chan, kita ke kamar saja, yuk!" Ajak Rio-chan


"Ayuk!" Jawabku yg kemudian kami berjalan ke kamar


"Aku tidak percaya kalau lolicon mencapai klimaksnya bakalan seperti ini" kata Rio-chan


"Kau masih kecil, tapi tau banyak hal juga ya" kataku


"Hehehe. Aku memang terlihat kecil, tapi pikiranku sudah dewasa" jawabnya yg membuatku tidak nyaman


"Anak ini mengeluarkan kata-kata ambigu yg mungkin tidak dia mengerti. Dia sehat tidak sih?" Kata Rex yg juga tidak nyaman


Dan kami sampai di kamar yg sudah ada Jack-chan dan Carla-chan yg menunggu


"Bagaimana keadaan Angela? Dia baik-baik saja?" Tanya Carla-chan


"Dia sudah siluman kok" jawabku


"Siuman!" Kata mereka semua


"Entah kenapa dia sampai seperti itu. Padahal Papa tidak separah dia" kata Rio-chan


Tunggu dulu, tadi dia bilang tidak separah Angela, maksudnya dia juga lolicon?


"R-Rio-chan, apa maksudnya dengan ayah tidak separah Angela-san?" Tanyaku yg bingung


"Hah? Masa gitu aja tidak paham?" Tanya Rio-chan balik


"Tunggu dulu. Apa kau berusaha mengatakan kalau ayahmu itu lolicon?" Tanya Jack-chan


Rio-chan mengangguk yg membuat seisi kamar tercengang


Sementara itu


"Hachoo..."


"Anda tidak apa, tuan? Apa saya perlu ambilkan obat?"


"Tidak, tidak usah. Hidungku hanya gatal saja"


Kembali ke laptop


"Hah~ aku kangen Rexodium" kataku untuk memecahkan keheningan


"Ngomong-ngomong soal Rexodium. Itu tempat apa?" Tanya Rio-chan


"Umm... biar Rex yg menjelaskan" jawabku dan kami bertukar tempat


"Jadi kau mau tau bagaimana Rexodium?" Tanya Rex


Rio-chan mengangguk


"Rexodium adalah kota kegelapan yg dihuni oleh raja iblis secara turun temurun, contohnya aku. Tapi dibalik kegelapan itu terdapat keindahan duniawi yg berupa pemukiman perkotaan yg modern dicampur dengan unsur sihir-fantasi yg membuat kota itu dijuluki kota terbagus kedua di seluruh dunia The Aref" jelas Rex


"Aku punya dua pertanyaan. Pertama siapa kota terbagus pertama? Kedua apa itu The Aref?" Tanya Rio-chan


"Kota terbagus pertama tentunya kota kami, Arefodium" jawab Jack-chan


"Dan The Aref itu adalah dunia tempat kami tinggal. Kalau disini namanya bumi disana namanya The Aref atau Aref" lanjut Carla-chan


"Setelah mendengar itu, aku jadi ingin kesana" kata Rio-chan sambil berkhayal sesuatu


"Aku punya ide. Bagaimana kalau kita bersama?" Tanya Jack-chan


"Hah! Bocah sepertimu belum sampai di kota paling sudah dimakan sama Arc Ogre" ejek Rex


"Apa kau bilang?! Apa kau berusaha meremehkan keturunan Diablo yg perkasa?" Tanya Jack-chan yg terpancing emosi


"Su-sudahlah, Rex. Kita sebagai saudara tidak boleh bertengkar" kataku menenangkan Rex


"Tenang, Akira. Bocah sok kuat ini perlu diberitahu seberapa lemahnya dia" jawab Rex yg juga memprovokasi Jack-chan


Jack-chan mulai berdiri dan menatapi Rex dengan wajah kesal


"Asal kau tau, bocah Rex! Ayahku bisa menghajarmu dengan mudah kalau dia tidak menahan diri!" Kata Jack-chan


Rex juga ikutan berdiri dan menatapnya dengan ekspresi meledek


"Ayahmu? Bukankah kau membencinya? Bukankah kau mau membunuhnya? Kenapa sekarang kau membawa-bawa namanya?" Rex masih memancingnya


"Kau...!" Jack-chan mulai menarik bajuku


"Oi, kalian berdua hentikan pertengkarannya!" Pinta Rio-chan


"Apa, membantai anak kecil? Kau mau memukul gadis kecil yg tidak berdaya?" Kata Rex yg menyebabkan amarah Jack-chan semakin meluap


Jack-chan mulai mengepal tangannya dan bersiap memukul


Tunggu dulu!


Kalau Rex terpukul aku juga merasakan sakit, tidak?


Kuingat waktu itu Rex sampai sekarat tapi aku tidak merasakan sakit


Jadi tidak apa-apa, kan?


Jack-chan mulai menurunkan tangannya


"Kau takut? Apa kita harus selesaikan ini di luar?" Tanya Rex untuk memancing amarahnya


"Bagus" kata seseorang dari arah pintu


Itu adalah ayah


"Sejak kapan...?" Rex bingung


"Ada yg pernah bilang begini: 'orang kuat bukanlah orang yg berbadan besar, melainkan orang yg mampu menahan amarahnya' Jack kau itu adalah orang yg kuat. Tujuanmu untuk menjadi kuat sudah terpenuhi" kata ayah


"Tapi... kalau begitu penyelesaiannya, maka aku tidak bisa..." Jack memberikan jeda karena teringat sesuatu


"Membalaskan dendam ibumu? Sudah kubilang, balas dendam tidak merubah segalanya" sambung ayah


"Tunggu dulu! Kenapa hanya begitu saja?! Maksudku, kenapa kau peduli terhadap bocah ini? Siapa sebenarnya dia? Dia bukan siapa-siapa!" Rex marah


"Kalau aku tidak peduli dengan bocah ini, maka aku juga tidak peduli kalau kau dan Akira akan mati, aku juga tidak akan menganggap Rio sebagai anakku sendiri kalau aku tidak peduli. Walau dia memang secara hubungan darah dia anakku. Kalau dia bukan siapa-siapa, maka kau juga bukan siapa-siapa, Akira juga... Rio juga. Pikirkan dulu sebelum bertindak" jelas ayah


"Rex, sudahlah! Kalau ayah sudah bilang begitu, maka jadilah!" Pintaku agar tidak terjadi keributan


"Diam, Akira! Bocah tidak tau diri ini memang harus diberi pelajaran!" Rex seperti mengumpulkan tenaga di tangannya


"TUNGGU, REX!" Teriakku


Spontan ayah memeluk Rex dan melompat keluar jendela


Lalu kami mendarat di lapangan


"Minggirlah, ayah! Minggir kalau kau tidak mau menanggung akibatnya!" Kata Rex


"Kalau begitu aku lebih memilih untuk tetap diam" jawab ayah yg tidak bergerak


"Baiklah. Kau habis" Rex mengangkat tangannya dan mengeluarkan sebuah tongkat sihir yg seukuran dengannya, maksudnya aku, maksudnya kita


Rex memegang ujung tongkatnya dan menariknya seperti katapel


"Lorem!" Tongkat itu menembakkan cahaya biru ke arah ayah


Ayah menepisnya dengan tangan kosong


"Cih! Sialan!" Rex menembaki ayah lagi


Hati-hati ayah!


Dan tembakan itu ditepisnya dengan mudah


Dari arah belakang ayah, datang Jack-chan, Carla-chan, dan Rio-chan


"Kalian berdua majulah! Lawan kalian adalah aku!" Kata Rex


"Jack, Carla. Tunjukkan aku perkembangan kalian" kata ayah yg mulai mundur ke belakang


"Yes, sir!" Jawab mereka berdua


Lalu Jack-chan mengeluarkan pisau/Dagger, sedangkan Carla-chan mengeluarkan tombak


Carla-chan melempar tombaknya dengan kuat


Tombak itu melesat dengan kecepatan tinggi, tapi Rex berhasil menghindarinya dan menangkap tombak itu


Tanpa Rex sadari, Jack-chan sudah ada di depannya


Jack-chan langsung menebas leher Rex


Rex berhasil menahannya dengan tombak yg tadi dia pegang


Dari pisaunya keluar seperti energi panas


'BWOOOOSH!'


Asap yg terjadi akibat tombak dan pisau api yg bertabrakan


Rex sulit melihat dimana mereka berada


Dari kejauhan terlihat ada yg mendekat


Rex bersiap menyerang


Ketika orang itu mendekat, Rex langsung memukul orang itu, tapi orang itu menangkap tongkat Rex


Orang itu langsung memeluk Rex


Dan sesuai dugaan dia adalah ayah


"Ayah? Tapi kenapa?" Tanya Rex


"Apa kau iri karena punya 'saudara' baru?" Tanya ayah


"B-buka-"


"Sssh..." potong ayah sambil memegang lembut mulut Rex


"Kebohongan terkadang menguntungkan, tapi kebohongan pasti punya kerugian yg lebih besar dari keuntungan itu" kata ayah


Rex terdiam sesaat


Ayah lalu menatap mata Rex atau aku


"Sekarang aku tanya. Apa kau iri punya saudara baru?" Tanya ayah


Rex mengangguk malu


Tapi sejujurnya aku lebih suka punya banyak teman, dibanding Rex yg lebih suka menyendiri


"Oh, Rex, sayang. Aku tidak akan memilih sebagai ayah. Aku juga sayang Rio, aku sayang Vince, aku sayang kau, aku juga sayang Akira. Jack dan Carla hanya menginginkan latihan agar mereka kuat, itu saja" jelas ayah


"Ta-tapi kata ibu, mereka itu saudara baru!" Kata Rex


"Dia itu hanya bercanda. Orang yg ceria itu gemar bercanda. Aku sebaliknya" jawab ayah


Rex terdiam


"Sekarang, minta maaf pada mereka berdua" pinta ayah


Rex menghampiri mereka berdua


Rex memberikan tangannya


"Maaf soal yg tadi. Aku hanya terbawa emosi jadi tidak memikirkan lebih lanjut" kata Rex


"Hmph! Sebagai anak Diablo aku harus memaafkan yg lebih rendah darinya" kata Jack-chan dengan sombong


'BLTAK'


"Iya kami maafkan kok" kata Carla-chan sambil menjabat tangan Rex setelah menjitak Jack-chan


Lalu Rex memeluk mereka berdua


"Hihihi~ kita kan sesama saudara Aref" kata Rex sambil tertawa senang


Di sisi lain ayah hanya melihati mereka bersama Rio-chan


"Akhirnya temenan juga" kata ayah


"Namanya juga anak kecil" lanjut Rio-chan


"Kau kan juga anak kecil"


"Hehehe~"


"Dasar bocah" ayah mengelus kepalanya Rio-chan


"Rex itu, meskipun terbilang hasil reinkarnasi, tapi sifatnya masih seperti Akira" kata ayah


"Maklum, dia sudah menempati tubuh Akira-chan cukup lama. Dia terbawa suasana karenanya" jawab Rio-chan


...To Be Continued......