Reincarnated As A Human?

Reincarnated As A Human?
Chapter 9: homecoming (bagian 3)



"Kisama wa..."


"Ayah!" Kata Angela


"Angelo Swan II!" Kataku



"Maou-sama cilik, mau kau bawa kemana putriku?" Tanyanya


"Sepertinya dia bertanya padamu, Rexy" bisik ayah


"Iya. Aku tau!" Jawabku


"Ehem... jadi kita bertemu lagi, Angsa!" Lanjutku


"JAWAB PERTANYAANKU DULU, MAOU-SAMA REX!" Bentaknya


"Se-serem..." aku merinding ketakutan sambil memeluk kaki ayah


"Oi. Jangan bentak putriku seperti itu. Dari sisi mana juga dia masih kecil" kata ayah sambil mengelus punggungku


"Benar, ayah! Dia bukan Rex yg dulu lagi. Dia menjadi lemah karena kekutanmu dulu" lanjut Angela


"Cih! Kau kira karena dia anak kecil aku jadi kasihan?" Katanya


"Berilah belas kasih, meskipun dia dulunya memang brengsek" kata ayah


Aku menggigit kakinya


"Bercanda, Rexy, bercanda" kata ayah


"Sekarang, Angela. Kau mau kemana dengannya?" Tanya Angelo ke putrinya


"Kita akan ke dunia lain. Apa ayah mau ikut?" Jawab Angela


"APA KAU BILANG?!!" Teriaknya


"Hei. Apa kau tuli? Dia bilang dia akan ke dunia lain bersamaku. Apa kau mau ikut?" Balas ayah


"Iya, aku dengar apa yg di ucapkan, tapi biar lebih dramatis aja"


"Ooh..."


"Ulang, ulang. Ehem... APA KAU BILANG?!!"


"Angelo, kaulah yg akan menjadi rajanya" kataku di balik kaki ayah


"KAU DIAM, GAKI!"


"Hiiii...! Serem!"


"Sekarang. Apa kau mau ikut atau tidak?" Tanya ayah


"Bagaimana kalau kau yg ikut?" Tanya Angelo balik


"Ke mana?"


"Ke AKHIRAT!" Angelo mulai menyerang menggunakan pedang katana


Ayah tidak tinggal diam, dia langsung menyerang balik menggunakan pedang katana miliknya juga


'TING...'


Sementara mereka bertarung, aku dan Angela hanya menonton mereka


"Hei, Angela! Apa ayahmu berganti tipe? Karena dulunya dia tipe penyihir" kataku


"Itu benar. Dia berganti tipe setelah hilangnya anda, Akira-sama" jawab Angela


"Tapi, dia dalam tipe petarung lebih kuat dari dia pada tipe penyihir" kataku


"Dia memang dulunya tipe petarung, lalu dia berganti menjadi penyihir, lalu dia kembali ke petarung lagi, dan dia sekarang bisa dua tipe sekaligus" kata Angela


"Apa?! Dua tipe? Itu kan hanya bisa dilakukan untuk orang tertentu! Dulunya aku tipe petarung, penembak, penyihir, pemanggil, peneliti, dan pembantu, itu saja hanya keturunan raja iblis yg bisa"


"Dia memang sudah melewati batasnya"


Soal sistem di dunia ini memang memiliki beberapa tipe petualang, seperti yg kusebut tadi


Petarung adalah tipe yg lebih efisien jarak dekat, dikarenakan senjata mereka yg harus di eksekusi melalui jarak dekat


Pemanah adalah tipe yg lebih efisien jarak jauh, senjata meraka seperti panah, pistol, dan tombak (tombak bisa juga dipakai untuk tipe petarung)


Penyihir adalah tipe yg tidak efisien dari jarak jauh, maupun dekat, tapi tipe penyihir bisa memanipulasi jarak bertarung mereka dan bisa memberi damage yg besar, sayangnya kekuatan ini dibatasi tenaga mereka


Pemanggil adalah tipe yg hanya bisa bertarung dengan hewannya, contohnya Arny, dia adalah hewanku, tapi sayangnya pengguna tipe ini tidak bisa bertarung (kecuali aku)


Peneliti adalah tipe yg sama sekali tidak bisa bertarung, mereka hanya orang yg bisa mengetahui benda-benda yg mereka temukan, dan biasanya pengguna tipe ini bukanlah seorang petualang melainkan pedagang tokoh


Pembantu adalah tipe yg lebih enak dipanggil support, seperti namanya mereka hanya bisa membantu rekannya seperti mengobati luka, menambah tenaga, dan buff


Semua tipe itu hanya dimiliki keturunan raja iblis, sedangkan menggunakan dua tipe sekaligus itu sulit


'Ting ting TING...'


"Kau boleh juga, ya. Angelo Swan II" kata ayah yg beradu pedang


"Sejujurnya, musuh yg merepotkan dan kuat hanyalah kau seorang. Kalau boleh tau siapa namamu?" Tanya Angelo


"Panggil saja DAN Vince" ayah mulai melepas adu pedangnya dan memulai pedang-pedangan lagi


"Baiklah, DAN. Bagaimana kalau ini? Firebolt!" Angelo menembak kilatan api dari tangannya


Ayah menangkis semua itu dengan mudah


"Kau asik juga, DAN! Tapi, apakah kau bisa menghindari ini? Ultranova!" Angelo mengeluarkan bola raksasa berwarna biru dari tangannya lalu melemparnya ke arah ayah


"Gawat! Itu bisa menghancurkan istana ini! Akira-sama berlindung!" Angela langsung memelukku


"Eh?"


'BOOOOOOM'


Ledakan yg membuat atap istana terbuka


"Gila!" Kataku


"Akira-sama, anda baik-baik saja?" Tanya Angela


"Aku tidak apa-apa. Bagaimana denganmu?" Tanyaku balik


"Sepertinya saya tidak terluka sama sekali, tapi istananya hancur"


Aku dan Angela melihat ke atas dan menonton dua kilat berwarna ungu dan hitam saling beradu


"Akira-sama, kumohon hentikan ayah saya!" Pinta Angela sambil memegang tanganku dan dari matanya nampak sedih


"Aku sih hanya anak TK, tapi mau bagimana lagi. Arny!" Arny mulai berubah menjadi naga yg cukup besar


Aku dan Angela menaiki Arny


Kami mulai terbang ke atas langit sana


"Darkster!" Angelo menebas dari jauh dan keluar tebasan tipis dalam jumlah yg banyak


"Judgement cut!" Ayah juga melakukan hal yg sama, bedanya dia mengeluarkan lingkaran tebasan yg langsung menyerang Angelo


Angelo menyentuh mata pedangnya menggunakan jarinya dan pedangnya mulai bersinar warna ungu terang


"Aku menggabungkan sihir dan pedangku untuk menambah kekuatanku! Sekarang terima ini! Violet Sword!" Kata Angelo sambil menusuk-nusuk ayah


Tapi, ayah bisa menghindari itu semua dengan mudah


"Dengarkan, Angelo. Jika kau percaya pedangmu adalah pemberian dari Tuhanmu untuk melindungi diri, maka pedangmu akan sekuat kepercayaanmu" kata ayah yg masih menghindari serangan Angelo


"Apa maksudnya itu?" Tanya Angelo yg masih menyerang


"Maksudnya begini..." ayah menangkis serangannya hanya dengan sekali tebas dan pedang Angelo patah


"Mustahil!"


"Lihat?"


Ayah hendak menusuk Angelo


"HENTIKAN!!!" Teriak Angela yg membuat ayah berhenti


Kemudian mereka berdua terjatuh karena pertarungan yg berhenti


"Sial! Arny tidak bisa membawa 4 orang dewasa sekaligus!" Kataku


Ayah lebih memilih jatuh lebih dulu, sedangkan Angelo masih dalam perjalanan jatuh


"AYAH!" Kata Angela


"HUAAAAAAAA!"


Ketika Angelo hampir menyentuh tanah, ayah menyelamatkannya dengan menangkapnya


"Syukurlah..." kataku dan Angela


Arny mulai mendarat dan berubah menjadi hamster lagi


"Ayah! Kau tidak apa-apa?!" Tanya Angela sambil memeluk ayahnya


"Cih! Jangan menyentuhku!" Kata Angelo sambil mendorong putrinya


"Hei, Angelo! Sikapmu sebagai ayah sangatlah buruk" kata ayah


"Siapa peduli!"


"Angelo, apa alasanmu membenci putrimu sendiri?" Tanya ayah


"Bukan urusanmu!" Angelo mulai mendekati patahan pedangnya


"Angelo, maafkan kesalahan leluhurku dulu. Sebenarnya aku tidak tau apa yg membuatmu membenci raja iblis, tapi percayalah aku tidak seperti leluhurku" kataku


Angelo mengambil patahan pedangnya


"Itu memang semua berawal dari leluhurmu. Sebenarnya aku tidak punya dendam, tapi permintaan terakhir ayahku lah yg menyuruhku" jawab Angelo


"Nah, sekarang kau bisa pindah ke duniaku. Bagaimana?" Tanya ayah sambil memberikan tangannya


"Iya, ayah. Ikutlah dengan kami!" Lanjut Angela


Perlahan Angelo menggapai tangan ayah


ANGELO MEMOTONG TANGAH AYAH!!!


"AYAH!!!" Teriakku


Dia mencekik ayah


"Kau kira aku ingin meninggalkan kerajaanku dan hidup bersama dengan sampah sepertimu" Kata Angelo lalu melempar jauh ayah hingga membuatnya tak sadarkan diri


"Sekarang kalau kalian menentang kalian akan berakhir seperti dia! UT MONSTRA!" Angelo menusuk dirinya sendiri dengan patahan pedang yg ia pegang


'Jleb...'


"Gawat! Itu mantra merubah diri menjadi monster!" Pikirku


Cahaya ungu mulai menyinari terang seluruh tempat


Aku menutup mataku karena silaunya


Ketika berhenti bersinar, muncul monster raksasa berwarna ungu, bertanduk, bertangan enam, dan berwajah naga


"Ayah...!" Kata Angela


"ANGELO! KAU SUDAH BERLEBIHAN! KUPERINTAHKAN UNTUK BERHENTI SEKARANG JUGA!" Teriakku


"Kau kira makhluk kecil sepertimu bisa mengalahkanku!" Angelo meluncurkan pukulan


"ARNY!" Arny berubah menjadi naga dan menahan serangan itu


Meskipun begitu, Arny tidak cukup besar untuk menghentikannya


Arny terbang menuju kepala Angelo


Kelima tangannya menyerang, tapi Arny bisa menghindari itu semua


Arny menyemburkan api hitam ke wajah Angelo


'BWOOOOOSH'


"Bagus Arny!" Kataku


Tapi dari mulut Angelo monster mulai berwarna ungu


"Arny menghindar!"


'BWOOOOOSH'


Arny terkena serangan itu!


"ARNY!!!"


Ketika jatuh Arny berubah menjadi hamster lagi dan kutangkap


"Arny bertahanlah!" Aku dan Angela berlari mundur ke ayah


'Greb...'


Angelo menangkap Angela!


"Tidak usah mengkhawatirkanku, Akira-sama! Larilah!" Katanya


Aku berhasil mendekati ayah


"Ayah bangunlah! Ayah! AYAH!" Aku terus memanggilnya dan menggoyangkan badannya bersamaan dengan memegang Arny


"Ya Tuhan! Jangan ambil ayahku lagi!" Pikirku


'Greb...'


Angelo menangkapku


"AYAH, BANGUNLAH!!!" Teriakku


Kemudian aku dihadapkan dengan wajah jelek Angelo


Aku memukul tangan besar Angelo dengan kekuatan fisik yg dicampur sihir


'Bug bug bug'


"Maou-sama, serangan seperti itu tidak ada rasanya, jadi berhentilah!" Kata Angelo


Aku tidak mendengarkan


Aku terus memukulinya


"Keras kepala!"


Angelo semakin menekanku dengan tangannya


"Semakin... sesak..."


"AKIRA-SAMA, BERTAHANLAH!" Kata Angela


"Tidak... usah pedulikan... diriku, Angela!"


'CRACK!'


"SAKIIIIIT!!!" Kurasa tulangku retak lagi


"Yare yare. Sekarang kau kelewatan karena telah melukai putriku, wahai mantan raja Angelo"


"Ayah...?"


"DAN-Sama!"


Ayah kembali berdiri dengan keadaan sehat


"Aku hanya istirahat sebentar karena capek tidak tidur 4 hari, dan sekarang ada-ada saja" ayah mengeluarkan pedangnya


"Masih hidup ternyata. Kau lumayan juga, DAN" jawab Angelo


Lalu dia melemparku ke istana hingga membuat istananya roboh


"AKIRA-SAMA!!!"


"Akira..."


"Hm hahahahaha! Sekarang tidak ada yg menggangu lagi" kata Angelo


"Kau... sudah kelewatan, Angelo. Kau tidak akan kumaafkan. Kau akan mati" jawab ayah sambil menatap ke bawah


Angelo juga melempar Angela ke tempat ayah berdiri, tapi dia diselamatkan


Sementara itu aku tertimpa reruntuhan dan tidak bisa berdiri


"T-tolong... ayah... ibu... tolong!" Aku menangis lemas tidak berdaya meminta pertolongan, meskipun tidak ada yg akan menjawab


Lalu aku sadar pertolonganku hanya Arny yg sama-sama tidak terluka


Dia mulai menggali-gali sesuatu


"Arny, hentikan! Itu tidak ada gunanya..." kataku


Lalu aku mengelus pelan Arny dengan jari telunjukku


"Hiks... hiks..." air mata semakin bertambah


"Aku tidak percaya ini, tapi aku sang raja iblis Rex menangis"


"Akira... maafkan aku... tidak bisa menjaga tubuhmu dengan baik..." kataku ke Akira


"Tidak apa-apa, Rex. 5 tahun ini juga berharga bagiku" jawab Akira


"Ya... sepertinya ini lah akhirnya" aku tergeletak lemas


Aku sudah tidak bisa bergerak lagi


Tubuhku semakin dingin


Aku perlahan menutup mataku


"APANYA YG MATI!!!" Aku membuka mataku lagi


Cahaya bersinar terang berwarna emas antara aku dan Arny


"Aereum fusione!" Mataku berubah emas


Rambutku berubah emas


Jiwaku berubah emas


Darahku berubah emas


Arny berubah menjadi naga emas


Kami berdua terbang ke atas langit dalam keadaan bersinar emas


"Itu..." kata Angela


"Akira?" Lanjut ayah


"Tidak mungkin!" Kata Angelo


Arny terpotong menjadi beberapa bagian


Bagian itu adalah zirahku


Seluruh bagian tubuh yg terpotong menjadi zirah emasku, termasuk sayap


Kakiku seperti naga, begitu juga tanganku


Kami meluncur turun dengan tangan memukul


"Huh! Meskipun begitu, apa gunanya untuk melawanku?!" Angelo memukul juga dengan semua tangannya


Lalu aku menghindar dan berlari di tangannya yg besar


"Golden Sun!" Aku mengeluarkan bola matahari berwarna emas dan melemparnya


Angelo menahannya


"Mustahil! Ini kuat sekali! Bahkan lebih kuat dari Ultranova-ku!" Kata Angelo


Aku memukul matahari buatanku dan membuat Angelo terjatuh


'BOOOOOOOOM'


Ledakan yg cukup besar hingga membuat seisi kota melihat sinar itu


Angelo monster sudah terkapar, meskipun tubuhnya tidak mendapatkan banyak luka


"Hahahahaha! Serangan seperti itu tidak ada rasanya!" Kata Angelo yg mulai berdiri


"Pembohong" jawab ayah


Di ekornya, ayah memegang ekornya yg besar itu


Ayah mulai memutarnya layaknya mainan


Lalu dia melemparnya


"Serang dia, Rexy-Akira!" kata ayah


"Ayah gila juga, ya" kataku


Aku terbang menujunya


"Sun Punch" aku memukul menembus tubuhnya


"NANI?!!!" Teriak Angelo


Mungkin di penglihatannya, dia seperti melihat pukulan raksasa emas yg lebih besar darinya


'Ka-BOOOOOOOM'


"AAAAAAGH!!! MUSTAHIL! AKU SUDAH MELEWATI BATAS KEMANUSIAAN!!! AKU TAK TERKALAHKAN!" Teriak Angelo sebelum meledak menjadi sinar


...🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹...


Sekarang Angelo sedang duduk tak berdaya menunggu eksekusi dari ayah


"DAN-sama, tolong jangan bunuh dia!" Kata Angela


"Angela, dia mencoba untuk membunuhmu, dan kau membiarkannya hidup?" Tanyaku


"Biar bagaimanapun juga, dia tetap ayahku satu-satunya" jawabnya


"Sudah! Langsung saja bunuh aku" kata Angelo


'Plak...'


Angela menamparnya lalu memeluk ayahnya itu


"Ayah bodoh! Ayah bodoh! Apa hanya karena ayah mencoba membunuhku itu alasanku untuk membencimu?! Semua itu bukan alasan untuk membuatku berhenti menyayangimu, ayah" kata Angela sambil menangis


Angelo langsung memeluknya balik dan mulai meneteskan air mata


"Angela... maafkan aku. Aku ayah yg buruk. Maaf, ya?" Kata Angelo sambil menangis


"Aku selalu memaafkan ayah kok"


Aku terhura


"Nangis? Rexy kenapa nangis?" Tanya ayah yg sepertinya meledekku


"Aku tidak nangis, kau yg nangis!" Balasku


"Kalau begitu ayo kita pulang, Rexy" ayah membuka portal


"Tunggu!" Kata Angelo


"Hm?"


"Kami akan ikut dengan kalian. Ke dunia lain, kan?"


"Iya" jawabku


"Rexy, rencana kita berhasil" kata ayah kemudian kami tos tinju


"Rencana apa?" Tanya Angela


"Bukan apa-apa. Ini urusan laki-laki" jawabku


"Ya... tapi kau kan perempuan sekarang" kata Angelo sambil senyum bingung


Dan kami berempat kembali ke dunia biasa


Angelo dan Angela memulai kehidupan yg baru di sana


Kami pun pulang ke rumah


...🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹...


"Sudah sekarang tukar jadi Akira" kata ayah mulai berjalan ke dalam rumah


Akira's POV


"Loh? Masih pagi? Bukannya tadi sudah siang?" Tanyaku


"Kita kembali di saat kita berangkat. Kalau dalam penglihatan orang lain, kita hanya sekejap saja" jawab ayah


"Maksudnya itu, kita masih berada di hari yg sama ketika kita berangkat" jelas Rex


"Aku masih tidak mengerti. Hehehe~" jawabku dengan polos


"Hadeh..."


"Yare yare. Namanya juga anak kecil. Ayo kita sarapan dulu" ajak ayah


...🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹...


Di dalam kami baru melihat ibu dan Rio-chan


"Wah! Kalian berdua bangun pagi-pagi sekali! Makannya juga sudah disiapkan pula" Kata ibu terheran


"Benar, benar. Akira-chan kuat juga bangun pagi-pagi" lanjut Rio-chan


Aku dan ayah kompak


"Ceritanya panjang"


...To Be Continued......