
Besoknya yg juga masih hari libur, aku berkeliling rumah mencari ayah, ibu, dan Rio-chan
Aku melewati kamar ayah dan ibu
Disana aku hanya melihat ibu sedang merapikan baju
"Ara? Akira-chan ada apa kesini?" Tanya ibu dengan suaranya yg lebih lembut dari sutra
"Ah tidak. Aku hanya mencari ayah sama Rio-chan" jawabku
"Begitu ya. Rio-chan dan ayah sedang pergi. Tadinya mau mengajakmu, tapi kamu masih tidur" lanjut ibu
"Ooh... begitu ya"
"Bagaimana kalau kita juga ikutan jalan-jalan?" Ajak ibu
Mataku bersinar terang
"Ayo! Kita kau kemana?" Tanyaku
"Kemana, ya? Nanti saja deh" jawab ibu dengan menggoda
"Ahh! Ibu curang!"
"Hihihi~ sudah. Ayo, kita siap-siap dulu"
"Haik... haik"
...🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹...
Aku dan ibu mulai jalan-jalannya tidak lupa aku selalu membawa Arny
"Jalan-jalan~ bersama ibu~ jalan-jalan~ bersama ibu~" aku bernyanyi dengan penuh keceriaan sambil digandeng ibu
"Hihihi~ kamu sepertinya senang sekali ya, Akira-chan?" Tanya ibu bersamaan dengan senyumannya yg manis
"Tentu saja. Kalau sama ibu pasti senang" jawabku
"Memang kenapa kalau sama ayah?" Tanya ibu
"Ayah itu ayah yg buruk..." jawabku
"Eh? Kok bisa begitu?" Senyuman ibu masih tidak bisa luntur, meskipun dengan kata-kataku barusan
"Tapi, ayah itu ibu yg baik" lanjutku
"Loh? Kok ibu yg baik? Lalu ibu itu apa?"
"Ibu juga ibu yg baik! Ibu juga punya sifat yg lebih baik dari ayah"
"Hmm? Memang ayah kenapa sifatnya?"
"Ayah tidak pernah tersenyum seperti ibu, ayah seperti selalu tidak senang"
"Hihi~ memang begitu lah ayahmu"
"Aku jadi seperti punya dua ibu. Hehehe~"
"Ada-ada saja kamu Akira-chan. Hihihi~"
"Aku serius! Ayah dan ibu tidak jauh beda! Tapi, ibu jauh lebih baik dari ayah"
"Iya deh, iya. Hihi~"
Selama aku tinggal bersama keluarga Vince, aku tidak pernah melihat ibu berhenti tersenyum
Ibu selalu terlihat bahagia dan senang
Ayah sebaliknya, dia malah selalu nampak serius dan tidak bahagia, meskipun kelakuannya normal
Kalau disuruh memilih ayah dan ibu, aku tidak bisa memilih karena mereka berdua adalah orang tua terbaik
...🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹...
Kami sampai di sebuah tempat karnaval
Disana tempatnya ramai sekali
"Sekarang, Akira-chan. Kita mau main apa?" Tanya ibu dengan suara lembutnya
"Ow! Ow! Ow! Ow! Bagaimana kalau roller coaster?" Kata Rex
"Role coster!" Jawabku
"Roller coaster?"
Aku mengangguk
"Hihihi~ tidak boleh, Akira-chan. Itu untuk orang dewasa" jawab ibu
"Eh?!! Tapi aku sudah dewasa!" Kataku sambil lompat-lompat untuk menujukkan kalau aku tinggi
"Tidak boleh~ lihat! Kita main yg lain saja yuk!" Ajak ibu
"Ya sudah"
Kami kemudian berkeliling mencari permainan yg bagus
Di perjalanan, ibu selalu dilihati banyak orang, karena paras cantiknya dan senyumannya yg berbunga-bunga dan tidak pernah luntur
"Hey, Vivian!" Sapa seseorang dari jauh
Orang itu nampak tidak asing bagiku
"Oh~ Dilah-kun!" Jawab ibu
...
Iya itu adalah ayahnya Sakura Remy ...
"Hei! Kan sudah kubilang panggil aku Deku!" Katanya
"Hihi~ maaf deh"
Dibelakangnya ada Sakura-chan
"Wah! Akira-chan, kita ketemu lagi!" Kata Sakura-chan
"Sakura-chan?!"
"Jadi kamu sudah kenal mereka, Akira-chan?" Tanya ibu
Aku mengangguk
"Vivian, senyumannu itu sama sekali tidak berubah. Ma-maksudku kau selalu terlihat cantik seperti biasanya" kata ayahnya Sakura-chan
"Hihi~ makasih" jawab ibu
"Tidak seperti si datar" bisiknya
Yg dia maksud adalah ayah
Sementara itu
"Hachoo...."
"Kenapa, Papa?"
"Tidak. Hanya sedikit pilek, mungkin"
Kembali lagi
Ayah memang datar dan tidak pernah mengeluarkan ekspresi apapun
"Akira-chan, bagaimana kalau kita main bareng?" Ajak Sakura-chan
"Ayo!" Balasku
Kemudian aku yg selalu ditemani ibu main bersama dengan Sakura-chan yg juga ditemani ayahnya
...🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹...
Kami berempat sekarang di restoran langganan yg biasa aku, ibu, ayah, dan Rio-chan datangi
Kami sedang makan siang
Ibu dan ayahnya Sakura-chan sedang mengobrol yg sejujurnya aku tidak terlalu mengerti apa yg mereka obrolkan
"Akira-chan, kau dapat hamster-naga itu darimana?" Tanya Sakura-chan sambil menunjuk Arny yg sedang makan
"Dia lucu juga, ya? Boleh aku menyentuhnya?"
"Tentu saja"
Arny mulai mendekati Sakura-chan dengan sendirinya
Lalu dia memberikan tangan kecilnya ke Sakura-chan
Sakura-chan bingung harus bagaimana
"Dia mengajakmu salaman" kataku
Lalu Sakura-chan memberikan jari telunjuknya dan digoyangkan jari telunjuknya oleh Arny
"Wah! Dia seperti hamster dengan kepintaran manusia! Dia punya kepintaran sendiri!" Kata Sakura-chan yg terkagum
"Ya kan...?"
"Tres bien!" Katanya
"Apa itu?" Tanyaku
"Itu bahasa Perancis yg artinya 'sangat bagus'. Karena aku keturunan Prancis, aku jadi tau bahasa Prancis" jawabnya
"Aku bukan keturunan Inggris, tapi aku bisa bahasa Inggris" kataku tidak mau kalah
"Benarkah? Coba kalau bisa?" Tantangnya
"Bantu aku, Rex!" Bisikku
"Tenang saja. Serahkan padaku" jawab Rex
Aku dan Rex bertukar tempat
"Hei, baby! Do you know who am i?" Kata Rex
"You are Akira Vince" jawab Sakura-chan
"He... hei, not bad!" jawab Rex
Aku bertukar tempat lagi
"Bagaimana?" Tanyaku
"Boleh juga, tapi skill bahasa Inggris-mu masih jauh dariku" ujarnya dengan sombong
"Are you challenging me?" Kata Rex
"Oh iya?" Tanyaku
Lalu Sakura-chan mengangguk dengan sombongnya
"Bilang kepadanya 'you're next line is: you will never surpass me' right?" Kata Rex
"You're next line is: 'you will never surpass me' right?" Kataku sambil menunjuk
"You will never surpass m- WHAT?!!" Dia terkejut
"Kyahahaha~ kau terbaca. Kyahahaha~" tawaku meledaknya
"Sialan! Hmph! Liat saja, kau tidak akan pernah bisa melampauiku" dia masih terus membangkang layaknya anak kecil
"Hadeh... dasar bocah ingusan" gumam Rex
"Akira-chan bisa belajar bahasa Inggris dari mana?" Tanya ibu yg kagum
"Tentu dari ayah!" Jawabku
"Memang benar! Ayahmu itu bisa bahasa Inggris dari SD kelas 1, katanya" lanjut ayahnya Sakura-chan
Sementara itu
"Hachoo..."
"Kenapa lagi, Papa?"
"Tidak apa-apa kok. Aku memang sering bersin-bersin dari kecil"
Kembali lagi
"Aku bisa bahasa Inggris, Prancis, Jepang, dan Indonesia" kata Sakura-chan mulai menyombongkan dirinya lagi
"Bilang padanya kalau kau bisa bahasa Latin, Inggris, Jepang, Italia, dan Indonesia. Ya, faktanya memang aku bisa beberapa bahasa itu" kata Rex
"Kalau aku bisa bahasa Inggris, Latin, Jepang, Italia, dan Indonesia" jawabku
"Cih!"
"Kenapa bocah itu? Merasakan kekalahan? Hahahahaha!" Tawa Rex
...🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹...
Setelah berlama-lama kami akhirnya berpisah
Sakura-chan dan ayahnya sepertinya memilih untuk pulang, sedangkan kami masih melanjutkan perjalanan kami
Karena hari masih agak pagi sekitar jam 10, jadi kami memutuskan untuk pergi beli-beli
"Kita mau beli apa buat siapa, ibu?" Tanyaku sambil digandeng
"Kita beli baju dan jaket buat ayah, kita juga beli baju buat kamu dan Rio-chan. Ya~ setidaknya ucapan terima kasih karena sudah membelikan ibu baju pada waktu itu" jawab ibu
"Pada waktu itu, maksudnya ketika kita di duniaku" kata Rex
"Oh, seperti itu" jawabku
Dan kami pun mulai mencari baju-baju yg cocok untuk ayah, meskipun asal tebak
...🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹...
Kami akhirnya pulang setelah sekian lamanya
Ibu membukakan pintu dan sudah ada 4 orang yg disana
Tunggu, 4?
Bukannya tadi hanya berdua saja, yaitu ayah dan Rio-chan
"Kami pulang!" Kata ibu
"SI-SIAPA LAGI INI?!" Teriak Rex
"Ah, kalian berdua sudah pulang. Lama sekali, sih" kata ayah
"Siapa mereka?" Tanya ibu
"Mereka mau jadi panti asuhan apa?" Kata Rex yg sudah memprediksi yg akan datang
Ada dua anak kecil
Yg satu laki-laki berambut merah, yg sedang membawa boneka yg... sepertinya milik Rio-chan
...
Dan yg satu lagi adalah gadis kucing...
...
Iya! Gadis kucing...
Aku pertama kalinya melihat mereka
"Mereka ini kutemukan ketika aku dan Rio sedang jalan-jalan. Yg laki namanya Jack the Ripper dan yg perempuan namanya Carla" jawab ayah
"Rex, apa gadis kucing tidak aneh buatmu?" Tanyaku dengan pelan
"Tidak. Di duniaku ada banyak gadis kucing. Di sana yg setengah manusia dipanggil Semi-Human" jawab Rex
"Rio-chan, Akira-chan. Sepertinya kalian akan punya saudara baru" kata ibu
"NOOOOOOOOOOOOOO!" Teriak Rex
...To Be Continued......