
4 tahun berlalu
"Akira! Awas kau! Akan kukalahkan kau dengan jurus terkuatku!" Kata Papa yg melihatku di atas sofa
"Hah! Coba saja, manusia! Aku, Kawasaki Akira, tidak akan kalah dengan jurus apapun" kataku layaknya raja
Jadi sekarang aku sedang bermain dengan Papa
Aku main seperti Role-play dengannya
Meskipun begitu aku masih sadar loh kalau aku itu seorang gadis kecil
Ya itulah aku di kehidupan kali ini
Aku sekarang menginjak umur ke-4 tahun dan hidup dengan bahagia
Sang raja iblis, Rex yg ditakuti menjadi gadis kecil, imut, periang
Ya sang raja iblis harus menerima kenyataannya bahwa aku sudah menjadi lemah
"Jurus terkuatku, jurus... tidur" Papa membaringkan badannya dan mengorok layaknya tidur beneran
"Papa?! Papa! Ayo main yg bener donk" aku menggoyangkan badannya
"Papa! Papa! Uhh, Papa nyebelin deh!"
"HUAAA!" Papa terbangun mendadak dan menggelitikiku
"Ahahaha! Papa hentikan! Ahahaha! Papa! Hahaha"
"Kuchi, kuchi. Kelitik Akira kecil" Papa masih terus menggelitikiku
"Akira-chan! Papa! Mainnya udahan dulu ayo sarapan!" Mama memanggil dari dapur
"Haik" jawab kita berdua
Kemudian Papa menggendongku dan berjalan ke dapur
'Teng tong'
Sebelum aku dan Papa sempat ke dapur, ada yg menekan tombol bel pintu
Dan itu terpaksa membuat Papa pergi menghampirinya meskipun dia masih menggendongku
'Sreet'
"Permisi, apakah ini kediaman Kawasaki?" Tanya orang di luar yg ternyata kurir
"Iya! Saya Kawasaki Agio!" Jawab Papa
"Ini paketnya" kurir itu memberikan paketnya ke Papa
"Silahkan tanda tangan disini!"
Karena Papa tidak bisa mendatanginya, maka aku diharuskan turun dulu
"Terima kasih, tuan! Semoga hari anda menyenangkan" kurir itu kemudian pergi
Setelah tanda tangan, Papa menggendongku lagi dan berjalan ke dapur
Sebenarnya namaku Akira itu gabungan nama Papa, yaitu Agio dan Mama, yaitu Kila yg dibaca Kira
"Pa, itu apa?" Tanyaku
"Hmm? Apa ya? Coba tebak?" Papa mulai bermain kuis
"Ihh! Papa gak asik deh!" Aku mulai ngambek
"Tebak donk! Biar asik" jawab Papa yg masih menyembunyikannya
"Hmm... mainan?" Tebakku
Papa menggelengkan kepalanya dengan ekspresi meledek
"Terus apa donk? Buku?" Dan Papa masih menggelengkan kepalanya
"Nanti saja kita makan dulu" kata Papa sambil menurunkanku di kursi makan
"Hmp! Papa gak asik"
"Ahahaha! Ya sudah makan dulu" kata Papa
Dan tebakan itu membuatku terbayang-bayang sesuatu yg tidak masuk akal
Bisa saja itu hewan peliharaan atau mungkin BOM!
Ya, kepalaku berputar memikirkannya
Tanpa pikir panjang aku makan dengan cukup cepat
"Akira-chan, pelan-pelan makannya!" Pinta Mama dengan nada lembut
"Ahahaha! Sepertinya dia tidak sabar dengan hadiahnya" balas Papa
Dan aku selesai makan kurang dari 3 menit
Aku langsung ke kotak paket itu yg masih dibungkus
Aku membukanya meskipun mukaku masih belepotan makanan yg belum selesai dikunyah
Isinya adalah hamster serta kandangnya yg di desain dengan bentuk apik
"Ha-hamster?!" Aku terkejut
"Iya, hamster. Gimana? Kamu suka?" Tanya Papa
"D-dia..."
"Hmm? Kenapa? Kamu gak suka?" Tanya Mama
"...imuuuut" aku menggendongnya dan mengelus-elus hamster itu
"Terima kasih Papa" aku mencium pipinya Papa
"Mama juga terima kasih" aku juga mencium pipinya Mama
"Eeeh?! Kan Mama gak ikutan apa-apa?" Mama bingung
"Tetap saja aku harus adil. Aku sayang kalian semua!" Aku memeluk mereka berdua yg dibalas dengan pelukan lagi yg lembut dan hangat
...🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹...
Waktu terus berjalan sedangkan aku masih main hamsterku
"Tuan hamster, nama yg cocok buatmu apa, ya?" Tanyaku sendiri
"Hah? Arny? Hmm? Nama yg lucu!"
Ya seperti inilah kehidupan baruku
Ngomong sendiri, nanya sendiri, jawab sendiri, masak-masak send-
Gak usah dilanjutkan
Papa sudah berangkat kerja, sedangkan aku belum mandi
"Oh iya, aku belum mandi. Paling Mama nyuruh aku mandi bareng dalam hitungan tiga... dua... satu" pikirku
"Akira-chan! Ayo mandi yuk!" Panggil Mama dari kamar mandi
Dugaanku benar, kan?
Tentu saja benar, masa seorang raja iblis yg punya pengalaman bertarung belum tau gerak-gerik pihak lawannya
Sebelum ke kamar mandi
Aku menaruh Arny kecil ke kandangnya
Dan aku beranjak ke kamar mandi dalam keadaan telanjang bulat
Oi, oi, kalian pembaca yg mesum jangan bayangkan hal yg aneh tentang tubuh baruku ya
Kelean mau digerebek?
Kalean mau semasa hidup kalian di dalam penjara?
Kalau gak ya JANGAN!
Stop bujank! 15 tahun penjara
Bersambung ke cerita
Aku masuk ke kamar mandi dan di dalam sudah ada Mama yg siap memandikanku
"Ayo, Akira-chan!" Ajak Mama
Aku pun duduk di bak mandi seperti yg biasa aku lakukan sejak dulu
Mama pun memandikanku seperti biasa
"Bagaimana hadiah dari Papa?" Tanya Mama sambil memandikanku
'Byuuuur'
"Aku suka Arny!" Jawabku sambil main air
"Arny?" Mama bingung
"Arny itu namanya. Mama belum tau, ya?"
"Iya, Mama belum tau. Ngomong-ngomong nama Arny itu lucu loh"
"Kan! Aku yg menamainya sendiri"
"Kamu pandai menamai ya, Akira-chan"
"Habis mandi kita jalan-jalan yuk!" Ajak Mama
"Kemana, Ma? Kan biasanya sama Papa naik mobil?" Tanyaku dengan polos
"Kita jalan-jalan pakai kaki aja!"
"Pakai kaki?" Aku bingung apa yg Mama katakan
Maksudnya pakai kaki itu apa?
"Fuhuhu~ pasti kamu bingung ya pakai kaki maksudnya apa" kata Mama seolah membaca pikiranku
Aku hanya mengangguk dalam keadaan bingung
"Maksudnya kita jalan kaki aja jalan-jalannya"
"Ooooouuuh!"
"Kurang panjang 'o' nya" ledek Mama
"Oooooooo-"
"Sudah, sudah" potong Mama
Setelah main air, Mama menyabuniku dulu sebelum pergi
Setelah selesai disabuni aku disiram air agar bersih
'Byuuuur'
Kemudian aku dihanduki dulu baru aku ganti baju
Setelah 30 menit lamanya mempersiapkan diri, akhirnya kita berdua jalan-jalan
...To Be Continued......