Reincarnated As A Human?

Reincarnated As A Human?
Chapter 14: mengenang masa kelam



Satu tahun berlalu setelah kepergian Jack-chan dan Carla-chan


Kini aku duduk di bangku SD kelas 1, di sekolah yg sama


Dan sudah pastinya aku satu kelas dengan Rio-chan


Sekarang adalah hari pertama sekolah


Aku dan Rio-chan datang tidak terambat


"Rio-chan, kau kenal Sakura Remy?" Tanyaku sambil duduk menghadap ke belakang karena Rio-chan duduk dibelakangku


"Maksudmu anak dari sahabat Papa? Anak paling sialan yg pernah kutemui? Sudah tentu tau. Dia juga sahabatku" jawabnya


"Eh...? Kalau dia sahabatmu lalu aku siapa?" Tanyaku sambil meringis


"Gimana, sih? Masa gitu aja tidak tau? Tentu saja kau saudaraku" jawabnya sambil senyum-senyum juga


"Hahahahaha!" Tawa kami berdua


"Oi, oi. Sepertinya gosip cewek lagi seru" kata anak yg nyelonong


Itu adalah Sakura-chan!


"Sa-Sakura-chan?! Kau juga sekolah disini?" Tanyaku


"Tentu saja aku sekolah disini. Yo, Rio! Lama tak berjumpa" katanya sambil menyapa Rio-chan


"Yo, Rem! Ngomong-ngomong, kenapa kau tidak bolos sekarang? Biasanya juga bolos. Ahahaha!" Jawab Rio-chan sambil tertawa


"Cih! Bisa saja kau, boneka salju" balas Sakura-chan


"Ne, ne, Rio-chan. Aku dimasa depan seperti apa?" Tanyaku


"Kau dimasa depan masih sama menyebalkannya seperti sekarang" jawab Sakura-chan


"Siapa..." kataku


"Kau, tentu saja" jawabnya


"...yg nanya?" lanjut aku dan Rio-chan


"Ahahahahaha!" Kami berdua tertawa, kecuali Sakura-chan


Dan setelah beberapa menit mengobrol, bel masuk berbunyi


Sensei mulai masuk kelas dan pelajaran dimulai


...๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น...


Waktunya pulang sekolah


Aku mulai merapikan buku


"Akira, Rio, kalian punya waktu nanti siang?" Tanya Sakura-chan


"Eh? Memang tidak ada, sih, tapi..." jawabku


"Mau ngapain?" Lanjut Rio-chan


"He...? Masa tidak tau? Ya jelas main lah" kata Sakura-chan


"Ah, kalau itu..." kataku


"Izin Papa dulu" lanjut Rio-chan


"Tidak usah, tidak usah. Lagipula nanti pak tuaku akan ke rumah kalian" kata Sakura-chan


"Bilang dong dari tadi mau ke rumah..." kataku


"Kalau gitu buat apa nanya ada waktu apa tidak?" Lanjut Rio-chan


"Bagaimana? Kan kita harus bertingkah seperti anak kecil kan, Rio?" Tanya Sakura-chan


"Ya, ya. Terserah" jawab Rio-chan yg kemudian pergi keluar kelas bersamaku


Kami sampai di gerbang luar sekolah dan disana sudah ada Angelo yg sudah biasa mengantar dan menjemput kami


Karena dia memang pelayan keluarga Vince


Dia mulai membukakan pintu mobil


"Silahkan masuk, tuan putri" sambutnya


"Paman, Mama belum pulang?" Tanya Rio-chan


"Sudah pulang dari tadi" jawab Angelo


"Ohh...begitu"ย 


Kami berdua mulai masuk ke mobil


Dan mobil mulai berjalan


"Dulu sebelum ada paman Angelo, biasanya ayah yg sering menjemput, kan, Akira-chan?" Kata Rio


"Benar. Tapi dulu kalau sama ayah sangat membosankan" jawabku


"Eh...? Kenapa bisa membosankan?" Tanya Angelo sambil meringis


"Tentu saja, kan. Dia it-"ย 


"Dia itu datar" potong Rio-chan


Aku mencubit pipinya


"Jangan potong omonganku!" Kataku


Dia juga mencubit pipiku


"Memangnya kenapa, raja iblis?!" Balasnya


"Tidak sopan motong omongan orang. Ayah pernah bilang: 'yg berak aku yg motong kok kau' "


"Memangnya Papa pernah bilang gitu, anak aneh?!


"Tentu saja pernah, bola salju!"


Dan kami terus cubit-cubitan


Angelo hanya menertawai tingkah lucu kami dari depan


Setelah itu, hanya perasaanku atau memang iya, aku melihat rumahku yg dulu lewat jendela


Ketika kulihat dengan teliti dalam waktu yg singkat, rumah itu seperti diberi garis oleh polisi


Beberapa saat setelah itu, kami pun sampai


Angelo membukakan pintu mobil dan kami mulai memasuki rumah


"Kami pulang...!" Kata aku dan Rio-chan


"Selamat datang!" Sambut suara tanpa wujud


Lalu dari arah samping, datang gadis berambut putih panjang, sedang memakai apron


"Sudah pulang, ya? Maaf, tapi makannya belum siap" kata gadis itu dengan ekspresi datar


"C-cantik!" Kataku tersanjung dengan parasnya


"Rio-chan, dia ini siapa?" Bisikku


"Ah, dia? Dia itu Papa tau" jawabnya


...


...


...


...


...


...


...


...


...


"APAAAAAAA?!!!" Aku benar-benar tidak percaya, bahkan Rex pun terkejut


"Oh, kau tidak dengar? Dia itu Pa-"


"Iya! Aku dengar! Tapi aku tidak percaya ini!" Potongku


"Kenapa memangnya? Celemek ini terlihat aneh, ya?" Tanya ayah yg malah santai


"Bukan begitu!" Kataku


"Lalu apa?" Tanyanya lagi


"Apa ayah tidak bercermin pagi tadi?" Tanyaku balik


"Sudah kok. Memang kenapa sih?"


"Kenapa ayah terlihat seperti perempuan?!"


"Akira-chan, Papa itu kadang bisa jadi perempuan loh" bisik Rio-chan sambil senyum licik yg membuatku tambah bingung


"Mou! Ini menyebalkan!" Ujarku


"Kalau tidak percaya, pegang saja!" Katanya


'Gulp'


Aku menyentuh dada ayah


"Woi! Akira! Aku ini cowok tau!" Kata Rex


'Gnyut'


"Wuoo...!" Rex terdengar senang, aku sebaliknya


"APA-APAAN INI!!!" Teriakku


"Kenapa, Akira?" Tanya ayah


"Masih nanya?" Balasku


"Hah... Rio, jelaskan!" Perintah ayah


"Begini, ya, Akira-chan. Papa itu setiap menjelajahi waktu akan menjadi perempuan, kadang. T-tapi dia tetap laki-laki kok" jelas Rio-chan dengan agak gugup


"Sudah, sudah. Kita makan dulu, yuk!" Kata ibu yg datang dari belakang ayah


Aku langsung bersembunyi di belakang ibu


"Ibu, aku takut!" Kataku


"Eh? Takut kenapa?" Tanya ibuย 


"Mereka berdua jadi aneh" jawabku sambil menunjuk ayah dan Rio-chan


"Hihihi~ pertama kalinya, kah?" Kata ibu


"Hah? Ibu juga jadi aneh" kataku


"Sudah, sudah. Ayo kita makan dulu!" Kata ayahย 


Kemudian ayah, Rio-chan, dan ibu mulai ke ruang makan


Aku mengikuti mereka dari belakang


"Naruhodo. Ini semacam sihir pengubah" kata Rex


"Sihir pengubah?" Tanyaku


"Semacam sihir yg bisa merubah bentuk tubuh kita jadi apapun yg kita inginkan" jawab Rex


"Ooh, begitu? Aku mengerti"


"Benar. Kita bisa merubah tubuh kita menjadi ras lain, contohnya Arny yg diubah menjadi naga. Kalau ayah kasusnya hanya merubah wujudnya"


"Hmm...? Aku masih tidak mengerti"


"Hahaha! Dasar anak-anak!"


...๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น...


Pada sore harinya


'Tok tok tok'


"Akira, tolong bukakan pintunya sebentar!" Pinta ibu dari dapur


"Haik... haik!" Jawabku sambil berlari menuju pintu depan


Aku membuka pintunya dan sesuai dugaan, itu adalah Sakura-chan dan ayahnya


"Yo, Akira!" Sapa mereka berdua


"Ayahmu ada?" Tanya ayahnya Sakura-chan


"Ada kok. Sebentar, ya?" Aku mulai berlari untuk memanggil ayah


"Ah, Akira! Tidak usah!" Pinta ayahnya Sakura-chan


Aku menghentikan langkahku


"Memangnya kenapa?" Tanyaku


"Karena aku sudah di sini" lanjut ayah yg tiba-tiba muncul bersama Rio-chan


"Yo, DAN! Wow! Kau cantik sekarang!" Puji ayahnya Sakura


Tunggu sebentar!


Kenapa ayahnya Sakura-chan tidak terkejut?


Seakan sudah biasa melihatnya menjadi perempuan


"Ano... paman. Boleh tanya?" Kataku


"Hmm? Mau tanya apa, Akira?" Tanya ayahnya Sakura-chan


"Apa paman sadar kalau ayah itu perempuan?" Tanyaku


"Tentu saja, aku kan masih punya mata" jawabnya


"Lalu kenapa paman tidak terkejut?"


"Buat apa terkejut? Aku sering melihatnya berubah-rubah wujud, jadi apa yg harus dikejutkan?"


"Begitu, ya..." aku semakin patah semangat


"Apa-apaan kau ini, gadis aneh? Kayak pertama kalinya aja liat ayahmu jadi seperti ini?" Kata Sakura-chan


"Memang ini pertama kalinya buat Akira-chan" lanjut Rio sambil senyum-senyum


Aku langsung mencubit pipinya


"Kau tidak usah ikutam, bola salju!" Kataku


Rio-chan juga mencubit pipiku


"Memangnya kenapa, gadis aneh?!" Balas Rio-chan


"Sudah, sudah, kalian berdua. Ajak Remy ke kamar kalian sana!" Pinta ayah


"Haik... haik!" Jawab aku dan Rio-chan dengan kompak


Kami pun mengajak Sakura-chan ke kamar


...๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น...


"Ne, ne, Sakura-chan. Ayahmu menurutmu itu bagaimana?" Tanyaku


"Pak tua? Yah... dia memang agak menyebalkan dan pemarah, tidak seperti ayah kalian. Tapi mau bagaimana pun juga dia tetap pak tuaku" jawab Sakura-chan


"Begitu, ya..."


"Memangnya kenapa, Akira?" Tanya Rio-chan


"Tidak. No what what" jawabku


Note: no what what artinya tidak kenapa-kenapa^_^


Bukannya tidak kenapa-kenapa, tapi...


"Aku rindu mereka" pikirku


"Aku mengerti, Akira. Kau merindukan Papa dan Mama, kan?" Kata Rex


"Iya... Begitu lah" jawabku


"Hmm? Gadis aneh kau bicara dengan siapa?" Tanya Sakura-chan


"A-ah, a-a-aku bicara... dengan..." aku tidak bisa menjawab kalau aku bicara dengan Rex


Kebetulan, aku ingat Arny ada di dekat meja


"Arny! Iya Arny! Aku bicara dengan Arny! Hahaha!" Jawabku sambil mengeluarkan Arny dari kandang


"Hei, boneka salju, apa saudaramu baik-baik saja? Dia kurang sehat, ya?" Bisik Sakura-chan


"Mungkin ini efek pemanasan global" jawab Rio-chan yg juga berbisik


"Kalian berdua, aku bisa dengar loh!" Kataku sambil senyum seram


"Ah, bercanda, gadis aneh! Bercanda!" Jawab Sakura-chan


"Oh iya, apa kau akan menginap malam ini?" Tanya Rio-chan


"Benar, memang kenapa?" Tanya Sakura-chan


"Tidak, masalahnya..."


"Tempatnya kayaknya tidak cukup" lanjutku


Lalu, kami berpikir sejenak


"Aha! Bagaimana kalau gadis aneh dan kau boneka salju tidur di bawah, dan aku tidur di kasur" usul Sakura-chan yg tentunya tidak disetujui


Aku langsung mencekiknya


"T-tunggu, Akira! Akan ada kekerasan disini! Tunggu! AAAAAKH!!!" Teriaknya


"Yosh! Permasalahan selesai" kata Rio-chan


"E-easan ini" gumam Sakura-chan yg "sekarat"


Malamnya


Sesuai rencana, aku tidur di kasur bersama mereka berdua


Tapi gerak badan Sakura-chan, membuatku tidak bisa tidur


"Mulai menyesal membiarkannya tidur di kasur" pikirku yg kesal


Lalu, aku memutuskan untuk tidur bersama ayah atau ibu terserah apa yg kudapat


Aku berjalan menuju kamar mereka, tapi langkahku terhenti karena...


"Ayah? Belum tidur?" Tanyaku yg melihatnya keluar dari kamarnya


"Aku bukan belum apa sudah, tapi mau atau tidak. Lagipula tidak boleh tidur bersama perempuan yg belum kunikahi" jawab ayah


"Yah... masih belum sadar apa dia? Cewek tidur sama cewek apa salahnya?" Pikirku sambil menatap bingung ayah yg "cantik"


"Kau sendiri kenapa belum tidur? Bukannya besok masih sekolah?" Tanya ayah balik


"Eh...? Besok bukannya sabtu?" Tanyaku balik


"Benarkah? Kalau begitu aku terlalu cepat"


"Aku tidak bisa tidur, karena Sakura-chan menggangu"


"Begitu, kah... kalau begitu, mau tidur di rumahku?"


"Eh? Bukannya ini rumahnya ayah?"


"Tentu bukan lah. Aku hanya tinggal disini karena Rio" ayah mulai berjalan menuju pintu keluar


Aku pun mengikutinya


"Oh iya, Akira. Coba tanya Rex soal ini" kata ayah sambil memberikan pistol di perjalanan ke rumahnya



Aku pun mulai bertukar tempat


"Wuooh! Bukan kah ini 357 Magnum Revolver tipe Chronicles Xenon dengan peluru yg menggunakan tenaga sihir penggunanya, berkecepatan 100 km per detik, satu dari 100 senjata yg paling langkah di The Aref, yg bahkan aku sendiri tidak pernah menemukannya. Bagaimana ayah menemukannya?" Tanya Rex


"Tentu saja di dungeon satu triliun" jawab ayah


"Pegangan yg sangat nyaman dipegang semua pengguna, lubang kecil dengan jarak tembak yg jauh, warna yg keren, dan yg terpenting..." Rex mulai mengarahkan senjatanya ke langit


'BANG!'


"Kekuatan yg luar biasa!" Lanjut Rex


"Hei, hati-hati kalau memakai senjata, ya!" Kata ayah


"Ayah, boleh kusimpan!" Pinta Rex


"Apa saja boleh buat kau dan Rio. Tapi jangan dimainkan dengan sembarang" jawab ayah


"Akan kunamai Red Violet" kata Rex


Dan senjatanya menghilang entah kemana perginya


Kami bertukar tempat lagi


Di tengah perjalanan, kami melewati rumahku yg dulu


Aku terdiam sambil menatapi rumah lamaku, sedangkan ayah masih lanjutย 


"Akira? Kenapa?" Tanya ayah yg sadar aku tidak mengikutinya


Aku hanya terdiam sambil menatapi rumahku yg dulu


"Oooh... kau rindu rumahmu?" Tahuan ayah


Aku mengangguk


"Mau bagaimana lagi. Aku tidak bisa melakukan apapun untuk membuatmu bisa melihat orang tuamu lagi. Lagipula aku kan masih orang tuamu" kata ayah


Hening sesaat


"Ayo, kita pulang!" Ajak ayah sambil memberikan tangannya


Aku memegangnya dan ayah menggandengku terus selama perjalanan


...๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น...


Akhirnya kami sampai


Rumahnya tidak terlalu besar dan cukup sederhana, bisa kubilang


Ayah membuka pintunya dan aku masuk ke dalamnya


Aku sedikit terkejut karena kamarnya tertata rapi, banyak manga, action figure anime, sabuk-sabuk pahlawan Tokusatsu, dan hal-hal serba otaku lain


"Hmm... ternyata hobinya boleh juga. Aku juga suka Anime dan Tokusatsu" kata Rex


Aku mengambil salah satu action figure-nya untuk melihatnya, lalu menaruhnya lagi


"Maaf kalau kamarnya kurang mengenakan" kata ayah


"Tidak kok. Aku malah suka kalau kamarnya bersih" jawabku


"Begitu, ya"


Ayah mulai menaruh jubahnya dan melepas baju luarnya dan memperlihatkan tubuh bahenolnya


"S-sugoi!" Kata Rex yg mesum


Ayah mulai berbaring di kasurnya


"Sini, tidur sama ibu!" Ajaknya sambil menepuk kasurnya


"Ibu, ya? Akhirnya dia sadar" pikirku


Aku mulai berbaring disampingnya


"Kita tidur disini saja" kata ayah dengan suara lembut


"Akira, Akira. Tukar tempat! Tukar tempat!" Pinta Rex yg mau menikmati ini


"Hm hmm! Tidak akan" jawabku untuk menggoda Rex


Ayah sudah tiduran duluan


Aku juga mulai menutup mataku


Ayah memelukku sambil tertidur


Dia mengigau mungkin


Aku menggosok wajahku ke oppai-nya


"AKIRAAAAAAA!!! Mulai sekarang kau sahabatku!" Teriak Rex dengan semangat


...๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น...


Aku mulai bangun, karena kurasa sudah pagi


Aku menengok ke samping, tapi ayah tidak ada


"Mungkin sedang buat sarapan" kataku


Aku mulai beranjak dari tempat tidur


Tapi, tunggu dulu


Tempat ini kurasa tidak asing


Ini seperti rumahku yg dulu


Aku yg mulai menyadarinya langsung berlari ke ruang tamu


Betapa mengerikannya ini!


Dua mayat orang tuaku lagi?!


Papa dan Mama?!


"Pa...pa? Mama...?" Aku menatap kosong ke arah mereka


'Tep tep tep tep'


Suara orang berjalan mendekat


Aku menengok ke belakang dan itu...


...To be continued......