RaNauf

RaNauf
Episode 9 _Gadis Itu?!_



Masa lalu yang tak dapat terulang kembali membuat sebagian besar seseorang sulit untuk melangkah maju ke masa depan yang tak dapat terhindarkan itu. Masa lalu yang indah kini berubah menjadi masa depan yang suram, semuanya berubah ketika masalah tercipta di tengah-tengah peristiwa yang membuat segalanya hancur dan hilang ditelan waktu.


Perasaan yang tak pernah berubah dan rasa sakit di waktu itu akan sulit untuk hilang begitu kita mengakui bahwa kita lah yang sebenarnya bersalah dan tak pernah ingin mengakui hal yang menyakitkan itu. Waktu mengubur segalanya sedikit demi sedikit dan pada akhirnya tenggelam menyisakan dunia yang kosong dan rasa sakit yang terus terasa.


Mencari cara untuk membuat semuanya kembali akan menjadi sesuatu yang mustahil. Kejadian itu seharusnya tak pernah terjadi menurut pikiran seorang gadis, kelakuan nya yang bodoh dulu sudah menjadi awal perpisahan nya dengan seseorang yang sungguh sangat ia sayangi, yang sungguh peduli dan cinta padanya. Namun kebodohan nya yang tak ia sangkal itu membuat nya berubah sehingga menyisakan sakit yang tak pernah berujung.


"Sayang, besok kamu udah boleh masuk sekolah baru kamu." Seorang wanita setengah paruh baya kini ikut duduk disebelah putrinya yang tengah menatap kosong layar tv yang sedang menyala.


"Nandira?" gadis itu tersadar dari lamunannya kemudian menoleh pada Ibunya tersenyum.


"Ah... iya Ma?"


"Tuh kan ngelamun lagi, kebiasaan kamu. Mama tadi bilang, kalo besok kamu udah bisa masuk sekolah baru kamu." jelas Ibunya membuat ia mengangguk.


"Wah Ma makasih ya!" Ibunya terkekeh saat putrinya itu tiba-tiba memeluk tubuhnya yang semakin lama semakin rapuh seiring berjalannya waktu.


"Iya sayang."


Gadis itu ialah Nandira, yang kini berumur 18 tahun. Gadis yang selalu berinisiatif untuk mencari keberadaan 'Naufal' yang telah menghilang selama beberapa tahun lamanya. Hingga ia mendapat kabar bahwa pemuda itu kini bersekolah di sekolah 'SMA Nusa Jaya', perasaannya sungguh sangat bahagia sampai ia berfikir untuk pindah kesekolah itu dan meluruskan kesalahpahaman dulu dan meminta maaf pada pemuda itu.


Nandira tau Naufal akan memaafkan dirinya dan mereka mungkin bisa bersama lagi dengan kronologi yang berbeda lagi. Baginya, Naufal adalah seorang pemuda yang tangguh serta arogan namun sangat manis ketika sedang bersama gadis yang ia sayangi, seperti dirinya dulu. Nandira tak tahu, apakah Naufal sampai sekarang masih menaruh rasa padanya? atau perasaan itu telah lenyap di telan rasa sakit masa lalu?


Nandira selalu takut untuk melakukan hal ini, namun apa yang harus ia lakukan sekarang? pemuda itu akan selama-lamanya salah paham dengan dirinya yang bahkan belum pernah menjelaskan apapun.


"Ma, besok aku kesekolah sendiri aja ya! gak usah anterin Nandira." Gadis itu berucap memohon membuat Ibunya mengangguk seraya tersenyum.


"Duhhh, Mama baik banget dehh... Nandira jadi sayang." Nandira kemudian kembali memeluk Ibunya, sayang.


"Ihh... bayi besar Mama manja lagi nih ya...." celetuk Ibunya kemudian tertawa.


"Nandira bukan bayi besar kali Maa...."


•••••


"A-aku... aku suka... suka sama kakak."


"Terus?" sambung Naufal secepat kilat.


"Aku... aku mau kakak ja-jadi-"


"Hah? apa? gw?... lu?... ngaca!" potong Naufal seraya menatap gadis yang tak ia kenali itu tajam.


"Ta-tapi kann...." Gadis itu terlihat menahan air matanya, ia tak pernah berniat melakukan ini namun ia tak ingin jika pemuda ini menjadi milik gadis yang lain terutama 'Ran'.


"Gw minta sama lu supaya gak usah muncul di depan gw lagi!! kalau gak?! lu bakal tau akibatnya!" bentak Naufal dengan telunjuk yang diarahkan dihadapan gadis itu.


"Ke-kenapa... kenapa kakak kejam bangett... hiks...." setelah mendengar bentakan Naufal yang menusuk dirinya sampai ke dasar membuat nya tak bisa menahan cairan bening yang menggenang di pelupuk matanya yang kini terlanjur tumpah membasahi pipi mulusnya.


"Udah tau kejam, lu masih berani juga?!!" Naufal melotot kan matanya pada gadis itu kesal, bisa-bisanya gadis itu nekat sekali melakukan hal ini yang pada akhirnya akan terasa sakit setelah mendengar ucapan nya.


Tiba-tiba tatapan elang pemuda itu menangkap wajah seorang gadis tak jauh dari sana sedang berjalan santai seraya mendekap buku-bukunya. Gadis yang beberapa hari ini selalu sembunyi dan lari dari dirinya, namun ia tak akan melepaskan nya begitu saja kali ini, gadis itu sudah membantah dirinya dan sudah seharusnya diberi pelajaran.


"Ya, ta-tapi ka-kan... kak aku hiks...." gadis itu masih mencoba melanjutkan pembicaraan mereka yang sudah tau bagaimana akhirnya.


Merasa terpanggil, gadis yang mendekap beberapa buku itu pun sontak menoleh hingga mendapati Naufal yang tengah berhadapan dengan seorang gadis yang tak ia kenali kini menangis tersedu-sedu.


"Wah... si4l." gumam gadis itu lalu bersiap-siap untuk berlari pergi jauh dari Naufal.


"WOI JAN LARI LU!!" Naufal kembali berteriak dengan lantangnya ketika melihat gadis itu berlari jauh pergi dari sana secepatnya.


Naufal yang baru saja ingin berlari dan pergi mengejar gadis tadi kini terhenti saat gadis yang tak ia kenali di hadapannya itu menarik ujung seragamnya kemudian menggeleng mencoba menghentikan dirinya. Naufal berdecak kemudian menghempas lengan gadis itu kasar lalu berlari pergi mengejar gadis yang ia panggil 'Bab' sebelumnya.


Naufal mengerahkan kemampuan berlarinya mengejar gadis itu yang kini sekuat tenaga menghindari dirinya yang jelas-jelas tak tahu mengapa. Gadis itu berlari sekencang mungkin menghindari Naufal yang tengah menyusul dirinya di belakang sana.


"BERENTI lU BANGK3!!" Naufal berteriak lagi seraya menunjuk gadis itu di sela-sela larinya. Semua orang nampak menatap kedua remaja yang sedang berlari itu dengan tatapan tanda tanya, ada apa ini?


Tak mununggu lama, gadis itu sudah terlihat sangat lelah dengan nafas yang tak beraturan. Tak mampu berlari lebih jauh lagi dengan pikiran yang sedang terasa tak jernih dan tak tenang saat ini....


BRUK!!


Gadis yang sedang tak fokus itu tiba-tiba tersandung oleh sebuah batu yang lumayan besar sebesar kepalan tangan pria dewasa yang mana membuat nya tersandung dan terjatuh kebawah tanah yang kotor.


"Uhuk uhuk! Isss... ada tanah." gadis itu terbatuk-batuk saat mendapati beberapa serpihan tanah yang tak sengaja masuk kedalam mulutnya.


"Hosh hosh... gw kan udah bilang berenti tadi bangs4t!!" Naufal memekik saat sudah berdiri di belakang gadis itu.


Gadis itu terlihat terduduk di tanah kemudian mendapati luka-luka di lutut dan sikunya. "Hisshh!!... iya-iya maaf!" Ucap gadis itu yang tak lain adalan Ran sendiri.


Ran berdiri sekuat tenaga nya, rasanya perih dan sakit. Ran kemudian meraih buku-buku nya tadi lalu berjalan tergopoh-gopoh kearah UKS meninggalkan Naufal secara tiba-tiba.


"Lu gak usah kabur lagi bangk3!!" Naufal refleks menarik Ran kebelakang membuat gadis itu terkejut dan kehilangan keseimbangan nya lalu hampir terjungkal kebelakang dan jatuh untuk yang kedua kalinya ketanah Namun untung saja Naufal itu tiba-tiba menahan punggung gadis itu dengan lengannya.


Ran terdiam beberapa saat kemudian memberontak "Arrgghhh!! lepasin!!" pekikan Ran yang sungguh nyaring itu membuat Naufal terkejut lalu melepaskan lengannya dari punggung Ran refleks membuat gadis itu pada akhirnya terjatuh lagi ke tanah.


"Duhh... gak gini juga kali!" Ran memekik kesal membuat gendang telinga siapa saja dapat pecah akibat mendengar pekikan nya.


Sedangkan Naufal masih terdiam dengan posisi yang sama, pemuda itu merasakan sebuah sengatan kecil dalam tubuhnya begitu ia menangkap Ran sebelumnya.


Naufal terdiam hampir semenit hingga suara yang lembut milik seorang gadis memecahkan lamunan sesaatnya.


"Naufal??"


Naufal menoleh mendapati seorang gadis yang cantik dan tinggi serta wajah bak seorang model terkenal. Pemuda itu tercengang dengan nafas yang tiba-tiba tercekat, rasa sakit yang ia kubur begitu dalam kini terbuka secara tiba-tiba.


"Na-Nandira?!"


Ran nampak terkejut, bukannya Naufal adalah pemuda yang anti dengan makhluk yang disebut 'Wanita'? mengapa kali ini malah ia yang terlihat sangat takut dan terkejut melihat kedatangan gadis ini? sebenarnya apa yang terjadi?


"Udah lama ya Fal." gadis itu tersenyum hangat kearah Naufal kemudian menatap Ran dengan tatapan tidak suka.


"Kamu siapa ya?" tanya gadis itu bersedekap dada dihadapan Ran.


Ran tersenyum dan membuka mulutnya hampir mengucapkan kata-kata miliknya yang sudah berada di ujung lidah namun tindakan Naufal secara tiba-tiba membuat nya sungguh sangat terkejut "Dia pacar gw!"


...----------------...