
Terkadang luka yang telah kita kubur sedalam mungkin akan kembali terbuka. Mencoba menghindar dan menjauh dari setiap apa yang menjadi pemicu rasa sakit itu. Ketika mengingat tatapannya yang lembut kala itu membuat hati terasa sakit bagai di iris sebuah belati tajam yang telah di asah.
Kemunculan masa lalu yang tenggelam beberapa tahun yang lalu kembali mengapung tanpa disadari dan kembali menggores kenangan. Masa lalu selalu saja yang paling terasa pahit diantara yang lain, mengubahnya menjadi sesuatu yang terasa manis pun akan terasa sulit lalu pada akhirnya air mata lah yang menjadi korban.
Melepaskan segalanya adalah hal yang sulit namun menerima kenyataan itu akan menjadi sesuatu yang lebih sulit lagi. Tercekat oleh suramnya masa lalu membuat hati tak mampu bergerak lagi, hilang dan hancur. Kehadiran gadis itu kembali sungguh sangat menyiksa, mengingat perlakuan ia pada diri pemuda itu dahulu membuat nya frustasi dan depresi.
Naufal ialah pemuda yang arogan, tak pernah sekalipun ia menunjukkan kelemahan dirinya pada siapapun itu. Selalu terlihat keras dan yang paling dewasa namun disisi lain ialah yang paling menderita.
Ayahnya yang menjadi seorang pengusahawan yang terkenal dan banyak menghasilkan banyak perusahaan-perusahaan lainnya di setiap negara membuat dirinya terkenal. Ibunya yang dulu adalah seorang mantan model terkenal yang mana membuat dirinya dikagumi dan disegani.
Memiliki kekuatan fisik yang hebat serta Kharisma yang luar biasa membuat seorang Athif Naufal Bhalendra ini tak jauh dari kata sempurna. Terkadang orang-orang bingung dan heran dengan pemuda satu ini, usianya terbilang sangat muda namun ia sudah mampu menjatuhkan 3 lawannya sekaligus seorang diri saat ia masih menduduki sekolah menengah pertama, ingin heran namun pemuda ini adalah Naufal.
Namun, pemuda ini sungguh sangat sulit merasakan perasaan yang sudah bisa dibilang 'Umum' di kalangan masyarakat yaitu 'Cinta'. Begitu susah, begitu sulit namun ketika ia merasakan perasaan seperti itu untuk yang pertama kalinya ia malah merasa sakit dan menolak keras untuk kembali jatuh cinta pada seorang gadis.
Pemuda itu sampai sekarang belum pernah merasakan perasaan yang sama lagi, namun ia bahagia setidaknya tak ada drama yang akan terlibat dalam hidup nya ketika perasaan itu tak pernah bisa muncul lagi dan melukai batinnya.
Naufal sampai sekarang masih memiliki kekuatan fisik yang luar biasa yang telah mendarah daging dalam tubuhnya. Bahkan ia terbilang sudah seperti ketua mafia jika di istilahkan. Tapi, Naufal terbilang sulit menahan emosi miliknya, ketika emosi pemuda itu telah memuncak tak akan ada yang bisa menghentikannya meskipun orang tuanya sekalipun.
Perjalanan hidupnya tak sampai disitu, ia kini bahkan di pertemukan dengan seorang gadis yang sukses membuat emosinya naik turun setiap harinya. Gadis yang unik, cerdas namun ceroboh, selalu mengutamakan orang lain dan selalu terlihat jahil mata siapapun itu. Gadis ini selalu saja bertindak bodoh dan ceroboh yang terbilang kekanak-kanakan di mata Naufal, sempat pemuda itu berfikir apakah gadis ini menyukainya? mengapa ia selalu saja melakukan hal yang sungguh terlihat seperti sedang mencari-cari perhatian nya?
Seiring berjalannya waktu mereka berdua pun semakin terlihat dekat. Setiap hari Naufal hanya bisa pasrah dengan gadis yang selalu saja mengancam dirinya dengan berbagai alasan. Tapi kemenangan tak langsung hinggap di telapak tangan gadis itu sekarang, luka yang telah Naufal tutup rapat-rapat kini muncul secara tiba-tiba dihadapan nya yang tak pernah sekalipun ia harapkan.
"Naufal?"
"Na-Nandira??" Naufal memekik terkejut atas kedatangan gadis itu secara tiba-tiba.
"Udah lama ya Fal." Nandira tersenyum hangat dihadapan Naufal meskipun sedikit terkejut dengan ekspresi pemuda itu ketika melihat wajahnya.
"Kamu siapa ya?" Nandira bersedekap dada heran, siapa gadis yang sedang bersama Naufal ini?
"Dia pacar gw!" Ran mendelik tak terima lalu melepas rangkulan Naufal yang tak ia setujui.
"Apa?!" Ran memekik dengan mata yang melotot kearah Naufal sedangkan Nandira yang sesaat merasa sesak kini terkejut dengan ucapan gadis itu.
"Udah jangan malu-malu sayang...." lembut Naufal membuat Ran merasa jijik, bisa-bisa nya pemuda itu berucap seperti ini saat setelah semua yang ia perbuat padanya sebelumnya.
Naufal menarik pergelangan tangan Ran mencoba membuat gadis itu mendekat padanya yang sedari tadi melotot tak terima perlakuan nya.
Tak menunggu lama beberapa siswa siswi yang berlalu lalang kini berkerumun di sekitar Naufal dan Nandira heran dan terkejut melihat Naufal terus saja mencoba mendekat ke Ran. Apa Naufal sudah benar-benar terjebak oleh Ran? apa yang telah Ran lakukan pada pemuda yang berhati iblis itu??
Perasaan takut mulai menghantui Ran kembali saat mendapat sorotan yang tak mengenakkan dari sekeliling nya. Kenapa harus ia yang menjadi korban disini? ia tak melakukan apapun tapi selalu ia yang mendapat masalah, hidup terlalu keras padanya.
"Tuh kan masuk drama lageh!" Batin Ran tak berani menatap tatapan horor yang dilontarkan padanya.
Nandira nampak terkejut dengan ucapan Naufal, pemuda itu benar-benar melangkah jauh darinya sekarang. Tak ada yang berubah, sifat maupun penampilannya, Naufal masih saja seperti Naufal yang dulu. Namun mengetahui bahwa pemuda ini telah memiliki seorang kekasih membuatnya sakit, apakah perasaan ini yang Naufal rasakan dulu? benar ia sungguh sangat keterlaluan. Tapi Nandira tak dapat percaya begitu saja, melihat gadis itu yang tak nyaman didekat Naufal membuatnya yakin bahwa Naufal hanya bermain-main dengan dirinya, hal itu menguatkan keyakinannya saat gadis itu menolak mentah-mentah ucapan Naufal barusan.
"Wah, Hahaha... a-aku gak nyangka loh Fal, kamu udah punya itu, pacar. Tapi kalo aku liat-liat ya, dia keknya bukan tipe cewek ideal kamu deh? mana gak cantik pula... Hahaha padahal banyak yang lebih bagus di luar sana loh." Nandira berucap menyindir Ran sedangkan gadis itu hanya bisa menunduk menekuk bibirnya menahan semuanya, ia bahkan tak melakukan apapun tapi selalu ia yang terkena imbas nya.
"Ngapain cari yang lain? orang cuman dia yang gw suka. Apa peduli gw kalo dia gak cantik? lu pikir gw cowok kek apa Hagh?!" Naufal kembali menarik Ran kedalam rangkulannya memperkuat keyakinan bahwa Ran sebenarnya adalah miliknya.
"Aku gak percaya Fal." Nandira menggeleng kemudian tersenyum tak percaya namun ia akan membiarkan nya untuk kali ini, ia akan memikirkannya nanti apa yang akan ia lakukan pada gadis itu.
"Hahaha... kamu masih suka sensi ya kek dulu. Btw sorry ya tadi aku ngegangguin kalian pacaran...." sekilas Nandira menatap Ran yang tengah menunduk kemudian pergi melenggang dari sana, meskipun terasa sakit namun ia tak bisa percaya sedikit pun. Naufal pasti berbohong.
Naufal menatap punggung Nandira yang berlalu pergi dari sana, pahit. Gadis itu tak terduga tiba-tiba muncul dan menampar dirinya dengan kenyataan yang membuat dirinya kembali tenggelam dalam masa lalu. Sesaat Naufal menatap Ran kemudian menarik gadis itu pergi dari kerumunan yang tercipta karena Nandira itu sendiri.