
"Papah gak salah ngomong?" bukan hanya aku saja yang terkejut, keisya pun sama terkejut nya dengan ku
"Gak dong keisya sayang, kakak kamu itu udah pantas buat nikah" jawab papah
"Aku gak mau!! Gak akan mau!!" tegas ku
"Mau gak mau kamu tetap papah jodoh kan!!" tegas papah juga
Aku pun kembali berbicara "aku masih ingin menikmati masa muda ku pah, aku juga masih ingin kuliah, aku ingin wisuda dimasa muda ku"
"kalo kamu ingin begitu baik lah, asalkan kamu keluar dari rumah ini Tanpa membawa harta milik papah dan bukan hanya keluar dari rumah, kamu juga akan papah keluar kan dari keluarga ini. Anggap saja kita tidak pernah kenal" tegas papah lagi, aku yang mendengar nya pun hanya terdiam membisu. Pilihan yang begitu sulit bagiku
"Jangan dong pah, kasian kakak" ucap keisya memohon ke papah
"Kamu diem!! Atau mau bernasib kaya kakak kamu??" ancam papah
Keisya terlihat terdiam dan menunduk pasrah "maaf pah" ucapnya dengan lirih
Aku berkali-kali memikirkan keputusan yang akan aku ambil, begitu sangat membingungkan pikiran ku. Namun dengan terpaksa aku mengiyakan keinginan papah, asalkan aku tidak pernah hidup miskin
"oke aku mau, tapi dengan syarat pernikahan ini jangan sampai terdengar dikampus, dan ditelinga temen-temen ku, cukup keluarga besar kita saja yang mengetahui nya" jawab ku yang hanya bisa pasrah
"kalo masalah itu papah bisa atur, yang terpenting kamu setuju menikah" jawab papah dengan tersenyum
aku pun menggangguk "Aku setuju" jawab ku
terlihat mamah dan papah ku yang tersenyum gembira "makasih sayang, kamu sudah jadi anak yang berbakti kepada orang tua mu" ucap mamah dengan memeluk ku
"Iya mah" Jawab ku dengan tersenyum terpaksa dan membalas pelukan mamah
"Gak nyangka kakak bakal nikah secepat ini" ucap keisya
"udah lah kakak mau pulang ke apartemen" pamit ku dengan menyalimi kedua tangan mamah dan papah
"Jangan main mulu ya ka! Harus istirahat" perintah mamah ku
Aku mengangguk sembari tersenyum
****************
*Author POV*
beberapa hari setelah OSPEK para Maba sudah mulai melakukan pembelajaran dikampus, Jessica dan kedua sahabatnya mengambil jurusan ekonomi bisnis
Sekarang waktu menunjukkan pukul 10:20, terlihat lah Jessica tengah duduk dikursi sebrang didepan kelas nya yang dari atas bisa terlihat Jessica yang tengah duduk karena tempat duduk nya tidak tertutupi atap
kelas Jessica berada dibawah, universitas itu mempunyai 3 lantai dan sangat lah luas
"Terpaksa deh gue belajar sendiri, gara-gara Sherly sama Freya kelas nya sore nih" lesu nya dengan memanyunkan bibirnya
Bughhhh
Awwwwww
Ringis Jessica saat dirinya tertimpa satu botol air mineral yang isinya tinggal sedikit "Woyyy kurang ajar Lo!!" teriak Jessica dengan menatap ke atas
Dapat terlihat beberapa laki-laki yang tengah duduk dirooftop, Jessica pun berlari menuju lift dan berhenti dirooftop kampus itu
Saat Jessica sudah keluar dari lift, betapa kagetnya dia saat melihat begitu banyak laki-laki. Tapi mata Jessica tertuju ke Rafa yang tengah menghisap batang rokok nya
'Anjir.. Rame banget mana banyak anak scorpio lagi' batin Jessica
"Ehh ada cewek cantik" ucap genit salah satu lelaki itu, dengan menghampiri Jessica
"Ngapain kesini sayang?" tanya lelaki itu yang sudah berdiri didepan Jessica
"Tolong ya jauh-jauh" jawab Jessica dengan mendorong lelaki itu
"Wihh berani juga lu!!" ucap tak terima lelaki itu
Dia pun kembali mendekati Jessica dan hendak mencium nya, namun dengan cepat Jessica mendorong lelaki itu dan memukul nya berkali-kali
Bughhh bughhh
"Gak usah kurang ajar Lo!!" teriak Jessica tepat diwajah lelaki itu
"Ternyata bisa berantem juga ya" ucap nya
"Lu belom tau siapa gue??" tanya Jess dengan tersenyum meremehkan nya
Bughhh
Jessica berdiri dan menatap para lelaki dihadapan nya terutama Rafa "Siapa yang buang botol sampe kena kepala gue??" tanya Jessica
mereka masih tidak mau mengaku dan malah menunduk takut kecuali Rafa "Ngaku! Atau gue bikin kalian semua kaya dia!" sewot nya lagi dengan menunjuk ke lelaki yang sudah pingsan dihajar nya
Seketika seluruh lelaki itu kebingungan dan gelisah ketakutan "ngaku!!" bentak Jessica lagi
"Gue yang buang botol itu" jawab Rafa dengan percya diri dan beranjak dari duduk nya mendekati Jessica
"Udah gue tebak, pasti Lo!!" sewot Jessica
"terus sekarang lu mau apa??" tanya Rafa dengan berjalan mendekati Jessica dan Jessica berjalan mundur menjauhi rafa
"Mau apa lu?" tanya Rafa lagi dengan masih berjalan
Jessica pun berhenti dan mendorong Rafa menjauh "Lu mau bernasib kaya dia" ancam Jessica
"Kalo lu bisa!!" jawab Rafa dengan sombong
Jessica pun menarik baju Rafa dengan sangat keras "Apasi yang gak bisa buat gue!!" ucap Jessica
"Kita buktikan sekarang!!" tantang Rafa
"oke" jawab Jessica dengan sudah memasang kuda-kuda untuk melawan Rafa
"Maju Lo sini!!" ucap Jessica
Tanpa berlama-lama Jessica memulai pertarungan itu dengan perawalan menghantam pipi Rafa namun Rafa mampu menghindari nya menangkis dengan tangannya
tidak berhenti sampai disitu pertarungan mereka berlanjut dengan saling memukul, menghantam dan menghindari.
beberapa menit lama nya mereka bertarung dan masih belom ada yang kalah, Tapi kini Rafa menggenggam kedua tangan Jessica dan mendorong nya ke sebuah tembok
Rafa berhasil membuat Jessica tidak mampu bergerak, posisi mereka seperti malam dimana mereka kehilangan fristkiss nya. Ya tepat nya dipohon
Tatapan Rafa begitu dalam membuat bulu kuduk Jessica berdiri 'Baru kali ini gue takut tatapan cowo' gerutu Jessica dalam hati
"Kalo gue ulangin kejadian dipohon kaya nya seru" ucap Rafa lirih dengan senyum licik nya
Jessica semakin merinding ngeri "Boleh kan?" tanya Rafa lagi dengan semakin mendekatkan wajahnya
"Stopp!!" teriak seorang perempuan dari belakang
Mereka berdua pun menatap perempuan itu yang ternyata adalah seyla dan dayang-dayang nya, seyla berlari kecil dan langsung memeluk lengan kekar Rafa "Kamu mau Apain dia si beb?" tanya seyla dengan sadface nya
Rafa berusaha melepaskan tangan seyla dari tangannya namun seyla begitu kuat menggenggam nya "Jawab dong beb, kamu mau Apain dia tadi??" tanya seyla lagi
Rafa masih terdiam dan seyla melepaskan genggaman itu dan berjalan menghampiri Jessica "Dasar cewek gatel!!" teriak seyla ke Jessica dengan mendorong Jessica
"Berani-beraninya lu deketin Rafa gue!!" bentak nya tepat diwajah Jessica
"Siapa juga yang deketin dia" bentak Jessica juga
"Rafa tu cuman punya gue dan gak boleh dideketin siapa pun apalagi cewe gatel kaya lu!!" ucap seyla
Jessica mendengar seyla menyebut nya cewe gatel pun mulai mengepalkan tangan nya emosi "Gak usah ngatain gue cewe gatel!!" teriak Jessica dengan berganti mendorong seyla
"Ngajak ribut lu!?" tanya seyla
seyla menghampiri Jessica dan langsung menjambak rambut nya begitu keras
Aghhhhh
Teriak Jessica kesakitan
Jessica berkali-kali berusaha melepaskan jambakan itu namun seyla begitu mantap menjambak nya
"eh eh udah udah jangan berantem" ucap salah satu anggota scorpio
Rafa pun menarik tangan seyla agar melepaskan jambakan itu "lu gila ya!!" bentak Rafa saat setelah melepaskan tangan seyla dari rambut Jessica
"Beb kenapa dilepasin si, aku kan lagi enak Jambak dia" ucap seyla
"Mending lu pergi!!" bentak Rafa lagi
"Gak!! Sebelum dia pergi aku gak akan pergi!!" kekeh seyla
dengan keadaan rambut acak-acakan Jessica pergi dari rooftop meninggalkan mereka, Rafa pun berlari mengejar Jessica dan seyla juga mengikuti Rafa pergi
"Jadi orang ganteng kaya gitu ya?" tanya salah satu teman Rafa saat Rafa sudah pergi