RAFAEL

RAFAEL
episode 1



Mentari pagi memaksa untuk memasuki celah celah jendela kamar yang bernuansa berwarna putih, alaram yang sedari tadi berdering, mengusik ketenangan seorang Rafael yang sedang tertidur pulas di baluti dengan selimut.


dengan berat hati ia membuka matanya menyesuaikan cahaya mentarik yang masuk. Melihat jam weker yang berada diatas nakas disamping tempat tidurnya.


Seketika ia membulatkan matanya melihat bahwa sekarang sudah menunjukkan pukul 6 lewat 30 menit, yang berarti 20 menit lagi bel sekolah masuk berbunyi.


Dengan segera ia menyibakkan selimut yang sedari tadi memililit tubuhnya dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya.


"Rafael sarapan dulu sini" ucap mama


"Nggak ma di sekolah aja nanti, udah telat ini" ucap Rafael


"Rafael berangkat dulu ya ma Assalamu'alaikum" sambung Rafael sambil mencium punggung tangan sang mama dan mengecup singkat kening mamah.


"Yaudah. Hati hati jalan jangan ngebut ngebut.. Wa'alaikumussalam" ucap mamah


Setelah berpamitan kepada sang mamah, ia segera pergi ke garasi untuk mengambil motor sportnya. Melajukan motor sportnya di kecepatan yang diatas rata rata menghiraukan segala umpatan yang di tujukan kepada dirinya karena membawa motor dengan kecepatan tinggi, tetapi ia tidak peduli sebab sebentar lagi bel masuk berbunyi.


Setelah sekitar 7 menit mengendarai motor dari rumah akhirnya ia sampai juga di sekolahnaya WIJAYA HIGh SCHOOL, saat memasuki area parkiran ia menjadi pusat perhatian sebab seorang Rafael merupakan seorang MOST WANTED disekolahnya, banyak yang memujinya karena memiliki wajah yang nyaris sempurna,, bisa dilihat juga diarea parkiran sudah ada para sahabatnya yang masih duduk diatas motor mereka masing masing, padahal bel masuk sekitar 2 mebit lagi berbunyi tetapi mereka tidak peduli.


bisa ia lihat sahabat sahabatnya menghampirinya.


"Weiss baru datang bos tumben telat lu" ucap salah satu sahabatnya Azka


"Ada urusan semalem" singkat Rafael lagi


"Tumben. Kenapa? " tanya Galen, yang memang mengetahui jika seorang Rafael paling anti dengan yang namanya Telat.


"Telat bangun" singkat Rafael, dengan ekspresi dingin dan wajah datar khas nya.


KRING KRING


yaudahlah. Udah bel juga ayo masuk" ajak Aidan, dengan berjalan lebih dulu


"LET'S GO" ucap Leon dan Azka berbarengan denga suara yang keras.


Mereka berdelapan orang berjalan kearah kelas mereka dengan ciri khas tersendiri. Rafael yang memimpin paling depan dengan memasukkan tangannya kedalam saku celananya menambah kesan cool yang dimilikinya dengan pandangan lurus kedepan dengan ekspresi yang dingin dan wajah datar nya disertai tatapan yang tajam. Garry disamping kirinya dengan tatapan dinginya juga. Galen disamping kanannya dengan Tatapan dinginnya juga. Aidan disamping Garry dengan senyum yang selalu menghiasi bibirnya bukan semnyum menggoda melainkan senyum yang biasa saja tetapi dapat membuat para siswi siswi yang di lewatinya menjerit histeris. Adam disamping Galen dengan senyum yang dapat membuat siapa saja yang melihatnya terbang seketika. Azka dan Leon di belakang dengan Azka yang selalu tebar pesona kepada adik kelas yang d lewatinya, walaupun memang pesona yang dimiliki seorang azka tidak main main, sedangkan Leon dengan gaya playboy nya menggoda siapun yang di temuinya. Dan Aksa dengan senyum menawannya


"Aaaaaaa MOG Most wanted lewat"


"Garry Love You"


"Aduhh Rafael cool bat dah"


"Galen juga gantengnya kebagetan"


"Aaa Aidan senyumnya manis bat dah"


"Tau bisa bisa pabrik gula tutup tuh gara gara senyumnya"


"Adam Senyum mu membuat ku terbang ke angkasa"


"Azka juga ganteng tuh"


"Leon jugaa"


"Aksa semnyum mu sangat menawan"


Dan masih banyak lagi celotehan siswi siswi yang di tujukan kepada Rafael dkk saat melewati koridor menuju kelas mereka


"uh,fans gue banyak bat dah anjrid"ucap leon dengan pd nya.


"Dihh emmang lu doang apa gua juga kali" timpal Azka


"Muka gua ganteng ganteng gini lu bilang jelek!? yah lu ka" ucap Leon dengan sifat kepedeannya yang tinggi.


Baru saja Azka ingin membalas ucapan Leon, seseorang sudah berbicara terlebih dahulu.


"Sama Sama jelek nggak usah pada pede" ucap Garry dengan kata pedas khas dirinya, tetapi masih mempertahankan tatapan dingin dan wajah datarnya


"Dasar es, sekali ngomong nyelekit sampe ginjal" ujar Leon dengan ekspresi mu yang seketika bisa membuat orang yang mendengarnya tertawa berbahak bahak karena ekspresi yang sangat menyedihkan, bahkan Azka, Aidan, adam sudah berbahak bahak


"Apaan lu nggak usah di jelek jelekin tu muka udah jelek juga, lu kek gituin tambah jelek bambang" ujar Aksa, dengan masih mempertahanka. Senyum menawannya.


"Babang Aksa jahat banget sih sama dedek Leon" ujar Leon, dengan ekspresi yang minta di tampol


"Jijik"ujar mereka berbarengan sambil tertawa berbahak bahak melihat ekspresi Leon yang seolah sangat tersakiti, kecuali Rafael, Galen dan Garry tentunya.


Setelah mereka sampai didepan kelas XI Ipa 1 yang merupakan kelas Rafael dkk, mereka segera masuk karena sebentar lagi guru yang mengajar mata pelajaran akan segera masuk.


Kelas yang semulanya berisik tiba tiba hening ketika mereka memasuki kelas.


"Lah kok pada diem" heran Leon


"Aaa lu pada kita kira bu Rani yang masuk" ujar ketua kelas di kelas mereka


"Tau" ujar temannya lagi


"Oohh" ujar Leon


Setelah itu kelas kembali berisik dan Rafael dkk segera pergi ke bangku mereka masing masing, beberapa saat setelah mereka duduk di bangku mereka masing masing ibu Rani yang merupakan guru mata pelajaran fisika masuk, dan pelajaran fisika akan segera di mulai.


"Selamat Pagi anak anak" sapa bu Rani kepada siswa siswi yang berada di kelas itu.


"PAGI BUU" balas semua siswa siswi di kelas itu kecuali Rafael tentunya.


Terima kasih atas dukunganmu!


Setelahnya bu Rani mengabsen siapa yang hadir dan tidak.


Barulah ia memulai pembelajaran fisika yang dimana kebanyakan siswa siswi tidak menyukai pelajaran itu, ya seperti Leon dan Azka tentunya, dimana mereka berdua mencari kesibukan mereka sendiri yang penting tidak mendengarkan materi yang diberikan bu Rani, karena menurut mereka berdua mereka sudah pintar, terbukti mereka sudah masuk di kelas IPA 1 yang merupakan kelas orang orang pintar. Beda lagi dengan Rafael, Garry, Galen, Aidan, Adam, dan Aksa. Mereka memperhatikan pembelajaran dengan


"leon,azka kamu tidak memperhatikan ibuk yah"tegur bu rani


"Ohhh jadi ibu mau saya perhatiin yah, yaudah sini bu jadi pacar saya biar saya perhatiin ibu setiap saat" balas Leon, dengan nada genitnya, membuat seisi kelas ingin tertawa karenanya, tetapi mereka tahan, kalau tidak bisa berabe dah di hukum ama bu Rani.


"Leon, Azka, keluar kalian" pinta bu Rani dengan tegas karena udah jengah melihat murid d dalam kelas itu sudah menahan tawanya yang sebentar lagi akan meledak.


"Lah bu kok saya juga sih bu, kan Leon doang bu yang ngomong" protes Azka tidak terima dirinya juga di keluarkan dari kelas.


"Sama aja, kalian berdua sedari ibu masuk tidak pernah mendengarkan materi yang ibu jelaskan" balas bu Rani lagi.


Baru saja Azka ingin membalas sudah didahului dengan nada yang cukup lantang dark ibu Rani.


"LEON, AZKA KELUAR SEKARANG JUGAAA" amuk bu Rani


Dengan segera Leon dan Azka berlari terbirit birit keluar dari kelas sebelum Singa betina tambah mengamuk karena mereka selalu saja membalas ucapan bu Rani.


"Sabar, punya murid yang nakal seperti itu harus sabar" ujar bu Rani memberi kesabaran untuk dirinya sendiri.


"Baiklah kita lanjutkan penjelasan materi yang sempat tertunda" sambung bu Rani kepada mhrid murid, setelah memberikan kesabaran untuk diringa sendiri.


Terima kasih dukungannya!!