
"jangan mah!!! Iya deh aku mau" jawab Rafa
Para orang tua pun tersenyum bahagia "Hari ini kita mau ke butik, beli gaun untuk kalian nanti" ucap Elena
Setelah makan malam mereka pun pergi menuju butik, ditemani amora dan elena. Rafael berboncengan dengan Jessica sedangkan elena dan amora menggunakan mobil elena
"Pegangan" ucap Rafa
"ogah" cuek Jessica
"terserah" jawab Rafa dengan melajukan motornya
Sesampainya di butik yg bertuliskan MUSE MARRY
"Selamat datang di butik Muse marry, ada yg bisa kami bantu?" tanya perempuan yg bekerja dibutik itu
"Kita mau ketemu Mbak Yuki" jawab elena
"baik, mari saya antar" ucap lembut pelayan itu
"Hai elena" sapa Yuki pemilik butik tersebut
"hai Yuki, gimana kabar kamu?"
"sangat baik el, oh iya aku turut bahagia ya karena anak kamu akan menikah" ucap Yuki dengan membelai lengan Jessica
"Thank you, kalo bisa kamu datang ya nanti" jawab elena
"oh tentu"
"Yaudah mari kita lihat gaun-gaun disini yg memang cocok dengan Jessica dan calon nya" ajak Yuki
pilihan pertama elena yaitu gaun putih yg sangat pas dengan poster tubuh Jessica sehingga terlihat jelas lekukan tubuh nya dan gaun nya terlihat sedikit transparan
"Cocok sekali dengan mu Jessica, poster tubuh mu yg ideal dan anggunly menjadikan gaun ini sangat klop dengan mu" puji Yuki
"Tapi aku gak terlalu suka Tante" jawab Jessica
"Why cantik?" tanya Yuki
"Aku pengin gaun yg gak membentuk tubuh ku Tante" jawab Jessica
"tapi kita kasih liat calon mertua dan calon suamimu dulu" ujar Yuki
Jessica pun setuju dan keluar dari ruangan nya, Jessica keluar dengan jalan yg sangat anggunly walaupun sangat malu karena memang baju ini transparan
Rafa terlihat melotot kan mata nya tak percaya bahwa wanita didepan nya itu adalah Jessica Drendia Mauren seorang leader big hook
'Cantik' batin Rafa
"ekhemm" deheman yg keluar dari Amora
Rafa pun tersadar dan memalingkan wajahnya "Gimana penampilan Jessica menurut kalian?" tanya Yuki
"cantik sekali kamu sayang"puji Amora
"Bagaimana menurut calon suami nya?" tanya Yuki lagi
"Tapi apa ini terlalu terbuka ya mba?" tanya Amora
"Ya memang baju ini sangat terbuka, Kalo memang mau lebih tertutup yaudah kita cari lagi ya" ucap Yuki dan mereka pun kembali memasuki ruangan itu
Setelah menemukan yg cocok, mereka pun pulang namun elena dan amora sudah membuat janji dengan kawan lain nya untuk pergi jalan-jalan. sedangkan Jessica dan Rafael?
"ini bukan jalan rumah gue" ucap Jessica dengan melihat jalan yg memang bukan arah rumah nya
"emang bukan" jawab Rafa cuek
"lu mau bawa gue kemana!!" teriak Jessica
"diem" tegas Rafa
Setelah sampai
"Apartemen siapa?" tanya Jessica yg turun dari motor Rafa
"Gue" cuek Rafa
Rafa menarik tangan Jessica untuk masuk "Gue mau balik raf, ngapain si bawa gue kesini? Gue lapor ke bunda nya kalo lu culik gue" ujar Jessica yg kini sudah masuk dikamar apartemen Rafa
"Diem" tegas Rafa lagi dengan jari telunjuknya yg ditempelkan ke bibir Jessica
"ishh bau jengkol tangan lu" ledek Jessica
"mulut lu kali bau jengkol" sambung Rafa meledek juga
"hahhh hahhhhh" Jessica membuang nafas nya
"enggak tuh" ucap nya lagi
Dengan cepat Rafa membungkam mulut Jessica dengan bib*r nya, seperti biasa Jessica selalu terdiam namun lama kelamaan dia mulai membalas ci*man itu
Tidak sampai disitu, Rafa melepaskan jaket nya dan melepaskan kaos oblong nya dan kembali melu*at bibir manis Jessica
keadaan Rafa sekarang telanjang dada, Rafa berpindah menciu* ke bagian sensitif Jessica yaitu leher, Jessica menggeliat geli dan tak sengaja mengeluarkan bunyi terlarang "ahhhhh"
Rafa semakin ganas dan mulai menurunkan tali baju Jessica sebelah kanan dan lanjut sebelah kiri
Bagian pundak Jessica Sudah tidak ada tali apapun yg menggantung, Rafa masih tak mau melepaskan ciuman itu, Rafa tidak memberi sedikit ruang udara untuk Jessica
"emphhh" lenguhan Jessica yg kini memberontak
Jessica mendorong Rafa kuat hingga Rafa menjauh dari Jessica "lu mau bunuh gue huuhh" ucap Jessica dengan mengambil nafas dalam-dalam
Rafa hanya tersenyum miring "Kita belum selesai" ucap Rafa yg kembali mendekatkan wajah nya, Jessica pun menjauhkan wajah nya takut
Rafa kembali melu*at bibi* manis Jessica dengan sangat nafsu, dan tangan Rafa membelai leher Aya dan belahan dada nya yg terlihat begitu mulus
Dan Rafa merem*s bukit kembar yg masih terbungkus baju Jessica "emhhh" Desah Jessica dibalik c*uman nya
Rafa melepaskan ciuman itu "Sekarang lu masak, gue laper" ucap Rafa dan langsung memasuki kamar mandi
"Ck! Aneh" decak Jessica dan langsung menuju dapur apartemen itu