RAFAEL

RAFAEL
Nyamuk



Cup cup


Cupp


suara kecupan mereka begitu memenuhi kamar Jessica


Rafa melepaskan ciuman itu dengan masih memeluk Jessica yg tengah memasang wajah malu nya


"Gini amat jadi nyamuk anj*Ng" ucap Danu dari balik handphone Rafa, ya mereka tidak menyadari bahwa voice digame Rafa masih aktif dan segala percakapan mereka terdengar jelas ditelinga Danu


Jessica membelalakkan matanya dan memukul pundak Rafa keras "Dia denger?" tanya Jessica berbisik


Rafa menggangguk meledek dan Jessica kembali memukul pundak Rafa "Bego ihh, kenapa gak dimatiin si!!" tukas nya masih berbisik


"Kan hp nya di lu" jawab Rafa dengan menoyor kening Jessica dengan jari telunjuknya


"Tapi kan harus nya lu gak cium gue!!" sewot nya


"Harus nya lu gak rebut hp gue" sambung Rafa dengan senyum tipis nya


"ya harus nya lu gak berisik!" sambung Jessica


"yaelah perkara gue denger kalian much-much aja sampe berantem" ucap Danu lagi


mereka berdua pun menatap handphone Rafa dan Rafa tersenyum lucu sedangkan Jessica menatap malu "Diem lu nu" ucap Rafa dan keluar dari game nya


Jessica turun dari pangkuan Rafa dan langsung duduk ditepi ranjang "Udah Sanah terserah lu!" sewot Jessica dengan fokus memainkan handphone nya


"lu marah?"


Jessica masih terdiam enggan menjawab "gak jawab gue cip*k lu!" ancam Rafa yg kini setengah duduk dilantai tepat depan Jessica


"Ihh nyebelin" ucap Jessica dengan menjambak rambut Rafa pelan


Rafa tersenyum dan mengecup tangan Jessica "Gue minta maaf ya" ucap nya lembut dengan berkali-kali menciumi tangan Jessica


"hm" jawab Jessica


"beneran minta di cip*k lagi lu" ujar Rafa dengan beranjak dan mengendong Jessica untuk merebahkan nya ke ranjang


Jessica pun memberontak saat Rafa berada diatas nya tengah mengunci tubuh nya "Gue gak pernah main-main sama omongan gue sendiri Jessica" tukas nya dengan membelai pipi Jessica


"Atau kita mau lanjutin malam pertama kita yg gagal??" sambung Rafa dengan senyum miring nya


"Gak mau!! Sanah ihh" teriak Jessica semakin memberontak


Ceklek


Pintu kamar mereka terbuka dan menampakkan adik Rafa yg tengah menganga lebar dan kembali menutup pintu nya


"huftt! Liat apa tadi gue" ucap keisya yg kini turun dari tangga dengan nafas yg memburu


"keisy?" tanya Jessica kaget


Rafa mengangguk "Ngapain dia kesini?" ucap Rafa dan turun dari ranjang


Sesampainya di ruang tamu apartemen Rafa


"loh kalian? Kesini gak bilang-bilang?" ucap Rafa dengan menyalimi kedua orang tua dan kedua mertua nya


"Gak bilang-bilang?? mamah berapa kali telfonin kamu bang" ujar Amora


Rafa pun merogoh saku nya dan melihat memang begitu banyak telfon dari mamah nya dan adik nya


"Maaf mah gak kedengaran"


"Iya lah gak kedengaran orang lagi asik itu" ledek Wili dengan dua jari yg dinaik turun kan


"Iya nih, mata adek udah gak suci gara-gara Liat Abang dan kakak ipar" sambung keisya


"Kakak gak ngapa-ngapain keisya" jawab Jessica membela diri


"Lagian siapa suruh masuk ke kamar pasutri tanpa ketuk pintu" jawab Rafa


"iya deh iya gak bakal lagi"


"Udah Sanah kalian ganti baju, kita hari ini mau dinner" ujar ellena


Rafa mengangguk dan pergi meninggalkan mereka, keisya menarik tangan Jessica "Aku pilihin baju ya ka" ucap nya dan diangguki Jessica


Keisya sangat tau kepribadian Jessica yg memang tomboy dan seorang leader big hook dan dirinya sangat mengagumi kakak ipar nya yg juga Queen bela diri


"aku izin buka lemari nya ya ka" ucap keisya lagi dengan sopan


"iya buka aja"


"Takut Nemu baju dinas aku nya" ledek keisya lagi yg mampu membuat Jessica malu


Jessica menjawab dengan lembut " Mana ada begituan"


"ini cocok ka" kata keisya dengan mengangkat dress hitam yg sangat terbuka


"Ihh jangan keisya, itu terlalu terbuka buat kakak"


"ihh bagus tau ka, yaudah aku cari yg lain"


Sembari menunggu keisya memilih baju, Jessica pun memoles wajah nya dengan makeup yg terlihat natural tidak begitu mencolok


Keisya memberikan dress putih corak bunga-bunga yg sangat cocok dengan Jessica "Pake ini ka"


Jessica pun mencoba dress itu walaupun sama sekali bukan Jessica namun apalah daya ia terus dipaksa oleh adik ipar nya "Kakak boleh tomboy didepan orang banyak, tapi menurut aku kakak juga tetap harus menampilkan gaya wanita didepan keluarga kakak, satau aku itu arti nya kakak menghargai keluarga kakak sendiri" ujar keisya saat Jessica masih sedikit bimbang


'Bener juga yg dibilang keisya' batin Jessica dan mengangguk paham


Dan keisya pun keluar dari bathroom nya untuk memberi waktu Jessica berganti baju, setelah berganti baju Jessica keluar dengan sangat anggunly nya


"Ihhh cantik banget!! Beruntung banget Abang punya istri kaya Kakak" puji keisya