RAFAEL

RAFAEL
episode 4



Setelah tiba dirumah, ia memarkirkan motornya di garasi dan turun dengan hati hati sambil terus memegang tubuh mungil yang berada di pelukannya.


Saat masuk kedalam rumah.


"Assalamu'alaikum" salam Rafael


"Wa'alaikum'salam" balas Mama Rafael


"Eh, itu anak siapa raf" tanya Mama, yang baru menyadari ada seorang anak didalam gendongan putranya itu.


Tanpa membalas ucapan sang mama Rafael melenggang pergi menuju kamarnya untuk membaringkan sang putri kecil.


"Tidur yang nyenyak baby" ujar Rafael sambil mengecup singkat kening Lia.


Setelah menidurkan Lia. Ia kembali kebawah untuk menemui yang mama. Dan benar saja disofa ruang keluarga sudah ada mama dan papa nya.


"Anak siapa?" tanya datar dari sang papa.


"Anak Rafa" singkat Rafael, yang membuat sang mama berteriak histeris.


"ASTAGFIRULLAH, RAFAA MAMA TIDAK PERNAH YAH MENGAJARKAN KAMU HAL SEPERTI ITU, MAMA SUDAH PERNAH BILANG KALAU KAMU SUKA DENGAN SEORANG PEREMPUAN BAWA SINI KERUMAH TERUS NIKAHIN KAN LEBIH HALAL RAFAA" teriak sang mama yang tidak percaya bahwa anaknya melalkukan hal seperti ituu.


Baru saja Rafael ingin menjawab, tapi sang mama sudah mendahuluinya lagi.


"SEKARANG MANA PEREMPUAN YANG SUDAH KAMU BIKIN HAMIL ITU, JANGAN BILANG KAMU TINGGALIN YAH, ATAU KAMU BUNUH, JAWAB KAMUU!!!" sambung mama Rafael lagi dengan nada cerewet nya.


"Jelaskan! " titah sang papa dengan tegas kepada sang putra


Akhirnya Rafael menceritakan semuanya dari bagaimana ia bisa menemukan Lia sampai ia mengajak Lia untuk pulang bersamanya.


Akhirnya Rafael menceritakan semuanya dari bagaimana ia bisa menemukan Lia sampai ia mengajak Lia untuk pulang bersamanya.


"Jahatt banget sih orang tuanya anak sekecil dia di tinggalin taman, pake bilang segala lagi kalau dia pengen kembali lagii" dumel sang mama, karena kesal dengan keluarga Lia sekaligus kasihan dengan Lia yang masih dini sudah dibuang oleh orang tuanya.


"Nah, makanya Rafa ajak pulang bareng Rafa" timpal Rafael.


"Jadi sekarang mau mu apa boy?" tanya papa, yang sedari tadi diam mendengarkan.


"Rafa pengen jadiin dia anak Rafa pah" jawab Rafael yang membuat papa dan mama nya menatap anak nya itu dengan cengo


"Adopsi? " tanya papa


"Aha" jawab Rafael disertai anggukan kepala


"Yakin" tanya papa memastikan keputusan sang putra nya ini


"Yakin!!, sekalipun papa tidak mengijinkan juga Rafa bakal tetep pengen adopsi dia!!" jawab Rafael dengan tegas dan mantap, membuat sang mama dan papa nya tersenyum atas ketegasan dan kemantapan sang putra.


"Siapa bilang papa nggak mau" ujar sang papa dengan tersenyum dan menaik turunkan satu alisnya.


"Tau tuh, siapa bilang kita nggak mau" timpal mama.


"Malah mama sangat setuju jika kamu mengadopsi dia, jadikan mama sekarang udah punya cucu" sambung mama dengan sangat antusias.


"Tapi papa punya satu syarat untuk kamu" ujar sang papa.


Rafael mengangkat satu alisnya seolah bertanya 'apa'


Rafael langsung menatap sang papa dengan penasaran syarat apa yang akan papanya itu berikan kepadanya.


"Kamu harus selalu menjaganya, jangan membuat dia terluka batin atau pun fisik, karena papa tau bahwa kamu sudah mengerti dengan kehidupannyaa yang mungkin sudah mendapatkan penderitaan sedari ia masih sangat kecil, jadi jangan menambah luka yang ia punya, tugas kamu untuk membagiakannya" jelas papa dengan panjang lebar


"Dan kamu harus tau, meskipun papa sudah mengijinkan kamu untuk mengadopsi Lia, tetap saja jika kamu menyakitinya atau ia terluka karena musuh mu, papa akan menjahukan kamu dengannya, dan jangan harap kamu bisa menemuinya, karena papa akan menutup semua akses yang Lia miliki sehingga susah untuk dilacak siapapun, terutama kamu sendiri" ujar Papa lagi


"Kamu harus ingat kamu itu memiliki musuh yang banyak, mereka akan melakukan apapun untuk menjatuhkan kamu, dengan cara menyakiti orang yang kamu sayang" sambung papa yang membuat Rafael terdiam memikirkan itu semua, tetapi dibalik kediamannya itu ia juga berpikir harua memperketat penjagaan terhadap sang putri.


"Dan kamu harus tau, meskipun papa sudah mengijinkan kamu untuk mengadopsi Lia, tetap saja jika kamu menyakitinya atau ia terluka karena musuh mu, papa akan menjahukan kamu dengannya, dan jangan harap kamu bisa menemuinya, karena papa akan menutup semua akses yang Lia miliki sehingga susah untuk dilacak siapapun, terutama kamu sendiri" ujar Papa lagi


"Tapi kamu tenang saja papa juga akan turun tangan untuk menjaga cucu papa" ujar papa lagi yang membuat hati Rafael menghangat karena papanya masih mau turun tangan untuk membantunya menjaga sang putrinya jadi ia tidak perlu terlalu khawatir tentang keadaan sang putri. Ia juga senang karena papanya dengan lapang dada menerima sang putri sampai ia tadi mengakui jika anaknya adalah cucunya.


"Heyy boy kau ini bagaimana dia bukan hanya putri mu tetapi juga cucu papa" tukas Papa yang mrmbuat Rafael tersenyum


"Baiklah pah, terima kasih sudah mau turun tangan menjaga putri ku" jawab Rafael.


"Baiklah pah, terima kasih sudah mau turun tangan menjaga putri ku" jawab Rafael.


"CUCU MAMA JUGA TAUU" teriak membahana sang mama, yang sedari tadi hanya diam menyimak.


"iya iyaa" balas Rafael dan papa berbarengan.


Baru saja mama ingin membalas ucapan putra dan suaminya itu, tiba tiba saja terdiam dan mereka bertiga mendengar suara seseorang sedang menangis dengan kencang nya yang berasal dari kamar Rafael.


"HUAAA HIKS HIKSS, DADDY HIKS HUWAA" tangis Lia dari atas


Rafael yang mendengar tangisan sang putri pun khawatir dan segera berlari ke atas menuju kamarnya, begitupun dengan papa dan mama nya yang juga berlari ke atas karena khawatir dengan cucu mereka.


Dengan segera Rafael membuka pintu kamarnya dan melihat keadaan sang putri. Rafael menghampiri Lia yang masih saja menangis. Didekapnya tubuh mungil Lia dan mengelus lembut surai panjang Lia.


"Hey kenapa hemm? " tanya Rafael dengan lembut.


Kedua orang tuanya yang mendengar nada lembut dari Rafael tersenyum melihatnya.


"Hiks Lia kira daddy hiks pergi ninggalin hiks Lia lagi karena Lia hiks nakal sama daddy hiks" ujar Lia dengan masih sesegukkan


Rafael yang mendengarnya merasakan ada desiran aneh dalam dirinya membayangkan bagaimana kelakuan orang tua Lia dulu.


Ia merenggangkan pelukannya,di tangkupnya wajah mungil yang putih itu dengan tangan besarnya. Dikecupnya kening, pipi kanan, pipi kiri, kedua mata, dagu, hidung, dan bibir sang putri.


"Dengar daddy yah, daddy tidak akan meninggalkan Lia, daddy akan disini selalu bersama Lia jadi Lia jangan nangis oke, percaya sama daddy, daddy tidak akan meninggalkanmu baby" ujar Rafael setelah mengecupi setiap inci wajah anaknya dan mengbapus sisa air mata di pipu Lua yang masih basah.


Kedua orang tua Rafael tersenyum mendengarkannya, berharap rafael bisa menjadi daddy yang baik kepada Lia.


"Semoga kamu akan menjadi daddy yang baik untuk Lia nak, memberikan kebahagiaan yang mungkin hanya sedikit ia dapatkan dari orang tuanya dulu, JADILAH DADDY YANG COCOK UNTUK LIA" batin mama dan papa.


"Hikss daddy harus berjanji tidak akan meninggalkan Lia" pinta Lia dengan menunjukkan jari kelingkingnya.


"Ia daddy berjanji baby" jawab Rafael dengan mengaitkan kelingkinnya dengan kelingking mungil milik Lia.


"Oke sekarang Lia tidak boleh nangis lagi oke, nanti Lia jadi jelek dan tidak imut lagi" sambung rafael dengan candaan karena sebenarnya jika Lia menangis wajahnya akan lebih sangat imut.


Lia yang mendengar ejekan yang ditujukan kepadanya itu segera memalingkan wajahnya bersedekap dada dan memanyungkan bibirnya.


"Ah daddy jahat,pokoknya Lia tidak ingin berbicara dengan daddy, Lia Ngambek pokoknya" ujar Lia dengan cemberut


"Ngambek kok bilang bilang" goda Rafael


"Ishh tau ah Daddy" kesal Lia


"Ehh baiklah baikla maafkan daddy oke, jangan ngambek dong sana daddy" ujar Rafael


"YA AMPUN RAFAA, ANAK KAMU CANTIK DAN IMUT SEKALIII UHH" teriak sang mama yang melihat Lia, sedangkan Lia menatapnya dengan bingung.


"Sini mendekat" pinta Papa Rafael


Lia menatap daddynya seolah meminta persetujuan, Rafael yang mengerti tatapan sang anak menganggukkan kepala mengizinkan.


"Hey, kau membuat cucu ku terkejut tau" tegur mama sambil memukul pundak sang suami.


"Iya iyaa maaf sayang" balas Papa


Sedangkan Lia masih menatap keduanya dengan bingung


"Baiklah kenalkan aku ini papa dari daddy mu dan ini mama dari daddy mu" ujar papa


"Dan kamu harus memanggil kita dengan sebutan oma dan opa oke" timpal Mama dengan semangat.


"Oma Opa? " tanya Lia dengan menatap keduanya dengan mengerjapkan matanya berkali kali membuat keduanya gemass


Keduanya menganggukan kepalanya


"Sekarang permenalkan siapa nama mu sayang?" tanya Mama yang sebenarnya sudah tau siapa nama dari cucunya itu hanya saja ia ingin basa basi


"Emm namaku Adelia oma" jawab Lia yang membuat buat mama Rafael sangat senang karena di panggil oma oleh cucunya ini.


"Lebih tepatnya ADELIA CALLISTA WIJAYA" timpal Rafael dengan tegas dan tiba tiba, membuat ketiganya menatap dirinya, mama dan papanya dengan tersenyum sedangkan Lia dengan bingung.


"Sini dekay daddy" pinta Rafael meminta anaknya mendekatinya. Dengan segera Lia turun dari pangkuan sang opa menuju daddynya.


Setelah sampai di daddynya ia segera naik keatas pangkuan daddynya dibantu sang daddy.


"sekarang nama mu ADELIA CALLISTA WIJAYA oke?" ujar Rafael setelah Lia duduk dipangkuannya.


Lia hanya membalas dengan anggukan kepala.


"Kalau begitu papa dan mama kebawa dulu" ujar papa. Setelah itu melenggang pergi dengan


Sang istri


****


Malampun tiba, kini sudah menunjukkan pukul 19.35 sebentar lagi makan malam.


Dengan segera Rafael dan Lia turun menuju meja makan dengan Lia yang berada di gendongan Rafael.


"RAFA, LIA! SINI TURUN MAKAN" teriak sang mama


Di meja makan sudah ada mama dan papa.


"Malam oma opa/mama papa" sapa keduanya


"Malam boy baby/sayang baby" jawab mama papa serempak


Rafael menuju kursinya san mendudukkan Lia di kursi sampingnya.


"Sebelum makan berdo'a dan tidak boleh berbicara" titah sang kepala keluarga dengan tegas


Semua menurut,setelah membaca do'a makan mereka makan dengan keadaan yang hening.


****


Setelah makan mereka berkumpul di ruang keluarga, dengan keadaan masih hening sehingga suara Rafael membuat semuanya menatap dirinya.


"Rafa mau ke basecamp malam ini" ujar Rafael


"Ada apa memang disana?" tanya papa


Rafael menggeleng.


"Tidak ada apa apa, hanya saja siang tadi Rafa tidak kesana, sekalian Rafa ingin mengajak Lia pergi bareng Rafa" jawab Rafael membuat Lia menatapnya.


"Jam berapa?" tanya mama


"Emm ku rasa 10 menit lagi, kenapa mah? " jawab dan tanya Rafael


"Tidak hanya saja kamu harus berhati hati oke?, jika terjadi apa apa beri kabar" ujar mama


Rafael hanya menganggukkan kepalanya mengerti.


"Kalau begitu Rafa keatas dulu pengen ganti baju terus pergi" ujar Rafa yang mendapat anggukan kepala dari mama dan papanya.


"Ayuk sayang kita ke atas ganti baju" ajaknya kepada Lia, Lia hanya menurut saja.


Setelah sampai di dalam kamar. lia bertanya


"Kita ingin kemana dad? " tanya Lia


"Kita akan pergi bertemu dengan teman temab daddy" jawab Rafael.


"Benarkah dad? " tanya Lia tidak percaya daddynya akan mengajaknya untuk pergi bertemu dengan teman temannya. Rafael menganggukkan kepalanya, membuat Lia kesenangan.


"Kalau begitu Lia harus memanggil teman teman daddy dengan sebutan ap dad?, apa mereka akan menerima Lia seperti daddy menerima ku?, atau mereka ..." belum sempat Lia menyelesaikan ucapannya Rafael sudah memotongnya.


"Sudahlah sana ganti bajumu, kita akan terlambat jika kamu berbicara terus baby" ujar Rafael yang jengah denga putrinya ini karena berbicara terus


Setelah beberapa menit ia keluar dengan baju yang sudah terganti. Begitupun dengan Rafael yang sudah mengganti bajunya.


"Sudah siap baby? " tanya Rafael


"Sudah Dad" jawab Lia dengan semangat


"Mari kita turun" ajak Rafael


"Ayokk dad" balas Lia dengan merentangkan tangannya meminta di gendong oleh sang daddy, dengan senang hati Rafael menghampiri anaknya dan mengangkatnya keatas gendonganya.


Setelah itu keluar kamar dengan Lia yang di gendong ala koala oleh daddynya


Mereka turun kebawah dengan Lia yang pastinya sudah berada di dalam gendongan sang daddynya.


Setelah dibawah mereka menuju ruang tv untuk menemui mama dan papa Rafael untuk meminta izin keluar


outfit rafael



outfit Lia