RAFAEL

RAFAEL
CEO



Jessica dan keisya turun dari tangga dan tatapan kagum ia dapati "Emang gak salah pilih menantu" ucap Amora kagum


"Cantik sekali mantu papah" puji Wili


Jessica tersenyum manis "Makasih mah pah" ucap nya


"Anak saya memang selalu cantik" sambung Liam


"Ngikut bunda nya" sambung elena juga


Rafa yg sedari tadi duduk terdiam pun menghampiri Jessica dan menggenggam erat tangan Jessica "Istri Rafa pasti cantik" ujar Rafa dengan senyum tipis nya


Jessica kembali dibuat malu dan mereka pun memilih untuk berangkat ke tempat yang sudah mereka tuju


Rafa kini membawa mobil pribadi nya bermerk Civic type r yg berwarna putih, dengan Jessica yg disebelah nya dan keisya yg duduk dibelakang


"Kakak tau gak ada konser loh besok" ucap keisya yg bersandar dikursi Jessica


"oh yah? Dimana?" tanya Jessica


"Gak usah ikut" ucap Rafa dingin dengan masih fokus menatap ke depan jalan


Mereka berdua pun menatap Rafa tak suka "Yg minta izin Abang juga siapa?" jenggah keisya


"Iya, kita mau pergi sendiri wlee" sambung Jessica dengan menjulurkan lidahnya


"Gue tu suami lu, apapun itu izin ke gue" jawab Rafa cuek


"Kalo gitu Abang juga ikut" ajak keisya


Jessica tersenyum lebar "nah itu bener, sekali-kali lah nonton konser, lu gak tau kan seru nya nonton konser?" ucap Jessica


"Gak tau dan gak tertarik" dingin Rafa


"Abang mah gitu ka, dari dulu aku ajakin selalu gak mau, lebih milih geng Motor nya" malas keisya


"Ya iya lah, buang-buang waktu liat gituan" kekeh Rafa


Jessica mendekati Rafa "Gue mau pergi sama Andro boleh kan?" ledek Jessica dengan berbisik


Rafa menatap tajam Jessica, dan Jessica menaik turun kan alis nya sembari tersenyum misterius "Oke gue ikut" tegas Rafa yg terpaksa memilih ikut dari pada merelakan istri itu dengan lelaki lain


"What!! Serius!?? Gak salah??" kaget keisya


"enggak" sambung Rafa cuek


"Wihh ko bisa?? Kakak tadi bisikin apa sampe Abang mau? atau jangan-jangan bikin ponakan buat aku?" tanya keisya yg sangat kepo


"So tau lu bocil" ucap Rafa dengan menoyor kening keisya dengan jari telunjuknya


...****************...


Mereka pun terlebih dahulu untuk makan, dan sesuai nya makan...


"Tujuan kita ngajak kalian dinner itu, kita mau bicarakan tentang kamu Rafa. papah dan mamah berniat menjadi kan kamu CEO dikantor papah!" ucap Wili


"Mengingat kamu sudah beristri dan sudah kewajiban kamu menafkahi Jessica!! Karena itu lah papah berharap kamu mau menjadi CEO. masalah kamu bisa atau tidak bisa itu hal gampang! Kamu bisa belajar terlebih dahulu dengan asisten pribadi kamu yg sudah papah kirim dan pastinya bukan lah asisten kelas menengah" sambung nya


Rafa terlihat bingung ditempat 'CEO? Apa bisa gue atur waktu? Gimana nasib scorpio?' batin Rafa


"Apa gak nunggu sampe aku sarjana pah?" tanya Rafa


"nunggu kamu sarjana itu lama! Yg ada cucu papah udah lahir duluan" Ujar Wili yg membuat Jessica yg sedari tadi menunduk memakan dessert pun mengangkat wajah nya


'Bikin aja belum' batin Rafa lagi


"Aku masih bingung pah" ucap Rafa jujur


"Iya mamah tau banyak hal yg kamu harus urus dari mulai kuliah, rumah tangga kamu, dan geng motor kamu itu kan yg membuat kamu bingung?"


Rafa mengangguk "Tapi kalo emang ini terbaik buat Jessica aku mau" tegas Rafa menjawab


Jessica membelalakkan matanya kaget "Ko gue?" tanya Jessica


Rafa memeluk pinggang ramping Jessica yg sibuk memakan dessert "Gue rela atur waktu atau bahkan meninggalkan segalanya demi kebahagiaan lu!" ucap Rafa yg mampu membuat jantung Jessica berdebar kencang


'Jantung gue gak aman' batin Jessica


Jessica memalingkan wajahnya dan menatap dessert, ia tak akan bisa tahan dengan tatapan Rafa yg begitu menghipnotis


"Yasudah begini aja, kamu papah kasih waktu belajar dua Minggu, jika selama dua Minggu kamu tidak mampu barulah papah akan lepas kamu dari tanggung jawab ini tapi dengan syarat papah tidak akan memberikan satu sepeser pun uang untuk kamu, kamu harus berusaha sendiri cari uang"


"Papah hanya ingin kamu mandiri, kamu harus bisa memenuhi kewajiban sebagai suami dan menafkahi istri dengan sebaik-baiknya. Tinggalkan lah geng motor kamu itu, dan sekarang fokus ke rumah tangga kamu"


jika Willi sudah berbicara dan Rafa menolak pasti lah berakhir ancaman dan Rafa hanya bisa pasrah dengan semua permintaan papah nya


"Baik lah pah" ucap Rafa terpaksa menyetujui


Dan mereka Mengganti pembicaraan mengenai hal lainnya


...****************...


Pukul 23:30


Jessica sudah tertidur usai pulang dari restaurant, mereka tidur satu ranjang namun Rafa malah tidak bisa tertidur terus memikirkan masalah nya yg begitu membingungkan


"Gue ke basecamp aja, siapa tau pikiran gue bisa plong" ujar Rafa dan beranjak dari ranjang nya


Namun sebelum Rafa pergi ia tak lupa mencium pipi mulus Jessica yg tengah tertidur sangat pulas dengan baby face nya "Good night bub" ucap nya lalu menarik selimut agar Jessica tidak kedinginan