
'Si anjir mau ngapain si?' batin Jessica
"Baru kali ini ada perempuan yang nantang gue" ucap ku dengan lirih tepat didepan wajahnya
wajah kami hanya terpaut jarak 1centi saja, perempuan itu masih menatap ku remeh
Tiba-tiba dari belakang salah satu anggota ku yang tengah berkelahi dengan anggota big hook tak sengaja menyenggol tubuh ku yang membuat bibirku berciuman dengan perempuan itu.kami berdua sama-sama melotot kaget
perempuan itu mendorong tubuh ku menjauh "anjing!!" teriak nya
"berani-beraninya lu rebut fristkiss gue" teriaknya lagi
'perasaan dia punya cowo, ko masih fristkiss??' batin ku terheran-heran
"itu juga fristkiss gue cewe bar-bar" ucap ku juga
"balikin fristkiss gue"
"Gue ngambil firstkiss lu juga gak sengaja!! Lu pikir gue mau?" Ucap ku
"Bilang aja lu modus kan?!" Teriak si cewe bar-bar itu
"Idihhhhhh najiss" sewot ku
Aghhhh!!
Teriakku kesakitan dengan memegangi junior milik ku saat setelah cewe bar-bar itu menendang nya tepat
"Bangsat!!" Sewot ku dengan masih menahan rasa sakitnya
Cewe bar-bar itu malah tersenyum lebar "rasain Lo!!" Ucap nya bahagia
Namun aku tak menyerah begitu saja, dengan cepat ku menghampiri nya dan mengangkat tubuh nya ala bridal style dan membawa nya pergi menaiki motor ku, beberapa anggota big hook berusaha menyelamatkan si bar-bar
"Halangi mereka!!" Perintah ku kepada beberapa anggota
"Turunin gue dong kanebo kering!!"
"Lu mau bawa gue kemana anjir??"
"Woyyy"
"Turunin gue!!"
Si bar-bar ini sangat membuat pendengaran ku hampir rusak karena teriakan nya.
"Diem lu!!" Ancam ku
Aku sudah mendudukkan nya dijok belakang motor ku, dan kami siap pergi meninggalkan anggota lainnya
Entah kenapa aku sangat ingin dengan nya??
Kemana diriku yang dulu? Kenapa dengan si bar-bar aku merasakan nyaman?
Emang aneh wanita itu
Mungkin sekarang anggota ku tengah bingung, kenapa aku bisa mau pergi dengannya. Aku pun heran sendiri
Setelah beberapa menit aku pun sampai di apartemen miliku. Aku masih menggendong nya dan dia pun masih berusaha memberontak
Aku mendudukkan nya diruang tamu "mau ngapain si??" Tanya si bar-bar sedikit emosi
"Lu harus tanggung jawab!! Punya gue jadi sakit bego!!" Jawab ku
*Pov jessica*
Aku menelan ludah ku kasar saat menatap begitu jelas bentuk junior milik si kanebo kering "besar, panjang dan gagah" itulah kata-kata yang terlintas dipikiran ku
'Jangan tergoda Jes pliss' batin ku meyakinkan diri ku sendiri
"Karena gue udah ngrebut fristkiss lu, berarti boleh kan sekalian?" ucap si kanebo kering dengan ekspresi aneh nya
Aku pun melotot kaget "ngomong apa lu??" Tanya ku emosi
Kanebo kering itu malah menaik turun kan alis nya dengan wajah datar nya
"Bilang aja lu terpesona sama kecantikan dan **** nya bibir gue" ucap ku meledeknya
Kanebo kering itu malah mendekat kan wajah nya "kalo iya kenapa?" Tanya nya sebelum sekarang dia sudah ******* bibir ku
Aku pun berusaha melepaskan ciuman itu, namun kanebo kering malah memeluk ku dengan erat yang membuat aku tak bisa berbuat apa-apa.
Kenapa enak??
Kalo boleh jujur lama kelamaan memang rasa nya nikmat, kali pertama aku merasakan nya. Gara-gara si kanebo kering brengsek padahal pacar ku pun tidak pernah aku izinkan untuk mencium bibir ku
Karena aku sudah berjanji kepada diri ku sendiri, bahwa ciuman ini kelak hanya untuk suami ku. Namun sial nya ciuman ini diambil paksa oleh lelaki brengsek ini, yang bahkan dia adalah musuh ku
Aku masih memejamkan mata ku, dan lidah ku pun ikut bergerak mengikuti gerakan lidah nya, lidah kami berdua seperti tengah bertarung didalam entah merebut kan apa. Tapi aku sangat merasakan manis, lembut, dan hangat nya
Ciuman Rafa kini berpindah dileher ku, dengan bodoh nya aku hanya pasrah dan terdiam begitu saja
Ahh
Why?? Kenapa mulut ku mengeluarkan suara itu?? Ko bisa??
Yang aku rasakan sangat lah geli dan sedikit sakit, atau ini yang dirasakan wanita saat sudah menikah??
Jangan sampai suara itu keluar lagi!!
Rafa menyudahi ciuman nya dan meninggalkan bekas merah dileher ku saat handphone nya berdering
Rafa mengangkat telfon nya, dan hanya sekitar 5 detik telfon itu pun berakhir
"Udah puas kan lu??" Tanya ku
"Belom" jawab nya sangat enteng
Bughhhh
Aku pun melempar bantal tepat diwajah nya "kurang ajar emang!!"
Rafa hanya menatap ku tajam dan malah berjalan ke lantai dua. Saat sudah kembali dari lantai dua tiba-tiba dia melempar kan satu paperbag yang berisikan gaun **** "apa ini?" Tanya ku bingung
"Pake! Nanti ada MUA yang bakal dandain lu" jawab nya
Aku pun terbengong kaget "mau ngapain anjir??"
"Oma sama opa gue bakal kesini, dia minta ketemu sama pacar gue, yaudah mending gue pinjem lu" jawab nya
"Lu pikir gue barang dipinjem-pinjem?? Kenapa juga harus gue?"
"Gue gak ada pilihan lain"
"Seyla bukannya dia pacar lu?" Tanya ku
"Bukan! Gue tu gak pernah punya pacar ngerti lu?"
Ting tong
Bel pintu berbunyi, Rafa pun membuka pintu dan menampakkan beberapa wanita yang membawa koper makeup
"Bisa langsung ke kamar aja mba!" Ucap Rafa dengan berjalan menarik ku menuju lantai dua dan diikuti para MUA itu
Sesampainya dikamar aku didudukkan didepan cermin dan Rafa hanya duduk menonton
Para MUA mulai membersihkan wajah ku dan memoles nya,namun saat salah satu MUA memberikan foundation ke area wajah dan leher seketika MUA itu tersenyum tipis saat melihat bekas ciuman Rafa. Aku hanya menunduk malu saat MUA itu melirik ke arah Rafa yang tengah memandang ku tersenyum
Aku pun baru menyadari nya, ahhh sangat lah malu!!
Beberapa menit riasan itu sudah selesai dan MUA itu menyuruh ku mengganti pakaian ku, aku pun menurut dan memasuki ruang ganti
"Pakaian apa ini? Bukan gue banget!!" Racau ku saat sudah mengenakan gaun yang membuat payudara ku sedikit terlihat dan panjang nya pas diatas lutut
"Beneran gue harus kaya gini?? Tubuh gue kebentuk banget lagi, Rafa ngerjain gue atau gimana si"
Aku pun memilih keluar walaupun dengan rasa malu dan tidak percaya diri, saat aku keluar Rafa dan seluruh MUA menatap ku kagum
"Cantik banget" puji MUA itu
"Iya yaampun kaya Barbie" ucap salah satu MUA juga
Rafa terlihat menatap ku tanpa berkedip "ehemmm"
Aku pun berdehem yang membuat Rafa tersadar dari lamunannya "gimana cantik kan gue??" Ledek ku
Rafa menatap ku malas "b aja" ucap nya yang gengsi untuk mengakui kecantikan ku ahayyy:)
"Halah bilang aja lu terpesona"
"Mba, itu benerin rambut nya biar dia gak banyak omong" ucap Rafa memerintah MUA
"Ihh salting ya" ledek ku lagi
Para MUA mulai merapihkan rambut ku untuk dimodel "yang cakep ya mba, biar para lelaki terpesona" ucap ku meledek
"Jangan dong ka, nanti ka Rafa nya cemburu loh" jawab si MUA
"Gak bakal cemburu mba" jawab ku
"Brisik" jawab Rafa dengan wajah dingin nya