
Mereka telah sampai dilapangan basket yang sedikit ramai, dari kejauhan mereka bisa melihat beberapa perempuan yang tengah tanding basket namun mata Rafa tertuju kepada wanita yang yang selama ini mampu membuat nya tersenyum yaitu Jessica Drendia Mauren
ya memang Jessica dan Freya tengah bertanding basket, dia mendapatkan kabar bahwa dosen hari ini berhalangan hadir dan mereka pun memilih bermain basket
"wihh bos bukannya itu Jessica?" tanya Radit
Rafa tersenyum miring "gak dicari ketemu sendiri" ucap nya
"kaya nya kalian jodoh, kemana aja ketemu"
"udah lah ayo kita ganti baju, gue mau tantang tu cewe" ucap nya dan berjalan menuju kamar mandi
setelah selesai ganti baju mereka pun duduk menonton para perempuan bermain, Rafa begitu fokus memperhatikan Jessica yang sangat keren saat bermain basket
"Gila cakep banget Jessica" puji Radit
bughhh
satu botol air mineral berhasil mendarat di kepala Radit "Jessica udah gue tandain, gak usah macem-macem lu!" sewot Rafa
"Sory bos sory"
Jessica terlihat berkali-kali berhasil memasukan bola ke ring, dan menit terakhir dirinya kembali bisa memasukan bola itu dan tim Jessica dinyatakan menang
"wuhhh kita menang" girang Jessica dengan melompat lompat bersama kawan-kawan nya
"lu keren Jessica" puji salah satu teman nya
"thank you" jawab Jessica
Rafa dan gerombolan nya pun menghampiri mereka "Gue masih meragukan dia" ucap Rafa dengan menujuk ke Jessica
Jessica menatap nya malas "dia lagi" ucap nya lirih
"Kayanya tadi kebetulan doang deh" ucap Rafa lagi
"Mau ditest? By one kita" kata Jessica dan diangguki Rafa
mereka pun siap bertanding one by one, sebelum dimulai Rafa tak lupa memberikan perjanjian "kalo gue yang menang boleh minta apapun sama yang kalah! Setuju??" tanya Rafa
"Dan kalo gue menang, lu stop gangguin gue!" sewot Jessica
"oke" jawab rafa
Versi Rafa ya reader
prttttt
peluit sudah berbunyi menandakan pertandingan sudah dimulai, belum apa-apa Rafa sudah berhasil mencetak poin 1-0
"Baru mulai anj*r" heran Jessica
Rafa tersenyum meremehkan "gimana?" ledek nya
"masih banyak waktu" ucap Jessica sembari menggiring bola dan memasukkan ke ring , dan poin sekarang 1-1
"Jessica Jessica Jessica ayo ayo!!" teriak pendukung Jessica
"Rafa Rafa Rafa, hajar bos hajar" teriak pendukung Rafa
Waktu sudah habis dan skor terakhir 24-22 dan dimenangkan oleh Rafa "mantap lu bos" puji anggota scorpio
"Jadi gimana?" tanya Rafa meledek ke Jessica
Rafa menarik tangan Jessica dan membawa nya pergi "eh mau bawa Jessica kemana?" tanya Freya
"lu duluan aja Frey!" teriak Jessica
"Dipinjem sebentar sahabat nya gak papa kali" ucap Danu
"Awas aja kalo ada yang lecet, kalian semua gue habisin!"
"ihh takut" ledek mereka
Freya pun memilih meninggalkan mereka dan masuk ke kelas, dan para anggota scorpio juga kini tengah bermain basket tanpa bos nya
...****************...
Sementara ditempat lain
"bersihin toilet dong, gue tadi kena hukum dosen killer itu dan disuruh bersihin kamar mandi, tolong bersihin ya Jessica anak cantik" ucap Rafa
'dasar si anj*r' batin Jessica
"Enak banget idup lu ya" sewot Jessica dengan mengambil pel lantai
"yang bersih ya Jessica cantik" ledek Rafa lagi
"mending lu cabut sonoh!" sewot Jessica dengan melempar kanebo kering
"Yaelah udah cakep-cakep ko galak"
Jessica sudah siap memukul Rafa dengan gagang pel lantai itu, namun Rafa berhasil meraih nya dan Rafa berjalan seperti tengah mengintai Jessica. Jessica pun mencoba menghindar, seperti waktu dipohon dan dirooftop Jessica tidak bisa lagi kabur karena tertahan tembok kamar mandi
Jessica mencoba pergi dari samping kanan, namun tangan Rafa berhasil menahannya. Jessica kembali mencoba pergi dari samping kiri tapi lagi-lagi tangan Rafa berhasil mengunci Jessica
"Sekarang lu gak bisa kemana-mana" ucap Rafa
Rafa berhasil ******* bibir Jessica dengan ganas namun Jessica tidak membalas ciuman itu sehingga membuat Rafa menggigit bibir bawah Jessica, yang menandakan bahwa dirinya ingin ciuman itu dibalas
Jessica pun terpaksa membalas ciuman itu, bibir pink yang natural itu mampu membuat Rafa candu. Mungkin Rafa ingin lebih dari hanya ciuman, namun dirinya masih sadar bahwa hubungan mereka bukan lah apa-apa hanya sebatas musuh
tak beberapa kemudian Rafa pun melepaskan ciuman itu lalu membelai rambut panjang Jessica "Lu jadi milik gue sekarang" ucap nya yang mampu membuat jantung Jessica berdebar kencang
Setelah mengatakan itu Rafa pun meninggalkan Jessica. Tanpa mereka berdua sadari bahwa sedari tadi ada perempuan yang tengah menahan emosi cemburu nya, siapa lagi kalo bukan seyla
Setelah kepergian Rafa, seyla pun memasuki kamar mandi dengan dayang-dayang nya dan langsung menjambak rambut Jessica yang tengah membersihkan closet
"aghhh!!" teriak Jessica kesakitan dengan mencoba melepaskan jambakan seyla
"Lepasin!!" teriak nya lagi, namun seyla malah semakin kencang menjambak nya
tak mau hanya kesakitan Jessica pun menendang perut seyla yang membuat nya terjatuh dilantai basah "Anji*g Lo!!" teriak seyla
"Lakukan tugas kalian!! Cepet!!" bentak seyla ke putri dan Kiara yang dari tadi hanya menonton
Mereka berdua pun menghampiri Jessica dan mengguyur kan satu ember ke tubuh Jessica "Rasain Lo cewe genit!" ucap seyla
Jessica masih menahan amarah nya "ini akibat nya lu udah berani ciuman sama Rafa!"
"Rafa tu milik gue selamanya!! Selama ini gue gak pernah bisa membuat dia bergairah sama gue walaupun hanya berciuman!! Tapi lu seorang Maba bisa merebut fristkiss nya Rafa!"
"Namanya juga cewe genit, ya pasti bisa lah" sambung Kiara
Jessica mendorong bahu Kiara dengan keras "gak usah ngomong sembarangan!! Gue gak pernah sekali pun genit ke Rafa! yang merebut fristkiss gue juga Rafa bukan gue sendiri yang minta, dan lu pikir gue seneng karena Rafa selalu bergairah sama gue? Gue gak semurah Lo!! Kalo pun waktu bisa diulang, gue pengin fristkiss gue balik" ucap Jessica membela diri
"dan satu lagi, Apa lu gak pernah ngaca? Lu ngomongin gue cewe genit? Tapi nyatanya yang ngomongin adalah cewe genit sebenarnya" sambung Jessica