Primodial Quest

Primodial Quest
Chapter 33: Persiapan Ekspedisi



- Wolfpass\, Bavaria H-1


Satu hari telah berlalu, kami harus bergegas menyiapkan segala persediaan yang dibutuhkan untuk ekspedisi nanti. Kemarin kami gunakan untuk rapat militer kerajaan untuk menyusun strategi penyerangan dan penyelidikan tempat tersebut. Sementara yang lainnya bersiap membeli senjata dan armor yang menjadi hal wajib untuk ekspedisi ini, Karena ada kemungkinan bahwa ada monster yang berbahaya disana. Dan pembangunan Adventure Guild pertama di Avaria, tidak semewah yang dibayangkan hanya sebuah mading di depan gedung kosong yang terbengkalai. Namun untuk saat ini sudah cukup untuk merekrut banyak orang yang ingin berpartisipasi di dalam ekpedisi ini.


Semua orang telah bersiap-siap 1 hari sebelum ekspedisi itu dimulai. Barang-barang seperti potion dan senjata telah dimuat di beberapa caravan. Teman sekelas ku mulai melatih badan mereka bersama Toni dan Austin di barak sementara sisanya akan membantu para penjaga lain untuk membeli beberapa kebutuhan pangan pada saat di tempat itu. Mereka berniat membawa caravan untuk tempat siaga di luar reruntuhan itu sementara beberapa orang masuk menyelidiki tempat itu. Kota Wolfpass diisi oleh militer kerajaan dan menyuruh para warga untuk tidak keluar kota untuk beberapa waktu kedepan hingga ekpedisi ini dinyatakan selesai dan sukses.


" Wah.. semua nya benar-benar giat ya? " Lita melihat ke sekeliling kota bersama ku, aku dan Lita ditugaskan untuk membeli beberapa ramuan dan mencari para pejuang lainnya yang bisa direkrut untuk ikut ekpedisi ini. Kami sudah selesai dengan menyuplai kebutuhan ramuan penyembuh bagi para prajurit dan petualang yang akan mengikuti ekspedisi tidak terkecuali para Otherworlder termasuk kami. Kini kami hanya menunggu di dekat mading dan melihat jika ada seseorang yang tertarik dengan pekerjaan tersebut.


" Yang ingin bergabung dengan tim ekspedisi, bisa bertanya detail nya kemari ! " ujar Lita.


Adventure Guild pertama didirikan didekat barak kerajaan, dan tempat itu ditaruh sebuah mading yang digunakan untuk memberikan pekerjaan kepada orang-orang yang ingin mengerjakan quest tersebut. Kali ini quest yang diberikan berasal dari kerajaan, biasa nya di game-game fantasy orang yang biasa nya memberikan pekerjaan  adalah seorang pedagang atau pun orang yang memilki uang untuk menyewa jasa para Adventurer.


" Aku tidak menyangka akan ada banyak orang yang berkumpul disini. Padahal baru satu hari Adventure Guild ini dibuat. "


Aku melihat sekitar Adventure Guild, banyak sekali orang yang tertarik dengan quest yang diberikan kerajaan. Tempat ini menjadi Booming karena baru pertama kali nya ada tempat yang menyediakan kerja di suatu tempat bagi para Adventurer atau dulu dipanggil dengan Mercernary atau tentara bayaran. Biasa nya jika seorang klien ingin memberi pekerjaan kepada seorang tentara bayaran mereka harus menemui mereka dahulu dan itu bisa memakan waktu yang sangat lama karena menemukan seorang tentara bayaran tidak lah mudah dan proses negosiasi yang sangat lama dan kadang salah satu pihak memeras pihak lainnya demi keuntungan.


" Namun untung saja kamu menerapkan sistem ini Arkan, seperti nya mereka tidak ada yang keberatan dengan hadiah 2 koin emas dari kerajaan dan mereka dari rupa nya saja cukup tangguh dan kuat. "


Ada banyak ras yang berkumpul di tempat ini, Dewi Atageina memberikan ajaran tentang kesetaraan ras diseluruh Avaria. Jadi negara yang mengikuti agama ini biasa nya lebih open-minded daripada negara yang berada di timur yang menyembah 5 dewa itu. Eonism mengajarkan tentang manusia adalah pusat peradaban dunia dan paham itu terdengar sedikit rasis di telinga ku. Untung saja negara ini menganut agama ini jadi mencari seorang pendekar pedang, penyihir, atau Palladin akan menjadi sangat mudah karena kami memliki banyak pilihan disini. Namun dari seluruh tentara bayaran yang mau bergabung hanya 12 orang saja yang ingin berpartisipasi mengikuti ekspedisi ini. Kita membutuhkan 1 lagi untuk menjadi bagian dari regu inti nanti.


Namun dari banyak nya orang yang ada disini, Ada seorang  Elf yang muncul dihadapan ku dan menunjuk kearah kertas yang berisi quest yang ditertera di mading guild. Ia bertanya tentang detail tentang apa yang tertera di mading tersebut.  Ia memilki rambut pirang panjang yang diikat dibelakang dengan pita hijau dan telinga elf yang khas, serta memakai baju layak nya seorang pemanah handal dengan menggunakan jubah berwarna coklat terbuat dari kulit.


" Anu permisi.., tentang quest yang kalian taruh di mading.. "


" Oh silahkan bertanya apapun kepadaku, oh tunggu sebentar."


Aku melihat Isa dan teman-teman ku yang lain sedang membantu mengangkat barang-barang yang aku dan Lita bawa, Aku memanggil Isa dan melambaikan tangan pada nya. Ia bingung mengapa aku memanggil nya dan ia pun menghampiri kami.


" Ada apa Arkan? " tanya Isa.


" Bisa kah kau menjaga tempat ini sebentar? aku ingin membahas tentang quest ini kepada mbak elf ini. "


Elf ini melambaikan tangan nya kepada Isa, lalu Isa membalas sapaan nya.


" Eh apa yang harus aku lakukan nanti disini? " tanya dia dengan panik.


" Hanya menjawab pertanyaan saja, masalah perekrutan tinggal bilang kepada Toni atau Risa yang ada di sana oke.. "


" Oh.. oke.. "


" Terima kasih banyak ya Isa.. "


Isa tersenyum kepada ku, dan ia menganggukan kepala nya dan langsung menggantikan posisi ku untuk sementara. Kami pun pindah ke tempat yang lebih sepi yaitu taman di dekat sungai kecil yang ada tidak jauh dari barak kerajaan.


" Oke mari kita lanjut pembicaraan nya. "


Elf itu bertanya kepada ku dan menyimak penjelasan dari ku mengenai quest ini. Setelah beberapa menit, wanita elf itu berhenti menanyakan pertanyaan nya tentang quest ini dan langsung memperkenalkan dirinya kepada kami.


" Terima kasih atas penjelasan nya, itu sangat membantu sekali agar aku bisa memahami quest apa yang dimaksud di kertas itu. Baru pertama kali nya aku melihat sistem seperti ini. "


" Haha.. sebenarnya ini adalah sistem yang kami buat sendiri, pihak kerajaan hanya mendukung kami melakukan perekrutan dengan cara ini. "


" Oh maaf atas ketidaksopanan ku, aku belum memperkenalkan diriku dengan baik. Nama ku Sharon Nortris seorang elf dari Asetherion seorang tentara bayaran senang bertemu dengan anda. "


Kerajaan Asetherion, terletak dibarat laut Bavaria. Kerajaan para Elf yang sangat mahir dengan sihir, dan teknologi mereka mengenai sihir modern lumayan canggih. Mereka adalah ras yang berumur panjang dan memilki paras yang cantik seperti Sharon. Rambut pirang, kuping yang runcing dan tubuh yang tinggi dan indah. Itu adalah Elf secara keseluruhan dan aku cukup terkejut bahwa deskripsi Elf yang ada di dunia game dan di Avaria itu sama. Memang dunia yang luas ya Avaria itu.


" Namaku Arkan Wijaya, kau bisa panggil Arkan. Dan ini adalah Lita sahabat ku dan kami sebenarnya bukan berasal dari dunia ini jadi maaf jika ada perbuatan yang membuatmu tersinggung. "


" Senang bertemu dengan mu Sharon.. " ujar Lita kepadanya.


" Tunggu kalian adalah seorang Otherworlder? " tanya Sharon dengan terkejut.


" Ah iya kami datang dari dunia lain.. "


" Oh.. , maaf ini baru pertama kali nya bertemu dengan seorang Otherworlder dalam seumur hidup ku.. "


" Ah tak apa.. hahaha. "


Kami berbicara dengan Sharon dan berbagi informasi seputar apa yang sedang terjadi di Avaria saat ini. Kami berbicara hingga petang karena saking asyik nya.


" Waduh udah sore nih.., kita harus segara melapor kembali kepada Isa.. " ujar Lita dengan panik.


"Oh maaf jika aku menyita waktu kalian.. " Ucap Sharon dengan sedih.


" Tak apa ini bukan salah mu, tapi karena keteledoran kami tidak melihat waktu dengan benar. "


" Oh untuk quest nya gimana? " tanya Sharon.


" Ah itu.. "


Sebelum aku menyelesaikan perkataan ku, ada 2 lelaki yang membawa sebuah kotak berisi ramuan berisi ramuan penyembuh dari salah satu teman kami yang sedang membawa kotak ini menuju ke barak.


" Hei siapapun tolong hentikan dia ! " ujar nya.


Mereka berdua nampak seperti seorang bandit yang sama waktu itu, mereka adalah orang yang sama pada saat aku dijebak oleh mereka di gang sempit itu. Dengan cepat aku pun berdiri dari duduk ku dan ingin mengejar mereka.


" Hoi kembali ! "


Namun sebelum aku bisa mengejar mereka Sharon menghadang ku, Ia mengeluarkan sebuah panah dari punggung nya .


" Arkan tenang saja, aku akan atasi ini. "


Lalu ia membidik panah nya kearah bandit itu, melihat itu Lita panik dan bertanya kepada Sharon.


" Tunggu jika kau memanah nya bagaimana dengan kotak nya? " tanya Lita.


" Tenang dan perhatikan Lita.. "


Ia mengucapkan sebuah mantra yang terdengar asing di telinga kami, biasa nya mantra sihir bisa kami dengar dengan memahami makna nya. Namun kali ini aku tidak mengerti apa yang ia ucapkan. Dan kemungkinan ini adalah sihir elf yang terkenal itu.


" Agatha Anemus Plavia.., Wind Arrow !"


Muncul 3 anak panah sihir yang melesat mengenai kaki sang bandit membuat nya terjatuh dan merengek kesakitan.


" Sialan.., ini panah sihir,, ! "


Kotak itu lepas dari cengkraman bandit itu, namun kotak itu jatuh menuju tanah dengan sangat cepat. Botol ramuan itu terbuat dari kaca, jika jatuh dengan kecepatan itu maka seluruh ramuan yang ada di kotak itu bisa pecah.


" Kotak nya ! "


" Anemus Shperus .. *Wind Current ***!** "


Muncul sebuah angin yang menahan kotak itu untuk jatuh ke tanah dan dengan perlahan menurunkan kotak tersebut dengan aman. Melihat itu teman kami langsung bergegas mengambil kotak otu dan mengecek isi nya. Semua aman terkendali, tidak ada yang pecah atau bocor. Setelah itu ia berterima kasih kepada Sharon yang telah menyelamatkan nya. 3 penjaga yang melihat ini langsung membawa bandit itu pergi dari tempat itu dan berterima kasih kepada Sharon.


" Terima kasih banyak nona, kau sudah membantu kami menangkap bandit ini. " ujar penjaga tersebut.


" Tak masalah.. aku senang bisa membantu. "


Mereka pun pergi membawa bandit itu, aku yang melihat kemampuan Sharon dibuat takjub betapa kuat nya dia.


" Jadi ini kekuatan seorang Elf, .. hebat.. " ujar Lita dengan kagum.


Sharon melihat ku dan menghampiri ku, dan bertanya tentang performa nya dalam bertarung kepada kami.


" Bagaimana tadi, apakah cukup untuk bisa mengikuti ekspedisi yang kalian lakukan besok? "


Aku tersenyum kearah nya, aku menaruh telapak tangan ku di belakang kepala ku dan berkata.


" Ah.. sebenarnya aku tadi mau bilang kalau kau diterima dan boleh ikut berpartisipasi mengikuti ekspedisi, jadi kau tidak perlu menunjukkan kekuatan mu sebenarnya. "


Mendengar hal itu Sharon terkejut, ia langsung menutupi muka nya dengan kedua tangan nya malu melihat kami.


" Ma-maaf jika tindakan ku tidak sopan, ha-harus nya aku mendengarkan ku terlebih dahulu. "


" Hahaha.. "


" Jangan lihat aku.., hmph.. " ujar Sharon dengan malu.


" Dia memiliki karakter yang menarik ya.., Sharon.. "


Lita tertawa mendengar Sharon, Sharon pun malu untuk melihat ku dan Lita. Lalu setelah tawa nya Lita sudah mereda kami berjabat tangan menandakan bahwa kontrak telah terjalin antara kita dan Sharon mengakhiri pencarian rekrutmen tentara bayaran yang telah ditugaskan oleh Austin.


" Selamat datang di team, Sharon.. , aku harap kita bisa bekerja sama nanti nya. "


" Hmm.. iya aku juga.. "


Setelah semua nya selesai kami berjalan menuju jembatan yang menghubungkan distrik militer dan distrik komersil. Disana kami berpamitan dengan Sharon.


" Jadi besok kita berkumpul di depan gerbang Wolfpass di arah barat, persiapkan dirimu dengan baik Sharon.. " ujar Lita.


" Iya.. "


" Oke kalau begitu kami pergi dulu, sampai nanti.. "


Setelah aku mengucapkan perkataan ku, Sharon berkata kepadaku.


" Arkan.., terima kasih karena telah mempercayai ku.. "



Ujar nya dengan senyuman yang indah menatapku sambil memegang pegangan jembatan. Namun senyuman nya tidak natural dan seperti dipaksakan, seperti ada sesuatu yang salah. Namun karena aku menghargai privasi nya aku hanya bisa diam dan tersenyum kembali pada nya. Lalu kami berdua pergi ke menuju barak dan menyiapkan peralatan kita sendiri untuk esok hari nya.


" Mengapa dia terasa begitu sedih..? , dan aku nggak paham tentang apa yang ia maksud dengan ucapan nya itu. "


Aku menyimpan pertanyaan ku itu untuk nanti, setelah semua masalah ini sudah selesai .


Dengan ini aku bisa bilang bahwa esok hari nya kita sudah siap melakukan ekspedisi darurat ini dan kami pun beristhirahat.


Disisi lain ~~


- Gang Kecil\, Barat Wolfpass


Ada seorang lelaki berkerudung hitam berjalan di gang kecil itu, ia nampak sedang ingin menemui seseorang di tempat itu. Tak lama kemudian sesosok perempuan berjubah hitam muncul dan menanyakan keadaan di sekitar barak.


" Laporan? "


" Lapor, pasukan ekspedisi Bavaria sudah siap melakukan perjalanan nona.. "


" Agen kita yang lain? "


" Sudah masuk kedalam pasukan inti nona, seperti nya rencana kita akan berhasil.. "


" Aku tidak menyangka bahwa ada salah satu dari mereka yang mau menyerahkan teman sekelas nya dengan semudah itu karena alasan yang tidak masuk akal.. "


" Kita bisa memanfaatkan ini agar bisa mendapatkan anak bernama Lita tanpa ada campur tangan dari organisasi.. "


Wanita itu tersenyum lebar sambil memegang kedua keris nya dan berkata.


" Seperti nya beberapa hari kedepan akan ada hal menarik yang akan datang di kota ini hahaha.., mereka tidak tahu bahwa ada teman mereka yang menjual teman nya sendiri demi sesuatu yang remeh seperti itu."


" Jadi apa yang dikatakan nya itu benar? " tanya lelaki itu.


" Iya.. semua nya sudah tercantum dalam skrip, yang mulia tau itu semua. "


" Kalau begitu aku akan mengintai mereka lagi, siapa tahu akan bisa mendapatkan info yang bagus tentang mereka berdua. "


" Iya.. untuk yang mulia.. "


" Untuk yang mulia.. "


Lalu wanita itu menyuruh lelaki itu untuk pergi, dengan sekejap mata lelaki itu hilang tanpa jejak. Dengan berjalan keluar gang ia menatap sang bulan dan berkata.


" Haah.. Dunia ini akan menjadi kacau sebentar lagi, sama seperti yang mulia prediksikan... "