
***
Kami berjalan menuju Charlotte, Dia bilang bahwa kami bisa menyewa kamar di penginapan di dekat distrik ini. Dia bilang bahwa ada sebuah penginapan di dekat gereja St Alicia yang berada di perbatasan distrik ini dengan pusat kota, kami disuruh memesan kamar disana untuk kami bertiga 3.
" Jadi kita tidak menginap di rumah nya Charlotte? " ujar Lita.
" Saintess mana ada rumah? dia mungkin tinggal di Gereja St Alicia. "
" Iya sih, tapi dia pasti punya rumah kan? "
" Ya nggak tau, kok tanya saya.. "
" Ah yaudah, ayo fokus cari penginapan nya. "
Lalu kami melanjutkan pencarian kami, pada akhirnya kami menemukan penginapan itu.
" Penginapan ini.., Nampak biasa saja. "
" Ayo masuk aja dulu, nanti Charlotte menyusul. "
Kami masuk ke toko itu, dan disana terdapat seorang kakek tua yang sedang menjaga meja resepsionis itu. Kami mendekati kakek tua itu untuk memesan 2 buah kamar yang ada di penginapan itu.
" Permisi kek.., kami ingin memesan satu kamar biasa dan satu kamar luas.. "
" Maaf nak, seperti nya kamar nya sudah habis. Hanya tersisa 1 kamar luas dengan dua tempat tidur gabung ( King Bed ). " ujar kakek itu.
Aku bingung mengapa hanya ada satu kamar tersisa, aku mengambil uang yang sudah di berikan Charlotte pada ku.
" Haduh gimana ini, apa kita harus bilang ke Master? "
" Kita tunggu aja, nanti dia bakal kesini. "
Tak lama setelah itu, aku merasa ada seseorang yang sedang mengawasi kami. Aura nya sangat mengerikan, seperti aura orang waktu itu.
" Arkan kau kenapa? "
Lita bertanya kepadaku, aku bingung mengapa aura ini tiba-tiba muncul pada waktu-waktu ini. Aku berusaha merasakan aura ini dan ternyata berasal dari luar penginapan.
" Tunggu bentar Lita, jangan bergerak.. "
Aku berjalan menuju pintu keluar penginapan untuk mengecek keadaan sekitar, namun ternyata tidak ada seorang pun disana. Dari kejauhan terlihat Charlotte sedang berjalan menuju penginapan, ia nampak bingung ketika melihat ekspresi ku yang seakan cemas dan khawatir.
" Arkan? kenapa kau diluar sini? dingin lo.. "
" Ah.., tak apa kak.. hanya saja tadi aku merasa butuh angin segar sementara. "
Aku berbohong pada nya agar Charlotte tidak cemas terhadap kami, lalu Charlotte membicarakan tentang bagaimana keadaan kami di penginapan itu.
" Gimana? udah kalian sudah menemukan kamar nya ? " ujar Charlotte dengan penasaran.
" Ah tentang itu, Kak jadi kamar nya cuman satu aja yang kosong sisanya penuh. "
Charlotte nampak terkejut, dan ia juga bilang bahwa dia sedang ada perlu di gereja tentang masalah Fenrir beberapa hari yang lalu.
" Ah kebetulan aku ada urusan di gereja hari ini, jadi kalian berdua bisa tinggal di kamar yang tersedia. "
Charlotte berfikir bahwa membuat Lita dan aku tinggal sekamar itu ide yang baik, orang-orang pasti tau bahwa meninggalkan cowok dan cewek sendirian di kamar King bedroom sama dengan memberi izin mereka untuk 'menyatu ' bersama sebagai pasangan nya.
" Bentar-bentar.. kak kamu pikir meninggalkan ku dengan Lita satu kamar seperti itu merupakan ide yang baik? "
" Aku tak ada masalah, selama niat mu baik ya mungkin Lita mengizinkan nya. Lagian di gereja sudah tidak ada tempat lagi untuk tidur jadi ya kamu harus mau tinggal semalam dengan nya. "
Charlotte nampak mengetahui tentang apa yang kumaksud, namun karena tidak ada pilihan lain maka aku terpkasa harus tidur dengan Lita untuk malam ini.
" Yaudah nanti kau bilang Lita ya, aku ada urusan sampai pagi di gereja. Kalian tau kan arah gereja nya dimana jadi jika butuh sesuatu temui aku di gereja oke? "
" T-Tunggu Kak Cha- "
Charlotte pergi meninggalkan ku dari sana, seperti nya urusan nya dengan gereja sangat penting.
" Sebaik nya aku memberitahu tentang ini, entah menolak atau tidak tadi adalah hal yang dikatakan Kak Charlotte bukan aku. "
Aku masuk kedalam penginapan, disana Lita sedang menunggu ku di bangku sebelah meja resepsionis itu.
" Arkan ada apa?, mengapa kau tiba-tiba keluar tadi? "
" Ah tidak, tadi mungkin hanya perasaan ku saja. "
Lita nampak bingung, namun ia tidak menanyakan ku lebih lanjut.
Namun aku harus memberitahunya bahwa kami harus tidur di kamar yang sama di tempat tidur yang sama.
" Lita dengar kan perkataan ku sebentar. "
Aku menjelaskan bahwa aku dan dia harus tidur bersama di satu kamar yang tersedia itu, sementara Charlotte yang sedang sibuk mengurusi sesuatu di gereja membuat nya tidak bisa menemani kami malam ini.
" A-Apa kau gila ?! "
" Gi-gimana lagi dong? "
" Kalau begitu aku akan tidur disini saja, kamu bisa tidur di kamar Lit.. "
Namun menggelengkan kepala, dan ia berkata.
" Malam ini.. aku akan tidur dengan mu. "
Lita nampak malu dengan menutup wajah nya dengan kedua tangan nya, namun ia mengintip dari celah tangan nya dan membolehkan ku untuk tidur dengan nya di kamar itu.
" Eh... EHHH ! "
Seluruh orang mendengar teriakan ku itu, Lita menutup mulutku dengan tangan nya menyuruhku untuk tetap diam dan jangan berisik.
" Shhh... apa-apaan sih kamu, jangan sampai menganggu orang lain tahu nggak? " ujar nya dengan nada yang pelan.
" Beneran nggak papa nih? "
" Iya.. shh diem aja ayo masuk ke kamar kita. "
Lalu kami berdua masuk ke kamar yang di beritahukan oleh kakek itu dan membayar harga sewa nya, setelah masuk ke kamar kita memutuskan untuk tidur menghadap ke arah sebaliknya agar terhindar dari kontak mata dan bersentuhan tubuh saat kami tertidur nanti.
" A-Aku tidur dulu ya.. " ujar Lita dengan malu nya.
Aku bisa membayangkan apa yang Lita pikirkan saat ini, cowok dan cewek satu ranjang sungguh sangat aneh jika mereka itu bukanlah seorang couple yang mesra dan mereka hanya teman biasa.
" I-Iya aku juga, se-selamat tidur Lit.. "
" Se-selamat tidur juga.. "
Kami pun terdiam, sebenarnya aku tidak bisa tidur karena memikirkan hal ini terus. Aku dan Lita seorang putri es di sekolah ku dulu tidur bersama seperti ini. Sungguh diluar nalar sekali dan tidak habis fikir.
" Aku tak tahu antara aku senang atau tidak dengan situasi ini ya tuhan. "
Lalu aku memikirkan tentang apa yang sedang Charlotte lakukan hingga membuat nya harus lembur malam ini.
" Aku harap Charlotte tidak memakasakan dirinya, dan aura mengerikan itu.. sebenarnya apa itu? "
Aura yang sama pada saat itu, hari dimana Desa Riverbond diserang oleh serigala yang sudah di korup oleh sihir.
Sebenarnya siapa orang itu?, dan apa tujuan nya menyerang desa itu?
Aku selalu memikirkan hal itu hingga aku terlalap tanpa sadar karena capek nya perjalanan hari ini dan situasi yang ku alami hari ini.
***
Disisi lain..
Gereja St Alicia, Wolfpass
Charlotte berjalan di gereja tua yang gelap itu, ia merasakan ada sekelompok orang yang sedang mengintai nya. Charlotte memergoki mereka dengan perkataan nya yang provokatif kepada mereka seakan menantang mereka untuk maju kedepan dan melawannya.
" Aku tau kalian sembunyi disana, tunjukkan dirimu ! " ujar Charlotte dengan melihat kearah gereja yang sunyi dan gelap itu.
Lalu muncul sesosok perempuan berkerudung hitam dari kegelapan, ia nampak seperti assassin yang sedang di suruh untuk membunuh seseorang.
" Wah.. wah seperti nya kami sudah ketahuan.. "
" Kau.. kenapa? , Apa yang kalian ingin kan dengan anak-anak itu !? "
" Ckckck, Charlotte sang Saintess agung.. itu bukan urusan mu. "
" Ini jelas urusanku, melindungi murid-murid ku adalah tugas seorang guru. "
" Oh.. bagaimana jika aku menyentuh murid mu sama seperti pada saat kalian di desa itu? "
" Kau bilang apa?! "
Charlotte mengeluarkan sihir cahaya nya mengarah ke perempuan itu, namun perempuan itu hanya tersenyum dan pergi meninggalkan Charlotte.
" Jadi itu kalian? , berani-berani nya kalian melakukan hal sekeji itu ! "
Wanita itu berhenti, dan ia menoleh kearah Charlotte dan berkata.
" Haha.. itu hanya misi yang di berikan dari master dan kami hanya mengikuti junjungan nya, Ini bukan urusan mu."
Charlotte mengeluarkan pedang suci dari sihir nya itu, dan mengarahkan nya kepada para assasin itu.
" Aku seperti nya akan ikut campur dengan urusan kalian yang satu ini, jadi menyerah lah ! "
Wanita itu hanya berdiri terdiam, dan ia tersenyum kearah nya lalu mengancam Charlotte.
" Lebih baik kau jangan ikut campur urusan kami lagi, Saintess Charlotte."
Lalu ia menoleh kearah Charlotte, dengan senyum nya yang mengerikan itu ia berkata.
" Atau bisa kubilang ' Agent Yellow ' ? "