
Raja pun terdiam menunggu jawaban dari Charlotte, sesisi ruangan melihat kami dengan berbagai tatapan yang membuat kami agak gugup ketika memikirkan nya.
" Permisi yang mulia, saya akan menjawab pertanyaan yang anda sampaikan kepada hamba. "
Raja pun hanya melihat Charlotte dengan tatapan yang serius, aku tau jika ini merupakan sebuah masalah yang serius karena Gereja St Alicia merupakan gereja tersebsar di Bavaria yang pastinya membutuhkan biaya yang besar untuk merekontruksikan nya kembali. Dengan nada yang tegas Charlotte menjawab.
" Saya Saintess Charlotte ingin memberitahukan kepada yang mulia bahwa 2 hari lalu ada serangan mendadak dari suatu organisasi yang tiba-tiba menyerang saya pada saat saya sedang berjaga di gereja. "
Seluruh ruangan seakan menatap kami setelah mendengar pernyataan dari sang Saintess, Raja pun semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.
" Semua nya harap diam ! " ujar Austin dengan tegas.
Seluruh ruangan kembali senyap mendengar perkataan Austin, lalu Raja Beowulf nampak terkejut dengan pernyataan Charlotte, Hexagon berarti bukan sebuah organisasi
" Sudah kuduga, aku sudah tahu bahwa pernyataan yang diberikan oleh Austin terkesan janggal dan tidak logis. Kalian bertiga pasti ingin menutupi hal ini agar tidak terjadi kepanikan di kalangan masyarakat bukan? "
" Iya yang mulia, hal ini harus dirahasiakan dan hanya boleh diberitahu oleh kalangan interal bangsawan saja. "
" Hah baiklah kalau begitu aku anggap masalah gereja ini selesai disini, nanti aku , Sang Saintess dan muridnya akan berbicara secara privat mengenai ini. "
" Baik yang mulia.. " ujar Charlotte dengan memberi hormat bangsawan pada sang Raja.
Raja memegangi dagu nya, memikirkan langkah berikut nya untuk menyelesaikan permasalahan ini. Ia bertanya pada Charlotte tentang peristiwa yang terjadi di Desa Riverbond pada beberapa hari yang lalu.
" Lalu aku mendengar tentang apa yang terjadi di Desa Riverbond, aku berterima kasih pada kalian yang telah menyelamatkan desa pada saat-saat genting seperti ini. Hah.. aku terlalu fokus dengan wilayah timur daripada barat jadi aku terpaksa harus memfokuskan seluruh pasukan untuk mengamankan bagian timur terlebih dahulu. "
" Tidak apa yang mulia, masalah Pangeran Pertama saat ini lebih penting daripada hal yang terjadi di Riverbond. Tapi ini bukan berkat saya, berkat anak-anak ini lah Desa Riverbond itu selamat dari bencana penyerangan serigala buas itu. "
" Hah.. anak sulung ku itu, ingin menggulingkan ku karena tidak setuju dengan memberikan suaka bagi orang-orang asing ini. Kejadian 5 bulan lalu merupakan kejadian yang memang mengguncang seluruh Avaria, Tapi dia seperti nya melupakan ajaran sang dewi. " ujar nya dengan kesal.
" Maafkan saya yang mulia karena tidak bisa membimbing dia dengan baik. " ujar Charlotte dengan tenang nya.
" Hah.. tak apa ini bukan salah mu Saintess Charlotte, tapi salahku sebagai ayah karena tidak memberitahu nya apa yang batil dan apa yang benar.. "
Raja pun terdiam, mendengar hal itu kini aku mengerti alasan mengapa Adhulphus ingin memberontak dari Bavaria. Yaitu karena kami, Outlander yang dia anggap sebagai benalu di negara mereka dan aku bisa memahami itu. Tapi durhaka kepada orang tua nya sendiri merupakan hal yang tidak bisa kumaafkan.
Raja menengok kearah ku dan Lita, ia berdiri dari bangku nya dan menyuruhku dan Lita untuk bangkit.
" Bangkitlah kalian berdua dari posisi kalian saat ini. "
Kami berdua terkejut mendengar perintah dari sang raja, dari belakang Austin menyuruhku untuk mengikuti apa yang raja suruh kepadaku. Lalu kami berdua bangkit dari posisi kami yang sedang berlutut, lalu sang Raja dengan nada nya yang lembut berterima kasih kepada kami. Ia mengeluarkan para pelayan nya yang sedang membawa banyak sekali barang mewah dari ruangan belakang.
" Terima kasih kalian berdua, walaupun kalian adalah seorang Outlander tapi kalian masih mau membantu kami dengan jiwa dan raga kalian. kami akan memberikan bantuan dana kepada wilayah Anton Smith, Desa Riverbond. Karena kalian kami bisa memberikan dana ini secepat mungkin jadi terima kasih banyak wahai pahlawan dari langit. "
" Eh.. pahlawan? ka-kami nggak segitu nya kok . eng-enggak apa kok kami juga berterima kasih karena telah diterima disini sama semua nya. " ujar Lita dengan gugup nya.
" Enggak aku sangat berhutang budi kepada kalian berdua jadinya aku setidaknya memberikan sebuah hadiah kepada kalian masing-masing, aku mendengar salah satu dari kalian memilki jaringan mana yang rusak. "
Mendengar hal itu aku tau bahwa sang raja sebenarnya sedang membicarakan ku, aku mengangkat tangan ku untuk memberitahu sang raja tenang keadaan ku itu.
" Oh kamu.. oke kalau begitu kami akan memberikan obat Elixir terbaik kami kepada mu. Dan kamu akan ku berikan pedang dari kerajaan kami yang terbuat dari Orichalcum asli yang berasal dari Benua Basilia sebagai hadiah mu. Dan baju zirah sihir berwarna putih khas Bavaria yang ringan jika dipakai dan diberi sihir perlidungan untuk kalian berdua. Oh untuk sang wanita kami akan memberikan pedang katana dari negara Miro di timur benua ini yang terbuat dari Mithril berkualitas tinggi. "
" Tunggu-tunggu kami tidak perlu menerima sebanyak itu yang mulia. " ujar Lita dengan terkejut.
" Terima lah pemberian kami, kami sangat berterima kasih atas jasa kalian di Riverbond. Dan jika bukan karena kalian akan ada banyak korban yang berjatuh disana. Jadi kumohon terimalah ini sebagai penghargaan dari kami kepada kalian. Ini bukan seberepa tapi kami mohon anda menerima pemberian dari raja kami wahai penggembara dari dunia lain. " ujar salah satu penasehat Raja.
Aku terkejut dengan berbagai hadiah yang diberikan oleh sang raja, pertemuan ini bukan seperti apa yang sebelum nya aku pikirkan. Aku melihat kearah belakang dan melihat Austin yang memberi aba-aba untuk menerima hadiah itu. Dengan terpaksa kami harus mengambil hadiah yang diberikan dari sang Raja.
" Terima kasih banyak yang mulia, kami akan menjaga barang-barang ini dengan baik. "
" Bagus terima kasih karena telah menerima hadiah dari kami. Kami sangat menghargai nya. "
Sang raja lalu menyuruh para pelayan nya untuk mengambil kembali barang-barang yang nanti nya akan diberikan kepada kami secara non-ceremonial. Hadiah ini akan diberikan setelah pertemuan ini selesai.
" ,Wahai penggembara, siapa namamu? " tanya sang raja dengan penasaran.
" Nama saya Arkan, senang bertemu dengan anda. "
Aku mengulurkan tangan ku kepada sang raja, ekspresi orang-orang sekitar ku menjadi sinis melihat ku. Disana Austin menepukan tangan nya kedahi seakan memberitahu ku bahwa hal itu tidak sopan.
" Waduh.. gawat nih salah langkah karena saking gugupnya aku sialan.. "
Raja hanya terdiam melihat tangan ku, lalu ia tiba-tiba tertawa melihat tingkah laku ku itu. Lalu ia berjabat tangan dengan ku.
" I-Iya.. "
Raja tersenyum kepada ku, lalu ia memberitahukan kepada semua nya untuk berpesta hari ini di ballroom yang sudah disediakan oleh keluarga kerajaan. Kami pun disuruh untuk datang ke kerajaan esok hari nya untuk membahas hal ini lebih lanjut karena ini merupakan sebuah masalah besar bagi kerajaan ini.
" Oke kepada semua bangsawan yang sudah hadir disini, silahkan kalian menikmati pesta yang kami gelar untuk memberikan selamat pada para pahlawan ini yang telah menyelamatkan
Lalu pesta pun dimulai dengan lagu-lagu khas zaman pertengahan, di sediakan pula makanan khas Bavaria yang lezat dan harum itu. Austin dan Charlotte mereka berdua nampak seperti sebuah couple jika dilihat dari jauh mereka sedang berbincang kepada para bangsawan yang lain.
" Hah.. akhirnya selesai juga .. " ujar ku dengan lega.
" Kamu tahu kita besok masih harus ke kerajaan lagi tau nggak? " ujar Lita yang sedang meminum jus anggur dari catering yang telah disediakan.
" Tunggu itu anggur? "
" Iyah.. kwenapa? ' hik ' "
Muka Lita nampak merah seperti tomat dan cara berbicara nya juga agak ngawur seperti orang mabuk.
Aku langsung menanyakan hal ini kepada pelayan yang kebetulan ada di sekitar kami.
" Permisi apakah anggur ini bisa memabukkan? "
" Iya tuan, anggur ini adalah wine terbaik dari Bavaria. Bisa tapi jika diminum dengan jumlah sedikit seperti nya tidak apa-apa. "
" Tunggu.. kalau gitu dia.. "
Lita jalan kearah ku dengan kepayang, ia memeluk ku dari belakang.
" Arkan.. kamu pergi kemana ja-jangan tinggal aku dong ' hik ' "
" Sialan dia beneran mabuk sekali teguk gilaa.. "
Dengan sigap aku membawa Lita keluar dari ballroom itu, aku menduduk kan Lita di salah satu bangku yang ada didekat lorong menuju Ballroom itu. Setelah mendudukan nya Lita berbicara kepada ku dengan keadaan mabuk nya itu.
" Arkan... hehe kamu dimana ' hik ' , aku.. rindu.. ' hik ' "
" Duh Lit.. kamu nggak liat-liat dulu ta sebelum minum hadeh.. "
Aku tidak mendengar jawaban dari Lita, aku melihat Lita sedang tertidur pulas di bangku itu. Seperti nya efek alkohol nya membuat dia tertidur karena ketahanan alkohol nya yang rendah.
" Hah Lit-Lit.., bisa-bisa nya ceroboh kayak gini. "
Aku terdiam dan melihat muka Lita yang sedang tertidur, lalu aku tersenyum melihat nya.
" Tapi.. mungkin ini kejadian ini tidak buruk juga.. "
Namun setelah aku memikirkan nya lagi, aku langsung sadar karena itu sama saja seperti aku sedang bucin pada Lita. Aku menepuk muka ku dengan kedua tangan ku untuk menyadarkan diriku yang sedang terjun dalam fantasi aneh karena melihat muka Lita yang sedang tertidur.
" Bangun woy.. sadar.. , tau diri Arkan.. "
Aku juga sadar, bahwa gimana cara nya aku bisa membawa Lita dalam keadaan seperti ini. Melihat muka nya Lita membuat ku ketagihan saking imut dan cantik nya dia. tapi aku harus tahan terhadap godaan itu dan fokus dengan tujuan ku saat ini.
" Duh ini gimana cara bawa nya ya, takut salah. "
Namun tiba-tiba ada dua orang yang datang menyapa kami, mereka memakai gaun dan baju yang bagus layak nya seorang bangsawan. Mereka menyapa ku dengan senyuman dan menanyakan keadaan Lita.
" Halo.., tuan Arkan ya? loh ini kenapa teman nya? " tanya perempuan tersebut.
" Anu maaf, dia nggak sengaja minum anggur nya jadi dia mabuk kayak gini.. "
" Duh ayah mengapa kau memberi mereka Anggur Bavaria, mereka masih kecil tau nggak.. " ujar pria itu dengan pelan.
" Ahaha.. terus kalian gimana ini ? "
" Yah seperti nya aku harus menunggu dia bangun terlebih dahulu, yah mau bagaimana lagi. "
Mereka berdua saling melihat antara satu sama lain, dan mereka berkata.
" Apakah kalian berdua mau tidur di sini? "